"Syafa, mulai sekarang kamu harus mulai menghormati Zhafran! Ingat sebentar lagi dia akan menjadi suami kamu. Jaga perkataan kamu," bentak Ayah Hasan. Bukannya mengiyakan ucapan sang Ayah, dirinya justru menggerutu dalam hati. Syafa justru berniat akan membuat Zhafran merasa kesal, dan akhirnya menceraikan dirinya.
Saat menikah nanti dengan Zhafran, Syafa akan meminta Zhafran untuk tidak menyentuhnya. Karena dirinya hanya ingin memberikannya kepada Galang. Bahkan dirinya memiliki sebuah ide gila, dia akan melepas kepera*wanannya sebelum menikah dengan Zhafran. Dia ingin Galang 'lah yang pertama kali mengambil kepera*wanannya.
Ayah Hasan menginginkan pernikahan ini dilakukan secepat mungkin. Dia khawatir dengan sikap anaknya yang keras kepala. Ayah Hasan berharap kelak Zhafran bisa membantu merubah sikap anaknya. Ustadz Zhafran setuju, sedangkan Syafa menerima semua ini dengan keterpaksaan. Dirinya masih terus berharap, agar pernikahan ini tidak akan pernah terjadi. Sang Ayah merubah keputusannya.
"Aku yakin Galang pasti sangat kecewa, jika dirinya mengetahui aku akan menikah dengan laki-laki pilihan Ayah," gumam Syafa dalam hati.
Syafa berniat bicara empat mata dengan Zhafran untuk membuat sebuah kesepakatan sebelum menikah. Dia berniat menjalani pernikahan ini hanya dua tahun. Setelah itu, dirinya ingin meminta cerai dari Zhafran.
"Berarti tak ada perdebatan lagi ya? Kalian sudah sepakat ya? Ayah sudah menganggap Zhafran seperti anak kandung Ayah. Ayah berharap sekali pernikahan kalian," ujar Ayah Hasan. Membuat Zhafran semakin tak enak hati. Bukannya dia mundur, Zhafran justru semakin merasa tertantang. Sekeras-kerasnya baru, jika terus menerus terkena air. Maka akan terkikis juga.
"Kak Zhafran, aku minta nomor ponsel Kakak ya. Agar memudahkan kita untuk berkomunikasi," ucap Syafa dan Zhafran hanya menganggukkan kepala. Dirinya merasa penasaran, apa yang akan Syafa lakukan dengan nomor ponselnya. Syafa kira Zhafran orang yang lugu, mudah dibodoh-bodohin. Dia tak tahu saja siapa Zhafran sebenarnya.
Setelah selesai berbincang mengenai masalah pernikahan mereka, Zhafran pamit pulang. Ayah Zhafran, Bunda Almira, dan Syafa mengantarkan sampai depan teras. Hingga Zhafran sudah keluar dari rumah mereka.
"Pokoknya Ayah tak mau dengar kamu berulah ya! Lihat saja kalau kamu masih berhubungan dengan Galang, Ayah tak akan segan-segan menarik semua fasilitas kamu. Mulai sekarang kamu belajar menghargai Zhafran. Dia anak yang baik. Menyesal kamu kalau sampai menyia-nyiakan dirinya," nasehat Ayah Hasan dan Syafa menganggukkan kepalanya.
Di dalam kamarnya Syafa terlihat sedang menangis, tepatnya menangisi dirinya yang sebentar lagi akan menikah dengan laki-laki lain.
"Aku tak habis pikir kenapa Ayah berniat menjodohkan aku sama laki-laki itu. Padahal tak ada yang istimewa dengannya. Justru kelak akan mempermalukan aku. Aku yakin status ustadz yang dia emban, hanya untuk menutupi kedoknya. Ustadz juga kan manusia, pastilah dia menyukai uang juga. Kamu kira aku bodoh, sebelum kamu mencurinya dari Ayah, aku yang akan lebih dulu akan menendang kamu dari hidup kami."
Syafa baru saja sampai di kampus, Galang sudah menunggu dirinya. Sampai saat ini, Syafa masih tak tahu kalau laki-laki yang masih menjadi kekasihnya telah mengkhianati dirinya dengan wanita yang di bilang sahabatnya.
"Jangan seperti ini, malu dilihat orang. Ini kampus, nanti kita bermasalah kalau ada yang melaporkan kita," ujar Syafa. Saat bibir Galang hampir saja mencium dirinya.
Penolakan ini yang membuat Galang merasa kesal. Tak seperti Natasya yang selalu siap melayani Galang di mana pun, bahkan dengan gilanya, mereka pernah melakukan hubungan suami istri di toilet kampus.
"Selalu saja menolak. kamu itu cantik, tajir, seksi. Namun sayangnya kamu kampungan. Masih saja bersikap kaku. Jika kamu selalu bisa memuaskan aku di ranjang, pastinya aku tak akan pernah mengkhianati kamu dengan Natasya," gerutu Galang dalam hati. Untungnya dia cinta sama Syafa, dan Syafa selalu memberikan uang untuknya. Seperti saat ini. Galang sedang merengek meminta uang. Dengan alasan yang dari orang tuanya telah habis. Demi cintanya pada Galang, tentu saja Syafa langsung memberikannya tanpa berpikir jauh.
"Beb, kamu ikut ya ke apartemen aku? Kangen aku sama kamu," ajak Galang.
Syafa terpaksa langsung menolaknya. Dia takut ucapan Ayahnya bukan sekedar ucapan. Ayahnya benar-benar menyuruh orang suruhannya untuk mengikuti dirinya. Jika hal itu terjadi, bisa tamat riwayatnya.
Akhirnya Galang pulang dengan perasaan kesal. Untungnya ada Natasya yang selalu ada untuknya. Syafa justru berniat bertemu dengan Zhafran. Padahal dirinya hari ini sedang sibuk, tetapi dirinya merasa penasaran atas apa yang ingin Syafa lakukan.
"Sudah dong, Sayang. Jangan bete seperti itu. Kan ada aku di sini. Yang selalu setia menemani kamu, kapan pun kamu mau. Kenapa sih kamu masih pertahankan Syafa? Apa hadirnya aku tak cukup," ujar Natasya.
"Dengar ya! Status kita hanya saling memuaskan satu sama lain. Tak lebih. Sampai kapan pun, hanya Syafa yang gue cinta, jangan pernah berharap lebih dengan hubungan kita," bentak Galang.
"Selalu saja seperti ini. Sebegitu istimewanya kah Syafa? Hingga kamu begitu tergila-gila dengannya. Bahkan apa yang telah aku perbuatan selama ini, tak ada artinya untuk kamu," gumam Natasya.
Zhafran sudah sampai lebih dulu, dan hanya menunggu Syafa datang. Lagi-lagi dirinya lebih memilih untuk menutupi identitas dirinya. Hanya menggunakan motor jelek dan berpakaian lusuh.
"Maaf aku datang terlambat," ucap Syafa.
Dirinya terlihat angkuh dan merendahkan Zhafran. Karena Zhafran bergaya seperti orang kampung.
"Baiklah. Kita mulai saja perbincangan kita. Menindaklanjuti masalah perjodohan kita, aku telah menyetujuinya. Namun, semua ini hanyalah untuk sementara. Pernikahan ini bukanlah untuk selamanya. Jika kamu berpikir seperti itu, lebih baik kamu mundur dari sekarang. Kamu juga jangan pernah menyentuh aku. Karena tubuhku hanya milik kekasih aku. Oh ya bukan itu saja, jangan pernah menampakkan wajah kamu di hadapan teman-teman kampus aku. Aku malu, kalau sampai teman-teman aku tahu kalau kamu adalah suamiku. Jangan pernah berharap kamu akan menjadi kaya raya, jika menikahi aku. Karena aku tak akan memberikan kesempatan kepada kamu untuk mendapatkan hal itu. Oh ya, jangan pernah melarang aku untuk menjalin hubungan dengan kekasih yang aku cinta," Cerocos Syafa.
"Apa kamu lupa? Setelah kita menikah, tanggung jawab kamu sepenuhnya jatuh ke aku. Jika aku tak bisa mengajarkan kamu menjadi istri yang baik, aku akan berdosa. Apalagi kalau kamu sampai berbuat zina, dengan berpacaran di belakang aku. Orang tua kamu bahkan telah menitipkan dan menyerahkan kamu kepadaku. Apa kamu tak dengar, jika kamu melanggar pernikahan kita. kamu akan kehilangan semua fasilitas dari Ayah kamu. Apa kamu siap, jika hal itu akan terjadi," sahut Zhafran tegas membuat Syafa merasa geram.
"Ternyata berbicara dengan kamu, hanya buang-buang waktu saja. Kita lihat saja siapkah yang akan kalah? Aku atau kamu? Aku akan buat kamu merasa tertekan, hingga akhirnya kamu merasa tak kuat dan memutuskan untuk mengakhiri pernikahan kita," ucap Syafa dengan sombong. Dia langsung meninggalkan Zhafran begitu saja. Namun Zhafran justru menanggapi dengan santai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Uthie
Justru orang yg sombong lah yg akan malu sendiri nya 😏😏
2023-03-28
0
Siti Zuriah
syafa... syafa yg ada malah syafa duluan yg bucin k zhafran bwt apa syafa mempertahan kn galang sebagai kekasih km klo galang cuma morotin syafa doang dan cuma ingin tubuh dan hawa nafsu nya doang blm tentu galang akan sungguh" menikahi km klo galang udh mendapatk tubuh mu pasti syafa bakal d tinggalin dan klo sampe beneran ayah nya syafa menyita fasilitas syafa pasti tuh si galang ninggalin km karna km udh ga punya uang lg
2022-09-22
0
Suhaetieteetie
kasih liat syafa galang bukan yg terbaik selingkuh sama temenny mudah2an keciduk mereka berdua
2022-09-18
0