Bab 11. Tasyakuran Tujuh Bulanan

Kamis pagi yang cerah setelah semalaman di guyur hujan. Burung-burung tampak riang berpindah dari dahan satu ke dahan yang lain. Ku seka peluh yang menetes di dahi dan leher ku menggunakan punggung tangan ku. Lalu aku duduk di bangku depan rumah sambil meluruskan kaki, dan berusaha mengatur nafas yang tersengal. Sepagi ini aku sudah bersimbah keringat karena habis mencuci baju sekaligus menjemurnya.

Tak lama terdengar suara deru motor yang sangat aku kenali, yakni motornya Fajar. Dan benar saja, nampak Fajar datang bersama ibu ku. Memang nanti malam rencananya akan di adakan tasyakuran tujuh bulanan ku, karena kandungan ku yang sudah menginjak usia tujuh bulan.

Ibuk terlihat menggendong satu karung Bulog buah-buahan yang nampak segar. Kata ibu ku kalau kandungan sudah berusia tujuh bulan harus di adakan rujak tingkepan. Di desa ku memang masih menganut adat Jawa yang kental. Aku pun cuma bisa nurut apa kata orang tua.

"Pagi buk!" Sapa ku saat menghampiri ibuk yang baru turun dari atas motor, kemudian ku cium tangannya.

"Walah, pagi-pagi gini kok udah gobyos." Ibu ku menyeka keringat yang ada di dahi ku menggunakan gendong yang tadi digunakannya menggendong buah.

"Biar tambah sehat buk." Jawab ku sambil tersenyum.

"Gak sekolah Jar?" Aku beralih menatap adik ku.

"Ini baru mau berangkat mbak, tadi sekalian nganterin ibuk." Jawab fajar kemudian meraih tangan ibu ku dan tangan ku untuk di ciumnya.

"Heleh, sukanya kalau berangkat kok ya mepet-mepet bel." Memang begitulah kebiasaan Fajar dari jamannya SMP sampe sekarang gak berubah. Untung saja sekolahannya gak terlalu jauh.

"Hehe.. berangkat dulu buk, mbak." pamit Fajar kemudian melesat menggunakan motornya.

"Ayo buk masuk." Aku mengajak ibuk masuk ke dalam.

"Bapak gak ikut buk?" lanjut ku.

"Katanya nanti malem aja saat pengajian mau datang bareng Fajar."

"Kok masih sepi Nja?" Tanya ibu ku keheranan.

"Dibelakang udah rame buk, banyak tetangga yang membantu." Sudah sejak pagi tadi para tetangga berdatangan untuk membantu. Karena rencananya akan di adakan pengajian juga.

*****

Pukul tiga sore semua masakan sudah siap begitupun dengan rujaknya. Dibagikannya makanan dan rujak tersebut ke tetangga dan seluruh keluarga. Baik itu keluarga dari mas Ryan dan juga keluarga ku. Pukul empat sore aku di mandikan oleh seorang dukun bayi dengan air yang sudah di doa'in. Aku hanya memakai sarung milik mas Ryan sebatas dada. Di masukkannya sebuah telur dari sarung bagian atas kemudian menggelinding jatuh ke bawah. Dan ajaibnya telur tersebut tidak pecah. Katanya itu pertanda bahwa anak ku nanti adalah laki-laki yang kuat. Entahlah, mitos seperti apa itu, aku sendiri tidak tahu.

Tepat pukul setengah delapan rumah sudah penuh dengan bapak-bapak jamaah pengajian, karena memang di undangan tertulis acaranya ba'da isya'. Dan acara pun segera di mulai, tak lupa doa bersama sebagai penutup acara.

*****

Aku terduduk di kursi tamu bersama ibuk dan bapak ku setelah para tamu undangan bubar. Sedangkan mas Ryan sedang menjamu teman-temannya di teras rumah dengan menggelar tikar.

"Udah gak ngidam nduk?" Tanya ibu ku seraya mengelus perut ku.

"Udah enggak buk." Jawab ku dengan senyuman. Aku harus kelihatan bahagia di depan kedua orang tua ku.

"Kalau pengen sesuatu kasih tau Fajar saja nanti biar bapak carikan."

"Iya pak." Aku hanya mengiyakan saja ucapan bapak. Aku gak mau lagi-lagi di tuduh sebagai istri yang gak bisa jaga aib suami. Kalau aku sampe meminta sesuatu kepada orang tuaku, pasti nanti orang tuaku akan berfikiran kalau mas Ryan gak peduli dengan aku dan kandungan ku. Jadi lebih baik ku tahan saja.

*****

*****

*****

*****

*****

Piye to Nja, ngidam kok di tahan 😢😢

Nanti kalau anak mu ileran piye 🤭😂😂

Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂

Terpopuler

Comments

💝GULOJOWO💝

💝GULOJOWO💝

Jangankan Fajar yang laki, emak aja dulu pas sekolah berangkatnya suka mepet bel biar gak usah piket 🤭😂😂😂😂

2022-10-11

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!