BAB 4. MENUJU DESA ASBEK

Hari sudah siang para petualang terus berjalan ke arah barat menuju desa Asbek yang seharusnya tidak terlalu jauh lagi dari tempat mereka saat ini.

Delko petualang tingkat perak dalam rombongan merasa sedikit lelah karena terus berjalan, usia Delko memang hampir menginjak empat puluh tahun dan mendekati masa pengsiun sebagai petualang tapi ia memaksakan diri untuk ikut dalam misi ini karena tahu bangsawan muda Jirdan yang Ia kenal ingin mendapatkan tanah di desa Asbek dan Delko berharap bisa mendapatkan sedikit lahan dari tuan muda Jirdan di masa depan.

"Tuan muda Jirdan sebaiknya kita mengistirahatkan rombongan kita terlebih dahulu di tempat ini karena saya kawatir mereka akan kelelahan saat kita sampai di desa Asbek untuk melakukan penyerbuan." Kata Delko petualang tingkat perak.

Bangsawan muda Jirdan kemudian terlihat memperhatikan para petualang yang ia pimpin dan seperti kata petualang yang ia kenal itu, para petualang muda dalam rombongan memang sudah mulai terlihat kelelahan setelah berjalan jauh sejak pagi.

"Baik Delko kita akan beristirahat sebentar di tempat ini untuk memulihkan tenaga kita." Jawab bangsawan muda Jirdan menyetujui usul petualang Delko.

Para petualangpun beristirahat dan memakan bekal yang mereka bawa tapi sebagian petualang muda yang tidak berpengalaman terlihat tidak membawa bekal apapun karena mengira misi ini akan selesai dalam satu hari.

Kirt Johan juga mengeluarkan sedikit bekal roti kering yang ia bawa tapi ia melihat Lalia dan Isac petualang muda yang sempat berkenalan dengannya hanya duduk diam sambil melihat petualang lain yang sedang makan.

"Lalia, Isac kalian berdua kemarilah?" Panggil Kirt kepada dua petualang muda di itu.

"Tuan Kirt ada apa memanggil kami?" Tanya Lalia di sana.

"Sepertinya banyak petualang yang tidak membawa bekal jadi aku mau minta tolong kepada kalian berdua untuk mengumpulkan mereka, suruh sebagian dari mereka yang menggunakan panah untuk berburu bersamaku sementara sebagian lagi mencari kayu bakar untuk mengolah binatang buruan yang kita dapatkan nanti." Kata Kirt Johan kepada kedua petualang muda itu.

Isac dan Lalia saling melihat karena berpikir apakah mungkin tuan Kirt ingin membantu para petualang yang lain.

"Tuan Kirt apakah kita akan pergi berburu bila benar aku akan ikut anda karena aku adalah petualang kelas archer yang menggunakan panah." Kata Isac rekan Lalia.

"Benar tempat kita saat ini adalah padang rumput dan tidak jauh dari hutan pasti ada beberapa binatang yang dapat di buru di sekitar sini, aku akan berbicara pada Bangsawan Jirdan untuk meminta waktu sedikit lebih lama untuk kita berburu di sini." Jawab Kirt.

Lalia dan Isac segera bergegas untuk mengumpulkan petualang yang tidak membawa bekal sementara Kirt Johan mendekat ke tempat Bangsawan Jirdan dan petualang Delko yang beristirahat di bagian depan rombongan.

Delko langsung menatap saat menyadari kedatangan Kirt Johan yang mendekat ke tempat mereka.

"Siapa anda dan mau apa menemui tuan Jirdan?" Tanya Delko yang bersama bangsawan Jirdan.

"Saya Kirt Johan petualang tingkat perak yang ikut dalam misi ini, Saya ingin meminta sedikit waktu lebih lama untuk para petualang beristirahat di tempat ini karena sebagian dari mereka tidak membawa bekal jadi saya ingin mengajak mereka berburu sebentar di wilayah sekitar untuk mencari makanan." Kata Kirt Johan kepada Delko.

Delko sedikit ragu apakah benar petualang muda di depannya benar-benar sudah peringkat perak seperti dirinya tapi tidak mungkin Ia akan berbohong mengenai hal itu di sini.

Delko sedikit melirik bangsawan ke arah muda Jirdan di dekatnya sebelumnya menjawab Kirt untuk memastikan tanggapannya tapi bangsawan itu terlihat tidak mengatakan apapun.

"Tuan Kirt mungkin kami akan sedikit keberatan dengan usul anda karena kami ingin sampai ke desa Asbek sebelum malam, lagi pula bekal untuk petualang adalah tanggung jawab mereka sendiri dan itu adalah kesalahan mereka mengapa tidak mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat." Jawab Delko

Kirt Johan tidak terlalu suka dengan hal itu meskipun kata-kata Delko ada benarnya jadi Kirt langsung menatap bangsawan Jirdan dan berbicara.

"Para petualang muda di rombongan kita sebagian besar memang belum berpengalaman hingga membuat kesalahan itu, tapi bila mereka tidak makan apapun kemungkinan mereka tidak akan dapat bertarung dengan baik di penyerbuan nanti, saya hanya berharap tidak akan ada banyak korban setelah misi ini selesai." Kata Kirt membuat bangsawan muda Jirdan akhirnya memperhatikannya.

"Tuan Delko aku pikir ucapan tuan Kirt ada benarnya, akan menjadi masalah dan kerugian besar bila misi penyerbuan yang aku pimpin memakan banyak korban hanya karena masalah kurangnya persiapan." Kata bangsawan muda Jirdan.

Delko juga mengerti bila misi ini memakan banyak korban akan menimbulkan masalah bagi tuan Jirdan di masa depan jadi Ia berbicara kembali kepada Kirt Johan di depannya.

"Baiklah tuan Kirt kami sekarang mengerti maksud anda, kami akan memberikan waktu bagi anda dan petualang yang lain untuk mendapatkan persediaan." Kata Delko.

Kirt kemudian langsung kembali menemui Lalia dan Isac yang sudah berkumpul bersama beberapa petualang.

"Tuan Kirt bagaimana apakah tuan Jirdan mengijinkan kita?" Tanya Lalia.

"Benar kita sudah mendapatkan ijin jadi Lalia kamu pimpin sebagian petualang untuk mencari kayu bakar sedangkan Isac dan petualang yang dapat berburu bisa ikut aku berkeliling di sekitar tempat ini untuk mendapatkan makanan." Jawab Kirt.

Para petualang pemula di sana terlihat tersenyum karena memiliki harapan untuk bisa mendapatkan makanan dari berburu.

Kirt Johan sudah sering kelaparan bahkan di masa lalu ia harus berkelahi dengan beberapa gelandangan lain hanya demi sepotong roti yang sudah berjamur.

Hidup menggelandang di dunia yang keras tanpa ada belas kasih dari orang lain Kirt harus berjuang untuk tetap hidup bahkan bila harus mencuri makanan dari orang lain yang tidak kalah menderita darinya.

Masa-masa kesedihan dan penderitaan rakyat di tanah Tandora karena keegoisan orang-orang serakah yang merebut hampir segalanya yang mereka miliki di dunia ini, Kirt Johan masih menyimpan dendam dan kemarahan itu di dalam hatinya.

*****

Sementara itu di desa Droya para Assassin yang mengejar Kirt Johan mulai berkeliling desa mencari informasi untuk melacak keberadaan buronan kerajaan Arfen itu.

Dirta terlihat sedang menunggu Bara Shindarty yang sedang membeli beberapa perbekalan di sebuah lapak kecil di pusat desa.

"Bara apakah kamu sudah sudah selesai, kita harus melanjutkan pencarian buronan yang sedang kita cari?" Kata Dirta yang sudah mulai lelah karena menunggu bara yang sedang memilah beberapa potion penyembuhan.

"Tunggu sebentar kita membutuhkan persediaan potion penyembuh untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu nanti." Jawab Bara Shindarty.

Bara Shindarty terlihat mengambil sebuah potion penyembuh dari lapak pedagang itu dan mengalirkan kekuatan sihir ke dalam botol untuk mengamati reaksinya, Bara memang memiliki keahlian Alchemist karena Ia sebenarnya berasal dari keluarga peramu di kerajaan Remaria yang cukup jauh di selatan.

"Kualitasnya tidak terlalu buruk kurasa aku akan membeli beberapa potion ini." Kata Bara dan pedagang muda di depannya terlihat tersenyum mendengar itu.

"Nona saya jamin anda tidak akan menyesal membeli potion dari lapak saya dan bila membeli dalam jumlah besar saya pedagang Lucas Durman akan menurunkan sedikit harganya untuk anda?" Kata pedagang muda itu untuk membujuk pelanggannya.

"Benarkah kalau begitu aku akan membeli delapan botol berapa semuanya?" Kata Bara Shindarty.

"Kalau delapan botol berarti 2 koin emas 6 perak dan 8 perunggu tapi karena anda membeli cukup banyak saya akan mengurangi 8 perunggunya bagaimana?" Kata Lucas yang memberikan harga dengan sedikit diskon.

"Hm.. kurasa itu sedikit murah dari potion terakhir yang aku beli di kota, kualitasnya juga sedikit lebih baik jadi ok aku akan membelinya." Kata Bara Shindarty.

Lucas terlihat sangat senang mendengar hal itu, Ia tahu kalau kedua pelanggannya itu kemungkinan adalah pendatang bila di lihat dari penampilannya dan tidak tahu kalau potion di desa ini jauh lebih murah dari tempat lain yang hanya di jual dengan harga 2 perak dan 5 perunggu perbotolnya.

"Hohoho terima kasih untuk pembeliannya dan bila anda membutuhkan barang lain silahkan katakan pada saya, saya pasti akan mencarikannya untuk anda." Kata pedagang Lucas sambil menerima uang untuk 8 potionnya yang terjual.

Sementara itu Dirta yang berdiri di sana kemudian berbicara. "Pedagang Lucas kami sudah membeli cukup banyak potion darimu jadi bisakah kami bertanya sesuatu?"

"Tentu saja silahkan bertanya dan bila saya tahu sesuatu yang kalian cari saya pasti akan memberitahu anda." Kata pedagang Lucas.

"Kami sedang mencari seorang buronan yang bernama Kirt Johan, kami sempat melacaknya menuju ke arah utara dari desa Yordel jadi kemungkinan dia berada di sekitar wilayah desa ini, apakah anda pernah melihat atau mengetahui mengenai orang itu?" Tanya Dirta.

Lucas langsung terlihat terkejut karena orang yang di maksud Dirta adalah Kirt Johan yang tadi pagi sempat berbicara dengannya.

Lucas berpikir 'Kirt Johan ternyata dia adalah buronan tapi tunggu sebentar sejauh yang aku lihat saat berbicara dengannya, Kirt sama sekali tidak terlihat seperti seorang penjahat bahkan sebaliknya Kirt adalah orang yang jujur dan sempat memberikan saran yang baik padaku tadi pagi.'

"Nona mungkin saya sempat mendengar nama Kirt Johan tapi saya sedikit lupa dan kalau boleh tahu sebenarnya apa yang di lakukan orang itu sampai di jadikan buronan?" Tanya Lucas yang ingin memastikan tentang diri Kirt Johan.

"Anda bilang sempat mendengarnya jadi benar dia berada di wilayah ini, tapi mengenai kejahatan yang di lakukan Kirt Johan aku membaca dari poster buronan yang di edarkan kerajaan Arfen, Kirt telah melakukan pemberontakan bahkan membunuh seorang bangsawan tinggi kerajaan Arfen yang sedang bertugas di kota Silmarin." Kata Dirta menjelaskan mengapa Kirt Johan yang di cari oleh kerajaan Arfen.

Lucas Durman sedikit berpikir 'Kirt Johan ternyata adalah buronan kerajaan Arfen musuh dari kerajaan Tandora jadi bisa di bilang Kirt bukanlah penjahat di kerajaan ini melainkan seorang pahlawan yang menentang penjajahan musuh, jadi mungkin aku harus menjaga rahasia tentang diri Kirt karena pasukan kerajaan Arfen sudah membunuh banyak rakyat Tandora.'

"Jadi begitu pasti nilai buronan Kirt Johan cukup tinggi karena membunuh bangsawan besar kerajaan Arfen, Oh saya baru ingat ada pria yang bernama Kirt yang sempat singgah di desa ini tapi yang saya tahu dia sudah pergi ke timur kemungkinan sedang menuju Ibukota untuk mencari perlindungan." Kata Lucas yang sedikit berbohong untuk membantu Kirt Johan.

"Ke timur kamu tidak bohong bukan, tapi aku pikir itu sedikit masuk akal karena Kirt adalah buronan kerajaan Arfen jadi ia pasti berpikir akan aman berada di sisi kerajaan Tandora." Kata Dirta kemudian Bara berbicara untuk menanggapinya.

"Dirta kalau begitu kita harus segera mengejarnya karena akan sulit bagi kita bila Kirt Johan berhasil mencapai di ibukota kerajaan Tandora dan meminta perlindungan militer dari mereka."

"Baik kita akan kumpulkan yang lain dan segera melakukan pengejaran." Kata Dirta kepada Bara Shindarty.

Terpopuler

Comments

mochamad ribut

mochamad ribut

lanjut

2022-11-10

0

mochamad ribut

mochamad ribut

up

2022-11-10

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 52 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!