Bab 10. Tertekan

Hari-hari terasa lambat ku lalui, sehari rasanya bagaikan sebulan. Namun aku harus tetap kuat demi anak yang ada di dalam kandungan ku. Ini adalah keputusan yang ku ambil, jadi mau tidak mau aku harus tetap menjalaninya.

Sore harinya aku di antar periksa oleh mas Ryan ke tempat Bu Yani. Saat tiba di tempat periksa, ku lihat ada dua orang ibu hamil yang sedang duduk menunggu antrian. Ku perhatikan kedua bumil tersebut, yang satunya terlihat perutnya yang sudah membulat sepertinya sudah mendekati waktu persalinan. Tapi entahlah, soalnya badannya juga gendut. Sedangkan yang satunya lagi masih muda, badannya lumayan berisi dan perutnya juga sudah terlihat membuncit. Mungkin kisaran tujuh bulan usia kandungannya. Namun setelah ku dekati dan sedikit bertanya-tanya seputar kehamilan ternyata yang bumil muda malah sudah mendekati waktu persalinan. Sedangkan yang bumil gendut malah baru jalan tujuh bulan. Aku jadi merasa insecure dengan kehamilan ku. Usia kandungan ku sudah jalan lima bulan tapi badan ku kurus kerempeng. Hanya perut ku saja yang terlihat sedikit membuncit. Apakah anak ku sehat di dalam sana? Apakah anak ku baik-baik saja? Berbagai pikiran buruk berkecamuk di dalam kepala ku. Hingga suara panggilan dari seorang perawat yang bertugas membantu Bu Yani membuyarkan lamunan ku.

"Ibu Senja Ramadhani." Aku pun menoleh ke samping kanan dan kiri namun sudah tidak ada satupun orang disana. Terus kemana perginya kedua bumil tadi? Seberapa lama aku melamun hingga tak menyadari kepergiannya? Aku segera bangkit dan masuk ke dalam ruang perawatan.

"Mari bu, di timbang dulu." Ucap perawat muda tersebut. Padahal sepertinya aku jauh lebih muda darinya. Aku pun segera naik ke atas timbangan masih dengan pikiran linglung.

"Empat puluh empat kilo Bu." Ucap perawat kepada Bu Yani.

"Mari Bu, silahkan berbaring di bed." Perawat itu langsung membimbingku untuk tiduran di atas bed perawatan. Ku lihat Bu Yani bangkit kemudian menghampiri ku lalu memeriksa perut ku.

"Ini sudah jalan lima bulan, usianya dua puluh dua Minggu. Makan yang banyak Nja, jangan terlalu banyak pikiran karena dapat mengganggu pertumbuhan janin. Tensi kamu juga rendah." Jelas Bu Yani.

"Sudah minum susu hamil?"

"Sudah Bu." Jawab ku sambil menunduk. Padahal sudah dari sebulan yang lalu susu ku habis dan aku gak punya uang untuk membelinya.

"Baiklah, nanti saya kasih vitamin dan penambah darah. Ingat! jangan banyak pikiran." Bu Yani mengingatkan sekali lagi dan aku hanya mengangguk pelan.

*****

Pagi harinya....

"Mas bangun, ini sudah siang." Ku goyang pelan tubuh mas Ryan.

"Mas, ini sudah jam delapan. Mas Ryan gak kerja?"

"Berisik! Ganggu orang tidur aja."

"Aku cuma tanya mas, mas Ryan apa gak kerja? Ini sudah jam delapan, takutnya kesiangan. Nanti juga aku yang kena omel kalau mas gak di bangunin."

"Gak! Capek!" Bentak mas Ryan.

"Ya udah kalau gitu kita sarapan dulu."

"Makan sendiri sana!" Ucap mas Ryan ketus kemudian memejamkan matanya kembali. Aku pun hanya bisa menghela nafas pelan kemudian beranjak untuk keluar dari kamar, namun urung saat mendengar perkataan mas Ryan yang kembali menyayat hati.

"Di luar sana banyak perempuan yang bisa cari uang sendiri dan gak cuman mengandalkan suaminya saja. Gak kayak kamu bisanya cuma makan tidur makan tidur saja kerjaannya."

Jleb!

Luruh sudah air mata ku, sakit rasanya hati ini. "Tuhan, beri hamba mu ini kekuatan." Mohon ku dalam hati. Aku segera keluar dari kamar untuk sarapan karena perut ku sudah terasa perih. Namun setelah makanan ada di depan mata ku, aku hanya mengaduknya saja tanpa berniat memakannya.

*****

*****

*****

*****

*****

Nyesek dot Kom 😭😭

Maaf kalau up nya lambat, soalnya emak harus konfirmasi dulu ke pemilik kisah 🤗

Lope-lope sekebun Pare 😘😘🤪🤪

Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕☕🌹🌹

Terpopuler

Comments

💝GULOJOWO💝

💝GULOJOWO💝

Wooy Yan, emang dasar kamunya aja yang pemalas 🤬🤬🤬🤬🤬🤬

2022-10-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!