"Mas, bisa minta tolong?" Senja menghampiri suaminya yang sedang duduk di teras rumah.
"Heeemm." Sahut Ryan tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponsel yang ada di genggamannya.
"Nanti sore jadwal ku periksa, bisa tolong anterin ke Bu Yani?" Pinta Senja pelan karena takut mendapat bentakan lagi. Bu Yani adalah salah satu bidan yang ada di desa.
"Lihat entar aja kalau lagi gak sibuk." Jawab Ryan ketus masih sambil memainkan ponselnya.
Sibuk apa coba, kerjaannya cuma main HP doank!
"Mas," Panggil Senja sekali lagi takut-takut.
"Apa sih Nja! masuk sana. Nanti pingsan lagi di sini ngerepotin orang!" Bentak Ryan karena merasa terganggu.
"Cariin mangga donk mas, kok aku pengen makan mangga sambil di cocol sama kecap." Pinta Senja sambil membayangkan nikmatnya buah mangga yang di cocol dengan kecap.
"Aaaahh!" D3$@h Ryan sambil mengacak rambutnya. Tanpa berbicara apapun Ryan langsung bangkit dari duduknya meninggalkan istrinya yang nampak berkaca-kaca. Senja pun kembali masuk ke dalam rumah.
Tak lama Ryan datang dengan membawa sekantong keresek warna hitam dan menyodorkannya kepada sang istri. Senja yang saat itu sedang menonton TV jadi bingung.
"Apa itu mas?" Tanya Senja pelan.
"Tadi katanya minta mangga." Ucap Ryan setengah gondok.
Akhirnya Senja langsung meraih kantong kresek itu sebelum di lemparkan kepadanya. "Makasih mas. Cup!" Ucap Senja seraya mengecup pipi sebelah kanan suaminya. Kemudian ia berlalu ke dapur untuk mencari kecap.
*****
Hari sudah beranjak sore, Senja di antarkan oleh Ryan periksa pukul empat sore. Ya, memang jadwal periksanya jam empat sore. Karena dari pagi sekitar jam delapan hingga jam tiga sore Bu Yani bertugas di rumah sakit. Jadi, Bu Yani hanya buka praktek di rumah saat pagi sebelum berangkat kerja dan saat sore sepulang dari kerja hingga pukul delapan malam.
"Usia kandungan sudah masuk Minggu ke delapan ya. Tapi kenapa berat badan ibunya masih sama? ini di buku bulan lalu juga empat puluh dua." Bu Yani menjelaskan sekaligus bertanya. "Masih mual Nja?"
"Masih Bu, pagi siang bahkan malam." Jawab Senja mengutarakan keluhannya.
"Memang setiap ibu hamil itu berbeda-beda. Ada yang hanya mual di pagi hari. Ada juga yg seperti kamu. Dan ada juga yang tidak mual. Bahkan ada juga bapaknya si jabang bayi yang mual dan ngidam." Jelas Bu Yani memaparkan. "Makannya gimana?" Tanya Bu Yani lagi yang dijawab Senja dengan gelengan kepala.
"Kadang kalau terasa sangat lapar aku paksa buat makan. Tapi habis itu muntah lagi Bu."
"Gak papa muntah, tapi tetep usahakan makan ya, biar ada asupan gizi yang masuk."
"Baik Bu!"
"Jangan lupa minum susu hamil juga Nja." Tambah Bu Yani. Senja hanya bisa menganggukkan kepala.
"Mas," Senja menghampiri suaminya yang duduk di kursi tunggu. Senja heran, kenapa suaminya itu tidak mau ikut masuk ke dalam. Apa suaminya itu tidak ingin mengetahui kondisi calon anaknya? Apa mas Ryan tidak senang dengan kehamilan ku? Senja segera menepis berbagai prasangka buruk yg ada di kepalanya.
"Sudah?" Tanya Ryan kepada istrinya. Senja hanya menganggukkan kepala. Kemudian Ryan beranjak dan berlalu.
Senja hanya bisa menggelengkan kepala kemudian mengekor di belakangnya. "Mas, anterin ke apotik sekalian ya?" Pinta Senja pada suaminya.
"Mau ngapain? ini udah hampir Maghrib." Jawab Ryan sambil melotot horor.
"Beli susu hamil. Kata Bu Yani di suruh minum susu agar ada asupan gizi yang masuk. Harusnya tadi mas Ryan ikut masuk biar bisa denger sendiri penjelasan Bu Yani." Jelas Senja. Akhirnya mau tak mau Ryan pun mengantarkan istrinya ke apotik untuk membeli susu hamil.
*****
*****
*****
*****
*****
Satu kata buat Ryan, emak pengen getok Ndasmu pake palu 🤭😂😂
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Yanti Agejul
sumur mana sumur..... jegurne ae
2023-02-07
3
💝GULOJOWO💝
Suami modelan begitu ijolno sapi ae Nja 🤭😂😂😂😂
2022-10-03
1