Rogret Wrimas telah mengirimkan pesan kepada seluruh anak buahnya yang tersebar di dalam hutan untuk menuju ke timur di wilayah dekat kaki pegunungan Wiwardin.
Tapi hutan Argamir sangat luas dan butuh waktu lebih lama bagi para bandit yang tersebar untuk sampai di lokasi keberadaan Kirt Johan.
Sementara itu terlihat seorang yang berjalan sendirian di dalam hutan, Ia adalah Karak Poertes pemburu hadiah yang mengincar buronan seperti Kirt Johan dan juga Rogret Wrimas.
Poertes telah melihat beberapa anggota bandit scorpion yang bergerak ke arah timur dan secara diam-diam Poertes menyergap salah satunya yang berada paling belakang sementara para bandit yang lainnya terlihat tidak menyadari kalau salah seorang rekan mereka telah menghilang dari rombongan karena mereka sedang tergesa-gesa untuk menyusul boss mereka Rogret Wrimas.
"Katakan di mana buronan itu sekarang?" Kata Poertes sambil melepaskan tangan kirinya yang menutup mulut bandit itu.
Bandit itu hanya bisa pasrah dan tidak berani melawan karena saat ini mata pedang dari Bounty Hunter Karak Poertes tepat berada di lehernya.
"Di sebelah timur Kirt Johan berada di sekitar kaki pegunungan Wiwardin." Jawab bandit itu.
"Kaki pegunungan Wiwardin lalu di mana boss mu sekarang?" Tanya Poertes kembali.
"Rogret juga sedang menuju ke sana karena anda tahu kalau boss kami juga mengincar Kirt Johan." Jawab bandit itu kembali.
Poertes berpikir memang jelas kalau Rogret Wrimas juga mengincar Kirt Johan saat di desa Droya dan ini sangat masuk akal karena para bandit scorpion sedang menuju ke arah timur.
"Sekarang tolong lepaskan aku karena aku sudah memberikan informasi yang kamu mau." Pinta bandit itu agar dirinya di lepaskan.
Rogret Wrimas tidak peduli dengan bandit itu karena baginya ia tidak berbeda dengan Rogret Wrimas ataupun Kirt Johan yang merupakan penjahat dan seketika Poertes langsung menggorok leher bandit itu tanpa perasaan bersalah sedikitpun.
"Ke sebelah timur apakah mungkin Kirt Johan sedang menuju ke wilayah para Dwarf." Ucap Poertes yang kemudian langsung bergegas menuju arah pegunungan Wiwardin.
Di dalam gua tempat Hardan beserta rekan-rekan banditnya melakukan pengejaran, mereka semua di kejutkan dengan keberadaan sekelompok mahkluk berukuran besar yang langsung menyergap dan menyerang mereka semua.
Troll memang adalah mahkluk nokturnal yang aktif berburu di malam hari karena tubuh mereka sangat sensitif terhadap sengatan sinar matahari dan pengelihatan mereka juga buruk saat siang sehingga Troll lebih suka menghabiskan waktu siang mereka untuk tidur di dalam gua yang gelap.
Para bandit itu tidak pernah menduga kalau gua itu di huni oleh sekelompok Troll hutan yang sangat berbahaya. Troll mahkluk jelek yang sangat gemuk menyerang dan menghempaskan para bandit yang mengusik sarangnya.
"Serang Troll itu gunakan tali dengan mengait untuk menjatuhkannya!" Teriak Hardan memberikan arahan kepada rekan-rekannya yang terus berjuang melawan salah satu Troll besar setinggi tiga meter itu.
Troll yang marah sangatlah tangguh tapi semangat juang para bandit itu tidaklah kalah bahkan dengan berani mereka maju menyerang mengaitkan tali ke tubuh Troll agar mereka dapat menjatuhkannya.
Tombak dari salah satu bandit menghujam ke dada Troll yang terjatuh dan mengakhiri hidup monster jelek itu tapi tidak jauh di sana masih ada dua Troll yang masih berdiri mengamuk menghabisi beberapa bandit rekan Hardan.
"Hardan bagaimana sekarang beberapa rekan-rekan kita telah gugur!" Teriak seorang bandit rekan Hardan.
"Kita tidak dapat lari meninggalkan teman kita yang terluka di sini karena mereka semua juga akan di bunuh oleh Troll itu." Sahut Hardan.
"Sial semua ini gara-gara buronan brengsek itu yang menjebak kita untuk masuk ke sarang monster!" Ucap bandit itu dengan kesal sambil maju berlari membawa tombaknya untuk membantu rekan-rekannya yang masih bertarung.
Sebagian besar bandit memang telah mati dan beberapa terluka sangat parah tapi akhirnya mereka berhasil menjatuhkan seekor Troll lagi dan hanya menyisakan Troll terakhir jadi Hardan terus menembakan anak panahnya ke arah monster besar itu hingga anak panahnya akhirnya habis.
Hardan segera menggunakan belati yang sebelumnya telah ia temukan di mulut gua dan dengan tekad ia berlari menusukan belati itu ke tubuh Troll tapi monster besar itu tidak langsung mati hingga Troll berbalik menghempaskan tubuh Hardan hingga membentur dinding gua dengan keras.
Sementara itu Kirt Johan yang bersembunyi di balik bebatuan besar tidak jauh dari mulut gua berpikir 'Ini sudah cukup lama seharusnya para bandit itu sudah kelelahan menghadapi para Troll besar di dalam gua.'
Kirt keluar dari persembunyiannya dan muncul mendekat ke mulut gua yang hanya di jaga oleh seorang bandit.
"Sialan ternyata kamu masih berada di luar gua, Hardan kembali buronan itu berada di sini!" Teriak bandit itu tapi Hardan dan para bandit lainnya berada cukup jauh di dalam gua hingga tidak dapat mendengarnya.
"Percuma saja rekan-rekanmu mungkin sudah mati di dalam sana." Ucap Kirt kepada bandit itu.
"Tidak mungkin rekan-rekanku mati karena mereka adalah orang-orang kuat dari selatan!" Sahut bandit itu sambil mencabut pedangnya.
"Percuma melawanku lebih baik kamu segera lari sebelum aku membunuhmu." Ucap Kirt Johan tapi terlihat bandit itu masih bertahan di sana dengan pedangnya.
Kirt juga mencabut satu pisau belatinya yang tersisa kemudian bersiap menghadapi bandit yang sendirian itu dan tentu saja bandit itu bukanlah tandingan Kirt Johan karena bandit itu merupakan anggota terlemah di kelompok Hardan hingga ia hanya di suruh menunggu di luar gua.
"Sudah aku katakan percuma saja melawan tapi ini adalah pilihanmu sendiri." Ucap Kirt yang menyarungkan belatinya kembali setelah mengalahkan bandit itu kemudian Kirt langsung berjalan masuk ke mulut gua untuk melihat hasil dari rencananya yang membuat para bandit yang mengejarnya untuk menghadapi monster Troll hutan yang sangat berbahaya.
Kirt melihat mayat-mayat bandit yang berserakan bersama tubuh dua Troll yang sudah mati yang artinya monster Troll yang telah memenangkan pertarungan itu.
"Jadi Troll yang menang padahal aku sempat berharap para banditlah yang mengalahkan para Troll." Ucap Kirt karena itu artinya masih ada Troll yang selamat.
Kirt merasa lebih baik para banditlah yang menang dan itu bukan tanpa alasan, Troll adalah monster tangguh yang dapat memulihkan diri dari luka-luka yang ia terima sedangkan para bandit itu tidak punya kemampuan regenerasi tubuh seperti Troll dan mereka membutuhkan sihir penyembuhan dari para Priest atau potion penyembuh.
Kirt kemudian berjalan dan menemukan pisaunya kembali yang tergeletak di dekat seorang bandit yang terbaring, jadi Kirt segera mengambil pisau belati itu kembali kemudian masuk lebih jauh ke dalam gua.
"Gua yang besar dengan beberapa tanda ukiran huruf kuno di dinding gua berarti benar ini adalah gua yang di tinggalkan para Dwarf." Ucap Kirt yang memperhatikan gua itu tapi sebuah gua besar yang telah di tinggalkan cukup lama pasti sudah di diami banyak monster untuk bersarang.
Kirt harus waspada menyusuri lorong-lorong gua yang bercabang itu, sebagai petualang kelas Thieft Kirt Johan memang telah banyak belajar untuk menemukan jalan di dalam gua dengan memperhatikan jejak-jejak mahkluk yang bersarang di sana.
"Sepertinya jejak besar ini masih sangat baru bararti Troll yang sebelumnya bertarung dengan para bandit sekarang telah bersembunyi di lorong sebelah sini, tapi aku pikir aku harus membiarkannya hidup karena mungkin monster jelek itu dapat sedikit menghalangi orang-orang yang nekat mengejarku masuk ke dalam gua." Ucap Kirt yang menemukan sebuah jejak yang mengarah ke salah satu lorong gua yang bercabang.
Kirt memilih mengambil lorong gua lain dan meninggalkan gua tempat Troll itu agar tetap hidup tapi entah apa yang akan Kirt Johan temui berikutnya ia sendiripun tidak tahu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
mochamad ribut
up up up up up
2022-11-11
0
mochamad ribut
up
2022-11-11
0
mochamad ribut
lanjut
2022-11-11
1