Kita ini sudah menikah!

Zhafran baru saja sampai di rumah, dan ternyata Syafa belum juga pulang. Sudah berkali-kali dia mencoba menghubungi Syafa, tetapi ponsel Syafa tak aktif. Dia langsung menghubungi orang suruhannya untuk menanyakan dimana istrinya berada. Lagi-lagi Syafa membuat Zhafran merasa kesal karena berdasarkan informasi yang Zhafran dapat, saat ini Syafa sedang berada di sebuah mall. Mereka sedang menonton, karena mereka sempat melihat Syafa dan Galang masuk ke dalam bioskop.

"Ya Allah Syafa, apa kamu tak menyadari kalau kamu itu sudah menikah. Sama saja kamu itu berbuat Zina, berselingkuh di belakang aku," ucap Zhafran.

Untuk menenangkan hatinya, Zhafran memilih mengaji. Dia menyerahkan semuanya kepada Allah, yang mampu membolak-balikan hati seseorang. Syafa baru saja sampai di rumah. Saat menikah dengan Zhafran, Zhafran meminta Ayah Hasan untuk mengambil semua fasilitas Syafa. Zhafran berniat mendidik Syafa. Sebenarnya dia tak perlu cape-cape harus seperti itu. Menjalani hidup sederhana bahkan hidup kekurangan. Karena Zhafranafran memiliki segalanya dan InsyaAllah tak akan kekurangan. Semua bisa dia miliki termasuk hati Syafa.

"Dari mana saja kamu? Pantas ya seorang istri jam segini baru pulang?" ucap Zhafran. Dia langsung mengakhiri mengajinya, saat istrinya pulang.

Bukannya meminta maaf, Syafa justru pergi begitu saja. Tak peduli dengan ucapan Zhafran, menganggapnya seperti sebuah angin lalu. Dia memilih langsung masuk ke kamar meletakkan tasnya dan mengambil handuk untuk mandi.

"Astaghfirullah. Sabar Zhafran! Kamu harus sabar menanggapi istri," Zhafran bermonolog dengan hatinya sendiri. Zhafran tampak mengelus dada.

Setelah mandi, Syafa langsung masuk ke dalam kamar. Zhafran pun mengekor masuk ke dalam kamar menghampiri Syafa. Syafa berpura-pura ingin tidur.

"Mulai sekarang aku minta, kamu jauhi laki-laki itu!" ucap Zhafran. Mendengar ucapan Zhafran, Syafa langsung naik pitam. Dia langsung membuka matanya dan bangun duduk sambil menatap tajam ke arah Zhafran.

"Memangnya kamu siapa berani-beraninya menyuruh aku mengakhiri hubungan dengannya? Bahkan Ayahku saja tak bisa membuat aku meninggalkan orang yang aku cinta," sahut Syafa ketus.

"Hei, apa kamu lupa siapa aku? Aku suami kamu, kita ini sudah menikah! Kita sudah melakukan ijab kabul. Mau atau tidak mau, kamu sudah menjadi istri aku! Apa kamu Allah melaknat kamu, karena kamu berselingkuh dengannya? Sama saja kamu itu berzina di belakang aku," ujar Zhafran tegas.

"Aku tidak peduli dengan ucapan kamu! Dari awal aku sudah tegaskan kepada kamu kalau aku ini tak mencintai kamu, dan hanya kekasih aku yang aku cinta. Namun kamu tetap ngotot menikahi aku. Ya, sekarang kamu terima saja akibatnya! Karena sampai kapan pun aku akan mempertahankan hubungan ini. Jika kamu tak sanggup menjalani pernikahan seperti ini, lebih baik kamu ceraikan aku! Aku juga tak sudi hidup susah bersama kamu. Kamu pikir aku tidak tersiksa hidup susah seperti ini," cerocos Syafa. Dia pun tak mau kalah, dia benar-benar tak menganggap Zhafran sebagai suaminya.

Zhafran terdiam. Terdiam bukannya dia kalah. Namun dia tak mau mengambil keputusan dalam keadaan emosi. Dia masih berharap Syafa akan berubah pikiran. Sebenarnya mudah saja baginya untuk bercerai dengan Syafa. Pasti akan banyak yang mengejar-ngejar dirinya. Bahkan kondisi dia seperti ini saja, banyak wanita yang kepincut dengan pesona ustadz Zhafran. Zhafran sosok Ustadz tampan penuh pesona.

"Aku benci kamu. Aku ingin pisah sama kamu," teriak Syafa dari dalam kamar. Namun Zhafran memilih untuk tidak meladeni. Hingga akhirnya Zhafran memilih untuk pergi meninggalkan Syafa. Malam ini dia berniat untuk menenangkan hatinya di apartemen.

Dengan mengendarai motor jeleknya dia pergi menuju apartemen. Namun meskipun demikian, Zhafran tetap menjalankan tugasnya sebagai suami, dia tetap menafkahi Syafa. Meskipun jumlahnya tak besar. Dia tetap meletakkan uang sebesar lima puluh ribu setiap harinya di atas kulkas. Walaupun Zhafran yakin kalau Syafa tak akan mengambilnya. Meskipun hidup dengan pas-pasan. Zhafran berusaha memenuhi kebutuhan pokok Syafa. Memberikan tempat tinggal, meskipun hanya sebuah rumah yang sederhana. Menyiapkan makanan untuk Syafa, meskipun Syafa terkadang tak memakannya.

Zhafran merebahkan tubuhnya di ranjang apartemen. Dia ingin tahu reaksi Syafa, saat dirinya pergi meninggalkannya. Akankah Syafa berubah, dan menyadari kesalahannya? Tak lama kemudian Zhafran akhirnya terlelap.

"Kemana ini orang? Sok protes," umpat Syafa.

Saat dirinya keluar dari kamar tak mendapati suaminya. Sejak tadi Syafa terus menunggu Zhafran pulang, tetapi Zhafran tak juga pulang. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Syafa tampak gelisah, karena merasa ketakutan.

"Ih, ini orang kemana sih sudah jam 1 pagi belum pulang juga," gerutu Syafa.

Dengan perasaan malu, akhirnya Syafa memilih menghubungi Zhafran. Zhafran terbangun dan melihat nomor istrinya yang menghubungi dirinya. Namun dia memilih untuk tidak mengangkatnya. Dia ingin Syafa merasakan apa yang dia rasakan tadi. Zhafran memilih menonaktifkan ponselnya dan melanjutkan untuk tidur.

"Ih ngeselin banget sih! Tadi masih aktif, tetapi tak di angkat. Sekarang ponselnya malah tak aktif. Maunya apa sih ini orang."

Sejak tadi mulutnya Syafa terus mengoceh, mengumpat suaminya yang tak kunjung pulang. Bahkan sampai pagi hari dirinya membuka matanya, suaminya belum juga pulang.

"Lapar," rengek Syafa sambil memegangi perutnya yang merasa lapar.

Biasanya, saat dirinya bangun Zhafran sudah menyiapkan makanan untuknya. Terkadang dirinya yang tak menghargai Zhafran, dia kerap tak makan makanan yang dibuatkan Zhafran. Hari ini dia mulai terasa, saat suaminya tak ada dan membuatkan sarapan untuknya.

"Hiks ... hiks ... hiks, Bunda. Syafa lapar," ujar Syafa diiringi isak tangis. Selama ini dia selalu saja di layani ART atau Bundanya, dan hari ini dia merasa sendiri.

Demi perutnya yang lapar, Syafa akhirnya keluar untuk membeli makanan. Dia harus berjalan kaki untuk beli nasi uduk. Niat hati membeli makanan, Syafa justru merasa kesal. Karena ibu-ibu di tempat nasi uduk sedang membicarakan suaminya, ustadz tampan. Ternyata banyak ibu-ibu di sana yang berniat menjodohkan suaminya dengan anak gadisnya. Mendengar seperti itu, hati Syafa merasa panas.

"Ibu-ibu, dengar ya! Ustadz tampan yang kalian maksud itu, sekarang sudah menikah! Saya ini istrinya, kita ini sudah menikah! Jadi, jangan bermimpi untuk menjodohkan putri kalian dengan suami saya!" ucap Syafa ketus. Membuat semua mata menatap kearahnya.

"Ah, Adik jangan mengaku-ngaku! Mana mungkin Ustadz Zhafran memilih kamu sebagai istrinya, penampilan kamu itu tak cocok dengannya," ujar Ibu Wati.

Syafa sempat memperhatikan penampilan dirinya dari atas ke bawah, dan langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal. Jelas saja mereka bicara seperti itu, penampilannya saat itu, memang tak pantas menjadi istri seorang ustadz. Syafa hanya menggunakan tanktop dan hotpants, menunjukkan auratnya.

Terpopuler

Comments

faridah ida

faridah ida

heheheee ... emang enak di cibirin sama ibu ibu ....😁😁😁

2022-10-07

1

Teh Yen

Teh Yen

bagus tuh zafran harus d tegasin kali" d anteupin biar tau tuh Syifa

2022-10-07

0

gula jawa

gula jawa

syuka sm sikaf zafran diem tp tegas biar syafa menyadari kesalahannya di tinggal zafran ke apartemen 😞🥴

2022-10-07

1

lihat semua
Episodes
1 Perjodohan
2 Proses Ta'aruf
3 Menolak
4 Sepakat
5 Rencana Pernikahan
6 Membenci Zhafran
7 Kemarahan Ayah Hasan
8 Pernikahan Syafa dan Zhafran
9 Promo Karya Terbaru " Wanita Pengganti Kekasih Sang CEO "
10 Tak ada malam pengantin!
11 Sosok Zhafran
12 Kita ini sudah menikah!
13 Bimbang
14 Merasa Nyaman
15 Merasa bersalah
16 Menyesal
17 Maafkan Aku!
18 Penyesalan Syafa
19 Permintaan Maaf Syafa
20 Laki-laki Tak Tahu Malu
21 Kedatangan Zhafran
22 Kejutan untuk Syafa
23 Hamil
24 Kebahagiaan Ayah Hasan dan Bunda Almira
25 Aku Benci kamu!
26 Kemarahan Galang
27 Pasangan Halal
28 Rencana Jahat Galang
29 Mantan Menjadi Musuh
30 Kedatangan Zhafran ke Kampus
31 Pemanggilan Galang dan Natasya
32 Mangsa Baru
33 Natasya Hamil
34 Promo Karya Baru " Kubuat Kau Menyesal! "
35 Promo Karya Terbaru "Terjerat Pesona Kakak Ipar"
36 Sepakat
37 Berniat Hijrah
38 Mengunjungi Pondok Pesantren
39 Penolakan Galang
40 Bunuh Diri
41 Balasan untuk Galang
42 Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
43 Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
44 Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
45 Pengakuan Zhafran
46 Zhafran Sang Milyarder
47 Sosok Zhafran
48 Rumah Impian
49 Akhir dari Perjodohan
50 Promo Karya Terbaru " Pernikahan Karena Perjodohan "
51 Promo Karya Terbaru "Sahabatku, Penggoda Suamiku"
52 Promo Karya Baru "Pujaan Hati Ketua Geng Motor"
53 Promosi Karya Terbaru "Anak Genius,
54 Promo Karya Terbaru "Terjerat Cinta Daddy Mafia"
55 Promo Karya Baru "Aplikasi Rahasia di Ponsel Suamiku"
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Perjodohan
2
Proses Ta'aruf
3
Menolak
4
Sepakat
5
Rencana Pernikahan
6
Membenci Zhafran
7
Kemarahan Ayah Hasan
8
Pernikahan Syafa dan Zhafran
9
Promo Karya Terbaru " Wanita Pengganti Kekasih Sang CEO "
10
Tak ada malam pengantin!
11
Sosok Zhafran
12
Kita ini sudah menikah!
13
Bimbang
14
Merasa Nyaman
15
Merasa bersalah
16
Menyesal
17
Maafkan Aku!
18
Penyesalan Syafa
19
Permintaan Maaf Syafa
20
Laki-laki Tak Tahu Malu
21
Kedatangan Zhafran
22
Kejutan untuk Syafa
23
Hamil
24
Kebahagiaan Ayah Hasan dan Bunda Almira
25
Aku Benci kamu!
26
Kemarahan Galang
27
Pasangan Halal
28
Rencana Jahat Galang
29
Mantan Menjadi Musuh
30
Kedatangan Zhafran ke Kampus
31
Pemanggilan Galang dan Natasya
32
Mangsa Baru
33
Natasya Hamil
34
Promo Karya Baru " Kubuat Kau Menyesal! "
35
Promo Karya Terbaru "Terjerat Pesona Kakak Ipar"
36
Sepakat
37
Berniat Hijrah
38
Mengunjungi Pondok Pesantren
39
Penolakan Galang
40
Bunuh Diri
41
Balasan untuk Galang
42
Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
43
Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
44
Promo Karya Terbaru "Hilangnya Cinta Suamiku"
45
Pengakuan Zhafran
46
Zhafran Sang Milyarder
47
Sosok Zhafran
48
Rumah Impian
49
Akhir dari Perjodohan
50
Promo Karya Terbaru " Pernikahan Karena Perjodohan "
51
Promo Karya Terbaru "Sahabatku, Penggoda Suamiku"
52
Promo Karya Baru "Pujaan Hati Ketua Geng Motor"
53
Promosi Karya Terbaru "Anak Genius,
54
Promo Karya Terbaru "Terjerat Cinta Daddy Mafia"
55
Promo Karya Baru "Aplikasi Rahasia di Ponsel Suamiku"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!