Hardan mulai tersadar dan perlahan bangkit dengan rasa sakit yang terasa di sekujur tubuhnya, tapi bandit itu masih berusaha berjalan tertatih menuju keluar ke mulut gua yang tersinari cahaya rembulan.
Tapi semua luka yang ada di tubuh Hardan tidaklah sesakit yang terasa di dalam hatinya karena kehilangan banyak orang yang sudah sangat lama ia kenal.
"Luis di mana kamu?" Panggil Hardan sesampainya di mulut gua.
Hardan berpikir Luis rekannya yang paling muda seharusnya masih berjaga di mulut gua tapi tidak ada jawaban apapun dari Luis hingga tak begitu lama mencari akhirnya ia melihat tubuh Luis yang sudah tergeletak hingga Hardan segera menghampirinya.
"Luis tidak, mengapa semua ini harus terjadi." Ucap Hardan dengan penuh kesedihan bercampur amarah mendapati Luis yang juga sudah terbaring tidak bernyawa.
Sementara itu Rogret Wrimas akhirnya tiba bersama Liefan, Jafar serta hampir semua kelompok bandit Scorpion dan mereka melihat Hardan yang terduduk di samping jasad Luis.
"Hardan apa yang terjadi di mana rekan-rekan kita yang lainnya?" Tanya Liefan kepada Hardan.
"Mereka semua sudah mati." Jawab Hardan yang masih tertunduk menatap jasad Luis di depannya.
"Apa tapi bagaimana bisa kamu membawa lebih dari dua puluh orang tidak mungkin Kirt Johan dapat mengalahkan mereka semua." Ucap kembali Liefan.
Terlihat Hardan tidak menjawab dan hanya terduduk dengan air mata penyesalan sementara Jafar menepuk pundak Liefan agar membiarkan Hardan menenangkan diri untuk saat ini.
Para bandit Scorpion segera memeriksa ke dalam gua dan mendapati banyak jasad rekan mereka yang telah gugur di sana.
"Diander bagaimana, apakah kamu menemukan petunjuk keberadaan Kirt Johan?" Tanya Rogret Wrimas.
"Ya aku menemukan sebuah jejak di tanah yang menuju ke dalam gua setelah melakukan pertarungan dengan Luis, kemungkinan Kirt Johan telah menjebak Hardan dan kelompoknya untuk masuk ke dalam gua di mana ada beberapa Troll di sana kemudian buronan itu masuk setelah mengalahkan Luis yang menjaga di mulut gua." Terang Diander.
Rogret Wrimas benar-benar sangat marah karena banyak anak buahnya telah menjadi korban dan mereka pun segera membawa keluar jasad rekan-rekan mereka untuk di makamkan di depan mulut gua.
Sementara itu Kirt Johan terus bergerak di lorong-lorong gua sambil membawa obor sebagai penerangan sampai akhirnya ia menemukan sebuah tempat yang cukup luas di dalam gua.
Kirt sedikit kelelahan karena kehabisan makanan dan persediaan airpun juga tinggal sedikit jadi ia segera mencari sesuatu yang dapat di makan.
Beberapa gerobak dan tumpukan kayu terlihat di sudut gua dan Kirt menduga itu pasti sisa-sisa peralatan yang telah di tinggalkan para Dwarf saat menggali lorong-lorong bawah tanah tapi tetap kayu-kayu lapuk itu tidak dapat Kirt konsumsi untuk mengisi tenaganya.
Ada beberapa tanaman dan jamur yang tumbuh di dalam gua dan beberapa jamur menguarkan sinar redup memberikan sedikit penerangan di dalam gua, Kirt Johan kemudian mengambil beberapa jamur yang berwarna abu-abu atau hitam di sana dan menghindari jamur yang berwarna cerah atau yang menguarkan cahaya karena Johan tahu kalau warna yang mencolok menunjukkan kalau itu adalah jamur beracun.
Pengalaman dari hidup sebatang kara di jalanan sejak masih kecil membuat Kirt Johan memiliki kemampuan bertahan hidup di alam liar yang sangat tinggi dan tahu bagaimana cara menemukan makanan di tempat yang paling sulit sekalipun.
Kirt membuat api unggun dari tumpukan kayu yang ada di dalam gua dan mengolah jamur itu untuk di jadikan makanan, selain itu Kirt juga berhasil menangkap beberapa tikus sebagai tambahkan protein.
Setelah makan Kirt kemudian membuat beberapa jebakan salah satunya dari benang baja yang sangat tipis dan di pasang melintang di jalur lorong gua, hal itu Kirt lakukan untuk berjaga-jaga jika ada ancaman yang datang mendekat.
Kirt beristirahat di sudut gua itu karena ia tahu perjalanannya mungkin akan bertambah sulit setelah ini jadi ia harus memulihkan tenaganya kembali untuk bersiap menghadapi situasi yang tidak terduga.
Rogret Wrimas akhirnya selesai memakamkan beberapa anak buahnya yang gugur dan segera membawa sisanya masuk ke dalam gua untuk melakukan pengejaran kepada Kirt Johan meskipun sebagian besar anak buahnya itu masih cukup kelelahan.
Sementara itu Karak Poertes juga sampai di mulut gua dan menemukan banyak jejak orang yang memasuki gua itu tapi ia penasaran dengan banyaknya makam yang masih sangat baru ada di sana.
"Kirt Johan sepertinya telah berhasil menghabisi cukup banyak bandit Scorpion, buronan itu memang tidak dapat untuk di remehkan." Ucap Poertes yang kemudian juga berjalan memasuki gua itu.
Di dalam hutan assassin Estella Hardin dan kelompoknya masih mencari jejak keberadaan Kirt Johan sampai akhirnya mereka melihat sejumlah besar prajurit kerajaan Arfen yang kemungkinan memiliki tujuan yang sama dengannya.
"Komandan Piere sepertinya ada petualang assassin di depan kita." Lapor salah seorang prajurit kepada komandan prajurit kerajaan Arfen di sana.
"Assassin apakah mereka petualang yang juga mengincar Kirt Johan kalau begitu biarkan aku yang berbicara kepada mereka." Kata komandan Piere yang kemudian berjalan menemui kelompok Assassin itu.
"Halo selamat pagi apakah kalian juga sedang mencari buronan yang sama dengan kami dan perkenalkan aku adalah komandan Piere Zagarna dari kerajaan Arfen." Sapa komandan kerajaan Arfen itu.
"Bahkan kerajaan Arfen sampai mengirimkan prajurit mereka ke dalam hutan, Estella sepertinya perburuan kita akan sangat sulit di sini." Ucap Bara Shindarty kepada rekannya.
"Sudahlah Bara biarkan aku yang berbicara kepada mereka." Kata Estella kemudian ia berbicara kepada komandan Piere karena terlihat para prajurit kerajaan Arfen itu tidak berniat menghalangi Estella dan rekan-rekannya.
"Komandan Piere benar kami memang sedang melacak keberadaan Kirt Johan tapi sampai sekarang kami belum mendapatkan petunjuk apapun, kemungkinan Kirt Johan lari ke arah utara." Kata Estella.
"Benarkah demikian berarti kalian berlima sedang menuju ke arah utara, kalau begitu sayang sekali padahal kami sedang menuju ke arah timur karena unit pengintai di pasukanku mengatakan ada banyak jejak mencurigakan yang mengarah ke timur, tapi bukankah ini adalah hal yang bagus karena bila kita bergerak ke arah yang berbeda akan semakin sempit pula wilayah buronan itu bergerak dan bersembunyi." Jawab komandan Piere.
Estella dan kelompoknya langsung saling melirik karena Estella gagal menipu pasukan kerajaan Arfen agar bergerak ke utara sementara mereka sendiri seharusnya yang akan bergerak ke timur karena jelas jejak yang di tinggalkan bandit Scorpion yang nengejar Kirt Johan mengarah ke timur.
"Benarkah demikian komandan Piere, tapi seperti yang saya bilang sebelumnya kami belum mendapatkan petunjuk apapun dan hanya mengira-ngira kalau Kirt Johan menuju ke utara tapi sekarang kami sudah mendapatkan petunjuk dari anda jadi kami ucapkan terimakasih kepada anda yang mau membagikan informasi itu." Kata Estella untuk menutupi ucapannya sebelumnya.
Estella kemudian berbicara rekan-rekannya. "Bara ayo kita segera pergi sebelum buronan itu melarikan diri lebih jauh."
"Ya tentu saja." Jawab Bara Shindarty.
Kelompok Assassin itupun terlihat langsung bergerak dan berniat untuk memisahkan diri dari para prajurit kerajaan Arfen akan tetapi komandan Piere di sana langsung berbicara.
"Tunggu dulu bila kalian ingin bergerak ke timur bukankah lebih baik kalian pergi bersama kami karena kami cukup kawatir wanita-wanita seperti kalian bergerak sendirian di dalam hutan yang berbahaya ini." Ucap komandan Piere sambil sedikit menyindir kelompok assassin yang semua anggotanya adalah wanita.
Sementara itu Estella dan rekan-rekannya tidak menanggapi komandan Piere dan berjalan lebih cepat meninggalkan prajurit kerajaan Arfen yang berjumlah sangat banyak itu.
"Hahaha mereka pergi padahal akan bagus bila ada wanita yang menemani kita di perjalanan ini, paling tidak mereka dapat memberikan sedikit hiburan untuk para prajuritku yang kelelahan di dalam hutan." Kata komandan Piere yang kemudian juga membawa pasukannya ke arah timur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
mochamad ribut
up ⚡🔨lagi
2022-11-11
0
mochamad ribut
up up up
2022-11-11
0