Terdengar suara yang cukup keras membangunkan Kirt Johan yang sedang beristirahat dan Kirt langsung menyembunyikan diri di sudut gua yang gelap sambil mengamati arah datangnya suara dan tak lama kemudian akhirnya beberapa sosok mahkluk terlihat datang mendekat dengan waspada ke bekas api unggun yang di tinggalkan Kirt.
"Goblin sepertinya jebakanku mengenai sekelompok monster lemah itu." Kata Kirt ketika melihat empat goblin yang mencari keberadaan musuh mereka.
Sebelumnya memang Kirt telah memasang jebakan benang baja yang sangat tipis dan hampir tidak terlihat melintang di lorong gua dan karena tali baja itu terpasang sangat kuat hingga dapat memotong tubuh monster yang tanpa sengaja menerjangnya saat melintas.
Terlihat empat ekor goblin dan salah satunya telah terluka cukup parah.
"Sepertinya hanya ada empat goblin dan yang dapat bertarung dengan baik hanya tinggal tiga." Ucap Kirt yang kemudian langsung keluar dari persembunyian karena melihat salah satu dari empat goblin itu sudah terluka di bagian lengan dan para monster itu sekarang bukanlah ancaman yang berarti bagi Kirt.
Para Goblin langsung waspada ketika melihat sesosok makhluk yang tiba-tiba keluar dari bayangan tapi para goblin yang bodoh tidak dapat mengukur kekuatan musuh yang datang hingga mereka langsung menyerangnya.
Kirt langsung menghindari serangan goblin yang melompat untuk menikamnya dengan sebilah pedang tapi gerakan Kirt jauh lebih cepat untuk menghindari serangan itu dan berbalik menyerang dengan menghujamkan pisaunya ke belakang punggung salah satu goblin.
Kirt memiliki kecepatan dan dengan di padukan teknik bertarung dengan pisau tempur ia melesat menyerang menyayatkan pisaunya ke arah dua goblin yang cukup dekat dengannya.
Tiga goblin langsung mati dengan cepat dan satu goblin yang tersisa langsung berusaha kabur setelah menyadari ia tidak dapat mengalahkan manusia di sana apalagi goblin itu masih terluka.
"Jangan pikir dapat kabur setelah muncul di depanku." Kata Kirt yang kemudian langsung melempar pisaunya ke arah goblin yang berusaha melarikan diri.
Goblin terakhir langsung terjatuh saat pisau yang di lemparkan Kirt mengenai tepat di belakang kepalanya.
Kirt kemudian mengambil pedang yang sebelumnya di bawa oleh salah satu goblin dan kemudian pergi memeriksa perangkap benang baja yang seharusnya masih terpasang di lorong gua.
Terlihat seekor goblin telah mati di sana karena lehernya terpotong tersayat benang baja, tapi yang membuat Kirt heran adalah tali baja yang sangat kuat itu juga telah terpotong karena seharusnya benang baja itu sangatlah kuat dan tidak mudah terpotong bahkan dengan pedang sekalipun.
Kirt mengamati senjata yang sebelumnya di jatuhkan salah satu goblin dan ia akhirnya tahu kalau pedang itu bukanlah pedang biasa melainkan pedang yang sangat tajam.
"Jadi begitu para goblin ini pasti mendapatkan senjata yang telah di tinggalkan para Dwarf karena jelas pedang sekuat ini hanya dapat di buat oleh para Dwarf yang sangat ahli dalam menempa." Ucap Kirt sambil memeriksa logam bagus dari pedang yang ia dapatkan.
Kirt cukup senang kembali mendapatkan petunjuk tentang harta peninggalan para Dwarf, tapi jelas bila ada goblin di sini kemungkinan ada lebih banyak lagi tidak jauh dari tempatnya sekarang karena goblin biasanya hidup dalam kelompok yang cukup besar.
Kirt Johan kembali melangkahkan kaki menyusuri lorong-lorong gua yang berkelok dan akhirnya ia menemukan sebuah monumen kecil yang terbuat dari batu.
Kirt langsung mencoba membaca tulisan yang terukir di monumen itu yang menyebutkan kalau itu di buat sekitar tiga ratus tahun yang lalu saat kerajaan Dwarfen pegunungan Wiwardin di pimpin oleh raja Gorgorin.
"Gorgorin Ia pasti adalah kakek dari raja Dwarf Hulgorin yang sekarang memerintah para Dwarf, tapi para Dwarf sekarang lebih sering terlihat di sisi timur pegunungan kemungkinan kota Dwarfen kuno berada di sekitar sini sebelum para Dwarf pindah ke sebelah timur karena sebab yang tidak di ketahui." Ucap Kirt Johan.
Kirt kembali membaca ukiran itu meskipun sebagian sulit di terjemahkan karena beberapa bagian sudah rusak tapi Kirt dapat mehami satu kata di antaranya yang menyebutkan labirin.
Labirin yang artinya sebuah jalan yang di buat untuk menyulitkan siapa saja yang ingin melewatinya tapi Kirt tidak berniat untuk kembali dan tetap maju menantang seberapa sulit labirin yang menanti di depannya.
Sementara itu para bandit Scorpion terus maju melakukan pengejaran di dalam gua, meskipun mereka bertemu beberapa monster kuat tapi mereka dapat mengatasinya dengan mengandalkan jumlah sampai akhirnya mereka menemukan lebih banyak lorong gua yang bercabang dan tidak tahu jalan mana yang sebelumnya telah di ambil oleh Kirt Johan.
"Diander apakah kamu menemukan jejak yang di lewati oleh Kirt Johan?" Tanya Rogret Wrimas kepada salah seorang anak buahnya yang memiliki kemampuan mencari jejak.
Akan tetapi Diander terlihat ragu karena ia tidak dapat melihat jejak apapun yang di tinggalkan oleh Kirt Johan.
"Sekarang jejak buronan itu benar-benar sudah menghilang tapi di lorong yang mengarah ke sebelah sana terlihat beberapa jejak kecil yang kemungkinan adalah jejak monster Goblin." Terang Diander.
"Tidak ada jejaknya, Kirt Johan pasti menyadari kalau kita akan melakukan pengejaran jadi ia pasti sengaja menghilangkan sejak atau bahkan membuat jejak pengecoh seperti sebelumnya saat kita salah memilih jalan buntu di mana ada monster di sana." Ucap Liefan menanggapi ucapan Diander.
Para bandit itu juga berpikir kalau sangat sulit untuk melakukan pelacakan di tempat seperti ini tapi untunglah sebelumnya mereka mendapatkan petunjuk dari bekas api unggun yang ada di sudut gua beserta beberapa mayat goblin di sana jadi mereka tahu kalau pasti itu adalah jejak yang di tinggalkan oleh Kirt Johan.
"Hardan kamu bawa dua belas orang dan pergi ke lorong yang sebelah Kiri bila menemukan sesuatu kamu suruh seorang di antara tim yang kamu pimpin untuk kembali dan menyusulku, sisanya akan pergi bersamaku mengambil jalan yang lain." Perintah Rogret Wrimas tapi di sana Diander terlihat tidak setuju dengan itu dan berbicara.
"Rogret bukankah lebih baik anda suruh Tirlo atau Jafar saja yang pergi karena sebelumnya cukup banyak orang yang tewas saat di pimpin oleh Hardan." Kata Diander.
"Diander Jafar masih terluka sedangkan Tirlo tidak memiliki kemampuan mencari jejak jadi Hardan yang paling sesuai untuk memimpin kelompok pengejaran karena ia memiliki kemampuan seperti ranger yang dapat melacak musuh." Kata Rogret Wrimas.
Para bandit Scorpion di sana tidak punya alasan lagi untuk menentang ucapan dari boss mereka jadi akhirnya Hardan memimpin dua belas orang mengambil jalan lorong ke sebelah kiri dan Liefan serta Jafar juga ikut di rombongan itu karena mereka berdua sangat dekat dengan Hardan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
mochamad ribut
up
2022-11-11
0
mochamad ribut
up up up up
2022-11-11
0
Queen's bee👸🐝🐝
huh, akhir nya update lagi ni cerita. kirain bakalan off lama, semangat kak david
2022-10-08
3