...***...
Malam masih panjang. Namun sepertinya akan terjadi pertarungan antara Naga Api dan Naga Api. Mereka telah bertemu?. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?. Apakah akan ada pertarungan yang sengit yang akan terjadi di antara mereka?.
"Sial!." Umpatnya dengan penuh amarah. "Tenyata yang aku takutkan akhirnya terjadi juga." Dalam hatinya mengumpat kesal. "Kenapa aku malah bertemu? Dengan orang yang sangat tidak ingin aku temui?." Hatinya sangat tidak terima karena bertemu dengan Ratu Naga Api?.
"Kau tidak usah banyak berpikir lagi." Ryuu Amane mengambil kuda-kuda. "Karena aku pasti, akan membunuhmu secepatnya." Ryuu Amane telah siap dengan pedang Naga Api Pelebur Jiwa. "Aku tidak akan sungkan pada orang sepertimu." Lanjutnya dengan senyuman yang lebar.
"Galak sekali." Dalam hatinya sangat takut.
"Kau tidak akan aku biarkan pergi begitu saja dari sini." Sepertinya Ryuu Amane telah siap untuk bertarung. Dengan percaya diri ia berkata seperti itu?.
"Heh!." Ia mendengus kesal. "Aku sama sekali tidak takut padamu." Tunjuknya. "Maju saja, jika kau memiliki keberanian untuk itu." Ia menantang Ratu Naga Api.
Ia menggunakan beberapa kloning yang menyerupai dirinya untuk melawan mereka. Rasanya tidak mungkin ia berhadapan satu lawan tiga.
"Kau yakin?." Respon Ratu Naga Api, atau Ryuu Amane.
"Aku akan menghadapi mu, dengan kekuatan yang aku miliki!." Hatinya sangat panas karena ucapan Ratu Naga Api. "Akan aku tenggelamkan kau! Di dasar laut yang paling dalam." Ia juga tidak mau kalah, sehingga ia berkata seakan-akan ia memang mampu melakukan itu?.
"Mari kita bermain-main." Ryuu Amane terlihat sangat bersemangat.
"Ho?." Biksu Souji Gedaje sangat terkesan melihat itu.
"Akan aku hadapi kau, sampai kau meminta pengampunan padaku nantinya." Ryuu Amane mengambil ancang-ancang untuk segera bertarung?.
"Aku benar-benar terlibat dalam pertarungan hebat ini." Dalam hati Biksu Souji Gedaje tidak menyangka sama sekali. "Tidak pernah aku bayangkan, jika hari ini." Hatinya sangat berdebar-debar. "Aku berdiri menyaksikan pertarungan yang sangat hebat."
Jantungnya bahkan berdegup sangat kencang, dan hampir saja ia tida bisa mengendalikan dirinya pada saat itu. Ada gejolak senang dan tidak percaya yang ia rasakan pada saat itu?.
"Jika kau siap, akan aku hadapi dengan baik."
Ryuu Amane langsung melompat ke arah Uzumaki Araumi yang asli, ia mengetahui mana yang asli dan mana yang tipuan.
"Kurang ajar." Umpatnya dengan kesal.
"Tidak usah banyak berbicara." Ia menyeringai lebar. "Karena aku tidak suka pada orang, yang hanya pandai berbicara saja." Ryuu Amane benar-benar memberikan tantangan pada Uzumaki agar segera menghadapinya?. "Aku juga benci pada orang, yang menggunakan kekuatan ilusi untuk menipu orang lain." Tegasnya. "Itu sangatlah pengecut!." Ryuu Amane bahkan mengejek Uzumaki Araumi.
"Sial!." Uzumaki Araumi yang asli melompat menjauh, karena pedang itu hampir saja menusuk dadanya jika ia tidak segera menghindar. "Wanita ini benar-benar tidak bisa dianggap remeh." Dalam hatinya sangat panik. "Dia benar-benar mengetahui aku yang asli?." Ia sangat waspada. "Sungguh mengerikan sekali, kekuatan yang ia miliki." Uzumaki Araumi tidak menyangka akan mendapatkan serangan yang lumayan menekan dirinya?.
Sedangkan Biksu Souji Gedaje dan Akihara Masamune sedang menghadapi klonning Uzumaki Araumi, mereka tidak akan membiarkan pasukan itu menghalangi pertarungan Ratu Naga Api.
"Mari kita bermain-main sebentar."
Kedua klonning dari Uzumaki Araumi sepertinya tertarik dengan kekuatan yang dimiliki kedua laki-laki itu?.
"Kami juga ingin melihat kekuatan yang kalian miliki."
Senyumannya begitu ramah, namun sayangnya senyuman itu tidak pada tempatnya. Itu adalah senyuman menantang seseorang untuk bertarung.
"Aku tidak akan segan-segan." Biksu Souji Gedaje mengeluarkan senjata andalannya. "Karena kalian telah berani, bermain-main dengan nyawa manusia." Biksu Souji Gedaje langsung berhadapan dengan kloning Uzumaki Araumi yang berada di hadapannya. "Aku pasti akan mengalahkan kalian!."
Meskipun ia belum pernah mencoba kemampuan yang ia miliki, apa salahnya menjadikan mereka sebagai bahan percobaan?. Apakah ia telah salah melakukan itu?. Jika tidak dicoba maka tidak akan mengetahui, apakah ia salah atau benar.
"Aku tidak akan menahan diriku, untuk membunuh kalian." Begitu juga dengan Akihara Masamune yang sudah lama tidak bertarung sejak ia reinkarnasi. "Kalian sangat meresahkan!." Ucapnya dengan perasaan kesal. "Juga harus dibunuh, karena kejahatan yang telah kalian lakukan, sangat tidak manusiawi." Akihara Masamune sangat bersemangat melakukan pertarungan itu. Terlihat sangat jelas di wajahnya saat itu.
Mari kita simak pertarungan antara Ratu Naga Api dan Uzumaki Araumi yang merupakan reinkarnasi dari sukma Naga Air. Kekuatan apa yang dimiliki naga air itu?. Apakah ia mampu mengalahkan kekuatan yang dimiliki oleh Ratu Naga Api?. Apakah pertarungan adalah pilihannya?. Apakah tidak ada pilihan lain?.
Uzumaki Araumi sebenarnya sangat gugup berhadapan dengan Ratu Naga Api. Akan tetapi sebisa mungkin ia menekan perasaan itu. Ia harus fokus pada pertarungannya saat ini. Sepertinya kekuatan yang dimiliki oleh Ratu Naga Api tidak bisa dianggap remehkan begitu saja. Kekuatan fisiknya saja sangat kuat, beberapa kali tendangan yang ia terima, pukulan tangan kiri yang ia terima sangat bertenaga. Belum lagi ayunan pedangnya yang memberikan hawa panas yang seakan-akan menguapkan tubuhnya. Ia benar-benar harus waspada akan serangan itu.
Duakh!!!.
Akan tetapi karena pikirannya yang sedang kacau, pinggang kanannya saat itu terkena tendangan yang sangat keras.
"Egkhakh!." Ia mengerang sakit ketika tubuhnya terjajar?. Ia terseret di atas laut keseimbangan?.
"Heh!." Ia menyeringai lebar. "Ternyata hanya seperti ini saja? Kekuatan yang dimiliki oleh naga air?." Kakinya masih dalam posisi menendang. "Padahal aku masih belum menggunakan kekuatanku sepenuhnya." Senyumannya begitu mengejek sekali.
"Diam kau!." Uzumaki Araumi sakit hati mendengarkan ucapan itu. "Aku pasti akan mengalahkanmu!." Ia menggunakan jurus naga air dalam badai ombak. "Jika kau mati, maka aku dengan bebasnya!." Ia keluarkan amarahnya. "Bisa mencari tumbal, untuk membangkitkan raja naga air!." Sorot matanya terlihat menyeramkan. "Yang telah kau segel di dasar laut selatan." Hatinya sangat sakit mengingat itu semua.
"Tidak usah banyak bicara." Ratu naga Api juga jurus yang ia miliki. "Jurus tarian api dalam lingkaran badai." Ucapnya dengan penuh percaya diri. "Jurus ini sudah lama tidak aku gunakan untuk membunuh seseorang." Ratu Naga Api juga memiliki jurus andalan yang sangat berbahaya.
Sepertinya keduanya tidak mau mengalah, tidak mau kalah. Memiliki ambisi yang sangat kuat untuk menjatuhkan musuhnya. Apakah mereka mampu mengalahkan musuhnya?. Simak terus ceritanya.
Di saat yang bersamaan, Biksu Souji Gedaje saat ini sedang menggunakan ilmu bela diri yang ia pelajari dari mendiang ayahnya. "Aku tidak menduganya, jika jurus-jurus aneh." Dalam hatinya berdebar-debar. "Yang diajarkan ayah, ternyata saat ini sangat berguna sekali." Dalam hatinya merasa sangat bersyukur karena bisa menggunakan beberapa jurus melindungi diri.
Apalagi saat ini ia bertarung dengan seseorang yang menggunakan kekuatan naga air.
"Kau pikir kau bisa?." Ucapnya meremehkan lawan ha. "Mengalahkan aku? Dengan jurus mu yang tidak seberapa itu?." Lanjutnya. Jangan bermimpi kau!." Kloning satu Uzumaki Araumi sepertinya sangat merendahkan kemampuan Biksu Souji Gedaje.
Ctakh!!!.
Biksu Souji Gedaje memukul lengan Uzumaki Araumi dari arah yang berlawan. Sehingga wanita itu sedikit meringis sakit, karena pukulan itu dilambari dengan kekuatan tenaga dalam?.
"Sial!." Umpatnya dalam hati.
Ia segera melompat menjauh, agar tidak menjadi sasaran kekuatan itu.
"Berani sekali kau merendahkan aku."
Ia mengeluarkan tongkat hitam suci yang merupakan senjata yang sering digunakan Biksu untuk melawan roh jajat.
"Akan aku tunjukkan padamu." Ucapnya dengan senyuman lebar. "Bagaimana kekuatan? Yang tidak seberapa ini?."
Setelah itu ia melompat tinggi ke arah Uzumaki Araumi. Ia pukul tongkat itu dengan sangat keras ke arah musuhnya, akan tetapi pada saat itu Uzumaki Araumi menggunakan tameng pelung dalam bentuk air. Sehingga serangan tongkat hitam suci tidak mengenai dirinya.
"Ho?." Responnya dengan baik. "Boleh juga kekuatan naga air." Tubuhnya seakan-akan melayang, karena gerakannya tertahan. "Tameng yang sangat bagus sekali." Lanjutnya sambil mengamati bentuk tameng itu.
"Tidak usah banyak bicara!." Kembali amarahnya meledak begitu saja.
Dengan tameng itu ia gunakan untuk menekan tingkat itu, sehingga Biksu Souji Gedaje terjajar ke belakang. Bukan hanya sampai disitu saja, wanita itu maju untuk menyerang Biksu Souji Gedaje dengan menggunakan sebuah tongkat pula yang terbuat dari air?.
Di sisi lainnya, Akihara Masamune juga sedang bertarung. Ia berhadapan dengan Kloning kedua dari Uzumaki Araumi. Pertarungan mereka cukup kuat, karena keduanya menggunakan kekuatan tenaga dalam yang mereka miliki. Beberapa kali tenaga dalam mereka berbenturan, membuktikan siapa yang paling kuat.
"Heh!." Ia mendengus kesal. "Boleh juga kau rupanya pak tua!." Matanya dapat melihat sosok asli dari anak muda yang ia hadapi saat ini.
"Dia kau!." Suaranya terdengar tinggi. "Siapa yang kau panggil pak tua?!." Gejolak emosinya semakin membara.
Beberapa jurus yang ia mainkan tentunya untuk menjatuhkan musuhnya.
Mereka benar-benar tipe orang yang menggunakan tenaga dalam menjatuhkan musuhnya. Api dan air?. Sehingga menghasilkan uap yang semakin banyak menutupi laut keseimbangan.
Pertarungan pertama mereka setelah mendapatkan wadah reinkanasi?. Tapi sepertinya pertarungan mereka sangat kuat. Setidaknya mereka bertarung di dalam dimensi Laut Keseimbangan. Apa yang akan terjadi mereka bertarung di dunia nyata saat ini?.
"Aku sangat yakin dunia manusia akan hancur karena pertarungan ini." Dalam hati Biksu Souji Gedaje mulai waspada.
Beberapa kali serangan yang ia terima hampir saja melukai dirinya jika ia tidak berhati-hati dalam bertindak.
Sementara itu Ryuu Amane dan Uzumaki Araumi telah melepaskan jurus yang mereka mainkan tadi. Kekuatan tenaga dalam yang mereka miliki saat ini sedang berbenturan dengan sangat kuatnya.
Air dan Api?. Apakah keduanya bisa menyatu dengan sangat baik?. Tapi bagaimana itu bisa terjadi?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Bagaimana pertarungan mereka setelah menerima benturan kekuatan tenaga dalam yang sangat dahsyat?. Temukan jawabannya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments