Doorr.... Doorr.... Doorr....
Terdengar gedoran keras yang membuat Senja terlonjak kaget. Senja yang baru saja bisa memejamkan mata terpaksa harus bangun kembali. Dilihatnya jam di dinding menunjukkan pukul satu dini hari.
"Kira-kira siapa yang menggedor pintu tengah malam begini? Gak mungkin mas Ryan kan? Mas Ryan kan punya kunci serep? Atau jangan-jangan mas Ryan mabok lagi?" Gumam Senja. Senja segera beranjak dari tempat tidur untuk membukakan pintu. Karena biasanya Ryan akan marah jika dirinya tak segera membukakan pintu. Bahkan tamparan sering ia dapatkan.
Doorr.... Doorr.... Doorr....
Terdengar lagi gedoran pintu. Apa orang ini gak tau kalau ulahnya bisa membangunkan orang sekampung?
"Nja!" Terdengar teriakan dari luar pintu. Eh tunggu, kenapa suaranya mirip suara mas Ali?
"Senja!" Teriaknya sekali lagi yang membuat Senja tersadar kalau itu memang suara Ali, sahabat dari suaminya. Senja pun segera membuka pintunya.
Ceklek!
"Aaaahh!" Teriak Senja saat melihat kepala Ryan berlumuran darah. Seketika tubuhnya meluruh ke lantai dengan air mata yang sudah berlinang. Senja terlihat mencengkram erat perut bagian bawahnya yang terasa nyeri. Mungkin kram!
"Nja, Senja bangun! Aduh gimana ini?" Ali terlihat panik. "Bu Retno, Pak Agus tolong!" Teriak Ali memanggil orang tua Ryan seraya merebahkan tubuh lemas Ryan ke atas sofa yang ada di ruang tamu.
Nampak ibu dan bapaknya Ryan tergopoh-gopoh dari arah dalam. "Astaghfirullah Ryan!" Jerit ibu mertuanya Senja saat melihat keadaan Ryan anaknya.
"Nja, Senja bangun nak." Pak Agus menghampiri Senja kemudian memapahnya untuk duduk di kursi. "Kamu gak papa nak?" Tanya Pak Agus khawatir. Meskipun selama ini bapak mertuanya Senja tak banyak bicara, tapi sepertinya Pak Agus masih punya rasa empati kepada menantunya. Senja hanya menggelengkan kepala dengan tatapan nanar dan air mata yang membasahi kedua pipinya.
"Harusnya yang bapak khawatirkan itu Ryan bukan Senja." Teriak Bu Retno ibu mertua Senja. Pak Agus hanya menggelengkan kepalanya.
"Ini Ryan kenapa Al?" Tanya Bu Retno kepada Ali.
"Maaf Bu!" Akhirnya Ali menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir.
"Inilah hasil didikan mu selama ini Bu." Ucap pak Agus marah.
"Sudah pak, ini bukan saatnya untuk berdebat. Ayo kita bawa Ryan ke rumah sakit." Ucap Ali menengahi. Akhirnya malam itu juga Ryan di bawa ke rumah sakit.
*****
Ceklek!
Terdengar suara pintu ruangan di buka saat Senja sedang menyuapi Ryan sarapan. Senja menoleh ke arah pintu, ternyata ibu dan bapaknya yang datang berkunjung.
"Bapak, Ibuk." Senja langsung meraih dan mencium tangan mereka bergantian.
"Bagaimana keadaan suami mu nduk?" Tanya ibu lembut.
"Alhamdulillah tidak terlalu parah Bu lukanya." Jawab Senja.
"Makan yang banyak Yan, biar cepet sembuh." Ucap ibunya Senja.
"Iya Bu!" Jawab Ryan seraya menganggukkan kepalanya.
"Fajar gak ikut buk?" Tanya Senja pada ibunya.
"Sekolah, anak itu mana mau bolos." Bukan ibunya Senja tapi bapaknya yang menjawab.
"Gak pernah mau main dia, aku sampe kangen." Ucap Senja lagi.
"Harusnya kamu yang sering-sering mengunjungi kami orang tua mu." Sindir bapak. Senja hanya bisa menunduk.
Ya, memang sejak menikah dengan Ryan, Senja jarang mengunjungi orang tuanya. Padahal Rumah orang tua Ryan dan orang tuanya masih satu desa meskipun lumayan agak jauh. Ryan juga gak pernah mau diajak berkunjung. Hanya saat hari raya saja Ryan mau berkunjung ke rumah orang mertuanya.
"Adik mu lagi sibuk kayaknya. Tiap hari pulangnya sore. Katanya ada kegiatan atau apalah di sekolah." Jawab ibu.
*****
Keesokan paginya Ryan sudah di perbolehkan pulang. Sesampainya di rumah, Ryan langsung masuk ke dalam kamar. Senja pun mengekor di belakangnya.
"Butuh sesuatu mas?" Tanya Senja saat melihat suaminya duduk di tepi ranjang. Namun tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Ryan sama sekali. Ryan kemudian merebahkan tubuhnya. Senja hanya bisa menghela nafas pelan.
"Ya Allah perbanyak stok sabar ku." Mohon Senja dalam hati.
*****
*****
*****
*****
*****
Huuuft sing sabar ae Nja, emak bantu doa smoga Ryan cepet insyap 🤭🤣🤣
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Arin
Ini dulu Mbok'e Ryan ngidam apa sih punya anak kayak gini??? Di tanya istrinya gak mau jawab. Dulu itu kenapa mau memperistri Senja? Kalo tiap hari ke istri kok cuek
2024-02-15
0
💝GULOJOWO💝
Emak bacanya sambil ngelus dada Nja 😂😂😂😂😂
2022-10-06
1