Para prajurit milik bangsawan Jirdan membawa Kirt pergi jauh meninggalkan desa Droya tapi Kirt masih belum menyadari kalau para prajurit itu adalah bagian dari rencana licik bangsawan Jirdan untuk menjebaknya.
Kirt menuju ke utara di sebuah area di pinggir hutan membuat Kirt semakin bertanya-tanya sebenarnya di mana tempat aman yang di katakan para prajurit yang membawanya itu.
Walaupun memang tidak ada tempat yang dapat di katakan benar-benar aman bagi Kirt selama hadiah besar untuk kepalanya belum di batalkan oleh kerajaan Arfen akan tetapi tidak seharusnya para prajurit yang membantu Kirt membawanya ke tempat yang cukup mencurigakan di sekitar hutan Argamir yang terlarang.
"Tuan Kirt kenapa anda berhenti?" Tanya seorang prajurit karena Kirt Johan tiba-tiba berhenti.
"Sebenarnya kemana kalian akan membawaku karena di wilayah ini tidak ada desa lagi bahkan mungkin tidak akan ada manusia lain selain kita di sini karena di dekat kita adalah hutan Argamir yang terlarang?" Kata Kirt Johan yang mulia curiga.
Hutan Argamir di katakan sebagai hutan terlarang bukan tanpa sebab karena hutan itu di huni oleh mahkluk-mahkluk buas yang sering menyerang manusia.
"Tuan Kirt kita akan menuju sebuah pondok penebang pohon dan itu tidak jauh dari tempat ini." Jawab seorang prajurit.
"Pondok penebang apakah menurut kalian itu adalah tempat yang aman untuk saya bersembunyi?" Tanya kembali Kirt kepada para prajurit itu.
"Benar karena beberapa petualang juga sedang bertugas di sana untuk mendampingi para penebang mencari kayu yang di butuhkan untuk pembangunan desa." Jawab kembali prajurit itu.
Kirt berpikir itu cukup logis karena bangsawan Jirdan pasti membutuhkan banyak bahan bangunan seperti kayu untuk membangun desa Asbek kembali setelah monster goblin yang mendiaminya berhasil di basmi, Keberadaan petualang di pondok yang di katakan para prajurit itu juga pasti untuk melindungi para penebang pohon dari serangan monster yang muncul.
"Hm.. saya cukup terkesan ternyata bangsawan Jirdan cukup serius dalam perencanaan pembangunan desa Asbek kembali bahkan ia sudah mengirimkan banyak orang untuk mempersiapkan bahan pembangunan." Kata Kirt Johan.
Para prajurit di sana merasa lega karena Kirt sama sekali tidak curiga dengan tujuan mereka dan memang benar dengan dugaan Kirt Johan kalau pondok penebang itu memang bangun oleh bangsawan Jirdan untuk membangun desa Asbek kembali sehingga para prajurit itu sudah mengetahui lokasinya saat dulu mengawal bangsawan Jirdan meninjau pembangunan pondok penebang di pinggir hutan Argamir.
Terlihat banyak orang yang sedang bekerja mengangkat menyusun gelondongan kayu-kayu besar di sebuah lokasi di pinggir hutan, Hutan Argamir memang memiliki banyak pohon besar tapi tidak banyak orang yang berani sembarangan mendekati hutan itu karena monster dapat tiba-tiba muncul dan menerkam mereka dari balik pepohonan.
Sebuah pondok kayu yang cukup besar memang sudah di bangun di area itu sebagai tempat para pekerja dan petualangan beristirahat saat malam Kirt juga melihat beberapa petualang yang terlihat sangat kuat bahkan mungkin mereka sudah tingkat emas atau satu tingkat di atas peringkat petualang Kirt Johan yang sudah mencapai tingkat perak.
Kirt Johan terlihat tersenyum karena merasa ia mungkin benar-benar dapat percaya dengan bangsawan Jirdan karena bahkan bangsawan muda itu rela menyewa petualang tingkat emas yang sangat mahal hanya untuk melindungi para pekerjanya di sini.
Tidak ada kecurigaan bagi Kirt Johan yang berjalan mendekati lokasi penebangan pohon bersama para prajurit yang mengawalnya.
Terlihat lima petualang tingkat tinggi yang langsung menyambut Kirt Johan yang datang bersama prajurit di sana.
"Ah kapten prajurit sudah datang di sini apakah ada pesan dari bangsawan Jirdan kepada kami?" Tanya seorang petualang yang sepertinya adalah pemimpin kelompok itu.
"Kami kemari karena di suruh oleh bangsawan Jirdan membawa tuan Kirt yang akan tinggal sementara di sini, Ia adalah petualang yang telah membantu tuan Jirdan dalam membasmi goblin di desa Asbek." Jawab kapten prajurit yang mengawal Kirt Johan.
"Benarkah itu bagus bila kami mendapatkan lebih banyak bantuan karena monster di tempat ini sering muncul menyerang para pekerja." ucap petualang itu.
"Tidak tidak tidak tuan Kirt tidak sedang menjalankan misi pengawasan seperti kalian, tuan Kirt hanya akan tinggal di sini karena alasan tertentu." Kata Kapten prajurit.
"Benarkah pasti tuan Kirt adalah petualang yang sangat istimewa bahkan sampai bangsawan Jirdan mengirimkan banyak prajurit untuk mengawalnya?" Tanya seorang petualang lain di sana dengan penasaran.
"Ya memang hampir seperti yang anda katakan jadi tolong urus tuan Kirt dengan baik." Kata prajurit itu.
"Tentu saja meskipun saya berharap tuan Kirt juga mau sedikit membantu kami menghadapi monster nanti karena seperti yang anda lihat kami sedikit kekurangan tenaga untuk itu." Pinta petualang tingkat atas di sana dan kapten prajurit hanya menatap tuan Kirt.
"Peringkat petualang saya memang berada satu tingkat di bawah kalian tapi saya rasa saya dapat sedikit membantu kalian untuk melawan beberapa monster yang mengganggu." Kata Kirt Johan kepada para petualang di sana.
"Tapi apakah tuan Kirt tidak keberatan karena anda tidak sedang menjalankan misi seperti kami yang artinya anda tidak akan mendapatkan bayaran untuk bantuan anda?" Tanya seorang petualang di sana.
"Sebelumnya saya sudah cukup merepotkan bangsawan Jirdan bahkan saya juga akan tinggal di sini secara gratis jadi saya rasa hanya ini yang dapat saya lakukan untuk membalas kebaikan bangsawan Jirdan pada saya." Kata Kirt yang sama sekali tidak curiga dan justru Kirt merasa sangat senang karena dengan adanya petualang kuat di tempat ini mereka kemungkinan dapat membantu bila seandainya orang-orang yang mengejarnya sampai di tempat ini.
"Kalau begitu perkenalkan nama saya adalah Julio Dirdanta pemimpin kelompok petualang Phoenix Sword."
"Saya adalah Sirina Defanti."
"Anda dapat memanggil saya Patra."
"Saya Poldira."
"Nama saya Jack Harnet."
Kelima petualang yang menjalankan misi pengawasan memperkenalkan diri mereka dan Kirt cukup memperhatikan kelompok yang berjuluk Phoenix Sword itu.
Julio Dirdanta sepertinya adalah kelas Warrior Sword tingkat emas yang memakai pedang besar, Serena Defanti jelas adalah kelas Lancer tingkat emas yang memakai tombak, Patra adalah Rogue Archer tingkat perak yang menggunakan panah, Poldira juga adalah Warrior Tanker tingkat perak yang menggunakan perisai besar serta pedang tapi jelas Poldira menspesialkan diri dalam pertahanan sedangkan yang terakhir Jack Harnet seorang Magic caster atau penyihir tingkat perak yang membawa tongkat sihir yang cukup besar.
Kirt langsung menjaba tangan Julio sambil tersenyum kemudian berbicara. "Senang dapat berkenalan dengan kelompok petualang hebat seperti kalian saya harap kita dapat bekerja sama dengan baik nanti."
Para prajurit yang sebelumnya mengawal Kirt Johan ke tempat itu kemudian berpamitan dan langsung kembali ke desa Droya untuk menjalankan tugas mereka sebagai prajurit.
Kirt Johan berada di dalam pondok dan berbincang dan makan bersama para pekerja di sana untuk mengakrabkan diri menjelang petang tapi tak lama kemudian Julio mengajak Kirt untuk berpatroli di sekitar hutan bersama kelompoknya untuk memastikan tidak ada monster yang mungkin dapat menyerang saat malam.
"Tuan Julio sepertinya tidak ada monster yang beraktivitas di daerah ini." Kata Kirt Johan setelah berjalan berpatroli di sekitar hutan bersama kelompok yang di pimpin Julio.
"Sepertinya memang seperti itu tapi sebaiknya kita berpatroli sedikit lebih jauh lagi ke dalam hutan untuk memastikannya." Kata Julio.
Kirt mengikuti saran dari Julio tanpa curiga karena kelompok Julio pasti lebih berpengalaman dan mengenal wilayah ini dari pada Kirt yang baru tadi siang datang.
Tapi malam semakin larut dan Julio membawa mereka cukup jauh dari pondok bahkan ini terlalu jauh membuat Kirt mempunyai perasaan tidak nyaman dan semakin waspada.
Kirt Johan yang memegang sebuah obor sebagai penerangan terus berjalan sambil berpikir 'Julio Dirdanta sebenarnya apa tujuannya karena tidak mungkin ia begitu saja membawa kelompoknya sejauh ini ke dalam hutan meninggalkan pondok tempat para pekerja yang seharusnya mereka jaga karena jelas tidak ada petualang lain lagi yang menjalankan misi pengawasan dan penjagaan pekerja.'
Ada beberapa dugaan yang di pikirkan Kirt Johan salah satunya kalau ini adalah jebakan untuknya tapi bagaimana para petualang tingkat emas itu tahu kalau Kirt adalah buronan dan itu adalah pertanyaan lain karena para prajurit yang siang tadi membawanya ke tempat ini tidak menyinggung tentang hal itu jadi kemungkinan para petualang itu sudah tahu sejak awal tentang status buronan Kirt sedangkan kemungkinan lainnya adalah ini memang sudah di rencanakan sejak awal oleh bangsawan Jirdan karena ia yang menyarankan tempat ini padanya.
"Begitu aku mengerti sekarang." Ucap Kirt.
"Tuan Kirt apakah ada sesuatu?" Tanya Julio yang mendengar ucapan Kirt barusan.
Julio dan rekan-rekannya mulai berpikir kalau kemungkinan Kirt Johan mulai curiga dengan mereka jadi beberapa rakan Julio mulai bergerak di sekitar Kirt membuat Kirt yang memperhatikan hal itu semakin yakin tentang tujuan sebenarnya dari kelompok yang di pimpin Julio itu tapi Kirt bagaimanapun juga harus dapat melarikan diri dari mereka jadi Kirt berbicara.
"Tidak saya hanya merasakan kalau ada yang salah di tempat ini kemungkinan ada sesuatu yang berbahaya mengawasi dari balik bayangan gelap di bawah payung hutan ini." Kata Kirt.
"Patra." Panggil Julio kepada rekannya.
Patra adalah petualang kelas Rague Archer yang sangat ahli dalam melacak keberadaan musuh serta monster jadi Julio menyuruhnya untuk maju dan memeriksa sekitar karena mereka semua tidak mau kalau sampai ada monster yang mengganggu misi mereka yang sebenarnya.
"Aku tidak melihat apapun di mana tuan Kirt merasakan ancaman itu?" Tanya Patra kepada Kirt.
Setelah menjatuhkan obornya Kirt kemudian langsung maju ke dekat patra meninggalkan Julio dan yang lainnya agak jauh di belakang karena semua yang di sana tahu kalau Kirt adalah petualang kelas Thieft yang juga memiliki kemampuan melacak suatu ancaman.
Kirt secara diam-diam mengambil pisaunya dari balik jubah tapi Julio tidak menyadari hal itu karena kondisi gelap dan Patra juga tidak membawa obor dan kemudian saat di dekat Patra dalam sekejap Kirt langsung menikam menusuk tubuh Patra tepat mengenai titik vital hingga patra langsung mati seketika.
"Patra katakan apa yang kamu lihat?" Tanya Julio dari jauh.
Julio dan rekan-rekannya belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi karena kondisi gelap di tempat Patra dan Kirt berdiri sampai akhirnya Kirt berbicara untuk membalas Julio.
"Patra tidak dapat melihatnya karena ancaman yang aku sadari sudah pergi." Kata Kirt tapi kata-kata itu memiliki maksud lain yang tidak Julio sadari karena ancaman yang di maksud Kirt adalah Patra yang baru saja ia bunuh.
Kirt Johan lalu perlahan berbalik menatap Julio dan rekannya yang masih berdiri di kejauhan sampai akhirnya mereka melihat tubuh Patra yang roboh di samping Kirt Johan.
"Patra katakan apa yang terjadi!" Teriak Julio yang menyadari sesuatu telah terjadi saat sekilas melihat Kirt Johan yang memegang sebuah pisau belati di tangannya.
"Patra sudah mati." Jawab Kirt Johan menanggapi Julio dari balik bayangan.
"Apa tidak mungkin dasar buronan sialan ternyata benar kamu sudah mengetahui semuanya!" Teriak Julio dengan sangat marah kepada Kirt.
"Aku memang bodoh karena sempat akan percaya dengan kalian tapi pengalaman telah banyak mengajarkanku untuk selalu waspada serta tidak mudah percaya pada orang yang baru aku kenal dan tentu aku menyadari rencana busuk kalian." Kata Kirt sambil menatap para petualang itu.
"Sialan brengsek penjahat rendahan akan aku bunuh kamu untuk membalaskan kematian Patra!" Teriak Julio sambil mencabut pedangnya dan langsung berlari ke arah Kirt tapi dengan cepat Kirt langsung melarikan diri dan menghilang di balik kegelapan.
"Sialan hadapi aku dasar penjahat bajingan!" Teriak Julio yang sangat marah sambil berlari mencari keberadaan Kirt Johan.
"Julio ini gawat penjahat itu berhasil melarikan diri, kita tidak dapat menemukan jejaknya." Kata Serena Defanti.
Para petualang itu merasakan penyesalan dan kemarahan karena tidak hanya mereka gagal membunuh buronan berharga yang sudah berada di cengkeraman mereka tapi juga kehilangan Patra salah seorang rekan mereka.
Kirt Johan tidaklah bodoh untuk langsung menghadapi kelompok petualang tingkat emas yang pasti jauh lebih kuat darinya dan memang Kirt sengaja membunuh Patra karena Patra adalah petualang kelas Rogue yang memiliki kemampuan melacak jejak dan sekarang kelompok yang di pimpin Julio itu hampir tidak mungkin dapat melacak kembali keberadaan Kirt Johan yang memiliki kemampuan bersembunyi di dalam hutan dari kelasnya yang seorang Thief tingkat perak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
mochamad ribut
lanjut
2022-11-11
0
mochamad ribut
lanjutkan
2022-11-11
0
rere
tambah
2022-09-23
2