...***...
Di suatu tempat.
Setalah kejadian itu, semaunya sangat kacau, meskipun parah, namun masih bisa diatasi kembali. Karena hanya laut selatan saja yang mengalami kerusakan parah. Akan tetapi tempat itu sekarang menjadi tempat terlarang bagi siapa saja yang ingin memasukinya. Pemerintah telah memberikan syarat edaran larangan itu.
Gubernur Murasaki Abeno sebagai Gubernur Kota Sukuranburu memberikan pengumuman itu melalui media. Sehingga terjadinya keributan tentang kebenaran itu. Media sosial juga sedang sibuk membicarakan fenomena yang terjadi di Laut selatan. Gubernur Murasaki Abeno sedang sesi wawancara dengan beberapa TV mengenai masalah aneh itu.
"Saya murasaki abeno, selaku gubernur kota sukuranburu menghimbau pada penduduk kota sukuranburu, untuk sementara waktu jangan mendekati laut selatan, karena kawasan laut selatan saat ini sedang berbahaya." Itulah penjelasan singkat darinya.
"Lalu bagaimana cara mengatasi masalah laut selatan itu pak? Apakah bapak akan menyewa seseorang yang mengetahui cara mengatasi masalah laut selatan?." Wanita itu kembali bertanya.
Tentunya itu pertanyaan yang mewakili mereka semua, mereka takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Siapa yang akan mencegah hal mengerikan itu?. Bahkan beredar kabar banyak korban berjatuhan di sana karena dimangsa makhluk menyeramkan itu.
"Sebagai gubernur saya akan mencari solusinya, harap semuanya menaati larangan tersebut, karena akan berbahaya jika sukma naga itu keluar dari sana."
"Sukma naga?.
"Bagaimana mungkin tuan bisa menyimpulkan seperti itu? Apakah tuan sudah sangat yakin jika itu adalah sukma naga?."
Deg!.
Gubernur Murasaki Abeno sangat gugup ketika ditanya seperti itu. "Aku tidak bisa menjelaskan pada mereka, dari mana aku bisa mengetahui itu." Dalam hatinya sangat bingung mau menjelaskan apa.
"Bagaimana tuan? Apakah tuan telah melakukan penyelidikan lebih dalam? Sehingga tuan telah mengetahui jenis makhluk apa yang telah menyerang laut selatan Kota sukuranburu?." Desaknya.
"Berikan kami penjelasan lebih rinci lagi, karena ini semua demi menjaga keselamatan kita bersama."
"Maaf, saya tidak bisa menjelaskan lebih rinci, namun kami akan berusaha mengatasi masalah itu dengan cepat." Gubernur Murasaki Abeno segera meninggalkan tempat, tentunya dibantu pengawalnya. Sehingga pemburu berita menghebohkan itu tidak bisa mengejarnya, tentu saja mereka ingin mengorek lebih lanjut masalah yang telah terjadi.
"Pak?! Tunggu dulu pak! Jelaskan pada kami! Tolong jelaskan pada kami!." Mereka berusaha untuk mengejar Gubernur Murasaki Abeno. Akan tetapi ia segera masuk ke dalam gedung gubernur. Mereka semua kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keterangan yang lebih lanjut.
"Maaf, jangan mengganggu untuk sementara waktu." Itulah yang dikatakan oleh satpam yang menghalangi mereka supaya tidak masuk ke dalam gedung gubernur.
"Untuk saat ini kita tidak bisa mendapatkan keterangan langsung dari tuan murasaki abeno, tapi kita semua berharap itu bukanlah bencana yang akan membuat negeri ini dilanda ketakutan." Itulah harapan dari sang reporter.
Apakah mereka bisa mengatasi masalah ini dengan baik?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.
...***...
Saat ini di sebuah tempat, sukma Ratu Naga Api sedang terbaring dengan sangat lemahnya. Ia tidak memiliki kekuatan apapun setelah bangkit dan keluar dari Tugu Naga Api selama ratusan tahun yang lalu?. Akihara Masamune sedikit lebar, karena ia berhasil mengembalikan kesadaran Sukma Ratu Naga Api. Setelah menggunakan berbagai cara, akhirnya ia bisa melakukannya.
"Apakah tidak ada yang bisa hamba lakukan Gusti Ratu? Katakan pada hamba, hamba akan melakukannya." Tatsu terlihat sangat sedih, ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan Sukma Naga Api.
"Oh, tatsu? Kau masih hidup rupanya?." Suara sang Ratu terdengar sangat lemah setelah mengalami kebangkitan. "Kau bahkan terlihat jauh lebih muda, dari yang terakhir kalinya kita bertemu." Senyuman itu sangat tidak bertenaga, wajahnya sangat pucat. Namun sikap akrabnya dengan pengawal pribadinya masih sama seperti yang dulu.
"Um ya? Hamba masih awet muda Gusti Ratu." Tatsu masih menanggapi candaan Ratu Naga Api dalam keadaan seperti itu. Namun tidak dengan air matanya yang saat ini menandakan bahwa ia sangat sedih.
"Kau tidak usah bersedih tatsu." Hatinya sedih melihat Tatsu memasang wajah iba seperti itu padanya. "Aku baik-baik saja, hanya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan zaman ini." Sukma Ratu Naga Api berusaha untuk kuat, meskipun tubuhnya terasa sangat sakit, namun ia berusaha untuk tetap kuat. "Terima kasih, karena kau telah memberikan aku obat, kau sangat baik sekali." Ratu Naga Api tidak pernah mengecewakan siapa saja yang berbuat baik padanya. "Kebaikanmu sama sekali tidak berubah, masih tetap sama seperti waktu itu."
"Hamba akan tetap baik pada Gusti Ratu, hamba akan sekalu baik."
"Terima kasih tatsu."
"Kalau begitu hamba akan menjaga Gusti Ratu sampai sembuh, percayakan
"Tapi bagaimana mungkin kau bisa mengalami reinkarnasi? Apakah terjadi sesuatu padamu?."
Ratu Naga Api merasa sangat penasaran, ia tidak percaya jika bawahannya bisa hidup kembali?.
"Bukankah sudah sangat jelas? Pada saat itu kau tewas di depan mataku saat kau mencoba melindungi aku dari serangan Raja naga air."
"Hamba juga bingung, namun saat itu hamba melihat pemilik tubuh ini, ia bermimpi dikejar naga api, dan saat itu hamba merasakan adanya hubungan yang sangat dekat dengannya."
"Lantas? Kau mengambil alih tubuhnya untuk hidup kembali?."
"Hamba melakukan itu, karena pemilik aslinya terbunuh oleh perampok, hamba berhasil mengambil alih tubuh ini, karena itulah hamba bisa hidup kembali."
"Jadi seperti itu? Cukup mengejutkan juga." Ratu Naga Api terlihat sedikit bingung.
Lantas apa yang akan dilakukan Ratu Naga Api atas kejadian itu?. Apakah ia akan melakukan hal yang sama?. Simak dengan kisahnya.
...***...
Sementara itu di kediaman Ryuu Amane.
Setelah mendengarkan berita tentang larangan untuk tidak mendekati laut selatan. Ia memikirkan cara terdekat menuju ke sekolah. Karena selama ini ia selalu lewat jalan itu, apalagi melewati laut selatan lebih dekat.
"Apa yang harus aku lakukan? Rasanya aku tidak akan sanggup jika tidak lewat jalan laut selatan." Dalam hatinya merasa bimbang, ia tidak mengerti apa yang akan terjadi setelah ini padanya. Ia mengamati beberapa luka yang si terima dari Izumi, Natsumi dan Ayuri yang selalu saja menyiksanya entah apa kesalahan yang ia lakukan, akan tetapi kenapa mereka malah membencinya?.
Kembali ke masa itu.
Ryuu Amane hendak pulang sekolah. Akan tetapi Izumi, Natsumi, dan Ayuri menghadangnya. Mereka melempari tas mereka ke arah Ryuu Amane. Hampir saja Ryuu Amane terjatuh karena keseimbangan tubuhnya.
"Bawa tas kami!." Bentak Izumi dengan suara yang sangat keras.
"Tapi kita kan beda arah pulangnya?." Ryuu Amane mencoba menjelaskan pada mereka.
Duakh!!.
Izumi, Natsumi, dan Ayuri menendang kaki Ryuu Amane dengan sangat kuat. Bukan hanya itu saja, mereka menampar, bahkan memukuli Ryuu Amane dengan kejamnya.
"Egkhakh!." Ryuu Amane berteriak sakit karena perlakuan mereka. Akan tetapi tidak ada satupun yang membantunya. Mereka malah senang melihat adegan itu, dan bahkan ada yang bersorak kegirangan ketika melihat Ryuu Amane disiksa oleh mereka semua.
"Huffh! Sepertinya mereka melakukan hal yang tidak berguna, lagi-lagi mereka suka menyiksa orang lain." Mitsuya Chitose menghela nafas dengan lelahnya. Ia sangat bosan melihat pemandangan itu setiap akan pulang sekolah , rasanya ia hampir hafal dengan apa yang akan terjadi.
"Mau bagaimana lagi? Itu adalah resiko dari orang yang lemah." Dalam hatinya hanya bisa memperhatikan itu. "Jika kau ? Maka kau akan ditindas." Dalam hatinya sebenarnya sangat benci akan situasi seperti itu. "Jika kau kuat? Maka kau yang akan menindas yang lemah." Kazuki Hideki sangat faham sekali dengan hukum alam yang menakutkan seperti itu.
"Kenapa dia itu sangat lemah sekali? Mudah sekali kena tindas?." Dalam hatinya merasa simpati, hanya saja malas berurusan dengan masalah yang seperti itu. "Kenapa dia tidak lari saja dari sekolah ini? Apa yang ia harapkan dari sekolah yang tidak berguna ini?." Dalam hati Atsui Akamaru memperhatikan itu. "Sudah sangat jelas, sekolah ini hanya memberikan rasa sakit padanya, tapi dia tidak pergi? Aneh sekali, apakah dia suka disiksa seperti itu?." Namun ia juga enggan untuk membantu Ryuu Amane yang jelas-jelas tidak bisa melawan mereka yang merasa berkuasa.
Kembali ke masa ini.
Itulah yang diingat oleh Ryuu Amane setiap pulang sekolah. Belum lagi dari keluarganya sendiri yang sangat tidak menginginkan kehadirannya. Karena ia adalah anak dari seorang wanita yang sama sekali tidak diharapkan oleh ayahnya serta ibunya. Bisa dibilang ibu kandung dari Ryuu Amane adalah seorang wanita malam yang katanya menggoda Ryuu Amatsu, sehingga terjadi pertengkaran. Ibu Ryuu Amane meninggalkan anaknya pada ayahnya yang sama sekali tidak mencintai dirinya. Setiap hari di rumah pun ia menderita karena perkataan mereka semua.
"Jika saja aku bisa melawan mereka semua? Akan aku lawan mereka." Dalam hatinya merasakan sakit hati yang sangat luar biasa. "Suatu saat nanti akan aku buktikan pada kalian, jika aku tidak selemah yang kalian pikirkan. Lihat saja saat itu tiba." Ada api gejolak yang sedang menyala di dalam hatinya. Tekad yang ia tunjukkan pada dunia, bahwa ia adalah wanita yang sangat kuat. Wanita yang sangat tangguh dalam keadaan apapun. Tapi apakah ia mampu melakukan itu?.
"Kalian tidak akan bisa lagi menghina diriku, kalian tidak akan bisa lagi merendahkan diriku. Akan aku lawan kalian semua dengan kekuatan yang aku miliki. Aku telah bersumpah pada diriku. Suatu saat nanti aku akan memperlihatkan pada kalian semua bagaimana kekuatan keteguhan hati yang aku miliki selama ini." Ryuu Amane berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan melakukan semuanya dengan baik. Tidak akan ia biarkan siapapun juga menindas dirinya. Apakah ia bisa melakukan semua itu?. Apakah ia bisa mewujudkan keinginan terbesar yang ia ingin saat itu?. Apakah ia sanggup melakukan itu?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Similar terus ceritanya.
...***...
Laut selatan.
Jauh di bawah laut selatan, saat itu ada getaran aneh terjadi di sana, getaran gelombang yang diakibatkan oleh Sukma Naga Air yang hendak bangkit, namun sukmanya masih tertahan karena segel yang diberikan Ratu Naga Api masih sangat kuat menempel di sana.
"Apa yang akan kita lakukan? Yang mulia Raja naga air tidak bisa bangkit sepenuhnya."
"Kita harus mencari cara agar bisa membuat junjungan kita bangkit lagi."
"Kalau begitu kita harus mencari tumbal dari kalangan manusia, kita harus mencari darah segera untuk reinkarnasi kembali."
"Tapi sebelum itu? Kita juga harus dalam wujud manusia, agar lebih mudah bergerak.*
"Aku setuju dengan ucapanmu."
Setelah itu kedua sosok Sukma naga Air segera pergi meninggalkan tempat, tentunya mereka akan melaksanakan tugas mereka untuk membangkitkan kembali Raja mereka.
Sedangkan Raja Naga Air yang masih tersegel di dalam sebuah peti?. Saat itu ia masih bisa menangkap pembicaraan prajuritnya, hanya saja saat itu ia tidak bisa berbicara.
"Kurang ajar sekali, aku tidak bisa mengatakan apa yang harus mereka lakukan." Dalam hatinya sangat kesal. "Tapi manusia mana yang telah menghancurkan tugu naga api? Sehingga aku hampir bangkit seperti ini?." Timbul pertanyaan di dalam hatinya. "Akan aku cari manusia itu jika aku bangkit, akan aku ucapkan terima kasih padanya." Dalam hatinya lagi. "Aku juga akan mencari keberadaan mereka, tidak mungkin dia mati begitu saja setelah tugu itu berhasil dihancurkan." Dalam hatinya sangat yakin dengan apa pikirannya. "Tunggu saja saat itu tiba, maka aku yang akan menguasai kerajaan ini." Hatinya mulai membaik ketika membayangkan kejadian itu.
Tapi apakah benar-benar bisa melakukannya?. Simak dengan baik kisahnya.
...***...
Di alam bawah sadar Ratu Naga Api.
Malam itu mereka sedang berdiskusi tentang apa yang akan dilakukan untuk mencegah penyerangan dari suku Naga Air.
"Keselamatan suku naga api sedang dipertahankan, begitu banyak korban yang berjatuhan, bahkan keturunan campuran pun ikut jadi korbannya."
"Mereka sudah sangat keterlaluan, hati nurani mereka telah mati, tidak bisa lagi diajak bicara sebagai makhluk yang memiliki akal."
"Kita harus mencegah itu, suku campuran akan menderita jika perang ini terus berlanjut."
"Kita harus melakukan sesuatu, jika memang menyegel Raja naga air adalah pilihan terakhir? Maka kita harus melakukan itu."
"Tapi itu sangat berisiko, dan akan mengancam keselamatan kita."
Raja Naga Api tampak cemas dengan apa yang dikatakan Ratu Naga Api, hatinya sangat gelisah dengan rencana itu.
"Kita tidak punya pilihan lain, hanya itu satu-satunya cara yang bisa kita lakukan."
"Apakah tidak ada cara lain? Bagaimana kalau kita gagal nantinya?."
Ratu Naga Api menatap Raja Naga Api dengan sangat lekat, mencoba untuk menjelaskan situasinya.
"Kita ini adalah kepala tertinggi yang akan bertanggung jawab atas apa yang akan menimpa rakyatnya, tidak ada waktu lagi untuk memikirkan itu semua, hanya keselamatan mereka yang ada dalam pikiranku saat ini."
"Oh? Ratuku."
Raja Naga Api memeluk erat istrinya, hatinya sangat gelisah.
"Kita adalah orang-orang yang memiliki kelebihan untuk melakukan itu, kita dipercaya untuk menjaga mereka dari bahaya."
"Baiklah, jika memang seperti itu? Tentu saja aku akan melakukannya bersamamu."
"Syukurlah jika memang seperti itu."
Ratu Naga Api sangat bersyukur, karena suami yang sangat ia cintai kau mendukung apa yang akan ia lakukan.
Setelah itu keduanya melakukan penyegelan secara besar-besaran pada Raja Naga Air, tentu saja mereka lakukan demi menjaga keselamatan suku Naga Air.
"Yang mulia Raja."
Ratu Naga Api yang gelisah di dalam tidurnya hanya bisa memanggil suaminya.
"Bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah kau bisa bangkit lagi? Apakah kau menyadari apa yang telah terjadi di sini?." Dalam tidurnya, Ratu Naga Api masih memikirkan tentang suaminya. "Aku hanya berharap, suatu hari nanti kita akan bertemu lagi." Tentu saja itu adalah keinginan besar dari lubuk hatinya. "Aku sangat merindukanmu."
Apakah Raja Naga Api juga akan bangkit?. Simak dengan baik kisahnya.
...***...
Di sebuah kuil.
"Lagi-lagi aku merasakan adanya getaran yang terpancar dari patung dewi cantik ini." Biksu Souji Gedaje merasakan itu. "Siapa sosok patung dewi cantik ini? Kenapa terlihat sedang bersedih?." Dalam hatinya sangat bingung dengan apa yang ia lihat saat itu.
Matanya terus memperhatikan patung Dewi itu, firasatnya mengatakan akan terjadi suatu hal yang menarik nantinya.
"Kalau tidak salah? Ayah pernah mengatakan, jika patung Dewi ini adalah jelmaan dari Ratu naga api, sama halnya dengan tugu Ratu naga api yang melindungi wilayah selatan." Biksu Souji Gedaje masih ingat dengan ucapan ayahnya. "Aku tidak menduga jika apa yang dikatakan ayah itu memang sangat benar, aku kira itu hanyalah sebuah dongeng saja." Dalam hatinya lagi.
Kembali ke masa itu, di mana ia berusia 5 tahun.
Setiap harinya ia di bawa ke laut selatan untuk memantau tugu Ratu Naga Api.
"Setiap hari kita ke sini, apakah ayah tidak bosan?."
"Ini adalah tugas ayah untuk menjaga, dan merawat tugu yang mulia Ratu naga api."
"Menjaga dan merawatnya? Bukankah ini hanyalah tugu biasa?."
Dengan penuh kelembutan ia menatap anaknya. "Ini bukan tugu biasa anakku, apakah kau mengerti makna kenapa ia menghadap ke arah laut?."
"Tidak ayah."
"Itu artinya Gusti Ratu naga api sedang menyegel Raja naga api yang jauh berada di dasar laut selatan, supaya ia tidak bangkit."
"Supaya tidak bangkit?."
"Ya, konon kisahnya Raja naga air sangatlah jahat, ia ingin berkuasa atas suku naga api, hingga ia melakukan pembunuhan."
Biksu Souji Gedaje saat itu hanya menyimak apa yang dikatakan ayahnya, karena saat itu ia tidak mengerti sama sekali kejadiannya.
Kembali ke masa ini.
"Lantas apa yang akan aku lakukan? Ayah tidak mengajari aku cara mengembalikan situasinya, dan tugu naga api pasti telah hancur." Dalam hatinya sangat yakin dengan itu. "Situasi seperti ini? Rasanya aku telah hidup di zaman feodal." Ia menghela nafasnya yang terasa sangat lelah. "Aku hanyalah manusia bisa, mana mungkin aku memiliki kekuatan sihir atau semacamnya." Entah kenapa saat itu juga merasa ketakutan. "Bagaimana jika suku naga air juga bangkit? Dan mereka kembali ingin menguasai dunia ini? Gawat sekali!." Perasaan takut itu semakin besar ia rasakan. "Aku harus berbuat apa? Aku tidak kau jadi tumbal mereka!." Teriaknya dengan penuh ketakutan yang sangat luar biasa. "Kenapa ini bisa terjadi? Apakah ada alat untuk kembali ke masa itu? Supaya aku bisa mencegah kejadian itu!." Teriaknya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah bisa mengatasi masalah yang terjadi?. Apakah benar suku Naga akan kembali bangkit?. Lantas apa yang akan mereka lakukan untuk mengatasi situasi aneh itu?. Temukan jawabannya dalam halaman berikutnya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments