Grigorin seorang Dwarf yang Kirt temui di gua dekat dengan reruntuhan kota bawah tanah ternyata juga dalam kesulitan karena Grigorin yang sebenarnya adalah black smith atau pandai besi tidak terlalu hebat dalam bertempur hingga terjebak karena banyaknya monster ganas yang mendiami gua tempatnya berada saat ini.
"Tuan Grigorin lalu apakah anda berniat untuk keluar dari gua ini jika demikian mungkin saya dapat membantu anda." Ucap Kirt menawarkan bantuannya.
"Benarkah kamu mau membantu aku tapi bagaimana dengan tujuanmu untuk mencari harta di reruntuhan kota kuno yang sudah tidak jauh lagi dari tempat ini?" Ucap Grigorin.
"Tuan Grigorin anda sudah menolong saya jadi anggap saja ini adalah balas budi dari saya, lagi pula sebelumnya anda mengatakan ada banyak mayat hidup di tempat yang saya tuju itu jadi saya juga harus mempersiapkan diri lebih baik untuk menghadapi mereka." Jawab Kirt Johan.
"Jika demikian aku tidak akan menolak bantuanmu karena sudah cukup lama aku bertahan di benteng ini dan juga tidak ada tanda-tanda rekanku akan datang ke tempat ini jadi aku ingin segera kembali ke kota kerajaan Dwarfen." Kata Grigorin.
Kirt kemudian pergi meninggalkan bangunan benteng di dalam gua tersebut bersama dengan Grigorin dan mencari lorong yang mengarah ke keluar dari gua itu.
"Nak apakah kamu masih mengingat jalan yang kamu lalui saat masuk ke dalam gua ini?" Tanya Grigorin kepada Kirt karena lorong gua itu memiliki banyak cabang dan susah untuk di ingat bahkan oleh para Dwarf sekalipun.
"Saya telah memetakan jalur gua menuju tempat ini tapi kita tidak dapat melalui jalan tempat saya masuk." Jawab Kirt Johan.
"Kamu mengatakan tidak akan melewati jalan yang telah kamu petakan, apakah mungkin ada monster di jalur itu?" Tanya kembali Dwarf itu dengan penasaran.
"Benar memang ada seekor basilisk di dekat labirin tapi sebenarnya bukan itu yang membuat saya tidak dapat melaluinya melain di sana ada sangat banyak orang yang menginginkan kepala saya untuk di tukar dengan uang tebusan." Jawab Kirt.
Grigorin langsung menatap Kirt ketika mendengar uang tebusan untuk nyawa Kirt karena itu berarti orang yang saat ini membantunya adalah seorang penjahat tapi Grigorin masih penasaran karena bila itu benar mengapa dia malah mengatakannya padaku.
"Benarkah demikian sepertinya kamu memiliki masalah yang cukup rumit, jika tidak keberatan bisakah kamu menceritakannya padaku selama perjalanan ini?" Ucap Dwarf Grigorin dengan tenang karena meskipun Kirt telah membuka kedoknya yang merupakan penjahat yang sedang di buru, tidak ada sedikitpun tanda-tanda ancaman dari Kirt Johan kepada Grigorin.
"Tentu saja tuan Grigorin sebenarnya saya sudah di anggap penjahat dan pencuri sejak saya masih berusia sebelas tahun, tapi semua pencurian yang saya lakukan saat itu karena terpaksa untuk bertahan hidup setelah saya kehilangan segalanya termasuk kedua orang tua saya yang dulu merupakan salah satu bangsawan besar di kota Silmarin."
"Kamu memiliki darah seorang bangsawan tapi bagaimana kamu bisa jadi seperti ini?" Sahut dwarf Grigorin.
"Apakah tuan Grigorin tahu mengenai penyerangan besar oleh kerajaan Arfen untuk merebut tanah Tandora delapan tahun yang lalu." Ucap Kirt Johan.
"Penyerangan besar-besaran kerajaan Arfen delapan tahun yang lalu tentu saja siapa yang dapat dengan mudah melupakan kejadian besar yang merupakan awal dari perang kerajaan Arfen dan kerajaan Tandora yang sampai sekarang masih berlangsung dan apakah itu yang menjadi penyebab terbunuhnya kedua orang tuamu."
"Benar itulah awal dari penderitaanku juga penderitaan rakyat di bagian barat tanah Tandora." Jawab Kirt yang kemudian ia terus menceritakan tentang pengalaman hidupnya selama ini kepada Dwarf Grigorin.
Delapan tahun yang lalu saat Kirt belum menjadi seorang petualang ia terpaksa harus menggelandang di jalanan kota Silmarin karena harta keluarganya telah di rampas oleh pasukan kerajaan Arfen bahkan rumah besar keluarga Johan juga di ambil alih karena kota itu telah di jadikan markas perbekalan militer kerajaan Arfen.
Tidak hanya Kirt Johan yang mengalaminya tapi hampir seluruh rakyat Silmarin saat itu juga menderita karena kerajaan Arfen menjarah segalanya termasuk persediaan makanan di kota untuk mendukung pasukan Arfenia.
Kelaparan yang sangat parah di alami para penduduk dan keadaan itu membuat Kirt terpaksa terus mencuri dari orang lain untuk bertahan hidup hingga suatu hari beberapa orang mengajak Kirt untuk ikut menjarah sebuah gudang persediaan yang di jaga pasukan kerajaan Arfen.
"Hei nak kamu lihat lubang ventilasi di samping bangunan itu, tugasmu bersama Rascal dan Pito adalah masuk ke dalam gudang itu karena tubuh kalian muat melalui lubang kecil itu." Ucap salah seorang pencuri yang memanfaatkan anak-anak untuk menjalankan aksi pencurian mereka.
Kirt tahu kalau pencurian itu sangatlah beresiko karena di bagian depan gudang ada sejumlah prajurit kerajaan Arfen yang berjaga dan dapat menangkap mereka kalau sampai ketahuan.
Gang di samping gudang Kirt, Pito dan Rascal bergerak perlahan bergerak di gang yang berada samping bangunan gudang itu dan mereka bertiga berusaha untuk memanjat ke ventilasi yang cukup tinggi itu hingga akhirnya mereka berhasil memasukinya.
Kirt dan kedua rekannya melompat ke dalam gudang yang di penuhi persediaan makanan pasukan kerajaan Arfen dan mereka langsung mengambil memakan beberapa persediaan di sana karena mereka sudah cukup lama menahan rasa lapar.
"Rascal, Kirt sudah cukup makannya kita harus mengeluarkan karung-karung berisi gandum ini karena kita tidak punya banyak waktu." Ucap Pito kepada kedua rekannya.
"Iya kami mengerti." Jawab Kirt Johan.
Merekapun mulai mengangkat satu persatu karung-karung berat itu dan mengeluarkannya melalui lubang ventilasi kecil tempat mereka masuk di mana beberapa rekan mereka yang sudah dewasa menunggu dan membawa pergi semua itu untuk di sembunyikan.
"Kirt sudah cukup kita harus segera pergi sebelum kita ketahuan." Bisik Pito yang meminta agar mereka segera keluar dari tempat itu.
"Tapi pito masih ada banyak persediaan di gudang ini." Balas Kirt.
"Sudahlah kita tidak dapat membawa semua itu, ingatlah para penjaga mungkin akan segera memeriksa ke dalam gudang jadi kita tidak dapat berlama-lama di sini." Ucap kembali Pito.
Merekapun akhirnya memutuskan untuk keluar tapi ketika mereka melompat dari lubang ventilasi seorang prajurit penjaga tidak sengaja melihat mereka dan ketiga pencuri kecil itu langsung berusaha melarikan diri.
"Berhenti kalian jangan kabur." Teriak prajurit penjaga itu tapi Kirt dan kedua rekannya berhasil melarikan diri dengan selamat.
Komandan prajurit kerajaan Arfen yang mengetahui kalau isi gudang persediaannya telah di curi sangat marah dan mengirimkan sejumlah prajurit untuk menangkap dan menghukum para pencuri itu.
"Dasar prajurit tidak berguna, kalian hanya di berikan tugas mudah untuk menjaga gudang tapi kalian gagal melaksanakannya!" bentak komandan itu.
"Ampuni kami komandan Mortes kami lengah dan tidak menyangka para anak kecil itu nekat masuk ke dalam gudang melalui lubang ventilasi, tapi kami sudah melihat wajah mereka dan kami pasti akan segera dapat menangkapnya."
"Kalau begitu segera tangkap dan hukum mati mereka semua atau kalian yang akan mendapatkan hukuman berat bila tidak mendapatkan kembali persediaan yang mereka curi." Perintah Komandan Mortes Den Muerak yang terkenal sangat kejam.
"Siap laksanakan komandan."
Sementara itu Rascal, Kirt dan Pito telah berada di tempat persembunyian di pemukiman kumuh di pinggiran kota Silmarin.
"Hahaha kerja bagus dengan begini kita mendapatkan cukup persediaan untuk kita bertahan selama beberapa bulan ke depan." Ucap seorang di antara para pencuri itu tapi Pito merasa kurang senang karena para pencuri dewasa itu berniat untuk menyimpannya untuk diri mereka sendiri.
"Tuan Tigar bukankah sebelumnya anda mengatakan kalau semua persediaan yang berhasil kita curi akan di gunakan untuk mendukung milisi perlawanan kenapa anda mengatakan akan menyimpannya untuk diri kalian sendiri?" Tanya Pito karena alasannya mau melakukan pekerjaan berbahaya ini adalah untuk mendukung pasukan milisi perlawanan.
"Pito bukankah hanya dengan mengambil semua persediaan ini sudah cukup membantu pasukan milisi perlawanan, karena semua persediaan ini sebelumnya adalah milik pasukan kerajaan Arfen, jadi jangan menuntut lebih apalagi memintaku untuk memberikan semua ini pada orang lain." Jawab Tigar pemimpin para pencuri di sana.
Pito sangat marah karena merasa telah di tipu bahkan milisi perlawanan hampir tidak akan mendapatkan keuntungan apapun dari semua ini dan justru sebaliknya kerajaan Arfen mungkin akan menargetkan mereka karena salah mengira kalau milisi perlawananlah yang merencanakan pencurian ini.
"Tapi mengapa kami hanya mendapatkan sedikit makanan padahal kamilah yang telah bekerja keras untuk mendapatkan semua persediaan itu jadi seharusnya kami juga mendapatkan pembagian hasil yang lebih banyak." Ucap pito yang terus melakukan protes karena dia bersama Kirt dan Rascal tidak mendapatkan pembagian yang adil dari Tigar.
"Apa yang kamu katakan kalian hanya anak kecil yang mengikuti rencanaku jadi jangan banyak prpotes dan terima apa yang sudah kalian dapatkan."
"Tapi kami tidak dapat menerima hal ini!" Balas Pito.
"Diam atau aku akan membunuhmu bila terlalu banyak bicara!" Ancam Tigar dengan pisau belatinya karena ia semakin kesal karena Pito yang terus berani melakukan protes.
Rascal yang merasa kalau Tigar mungkin akan benar-benar membunuh Pito temannya segera berbicara.
"Pito sudahlah kita terima saja semua ini karena benar kita mamang hanya anak kecil dan tidak punya kekuatan untuk melawan orang dewasa." Ucap Rascal.
Meskipun Pito masih terlihat marah dan tidak rela atas perlakuan yang ia dapatkan tapi ia terpaksa menerimanya karena mungkin kemarahan Tigar juga dapat membahayakan keselamatan Rascal dan Kirt yang bersamanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
mochamad ribut
lanjut
2022-11-11
0
mochamad ribut
up terus ⚡🔨
2022-11-11
0