Batu-batu yang di pahat dan di susun menjadi dinding kokoh jelas tempat Kirt berada saat ini bukanlah gua alami ataupun gua yang di gali secara sembarangan tetapi lorong-lorong yang terus bercabang itu di buat khusus oleh para Dwarf jauh di masa lalu.
Labirin bawah tanah Gorgor kemungkinan di fungsikan untuk menghalau penyusup yang ingin menuju ke kota kuno para Dwarf yang berada di bawah pegunungan.
Kirt Johan terusaha menelusuri lorong demi lorong tapi kali ini ia kembali menemui jalan buntu.
Sebuah pensil di tangan Kirt ia coretkan di sebuah kertas karena ia sedang berusaha memetakan labirin Gorgor tempatnya sekarang berada agar tidak kembali salah mengambil jalan yang sama nanti, selain itu informasi dari dungeon yang belum di jelajahi cukuplah berharga baik untuk ia gunakan sendiri di masa depan ataupun dapat ia jual kepada serikat guild petualang dengan imbalan uang, poin kontribusi ataupun gelar dari guild.
Kirt membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencari jalan di dalam labirin karena kemampuan mencari jejaknya tidak terlalu dapat di andalkan saat ini tapi ia tidak punya pilihan lain selain terus bergerak sebelum orang-orang yang mengincarnya berhasil mengejar.
Sebuah jebakan berhasil Kirt temukan di sebuah lorong yang tidak terlalu lebar karena di sana ada sebuah mayat atau kerangka goblin yang mati terkena perangkap itu hingga Kirt dapat dengan mudah menyadari perangkap yang terpasang sangat rapi itu.
"Perangkap tombak, sepertinya pemicunya ada di lantai yang bila di injak beberapa tombak akan muncul dari lubang di dinding dan menusuk dengan kuat." Ucap Kirt saat memeriksa perangkap itu.
Kirt menyingkirkan mayat goblin itu dari jebakan karena jebakan itu kemungkinan dapat sedikit menghambat orang-orang yang mengejarnya sampai di sini.
Kirt melewati jebakan itu dengan mudah sampai akhirnya ia kembali menemukan ruangan yang cukup luas di sebrang labirin akan tetapi Kirt tidak dapat maju lagi karena terlihat ada sesuatu yang sangat berbahaya mendiami tempat itu.
Sesokok monster bersisik dengan tubuh yang sangat panjang jelas Kirt tahu kalau itu adalah basilisk dengan beberapa kaki bercakar dan taring yang sangat beracun.
"Ular gorgon di tempat seperti ini berarti kemungkinan memang ada pintu masuk lain karena monster sebesar itu tidak mungkin dapat melewati lorong di labirin yang sebelumnya aku lewati." Kata Kirt Johan.
Kirt mencari cara agar dapat melewati basilisk yang menghadang tanpa terdeteksi akan tetapi Kirt mengalami kebuntuan, monster ular memang biasanya memiliki pengelihatan yang buruk tapi itu pengecualian untuk basilisk karena monster itu memiliki pengelihatan yang sangat tajam bahkan mata basilisk dapat memancarkan semacam sihir yang mempengaruhi pikiran yang mana akan membuat mangsanya terintimidasi serta mengalami ketakutan yang sangat kuat hingga membuat tubuh mangsanya sulit bergerak dan terdiam seperti membatu.
"Sepertinya aku benar-benar terjebak karena di belakang ada kematian yang mengejarku sedangkan di depanku juga tidak jauh berbeda." Ucap Kirt sedikit mengeluh karena ketidak beruntungan yang ia alami.
"Baiklah sepertinya tidak ada cara lain selain mengalahkan monster itu karena diam di sinipun juga bukanlah sebuah pilihan yang bagus." Kata Kirt yang kemudian mempersiapkan senjatanya.
Kirt mengamati menunggu kelengahan dari monster ular itu hingga akhirnya ia mendapatkan sebuah kesempatan untuk menyerangnya dari jarak jauh.
Kirt dengan cepat keluar dari persembunyiannya dan seketika langsung melemparkan pisau yang berada di tangannya mengarah ke kepala balisisk yang langsung menoleh karena menyadari ada mahkluk yang bergerak dan dapat ia mangsa.
Kirt Johan langsung berbalik melarikan diri setelah melemparkan pisaunya untuk menghindari kontak mata dengan monster yang memiliki kemampuan sihir yang dapat membuat tubuh lawannya menjadi kaku.
Tidak ada kesempatan menang untuk melawan basilisk secara langsung karena biasanya di butuhkan banyak petualang yang dapat melemparkan sihir jarak jauh untuk mengalahkan seekor basilisk dan dengan dukungan banyak penyihir sekalipun perburuan basilisk hampir selalu memakan banyak korban.
Basilisk meraung cukup keras karena ada pisau yang menancap di lehernya tapi basilisk adalah monster yang cukup tangguh karena sisik kerasnya membuat pisau itu tidak menancap terlalu dalam dan kembali terjatuh.
Basilisk yang marah mengejar Kirt Johan yang berlari ke lorong labirin, Meskipun monster ular gorgon itu sangatlah besar dan panjang tapi monster itu dapat bergerak cukup cepat tapi lorong labirin yang semakin menyempit sedikit menguntungkan Kirt.
Basilisk terlihat sedikit tertahan karena memasuki lorong yang sempit itu akan tetapi perlahan monster itu dapat ngatasinnya dengan memaksakan diri.
Kirt Johan sekarang memang dapat melarikan diri dengan mudah mengandalkan medan di dalam labirin akan tetapi ia langsung berhenti karena di sisi lain pintu masuk ke dalam labirin pasti telah ada kelompok bandit Scorpion yang sudah menunggu untuk membunuhnya.
Kirt berhenti di sebuah lorong bersiap menghadapi basilisk dengan satu pisaunya yang tersisa serta sebuah pedang yang sebelumnya ia ambil dari sekelompok goblin yang ia bunuh.
Monster ular basilisk menerjang mencoba memasuki sebuah lorong yang cukup sempit untuk meraih buruannya yang terlihat sudah berada tepat di depan matanya tapi sesuatu terjadi basilisk itu langsung meraung keras saat beberapa tombak besi dengan kuat keluar dari dinding menusuk tubuh monster ular itu.
"Sepertinya rencanaku berhasil." Ucap Kirt Johan sambil tersenyum melihat monster yang memburunya meronta terkena jebakan tombak yang aktif saat monster itu menginjak sebuah pemicu jebakan yang tersamarkan di ubin lantai labirin.
"Sekarang adalah giliranku yang akan memburumu hiaat.!" Ucap Kirt sambil bergerak untuk menghujamkan pedangnya ke tubuh basilisk yang terjebak akan tetapi Kirt langsung menghentikan langkahnya kembali.
"Itu dia di sana cepat bunuh buronan brengsek itu!" Teriak seorang yang berlari dari lorong di belakang punggung Kirt, mereka adalah kelompok bandit Scorpion yang akhirnya berhasil menyusul Kirt Johan yang sebelumnya tertahan cukup lama di labirin gorgor.
Kirt langsung membatalkan serangannya ke basilisk dan mengalihkan pandangannya kepada para bandit bawahan Rogret Wrimas.
"Bandit Scorpion!"
"Diander apa yang kamu lakukan cepat serang Kirt Johan!" Teriak salah seorang bandit kepada rekannya yang bernama Diander.
"Tirlo tahan sebentar lihatlah apa yang ada di lorong itu!" Ucap Diander memperingkatkan rekannya.
Para bandit Scorpion langsung terperangah melihat sosok monster besar yang ada di dekat Kirt Johan dan itu adalah masalah besar karena mereka tidak mungkin dapat mengalahkan basilisk tanpa adanya korban.
"Basilisk bagaimana bisa mahkluk itu berada di tempat seperti ini." Ucap Tirlo.
Cukup banyak bandit Scorpion yang berada di tempat itu yang berdiri dengan sangat waspada karena hampir tidak mungkin untuk menghindari pertarungan dengan monster basilisk.
Basilisk meraung meronta dengan kuat hingga beberapa tombok yang menusuk tubuhnya patah dan basilisk itupun terbebas dari jebakan dan segera menguarkan kemampuan dari ras ular Gorgon yang dapat membuat lawannya langsung terdiam membatu.
"Kalian semua jangan lihat ke arah mata monster itu atau tubuh kalian akan membatu!" Teriak Diander memperingkatkan rekan-rekannya tapi sudah terlambat sebagian besar anggota bandit Scorpion di sana sudah terlanjur terkena efek kekuatan sihir monster ular Gorgon yang bersiap menyerang orang-orang yang sudah terdiam membatu dan tidak dapat bergerak.
Tubuh Tirlo juga tidak dapat bergerak tapi Diander di sana yang sempat mengalihkan pandangannya dari mata basilisk segera memukul wajah Tirlo untuk menghilangkan efek sihir dari mata basilisk yang mempengaruhi Tirlo.
"Tirlo sadarlah kita harus segera melarikan diri dari sini!" Teriak Diander.
"Tapi bagaimana dengan rekan kita yang lain?" Tanya Tirlo yang mengkhawatirkan rekan-rekannya yang tidak dapat bergerak di sana dan kemungkinan akan segera di mangsa oleh basilisk di depan mereka.
"Kita tidak punya banyak waktu kita akan kembali dengan membawa lebih banyak bantuan!" Ucap Diander.
Para bandit yang lain hanya bisa terdiam karena mereka yang tidak dapat melarikan diri akan segera di tinggalkan sebagai umpan basilisk.
"Maafkan kami tapi kami tidak punya pilihan lain." Ucap Tirlo yang melarikan diri bersama Diamder dengan penyesalan.
Diander sebelumnya juga tidak menyangka kalau akan berhadapan dengan Basilisk saat ia membawa beberapa orang bergerak lebih dulu sebagai pencari jalan.
Sementara itu Kirt Johan yang juga tidak terkena efek kekuatan sihir dari mata basilisk telah melarikan diri dengan memanfaatkan para bandit scorpion yang di bantai oleh monster ular gorgon itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
mochamad ribut
lanjut
2022-11-11
0
mochamad ribut
up up up up up
2022-11-11
0