Hooeekk.... hooeekk....
Tak terasa kandungan ku sekarang sudah menginjak usia tiga bulan. Namun aku masih merasakan mual di pagi hari. Memang tidak separah dulu, tapi cukup membuat tubuh ku lemas. Perut ku sudah terlihat sedikit membuncit sekarang. Entah mengapa setiap kali mual aku ingin mas Ryan memijat tengkuk ku dan mengelus lembut perut ku. Namun semua itu hanya ada dalam angan ku, tanpa ada keberanian diri ku memintanya.
Sore ini adalah waktunya aku kembali periksa kandungan. Namun hingga waktu menjelang Maghrib mas Ryan tak kunjung pulang. Sepertinya mas Ryan lupa dengan jadwal periksa ku. Atau mungkin mas Ryan memang tak peduli dengan kandungan ku? entahlah....
Aku duduk di depan TV yang menjadi satu dengan ruang tamu. Ku pandangi jam yang menggantung di dinding sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam.
Ceklek!
Reflek aku menoleh saat mendengar bunyi pintu di buka. Ternyata mas Ryan baru pulang, kemudian aku segera menghampirinya.
"Dari mana saja mas?" Tanya ku hati-hati.
"Ngopi!" Jawabnya singkat dan ketus.
"Mas lupa ya, kalau sore ini jadwal ku periksa kandungan?"
"Besok pagi kan bisa." Jawabnya dengan nada yang sudah meninggi.
"Apa sebegitu gak pedulinya kamu sama kami mas?" Ucap ku yang sudah berderai air mata.
"Jangan memicu pertengkaran Nja, aku lagi cape!" Teriak mas Ryan tepat didepan wajah ku yang membuat ku memejamkan mata.
"Capek kamu bilang?" Aku terkekeh sinis.
"Hampir setiap hari kerjaan kamu cuma main dan ngopi. Kalau cuma secangkir kopi aku juga bisa membuatkannya mas!"
Plaaakk!
"Aaahh." Tamparan keras yang di layangkan mas Ryan membuat ku terhuyung. Untung saja tidak sampe jatuh.
"Aku sudah memperingatkan mu berulang kali untuk diam. Tapi rupanya kamu tidak ada kapoknya." Ucapnya murka kemudian menyeret ku masuk ke dalam kamar.
Braakk!
Suara pintu yang di banting dengan keras oleh mas Ryan membuat ku terlonjak kaget. Kemudian mas Ryan mendorong ku ke atas ranjang.
"Stttttt! mas." Ringis ku saat merasakan nyeri di perut bagian bawah. Namun mas Ryan seolah tak peduli, ia malah berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Aku mencoba bangun dari atas tempat tidur kemudian menyeret kaki ku pelan menuju meja rias. Ku dudukkan tubuh ku di depan meja cermin. Ku pandangi wajah ku yang tadi ditampar mas Ryan. Nampak terlihat kemerahan di pipi ku. Tak terasa air mata ku meluruh kembali hingga sesenggukan.
Braakk!
Mas Ryan membanting pintu kamar mandi yang membuat ku terlonjak kaget. Di lemparkannya handuk yang tadi digunakannya ke arah ku. Aku pun reflek menangkapnya agar tak jatuh ke lantai.
"Bisa diam gak? berisik!" Bentak mas Ryan kemudian berlalu membuka lemari untuk mengambil baju ganti.
"Minta uangnya?" Mas Rian menadahkan tangannya kepada ku.
"Untuk apa lagi? Aku gak punya uang mas. Itu uang tinggal buat periksa besok. Mas Ryan kan selama ini gak kerja, uang dari mana?" Ya, memang sejak kejadian itu mas Ryan belum bekerja kembali. Sehari-hari kami numpang makan dengan orang tuanya mas Ryan.
"Cerewet!"
Braakk!
"Aaahh." Aku terhuyung menabrak meja rias yang ada di depan ku sehingga membuat benda-benda yang ada di atasnya berserakan. Untungnya tadi aku sempat menghindar, hingga tendangan mas Ryan hanya mengenai punggung ku, tidak mengenai perut ku. Apa jadinya jika tadi aku tak menghindar? Pasti tendangan mas Ryan akan mengenai perut ku dan..... Membayangkannya saja aku tidak sanggup.
Braakk!
Mas Ryan berlalu keluar dari kamar seraya membanting pintu. Sedangkan aku hanya bisa meratap pilu. Ku seret kaki ku menuju ke ranjang. Ku rebahkan tubuh ku ke atas kasur kemudian meringkuk seperti bayi dan mendekap erat perut ku. Pecah sudah tangisan ku kembali yang terdengar menyayat hati.
*****
*****
*****
*****
*****
*****
Lihatlah tanda, Merah di pipi, Bekas gambar tangan mu..
Sering kau lakukan, Bila kau marah, Menutupi salah mu..
Pulangkan saja, Aku pada ibu ku, Atau ayah ku..
*****
Emak nulis bab ini sambil sesenggukan gaess 😭😭
Gak kuat rasanya huwaaaaa 😭😭
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, kopi juga boleh ☕☕😂😂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
💝GULOJOWO💝
Lah, baru sadar emak kalo laki2 brengseekk itu berawal dari huruf R 🤬🤬🤬🤬🤬
2022-10-07
2