BAB 10. HUTAN ARGAMIR

Tidak ada tempat untuk Kirt Johan di tanah Tandora negeri padang rumput tempatnya dilahirkan karena sudah terlalu banyak orang yang memburunya demi uang imbalan.

Hutan Argamir yang terlarang Kirt Johan terus bergerak semakin jauh memasuki kedalaman hutan berbahaya itu.

Goblin, orc bahkan gigant basilisk salah satu jenis monster ular gorgon yang paling sering membunuh manusia telah Kirt lihat hingga ia semakin berhati-hati bergerak di dalam hutan yang merupakan sarang dari monster-monster itu.

Pegunungan Wiwardin semakin dekat dan Kirt mulai menyusuri wilayah terjal di sana untuk mencari lokasi kota tersembunyi yang di bangun ras Dwarf di bawah pegunungan itu.

Sementara itu Estelle Hardin, Dirta Lamerta, Bara Shindarty juga Yura dan Sasha kembali lagi ke desa Droya setelah sempat tertipu oleh seorang pedagang yang mengatakan kalau Kirt Johan menuju ke arah timur.

Kelima wanita yang merupakan kelompok assassin itu segera kembali mencari informasi keberadaan Kirt Johan dan mereka benar-benar kesal karena Kirt buronan incaran mereka ternyata sudah kembali menghilang setelah sempat membuat keributan besar di pusat desa Droya.

"Dirta aku dengar buronan yang kita cari telah mendapatkan bantuan dari bangsawan desa Droya untuk melarikan diri, itu akan menjadi masalah karena kita tidak boleh melawan prajurit yang melindungi Kirt." Kata Estella karena kalau sampai mereka membuat masalah dengan pasukan resmi yang bertugas di desa Droya maka mereka juga dapat di anggap sebagai penjahat.

"Ini memang akan menjadi lebih sulit untuk kita tapi kita tidak mungkin mundur sekarang karena sudah terlanjur sejauh ini." Jawab Dirta.

"Benar kita harus mendapatkan buronan itu lebih dulu sebelum Karak Poertes pemburu hadiah yang cukup terkenal hebat di benua barat menemukannya lebih dulu." Ucap Estella Hardin.

"Karak Poertes sepertinya saingan kita telah bertambah, belum lagi Rogret Wrimas yang memiliki banyak anak buah yang juga mengincar Kirt Johan." Ucap Dirta yang merasa misi mereka menjadi semakin sulit setelah kedatangan orang-orang hebat yang mengincar buronan yang sama dengan kelompok assassin Estella.

"Teman-teman aku pikir Kirt Johan pasti pergi ke utara karena kita datang dari timur dan tidak bertemu dengannya kalau keselatan ada banyak orang yang di kirim kerajaan Arfen di sana untuk memburunya, Rogret Wrimas dan anak buahnya aku dengar mereka mundur meninggalkan desa Droya ke arah barat jadi hanya satu tempat yang dapat buronan itu tuju." Ucap Bara Shindarty.

"Ke utara berarti itu hutan Argamir kita akan kesulitan melacaknya di tempat seperti itu, ah semua ini gara-gara pedagang sialan yang memberikan informasi yang salah pada kita hingga kita sebelumnya tertipu dan pergi ke timur." Ucap Dirta.

"Menyesal sekarang pun juga percuma dan sebaiknya kita segera bergegas ke utara karena Karak Poertes serta Rogret Wrimas pasti sudah lebih dulu kesana untuk melacaknya." Ucap Estella Hardin.

Kelompok Assassin itupun segera menuju ke utara untuk melacak kembali keberadaan Kirt Johan tapi di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan sebuah kelompok petualang yang terlihat berjalan dengan lesu sambil membawa gerobal yang di tarik seekor keledai.

Estella segera menghampiri kelompok petualang itu untuk bertanya karena kemungkinan mereka sempat melihat atau bertemu dengan orang yang Estella dan kelompoknya cari.

"Halo apakah kalian datang dari arah utara?" Tanya Estella Hardin kepada kelompok petualang itu.

"Kami memang dari utara ada apa kalian menanyakan itu?" Jawab salah seorang petualang di sana.

"Perkenalkan saya Estella Hardin kami adalah kelompok petualang assassin yang sedang mencari seorang buronan yang kemungkinan telah kabur ke utara jadi apakah kalian pernah melihat seorang pria yang berusia sekitar 19 tahun berpostur tinggi dengan bola mata berwarna biru dan memakai jubah hitam lewat di wilayah ini?" Tanya Estella sambil memberitahu tujuan kelompok assassinnya kepada para petualang yang berpapasan di sana.

Raut wajah para petualang dari kelompok Phoenix Sword di depan Estella langsung berubah marah setelah mendengar ciri-ciri orang yang baru saja Estella sebutkan karena mereka dapat langsung tahu siapa orang yang di maksudkan oleh Estella Hardin.

"Julio orang yang mereka cari pastilah Kirt Johan." Ucap Poldira kepada pemimpin kelompoknya.

Estella juga mulai sedikit waspada karena kelompok petualang tingkat emas yang ada di depannya kemungkinan juga membela Kirt Johan sama seperti sebagian petualang yang ada di desa Droya jadi Estella kembali berbicara.

"Maaf apakah anda juga mengenal orang yang kami cari dan memihak padanya jika itu benar maka anda tidak perlu menjawab pertanyaan kami." Ucap Estella karena ia kawatir kalau tebakannya benar melihat dari perubahan sikap petualang di depannya tapi di sana Julio langsung menanggapinya.

"Membela penjahat sialan itu bagaimana mungkin kami akan memaafkan Kirt Johan setelah dia membunuh rekan kami Patra!" Ucap Julio dengan penuh kebencian kepada Kirt Johan.

Estella akhirnya menyadari alasan mengapa para petualang di depannya sangat marah ketika mendengar tentang Kirt Johan dan ternyata sebelumnya salah satu rekan mereka telah tewas di bunuh oleh Kirt Johan.

"Jadi Kirt Johan telah membunuh seseorang penjahat itu tidak dapat di biarkan bebas lebih lama lagi dan kalian tolong beritahu kami di mana buronan itu saat ini berada?" Tanya kembali Estella Hardin dengan serius.

"Jika kami tahu di mana dia saat ini kami pasti akan langsung membunuhnya, karena sebelumnya pengecut itu langsung melarikan diri ke dalam hutan setelah membunuh Patra!" Ucap Julio.

"Jadi Kirt Johan benar-benar telah melarikan ke dalam hutan berbahaya di utara tempat ini?" Ucap Estella dan Julio tidak menjawabnya jadi rekannya yang membawa tombak berbicara.

"Nona Estella bila anda terus ke udara kalian akan sampai di lokasi penebangan dan kalian teruslah ke utara memasuki hutan karena di wilayah itulah kami kehilangan jejak dari Kirt Johan."

Estella dan rekan-rekannya mendapatkan sedikit petunjuk akan tetapi itu masih sangat sulit karena Kirt Johan bisa berada di mana saja di dalam hutan berbahaya itu.

"Tuan Julio dan kalian semua terimakasih untuk informasinya, kami akan segera ke lokasi yang kalian sebutkan untuk menangkap penjahat yang membunuh rekan kalian." Ucap Estella.

"Tentu saja kami juga akan segera menyusul kalian memburu Kirt Johan setelah kami membawa pulang jasad rekan kami untuk di makamkan dan aku ingatkan pada kalian juga untuk berhati-hati karena penjahat itu sangatlah licik dan berbahaya." Ucap Pordira menanggapi assassin Estella.

Estella dan rekan-rekannya kemudian berpisah dengan kelompok petualang tingkat emas Phoenix Sword dan melanjutkan perjalanan mereka ke hutan Argamir untuk memburu Kirt Johan.

Di dalam hati Estella menjadi sangat marah membenci Kirt Johan yang telah membunuh seseorang karena sebelumnya saat Estella dan kelompoknya berhasil menangkap Kirt Johan di desa Yordel, Estella yang mengusulkan untuk tidak langsung membunuh Kirt karena beranggapan mungkin Kirt tidaklah benar-benar jahat karena ada banyak penduduk yang mengatakan kalau Kirt membunuh orang-orang dari kerajaan Arfen hanya untuk membela penduduk Tandora yang tertindas, tapi setelah semua kejadian ini tidak mungkin Estella akan berbaik hati dengan mengampuni nyawa Kirt Johan jika berhasil menangkapnya lagi.

Terpopuler

Comments

mochamad ribut

mochamad ribut

lanjutkan

2022-11-11

0

mochamad ribut

mochamad ribut

lanjut terus ⚡🔨

2022-11-11

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 52 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!