Malam sudah semakin larut tapi Ryan tak kunjung pulang. Tadi memang Ryan pamit mau ngopi bersama Ali temannya. Senja terlihat memandangi jam yang menggantung di dinding kamar, ternyata sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Entah mengapa firasat Senja terasa nggak enak. Biasanya jam sembilan dirinya sudah tertidur lelap, namun malam ini matanya seolah tidak ingin terpejam. Akhirnya Senja memutuskan untuk keluar dari kamar. Senja mendudukkan tubuhnya di sofa depan TV, kemudian menyalakan TVnya sebagai teman sepinya. Senja duduk dengan gelisah, matanya memandang TV tapi entah dengan pikirannya. Sesekali ia melirik jam yang menggantung di tembok. Senja mondar-mandir di depan TV seraya menggigiti kuku-kuku di jari tangannya. Begitulah kebiasaan Senja kalau sedang gelisah. Sebentar-sebentar ia intip jendela, barang kali dirinya tak mendengar suara motor Ryan, namun nihil.
Pluukk!
"Astaghfirullah." Senja terlonjak kaget saat ada seseorang yang menepuk pundaknya. Senja menoleh ke belakang dan ternyata ibu mertuanya yang berdiri di belakangnya sambil bersedekap dada.
"Ngapain ngintip-ngintip begitu?" Tanya Bu Retno ibu mertua Senja.
"Nunggu mas Ryan Bu." Jawab Senja sambil menunduk.
"Ngapain di tungguin? Biasanya juga pulang malam." Ucapnya sambil berlalu pergi.
Astaghfirullah, ibu macam apa ini? anak salah bukannya di nasehati malah di biarin saja. Senja pun akhirnya melihih masuk ke dalam kamar lagi untuk beristirahat.
*****
Di tempat lain....
"Tambah lagi mbak." Pinta Ryan kepada penunggu warung untuk menuangkan kembali miras ke dalam gelasnya.
"Sudah Yan, loe udah mabuk parah itu." Cegah Ali temannya Ryan.
"Heleh, Cemen loe Al, ini minum lagi." Ryan menyodorkan gelas yang sudah terisi lagi kepada Ali. Namun Ali hanya menggelengkan kepalanya. Akhirnya Ryan pun meminumnya kembali.
"Ayo pulang, ini udah malam." Ajak Ali kepada Ryan. Ali pun segera membayar dan menyeret Ryan untuk pulang. Namun saat Ryan berdiri dari duduknya, kursinya terjengkang ke belakang dan mengenai seseorang yang ada di belakangnya. Dan ternyata orang-orang itu juga sama-sama mabuk dengan teman-temannya.
"J@nc0k! Cari mati loe!" Orang itu reflek berdiri dan langsung mencengkeram kerah baju Ryan.
"Maaf mas." Ucap Ali yang masih waras seraya mencoba melepaskan tangan orang itu dari kerah baju Ryan. Namun karena sama-sama mabuk, Ryan pun tidak terima dengan perlakuan orang itu kepadanya.
Buuugh!
Satu pukulan dari Ryan mendarat di wajah orang itu yang langsung membuatnya tersungkur ke lantai. Orang itu pun tak terima, kemudian memanggil teman-temannya yang berjumlah lima orang.
"Wooy sikat!" Teriak orang tersebut kepada teman-temannya. Ryan dan Ali langsung di seret keluar dari warung oleh mereka. Dan perkelahian pun tak dapat di hindari. Ryan dan Ali nampak kewalahan.
Buuugh!
Satu hantaman dari benda tumpul di kepala Ryan yang membuatnya langsung tersungkur ke tanah. Darah segar mengucur dari kepala Ryan. Orang itu nampak ketakutan dan melemparkan batu yang tadi digunakan untuk menghantam kepala Ryan kemudian berlari.
"Woooy, cabut!" Teriaknya yang membuat teman-temannya kocar-kacir lari tunggang langgang. Ali yang sudah babak belur pun akhirnya menghampiri Ryan.
"Yan, woy Yan bangun." Teriaknya sambil mengguncang tubuh Ryan. Namun Rian yang setengah sadar tak meresponnya. Akhirnya Ali memapah tubuh Ryan di bantu oleh penjaga warung kemudian di naikkan ke atas motor Ryan. Ali lalu naik untuk mengemudikan motor itu. Di lingkarkannya tangan Ryan ke perut Ali agar bisa berpegangan dengan erat.
*****
*****
*****
*****
*****
Hadeeehh Ryan, Ryan 🤦 Belom juga emak getok pake palu udah bocor duluan 🤭😂 Udah mau jadi bapak tapi kelakuannya masih aja kayak preman 🤬 Kalo sudah begini siapa yang repot 🤬
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
💝GULOJOWO💝
Satu kata buat Ryan, sokooooorrrrr 🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬
2022-10-05
3