Bimbang

"Hiks ... hiks ... hiks, mengapa nasib aku seperti ini? Bunda, Syafa ingin pulang ke rumah," ujar Syafa diiringi isak tangis. Lengkap sudah penderitanya. Merasakan perut lapar dan hati terasa sakit.

Sedangkan Zhafran justru tersenyum, meskipun di dalam benaknya ada perasaan tak tega melihat istrinya menangis. Hingga akhirnya Zhafran memilih untuk pulang ke rumah. Zhafran baru saja sampai di rumah dan langsung menghampiri istrinya yang masih saja menangis di kamar.

"Kamu kenapa?" ucap Zhafran yang tiba-tiba saja masuk bertanya kepada istrinya.

Spontan Syafa langsung memeluk tubuh suaminya itu. Meluapkan kesedihannya. Inilah pertama kali yang dilakukan Syafa kepada Zhafran, selama Zhafran menjadi suaminya.

"Kamu dari mana saja sih? Aku lapar. Hiks ... hiks ... hiks," ucap Syafa manja.

"Ya ampun Syafa, kamu itu sudah besar bukan anak, kecil lagi. Aku kan sejak kemarin-kemarin selalu meletakkan uang di atas kulkas, kenapa kamu tak membeli makanan saja? Atau enggak kamu kan bisa masak indomie dan atau telor," ucap Zhafran lembut.

"Masalahnya, aku tak bisa masak apapun. Selama ini aku hanya makan masakan Mba di rumah atau Bunda. Tadi aku sudah sempat keluar rumah, untuk mencari tukang nasi uduk. Namun saat aku sampai sana, mereka membuat aku kesal. Akhirnya aku langsung pergi meninggalkan tempat itu," ungkap Syafa. Membuat Zhafran tersenyum, dan bahkan tertawa geli.

"Senang ya buat aku tersiksa? Puas kamu?" ujar Syafa sambil memanyunkan bibirnya. Bagi Zhafran tingkah istri saat itu begitu menggemaskan.

"Syafa, kita ini hidup bersosialisasi. Kita harus bersikap ramah kepada tetangga. Memangnya apa sih yang membuat kamu sewot seperti ini? Apa yang dia lakukan kepada kamu? Mulai sekarang, kamu harus bisa beradaptasi sama lingkungan aku ya," ujar Zhafran mencoba memberi pengertian sambil mengelus punggung istrinya mencoba memenangkan.

"Enggak bakal! Aku sebel sama mereka! Bisa-bisanya dia menghina aku," sahut Syafa ketus, membuat Zhafran penuh tanda tanya. Apa yang terjadi dengan istrinya itu.

Zhafran meminta Syafa untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Syafa mulai menceritakan kepada suaminya, mulai dari ibu-ibu yang memuji suaminya, sampai berniat menjodohkan anak gadisnya kepada Zhafran. Syafa juga menceritakan kalau ibu-ibu di sana tak percaya kalau Syafa adalah istrinya dan menghina penampilannya.

"Dia juga bilang kalau aku tak cocok dengan kamu," ucap Syafa manja. Hal itu membuat Zhafran tertawa terbahak-bahak. Bahkan baru kali ini dia seperti ini.

"Kok kamu malah ketawa sih? Senang ya mereka berebut ingin menjadikan kamu menantunya," ucap Syafa ketus.

"Kata siapa? Aku kan sudah punya kamu, sudah menjadi suami kamu. Sudah memilih kamu menjadi istri aku," sahut Zhafran membuat wajah Syafa memerah. Hatinya merasa berbunga-bunga.

"Terus, kenapa kamu tertawa senang banget?" Tanya Syafa serius.

Zhafran menjelaskan kepada sang istri dengan lembut, pantas ibu-ibu itu berkata demikian. Wong pakaian dia seperti itu. Tak pantas seorang istri keluar rumah menunjukkan lekuk tubuhnya bahkan sangat terbuka mengumbar auratnya. Zhafran mengingatkan kepada istrinya untuk berpakaian sopan meskipun belum memakai jilbab, jika nantinya sang istri ingin keluar dari rumah.

"Dengar ya, bagi aku pernikahan bukanlah sebuah mainan. Aku sudah melakukan ijab kabul dengan kamu, itu artinya sampai kapan pun aku akan menjadikan kamu istri aku. Mendampingi aku hingga ajal memisahkan kita. Aku ingin kita menjadi keluarga sakinah, mawadah, dan warohmah. Aku ingin memiliki keturunan dari kamu," ucap Zhafran sambil memegang kedua pipi istrinya.

Perlahan wajah mereka saling mendekat, dan bibir mereka pun akhirnya menyatu. Entah siapa yang memulainya, ciuman pun terjadi. Syafa tak menolaknya, justru dia terbuai dengan ciuman lembut suaminya. Bahkan saat Zhafran membaringkan tubuh istrinya dan menindihnya, Syafa hanya diam. Bahkan Syafa sudah terlihat bergairah.

"Maaf, apa kita melakukannya tanpa paksaan? Aku tak ingin melakukan dengan paksaan. Jika kamu merasa belum siap, aku tak akan memaksanya. Meskipun kita sama-sama menginginkannya," ucap Zhafran.

Zhafran menghentikan ciuman itu, saat gairah menghampiri dirinya. Dia seorang laki-laki dewasa, tentu saja sangat menginginkannya. Namun dia tak ingin melakukannya karena terpaksa.

Syafa terdiam. Wajahnya terlihat memerah menahan perasaan malu. Bisa-bisanya dia terhanyut. Padahal dia sempat mengatakan kalau dirinya tak mau melakukan hubungan suami istri. Di satu sisi dirinya sudah sangat menginginkannya, tetapi di sisi lain dia masih menginginkan melakukannya dengan Galang.

"Baiklah! Bagiku diamnya kamu, karena kamu belum merasa siap. Kita hentikan saja, maaf jika aku khilaf," ujar Zhafran yang kemudian bangkit dari tubuh Syafa dan keluar kamar untuk menenangkan dirinya. Zhafran mengambil air putih di dapur, dan menenggaknya hingga habis. Syafa tampak kecewa, sama halnya dengan Zhafran. Zhafran hanya bisa menghela napas panjang untuk mengatasi kekecewaannya.

Zhafran memilih duduk di luar dan memesan makanan via online. Karena dia sedang malas memasak, tetapi dia tak tega karena istrinya kelaparan. Sedangkan Syafa memilih untuk mandi. Dia sempat melirik ke arah Zhafran yang sedang sibuk memainkan ponselnya.

"Aneh, ponsel yang dia kenakan sangat mahal. Bagaimana bisa dia membelinya," gumam Syafa. Bermonolog dengan hatinya.

Selama di kamar mandi, Syafa terus berpikir. Namun dirinya merasa gengsi untuk menanyakan kepada Zhafran. Lagi pula itu bukan urusannya. Setelah selesai mandi, Syafa berjalan keluar menuju kamarnya.

"Tunggu ya, aku sudah pesan makanan lewat online. Sebentar lagi sampai. Aku lagi tak enak badan, lagi malas masak," ujar Zhafran membuat Syafa bertambah bingung. Ponselnya bagus, sekarang belikan makanan via online. Apa gaji seorang guru, gajinya besar? Mampu untuk membeli semua ini?

"Memangnya kamu punya uang untuk membeli makanan online?" Tanya Syafa menyelidik.

"Ada. Kebetulan aku ada rezeki. Rezeki aku ya untuk kamu, istri aku," ucap Zhafran membuat Syafa merasa tertampar.

Selama ini dirinya selalu bersikap jahat dan kasar kepadanya, tetapi Zhafran tetap bersikap baik padanya. Bahkan dirinya selingkuh dengan Galang di belakang suaminya, dan membela kekasihnya itu di depan suaminya sendiri. Dia juga belum menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Melayani suaminya di ranjang, bahkan malah berniat memberikannya kepada laki-laki yang bukan suaminya.

Syafa hanya bisa diam mendengar ucapan suaminya. Dia merasa bingung apa yang harus dia lakukan. Dia merasa serba salah. Di satu sisi Zhafran adalah suaminya, bahkan saat ibu-ibu berniat menjodohkan suaminya dengan anak-anaknya dia merasa tak suka. Padahal dia sempat bicara ingin meminta cerai dari Zhafran. Di satu sisi lagi dia masih sangat mencintai kekasihnya.

Syafa melongo saat makanan datang. Zhafran membelikan Syafa 1 paket ayam beserta nasi dan minuman, 1 pack French fries, 1 buah burger, dan 1 porsi spaghetti.

"Silahkan dimakan istriku, habiskan ya biar kamu kenyang," ucap Zhafran.

"Apa ini tidak terlalu berlebihan, pasti ini sangat mahal," ucap Syafa, dirinya menjadi tak enak.

"Sudah tak perlu mikir berapanya, itu sudah menjadi urusan aku. Wajar seorang suami ingin membahagiakan istrinya," sahut Zhafran membuat Syafa tambah tak enak hati.

Terpopuler

Comments

Agus Irianto

Agus Irianto

semoga aja sadar syafa

2023-07-16

0

Zain All Insany

Zain All Insany

makanya mulai sekarang cintailah ustad zafran jangan disia2kan lagi

2022-10-08

3

Suhaetieteetie

Suhaetieteetie

belum tau aja syafa suamimu bnyk duitny 😊

2022-10-07

1

lihat semua
Episodes
1 Perjodohan
2 Proses Ta'aruf
3 Menolak
4 Sepakat
5 Rencana Pernikahan
6 Membenci Zhafran
7 Kemarahan Ayah Hasan
8 Pernikahan Syafa dan Zhafran
9 Promo Karya Terbaru " Wanita Pengganti Kekasih Sang CEO "
10 Tak ada malam pengantin!
11 Sosok Zhafran
12 Kita ini sudah menikah!
13 Bimbang
14 Merasa Nyaman
15 Merasa bersalah
16 Menyesal
17 Maafkan Aku!
18 Penyesalan Syafa
19 Permintaan Maaf Syafa
20 Laki-laki Tak Tahu Malu
21 Kedatangan Zhafran
22 Kejutan untuk Syafa
23 Hamil
24 Kebahagiaan Ayah Hasan dan Bunda Almira
25 Aku Benci kamu!
26 Kemarahan Galang
27 Pasangan Halal
28 Rencana Jahat Galang
29 Mantan Menjadi Musuh
30 Kedatangan Zhafran ke Kampus
31 Pemanggilan Galang dan Natasya
32 Mangsa Baru
33 Natasya Hamil
34 Promo Karya Baru " Kubuat Kau Menyesal! "
35 Promo Karya Terbaru "Terjerat Pesona Kakak Ipar"
36 Sepakat
37 Berniat Hijrah
38 Mengunjungi Pondok Pesantren
39 Penolakan Galang
40 Bunuh Diri
41 Balasan untuk Galang
42 Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
43 Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
44 Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
45 Pengakuan Zhafran
46 Zhafran Sang Milyarder
47 Sosok Zhafran
48 Rumah Impian
49 Akhir dari Perjodohan
50 Promo Karya Terbaru " Pernikahan Karena Perjodohan "
51 Promo Karya Terbaru "Sahabatku, Penggoda Suamiku"
52 Promo Karya Baru "Pujaan Hati Ketua Geng Motor"
53 Promosi Karya Terbaru "Anak Genius,
54 Promo Karya Terbaru "Terjerat Cinta Daddy Mafia"
55 Promo Karya Baru "Aplikasi Rahasia di Ponsel Suamiku"
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Perjodohan
2
Proses Ta'aruf
3
Menolak
4
Sepakat
5
Rencana Pernikahan
6
Membenci Zhafran
7
Kemarahan Ayah Hasan
8
Pernikahan Syafa dan Zhafran
9
Promo Karya Terbaru " Wanita Pengganti Kekasih Sang CEO "
10
Tak ada malam pengantin!
11
Sosok Zhafran
12
Kita ini sudah menikah!
13
Bimbang
14
Merasa Nyaman
15
Merasa bersalah
16
Menyesal
17
Maafkan Aku!
18
Penyesalan Syafa
19
Permintaan Maaf Syafa
20
Laki-laki Tak Tahu Malu
21
Kedatangan Zhafran
22
Kejutan untuk Syafa
23
Hamil
24
Kebahagiaan Ayah Hasan dan Bunda Almira
25
Aku Benci kamu!
26
Kemarahan Galang
27
Pasangan Halal
28
Rencana Jahat Galang
29
Mantan Menjadi Musuh
30
Kedatangan Zhafran ke Kampus
31
Pemanggilan Galang dan Natasya
32
Mangsa Baru
33
Natasya Hamil
34
Promo Karya Baru " Kubuat Kau Menyesal! "
35
Promo Karya Terbaru "Terjerat Pesona Kakak Ipar"
36
Sepakat
37
Berniat Hijrah
38
Mengunjungi Pondok Pesantren
39
Penolakan Galang
40
Bunuh Diri
41
Balasan untuk Galang
42
Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
43
Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
44
Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
45
Pengakuan Zhafran
46
Zhafran Sang Milyarder
47
Sosok Zhafran
48
Rumah Impian
49
Akhir dari Perjodohan
50
Promo Karya Terbaru " Pernikahan Karena Perjodohan "
51
Promo Karya Terbaru "Sahabatku, Penggoda Suamiku"
52
Promo Karya Baru "Pujaan Hati Ketua Geng Motor"
53
Promosi Karya Terbaru "Anak Genius,
54
Promo Karya Terbaru "Terjerat Cinta Daddy Mafia"
55
Promo Karya Baru "Aplikasi Rahasia di Ponsel Suamiku"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!