...***...
Alat berat itu terus melaju ke arah Tugu Naga Api?. Tugu seorang wanita cantik yang menghadap ke laut dengan raut wajah penuh kesedihan. Meskipun berwujud seorang wanita, tapi tetap saja dinamakan Tugu Naga Api. Tapi bukan itu yang di bahas. Masalahnya adalah, alat berat itu telah menghancurkan Tugu Naga Api dengan sangat kuat. Hingga batu itu hancur?.
Deg!!!.
Sosok yang ada di dalam Tugu Naga Air sangat terkejut. Dihantam keras seperti itu hingga hancur berkeping-keping tentunya membuatnya sangat terkejut.
"Kenapa kalian menghancurkan aku!."
Suara itu terdengar sangat marah, ia tidak terima dihancurkan begitu saja. Akan tetapi mereka telah terlanjur menghancurkan Tugu Naga Api. Hingga beberapa menit setelah Tugu Naga Api dihancurkan, terdengar gemuruh yang sangat kuat. Mereka yang berada di sekitar laut selatan sangat terkejut. Mereka semua melihat ke arah laut, karena suara itu berasal dari laut.
"Kalian telah melakukan kesalahan yang sangat fatal dengan menghancurkan aku!." Amarahnya sangat membara. "Kalian benar-benar tidak berguna!. Beraninya kalian menghancurkan aku!. Apakah kalian tidak menyadari jika aku adalah segel untuk para sukma naga yang berada di laut selatan!." Ia tidak dapat menahan amarah yang ada di dalam dirinya.
Suara itu kembali terdengar, akan tetapi tidak ada satupun dari mereka yang menggubriskan suara itu. Bukan hanya sekedar itu saja, saat itu tiba-tiba saja laut membuat ombak yang sangat tinggi. Mereka semua sangat ketakutan melihat itu, karena ombak itu mengarah pada mereka semua.
"Lari!. Selamatkan diri kalian!." Seseorang memberikan arahan pada mereka yang berada di sana untuk menyelamatkan diri.
Tapi yang lebih menakutkan lagi adalah, ombak besar itu berubah menjadi siluman naga air yang sangat menyeramkan. Taring panjang, mata merah melotot lebar mengarah pada mereka semua. Sehingga mereka berteriak ketakutan, berusaha menyelamatkan diri.
"Cepat selamatkan diri kalian!."
Di saat yang bersamaan sosok wanita yang merupakan Tugu Naga Api perlahan-lahan merasakan tubuhnya, namun hanya dalam bentuk sukma saja.
Brukh!!!.
"Kegh!." Ia meringis karena tubuhnya jatuh begitu saja, masih terasa sangat kaku. Ia baru saja menerima kesadarannya setelah sekian ratusan tahun yang lalu bersemayam di dalam tugu naga api. Di dalam kekacauan itu, naga air yang sangat ganas memakan manusia yang berada disekitar sana, hingga teriakan semakin terdengar menyakitkan.
"Kegh!. Tubuhku tidak bisa bergerak." Sukma Ratu Naga Api meringis sakit, apalagi saat tubuhnya ditubruk oleh naga Air yang berusaha untuk menyerangnya. "Akh!." Ia berusaha untuk menggerakkan tubuhnya, akan tetapi ia tidak bisa melakukan itu. Apa yang terjadi sebenarnya?. Kenapa ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya?. Kemana kekuatan yang selama ini ia banggakan?.
Srakh!!.
Kumpulan Naga Air itu semakin menjadi-jadi menyerangnya, tubuhnya tercabik-cabik oleh taring panjang Naga Air. Sementara itu Masumi Kenzo yang melihat itu dari gerbang laut Selatan sangat ketakutan. "Bagaimana mungkin itu bisa terjadi!." Ia melarikan diri dari sana. Apalagi saat seekor naga air yang menyeramkan hendak menerkam dirinya. "Jangan makan aku!." Teriaknya dengan penuh ketakutan. Akan tetapi saat ia melihat ke belakang, Sukma Naga Air itu sepertinya sedang menabrak sesuatu, sehingga Sukma naga air itu tidak bisa mengejarnya.
"Hiii!. Sangat menyeramkan sekali!." Masumi Kenzo segera pergi menjauh dari sana. Ia tidak mau menjadi santapan mereka semua. Ia melihat mereka yang berada di sana dimakan oleh sosok-sosok yang mengerikan.
Kembali ke dalam.
"Apakah aku akan berakhir hanya sampai di sini saja?." Dalam hatinya merasa sangat sedih, ia tidak bisa melakukan apapun karena tubuhnya terasa kaku melayang ke sana kini mengikuti kemana arah tubrukan Naga Air terhadap tubuhnya yang tidak dapat melawan sedikitpun. "Sepertinya aku akan berkahir di sini. Rasanya sangat menyakitkan setelah sekian lama tidak bisa bangkit, malah berakhir seperti ini." Ratu Naga Api telah pasrah akan keadaan. Jika memang akan berkahir dengan cara yang sangat menyakitkan seperti ini.
"Gusti ratu!. Bertahanlah!." Terdengar suara seseorang yang memanggilnya?.
Pada saat itu ada seorang anak muda yang datang menghajar Naga Air. Dengan kekuatan yang ia miliki, ia mengusir Naga Air yang terus menyerang Sukma Ratu Naga Api.
TAP!!!.
Pemuda itu berhasil menangkap tubuh Sukma Naga Api, ia berusaha untuk melindungi junjungannya dari serangan brutal itu.
"Siapa?. Siapa yang telah menolongku?." Dalam hatinya bertanya-tanya, karena ia sama sekali tidak mengenal pemuda itu. Akan tetapi jika ia tidak salah dengar, pemuda itu memanggilnya dengan sebutan gusti Ratu?. Ditambah suaranya belum bisa keluar, tenggorokannya terasa sangat sakit untuk berbicara.
"Hamba akan membawa gusti ratu ke tempat yang aman." Pemuda itu terlihat sangat gelisah, ia berusaha untuk melawan Naga Air dengan kekuatan yang ia miliki. Pada saat itu Sukma Ratu Naga Api menyadari, jika jurus yang digunakan oleh pemuda itu adalah jurus dari naga Api. "Syukurlah gusti ratu bisa hamba selamatkan." Pemuda itu bergegas meninggalkan lokasi, mencari tempat yang sangat aman.
"Apakah dia salah satu dari suku naga api?." Dalam hatinya bertanya-tanya. Namun saat itu ia tidak bisa mengingat apa-apa lagi, karena kesadarannya telah hilang. Ia hanya pasrah akan keadaan. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Di saat yang bersamaan, di dasar Laut Selatan. Di dalam sebuah peti besi. Ada seseorang di dalamnya yang sudah sangat lama terkubur di dalamnya. Namun saat itu ia tidak bisa bergerak sama sekali. Hanya gerakan kecil saja, dan imajinasinya yang saat itu yang membayangkan sebuah kebebasan. Naga Air yang sangat besar sedang di rantai dengan rantai yang sangat besar. Segel yang sangat kuat mengunci dirinya, sehingga ia tidak bisa bergerak sama sekali.
"Gwhrrrr." Ia hanya bisa meringis sakit ketika rantai itu semakin kuat menahan dirinya agar tidak bisa lepas dari rantai segel api. "Lepaskan aku!. Lepaskan aku!." Itulah yang ia teriakkan selama ini.
Jika kau bisa mendengarkan suara itu, maka kau akan merasa iba. Karena suara itu terdengar sangat pilu. Menahan kesakitan tang ia tanggung selama ini. "Naga api bedebah!. Lepaskan aku!." Ia terus berontak, ingin lepas dari rantai segel api.
Akan tetapi pada saat itu ada seekor naga api yang datang mendekatinya. Tentunya ia sangat terkejut, apakah anak buahnya itu dapat melihatnya?.
"Sembah hormat hamba gusti raja naga air." Ia memberi hormat pada junjungannya?.
"Apakah segel dari naga api telah melemah?. Sehingga kau bisa melihat wujudku saat ini?." Raja Naga Air sangat terkejut.
Karena selama ini anak buahnya tidak bisa melihatnya sama sekali. Apalagi tidak ada yang sampai di dasar laut selama ini. Meskipun mereka semua tersegel di laut selatan, namun tidak bisa bertemu. Entah bagaimana caranya mereka terkurung di laut selatan, sehingga mereka tidak bisa keluar dari sana?.
"Saat ini kekuatan segel yang dibuat ratu naga api sangat melemah. Karena itulah hamba bisa menemui gusti raja naga air saat ini." Jawabnya.
"Jadi begitu?." Raja Naga Air sedikit mengerti. "Kalau begitu carikan aku tumbal yang sangat banyak!." Ia memerintahkan anak buahnya itu.
"Tumbal?. Tumbal apa yang akan hamba cari gusti raja naga air?." Tentunya anak buahnya ingin mengetahuinya.
"Manusia!. Carikan aku manusia yang memiliki sikap tamak untuk reinkanasi!. Juga mereka yang memiliki masalah hidup yang sangat berat!." Raja Naga Air sangat bersemangat?.
"Tapi gusti raja naga air. Meskipun kekuatan dari segel ratu naga api sedang melemah. Tetap saja mamak tidak bisa meninggalkan gerbang pantai laut selatan." Naga air itu terlihat sangat sedih.
"Aku tidak mau tahu!. Apapun alasannya kalian harus mencari tumbal manusia untukku!." Raja naga Api terdengar sedang marah. "Jika aku berhasil bangkit dan reinkanasi!. Maka kita akan menguasai dunia ini!. Apakah kau masih tidak mengerti kita dengan apa yang aku katakan?!." Bentaknya dengan amarah yang meledak-ledak.
"Hiyaaaaah!. Akan hamba kerjakan gusti!." Naga air itu segera meninggalkan tempat. Karena ia tidak mau terjadi sesuatu padanya nantinya, akibat telah membuat Raja Naga Air murka.
Apalah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Naga Air bisa melakukan reinkanasi?. Apakah ia akan kembali menguasai dunia ini?. Hanya waktu yang akan menjawabnya.
...***...
Bencana yang telah menimpa laut Selatan telah tersebar di penjuru kota Sukuranburu. Mereka sangat takut, karena di lokasi itu terlihat bayangan hitam yang menyerupai Naga Air berkeliaran. Tapi sepertinya mereka tidak bisa melangkah lebih jauh dari seratus meter laut selatan. Seakan-akan ada pelindung gaib yang menahan mereka. Itulah alasan kenapa Naga Air itu tidak bisa menyebar lebih luas lagi. Setidaknya mereka bersyukur akan hal itu, sehingga nyawa mereka masih aman?.
Kabar hari itu meliputi tempat kejadian dari jarak yang sangat jauh. Karena menurut keterangan dari Masumi Kenzo, tempat itu sangat berbahaya untuk didekati. Jangan coba-coba untuk masuk ke sana, atau kau ingin terbunuh.
"Pemirsa dimana pun anda berada. Untuk saat ini laut selatan adalah kawasan yang sangat berbahaya untuk di dekati. Tuan masumi kenzo telah mengatakan agar menjauh, demi keselamatan bersama, untuk sementara waktu jangan mendekati laut selatan." Reporter itu memberikan informasi. "Harap perhatikan larangan tersebut, ini semua demi keselamatan kita bersama. Meskipun kita belum mengetahui dengan jelas bagaimana fakta mengenai kejadian yang sangat mengejutkan." Lanjutnya sambil terus membacakan berita yang telah dijadwalkan.
Di Pusat Kota telah diberi himbauan agar lebih berhati-hati. Terutama bagi warga yang tinggal di sekitar wilayah Selatan. Itulah himbauan mereka, sehingga mereka sangat ketakutan. Tidak berani keluar rumah untuk sementara waktu. Saat ini Murasaki Abeno memanggil Masumi Kenzo sebagai penanggungjawab mengenai masalah yang ada di bagian Selatan. Mereka semua ingin mengetahui kebenarannya, sehingga hari ini mereka berkumpul bersama?. Untuk apa?. Tidak ada tanggapan.
"Apa yang terjadi sebenarnya pada saat itu?." Murasaki Abeno sebagai Gubernur sangat tidak percaya dengan apa yang telah terjadi. "Kenapa itu bisa terjadi?. Pasti ada penjelasan yang masuk akal mengenai masalah itu bukan?." Murasaki Abeno tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh bawahannya itu.
"Saya tidak mengetahuinya dengan pasti. Tapi saat itu saya melihat ada ombak yang sangat besar. Tetapi ombak itu malah berubah menjadi naga air yang sangat mengerikan." Masumi Kenzo sebagai penanggungjawab terlihat sangat ketakutan. "Jika saja saya tidak bisa melarikan diri dengan cepat, mungkin saja saya telah menjadi santapan mereka!." Suaranya terdengar sangat histeris. Ingatannya masih terbayang tentang kejadian itu. "Naga yang banyak, sangat mengerikan, taring yang panjang, penampilan yang menyeramkan!." Ia benar-benar putus asa mengingat semua yang ia lihat pada saat itu.
"Tapi bagaimana mungkin itu bisa terjadi?." Mereka yang ada di dalam ruangan itu sangat tidak percaya. "Katakan dengan padaku!. Tidak mungkin naga ada di zaman sekarang!." Amarahnya memuncak, ia tidak mengerti sama sekali dengan apa yang ia dengar.
"Itu adalah hal yang mustahil!. Ini bukan zaman feodal lagi!." Furio Danto tidak percaya. "Tidak mungkin ada naga. Apalagi ombak yang besar menjadi naga?." Furio Danto mengkerut keningnya. "Kau pikir itu film fantasi untuk menarik penonton agar tertarik dengan filmnya?." Itu memang tidak masuk akal baginya.
"Ya, itu benar!. Kau pasti sedang mengalami mimpi buruk sehingga-." Ucapan Gidou Daisuke terpotong karena ada seorang laki-laki dengan pakaian Biksu masuk ke ruangan itu bersama dua orang lainnya.
"Itu karena kalian telah menghancurkan tugu naga api." Matanya menatap tajam ke arah mereka semua.
"Apa yang kau katakan?. Tugu naga api?." Mereka semua terkejut mendengarnya, karena kata Tugu naga api tidak asing bagi mereka semua.
Deg!!!.
Masumi Kenzo sangat terkejut saat ia teringat Tugu Naga Api. Ya, tugu Naga Api yang terletak di laut selatan. Tugu seorang wanita cantik yang menghadap ke arah laut?. Tapi apa hubungannya dengan itu?.
"Tugu naga api itu adalah gerbang penyegel bagi sukma naga air untuk kembali hidup. Dan kalian telah melakukan kesalahan yang sangat fatal. Kalian telah menghancurkan gerbang penyegel itu." Biksu itu sangat marah. "Setelah ini kalian harus bersiap-siap, karena sukma-sukma naga air akan mencari tumbal untuk reinkarnasi. Akan ada ratusan umat yang akan menjadi korbannya. Karena tidak semuanya cocok menjadi wadah untuk mereka reinkarnasi." Sorot matanya semakin tajam menatap mereka semua. "Kalian harus segera menyelesaikan masalah ini dengan cepat, jika kalian tidak ingin terjadi sesuatu yang mengerikan di kota sukuranburu." Lanjutnya Setelah itu mereka meninggalkan tempat itu, akan tetapi Murasaki Abeno menahan mereka. .
"Tunggu!." Dengan suara yang sangat keras ia mencoba menahan Biksu itu. "Tunggu dulu." Perasaannya sangat tidak nyaman setelah mendengarkan penjelasan itu.
"Hum?. Apa yang ingin kau ketahui?." Biksu itu membalikkan badannya.
"Apa yang harus kami lakukan agar menghentikan itu?. Tolong beritahu kami caranya. Ini demi keselamatan penduduk kota sukuranburu." Murasaki Abeno sangat memohon. "Saya tidak mau ada yang menjadi korban karena masalah itu." Matanya sangat memancarkan ketulusan. "Katakan pada kami apa yang harus kami lakukan?. Beritahu kami yang tidak mengerti apa-apa ini mengenai naga air." Lanjutnya.
Pendeta itu terlihat menghela nafas panjang. "Harusnya kalian mengetahui sejarah tugu itu dengan baik." Sangat berat ia ingin mengatakannya. "Itu bukanlah sekedar cerita dongeng anak-anak sebelum tidur. Tapi itu kisah nyata yang kalian ulangi sejarah kelamnya." Ucapnya dengan berat hati. "Satu-satunya cara untuk menghentikan sukma naga air untuk reinkarnasi adalah, kalian adalah dengan mencari sukma naga api. Hanya mereka yang mampu mengatasi masalah itu." Lanjutnya.
Mereka semua yang ada di ruangan itu tercengang mendengarkan apa yang dijelaskan oleh pendeta. Mereka tidak lagi mengeluarkan kata-kata. Karena itu adalah hal yang sangat mustahil untuk mereka lakukan. Apakah yang akan terjadi setelah ini?. Apakah Kota Sukuranburu akan menjadi kota yang sangat menakutkan untuk dihuni?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.
...***...
Sementara itu di suatu tempat.
Pemuda yang menyelamatkan Sukma Ratu Naga Api adalah prajurit kepercayaan Raja Naga Api kala itu. Tentunya ia masih ingat dengan junjungannya, Ratu Naga Api. Hatinya sangat sedih melihat kondisi Sukma Naga Api dalam keadaan terluka parah. Ia berusaha untuk menyalurkan tenaga dalamnya untuk menyembuhkan luka junjungannya. Perasaanya sangat gelisah, hingga ia meneteskan air matanya saking takutnya yang ia rasakan saat ini. Karena luka yang diterima oleh Ratu Naga Api sangat dalam, mungkin itulah alasan kenapa sang Ratu tidak sadarkan diri.
"Gustu ratu!. Hamba mohon terima tenaga dalam hamba!. Supaya gusti ratu bisa kembali pulih." Perasaannya sangat tidak karuan, ia harus segera menyembuhkan Sukma Ratu Naga Api. Ia tidak bisa membiarkan Sukma Ratu Naga Api dalam keadaan seperti itu. Meskipun hanya berbentuk sukma, tetap saja akan berbahaya.
"Gusti raja naga api, berikan hamba kekuatan untuk menyembuhkan gusti ratu naga api." Dalam hatinya sangat berharap dan berdoa untuk keselamatan Ratu Naga Api. "Jika gusti ratu naga api tidak bisa diselamatkan, siapa yang akan menyegel semua sukma naga air?." Ia masih ingat dengan kejadian waktu itu. "Aku harus mencari cara, tidak akan aku biarkan gusti ratu pergi begitu saja." Ia berusaha untuk tenaga, apalagi pikirannya kembali ke masa ketika ia masih melihat Ratu Naga Api masih dalam keadaan sehat.
Kembali ke masa itu.
Di kediaman Ratu Naga Api.
Tatsu saat ini sedang berlatih bersama Ratu Naga Api. Sebagai pengawal pribadi sang Ratu tentunya ia harus memiliki kepandaian. Selain menjaga sang Ratu dari marabahaya, tentunya ia melatih Ratu Naga Api agar bertahan dari serangan apapun. Tapi sayangnya Ratu Naga Api sepertinya tidak mau berlatih hari ini.
"Kenapa kau melotot seperti itu padaku?." Ratu Naga Api merasa kesal.
"Eh?. Ahaha tidak. Hamba tidak melotot, hamba hanya sedang memperhatikan bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh istri hebat dari raja naga api yang hebat." Dengan tatapan penuh kekaguman ia dapat melihat bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh Ratu Naga Api.
"Heh!. Jadi kau bisa melihat kemampuan yang aku miliki?." Ratu Naga Api sedikit terkesan. "Kalau begitu kau layak menjadi pengawal pribadi ku." Ratu Naga Api tersenyum kecil.
"Tentu saja gusti ratu." Dengan semangat membara ia berkata seperti itu.
Kembali ke masa ini.
Tatsu menangis membayangkan apa saja yang telah ia lewati bersama Ratu naga Api pada saat itu. Hatinya sakit mengingat semua kenangan indah itu.
Apakah ia bisa menyelamatkan Sukma Ratu Naga Api?. Hanya waktu yang akan menjawabnya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments