Bab 19. Terulang Lagi

Sudah semenjak sore saat aku membuka mata hingga detik ini adzan isya' berkumandang, aku tak melihat keberadaan mas Ryan sedikit pun. Dimana kira-kira suami ku itu? Malah Bagas rewel lagi, di mana juga ibu mertua ku?

Oweeekk.. Oweeekk..

"Cup cup sayang, ada apa nak? Bagas lapar kah? Ini sayang mimik susu nak." Segera ku susui Bagas agar tak jadi menangis kencang. Biasanya kalau anak ku nangis dan gak langsung di susui pasti akan langsung kejer nangisnya dan susah untuk di tenangin.

"Ada apa lagi toh Nja, nenangin anak kecil aja gak bisa." Ketus ibu mertua ku yang tiba-tiba muncul dari arah belakang.

"Entahlah Bu, padahal sejak tadi juga gak berhenti menyusu."

"Oh ya bu, sejak tadi sore kok aku gak lihat mas Ryan, mas Ryan kemana?" Tanya ku hati-hati pada ibu mertua ku.

"Ya mana ibu tau, kamu kan istrinya. Emang mau apa cari Ryan? Dia juga gak bisa nenangin anak nangis." Lagi-lagi ibu mertua ku berbicara dengan ketus. Memang benar sich mas Ryan tak bisa nenangin Bagas kalau lagi nangis. Tapi seenggaknya kan bisa nemenin aku di sini saat anaknya lagi rewel, bukan malah keluyuran gak jelas kayak gini.

Ku dudukkan tubuh ku di sofa depan TV di dekat ibu mertua ku yang sedang asyik menonton TV.

"Gimana, Bagas udah tidur?" Tanya ibu ku pelan. Tumben saja gak ketus bicaranya.

"Hampir saja Bu, ini udah merem." Ku elus kepala anak ku pelan agar segera tertidur.

"Jangan lupa nanti kalau masuk kamar periksa dulu pintu dan jendela." Ucap ibu mertua ku kemudian melenggang masuk ke dalam kamar.

"Iya Bu!" Aku pun segera berdiri menimang-nimang anak ku agar cepat terlelap.

Ku periksa pintu dan jendela apakah sudah terkunci apa belum, setelah itu aku langsung masuk ke dalam kamar untuk menidurkan Bagas. Setelah aku rasa Bagas sudah terlelap, aku pun segera keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk mencari makan. Tadi aku belum sempat makan malam karena Bagas rewel.

Tepat saat aku selesai mencuci piring bekas makan ku, ku dengar gedoran keras di pintu depan yang membuat ku terlonjak.

Doorr.. doorr.. doorr...

Segera ku ayunkan kaki ku menuju ke pintu untuk membukanya. Sudah di pastikan itu mas Ryan yang pulang dalam keadaan mabuk. Kalau orang waras pasti akan mengetuk pintu dengan sopan.

Ceklek!

Nah benarkan, kepala mas Ryan yang di sandarkan di daun pintu langsung membuat tubuhnya terhuyung saat pintunya ku buka. Untung saja aku sigap menahannya walau dengan bersusah payah, karena berat badan orang mabuk pasti akan dua kali lipat lebih berat.

"Astaghfirullah mas, mau sampe kapan seperti ini terus? Ingat mas, sekarang mas Ryan sudah punya anak, harus bisa mengontrol diri."

"Haaahh!" Badan ku terjengkang ke belakang saat mendapat dorongan kuat dari mas Ryan.

"Auuuch mas!" Seketika ****** ku rasanya nyeri karena mencium kerasnya lantai.

"Bangun kamu!" Teriak mas Rian kencang, aku hanya bisa menunduk ketakutan.

"Bangun!" Teriaknya lagi, aku pun segera berdiri.

"Dasar perempuan gak bisa jaga mulut!"

Plaaakk!

"Aaaahh!" Tamparan keras yang di layang kan mas Ryan kembali membuatku terhuyung dan tersungkur ke lantai. Air mata sudah tidak bisa lagi aku bendung.

"Bangun!" Mas Rian menarik tangan ku paksa kemudian aku di seret masuk ke dalam kamar.

Ceklek!

Bruugh!

"Aaaahh!" Lagi dan lagi aku di dorong hingga tersungkur ke lantai.

"Maaf mas maaf, mas Ryan hanya salah paham. Aku gak ngomong apa-apa sama Bu Sum."

Plaaakk!

"Aaaahh!"

"Sudah ketahuan masih saja mengelak!"

Plaaaaakk!

Sekali lagi tamparan keras dari mas Ryan mendarat di pipi ku. Setelah itu mas Ryan langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membanting pintunya keras yang membuat Bagas kaget lalu nangis kejer.

Braakk!

Oweeeeeekk!

*****

*****

*****

*****

*****

Hey Yan, Senja bukan binatang yang bisa kamu perlakuan seenak udel mu 🤬🤬🤬🤬

Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂

Terpopuler

Comments

💝GULOJOWO💝

💝GULOJOWO💝

Laki-laki bi4d4p 🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬

2022-10-19

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!