Ternyata, Rahel tak bisa menyelesaikan nya selama satu jam yg membuat Nabila marah "Hey kamu, kenapa belum selesai juga, kamu saya beri waktu 1 jam yah kalok gini gaji kamu aku potong."
Rahel yg mendengar hal itu menjadi tertunduk dan bergumam dalam 'Gaji gue cuman 1,5 juta dan kalok di potong setengah tinggal 750 ribu. Sedangkan genteng rumah sudah pada bocor dan perlu di ganti yg baru, tapi gaji ku bulan ini cuman 750 ribu .'
Tiba-tiba terdengar dari lantai dua seorang peria yg turun dari tangga rumah itu "Ada apa ini??" Nabila langsung mengadu pada kakaknya " Abang ini si Rahel telat datang kerja, jadi Nabila hukum biar dia jera."
Abangnya bukanya marah pada Rahel ia malah menatap sinis adiknya "Cuman itu doang kan, terus kenapa Rahel harus di hukum?, lagian ini pertama kalinya dia telat bukan.lagian buat apa kamu hukum dia dan bahkan memotong gajinya, dari pada kamu sibuk ngurusin orang lain lebih baik kamu selesaikan saja tugas kuliah mu sana." Wanita itu semakin kesal karna kakaknya membela Rahel "Kakak ini bela Rahel mulu, kenapa kakak gak pernah mau bella Nabila."
Kakaknya sangat marah lalu menatap sinis Nabila "Jika kamu masih mau mencari masalah maka kakak akan surah papa buat potong aja jajan sekolah mu, ingat bukan hanya papa yg bekerja tapi kakak mu ini juga bekerja."
Ia dengan kesalnya meninggalkan mereka dan bergumam dalam hati 'Awas aja kamu Rahel, aku takan tinggal diam dan akan terus menyiksa mau.'
Addy menghampiri Rahel "Kamu gak papa hel??" Rahel hanya mengangguk "Kamu selesaikan saja pakai pel lantai, jangan menggunakan kain itu lagi, itu akan memakan waktu lama. Dan untuk gaji kamu akan tetap menerima seperti biasa dan gak usah pedulikan perkataan Nabila."
Rahel mengangguk lalau tersenyum menatap Addy "Terima kasih kak Addy karna sudah membatu ku." Addy membalas senyuman Rahel "Hel, jika ia memperlakukan mu seperti itu lagi laporkan saja pada ku, aku akan selalu berpihak pada mu." Rahel tersenyum "Terima kasih kak kalok gitu saya ke dapur dulu, mau ambil pelan biar kerjaan Rahel cepat selsai."
Pada saat rahel mengangkat ember tadi dan air dalamnya tumpah tanpa sepengetahuannya dan paa saat ia mulai berjalan tak sengaja ia menginjak tumpahan air tadi dan terpeleset sontak Addy menangkap tubuh Rahel dan semua air dalam ember tadi tumpah ke lantai, mata Addy dan Rahel saling bertatapan namun Rahel lebih dulu sadar sedangkan Addy masih bengong menatap wajah cantik Rahel.
"Kak lepasin tanganya." Addy yg baru sadar langsung melepas tanganya sedangkan Rahel yg belum siap langsung terjatuh ke lantai 'Aw..' ia merasakan sakit pada bokongnya karna terjatuh.
"Maaf kan aku,aku tidak sengaja." Addy pun langsung membantu Rahel untuk berdiri. "Apa kamu tidak papa??" Rahel tersenyum "Aku gak papa. Kakak nanti pelan-pelan jalanya lantainya basah " mereka berdua pun perlahan menjauh dari genangan air tersebut, setelah Addy berhasil lolos ia kini bisa bernapas lega sedangkan Rahel yg mengingat Addy berjalan pelan meninggalkan dia dengan Pink win.
"Hehehe, kakak jalanya mirip seperti pink win." Addy yg melihat Rahel yg tertawa membuatnya tak sadar ia tersenyum melihatnya dan hatinya berdebar.
Di tangga terlihat Nabila yg diam-diam melihat mereka dari jauh, ia turun karna mendengar seperti ada yg terjatuh, ia khawatir itu adalah kakaknya yg jatuh namun pada saat ia lihat rupanya Rahel yg jatuh dan senyuman yg sangat jarang kakaknya perlihatkan kepada wanita kini malah di tunjukan pada seorang pembantu, ia yg melihat hal itu semakin kesal pada Rahel.
*
*
*
*
Adam jatuh pingsan tak berdaya sedangan Fitri yg melihat itu menjadi panik begitu juga dengan Abel "Sayang bagai mana ini, apa yg harus aku lakukan, polisi pasti akan menangkap ku." Fitri begitu panik sedangkan Abel berpikir apa yg harus dia lakukan dan sebuah ide muncul di pikirannya.
"Bagai mana kalok kita buat kejadian ini seolah-olah adalah kejadian bunuh diri, kita awalnya membuang jasadnya ke sungai setelah itu mobilnya kita bakat jauh dari sungai lalu kita buat sebuah surat yg seolah-olah surat terakhirnya sebelum bunuh diri." Fitri mengangguk "Ayo kita lakukan, mumpung mobil ku di garasi mu kita masukan saja tubuhnya ke dalam mobil ku dan kamu yg membawa mobilnya."
Abel mengangguk lalu segera memakai bajunya yg ada di lantai "Kamu tulis saja suratnya, kalok aku mau pergi membeli peralatan yg kita butuhkan." Fitri mengangguk.
Abel pun segera pergi sedangkan Fitri segera memakai bajunya yg berserakan di lantai lalu ia mencari buku milik Abel dan menulis dia atasnya dengan tangan yg gemetar karna panik namun tiba-tiba sebuah ide terlintas di pikirannya untuk nanti mengirim pesan pada orang tuanya dari hpnya supaya mereka percaya bahwa kejadian ini adalah kasus bunuh diri ia pun mengambil hp Adam.
Karna ponsel milik adam tak miliki kata sandi jadi begitu mudah untuknya membukanya dan mengetik pesan pada orang tuanya setelah selesai ia tidak mengirimnya terlebih dahulu karna rencananya ingin di kirim nanti setelah mobilnya di bakar.
Tak lama kemudian Abel datang membawa beberapa alat seperti minyak tanah yg ia beli di penjual pinggir jalan, 2 pasang kaus tangan,dan masker, Abel menatap Fitri "Apa kamu sudah menulisnya??" Wanita itu mengangguk "Aku juga membuat pesan singkat pada hpnya agar lebih meyakinkan kalok dia bunuh diri."
Abel mengangguk lalu mereka berdua pun menggunakan kaus tangan tadi lalu menyeret tubuh Adam sampai ke garasi dan memasukkannya ke bagasi belakang mobil Fitri. Fitri terlihat sangat lelah ia menghapus keringatnya dengan lengannya dan Abel yg melihat hal itu tergoda ia menghampiri gadis itu lalu mencium bibirnya Fitri terkejut dan mata mereka masih menatap satu sama lain "Kamu terlihat cantik Baby "
Fitri malu-malu lalu mereka pun berciuman, perlahan ciuman itu semakin panas hinga tiba-tiba terdengar telfon yg terdengar dari hp Fitri sontak mereka langsung menghentikan aksi tadi.
"Ada yg menelfon." Fitri pun segera melepas sarung tangan tadi dan mengambil hpnya 'Manager Rara' ia menatap Abel "Ini manager ku , ia pasti bertanya pada aku aku di mana karna hari ini aku ada pemotretan." Abel dengan santai berbicara "Bilang saja , kamu tiba-tiba tidak enak badan."
Fitri mengangguk lalu langsung mengangkat Telfon tadi. "Halo..." Managernya langsung bicara dengan kesalnya "Hey, kamu di mana saja. Ini sudah jam 9 sesuai janji kita akan melakukan pemotretan tapi kenapa setelah aku sampai kamu tidak ada." Fitri menjawab dengan suara yg kecil "Maaf kan aku, aku tiba-tiba gak enak badan jadi tidak bisa datang."
Managernya terkejut karna ini pertama kalinya Fitri tidak datang karna sakit, biasanya walaupun sakit ia akan tetap datang namun kali ini ia tidak datang, managernya tak berpikir negatif lalu membiarkan Fitri "Oh benarkah, kalok gitu istirahatlah nanti setelah kamu sebuh kita akan kembali pemotretannya."
Fitri mengiyakan lalu mengakhiri telfon, Abel menatap nya "Bagai mana?? "Fitri tersenyum "Sayang, bagi mana kita pemanasan sebentar di dalam setelah itu kita akan membuangnya." Abel tersenyum bahagia lalu mengangguk dan mereka pum kembali ke dalam untuk menyelesaikan hal yg tertunda tadi.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments