...***...
Hampir Satu bulan berlalu, saat ini belum ada tanda-tanda bahaya yang muncul dari tempat itu. Murasaki Abeno sebagai Gubernur telah memberi izin pada penduduk Kota Sukuranburu bagian selatan untuk melakukan kembali aktivitas seperti biasa. Hanya saja ada larangan untuk tidak melewati laut selatan. Karena menurut beberapa pandangan, tempat itu masih berbahaya. Sukma Ratu Naga Api juga sedang mencari wadah untuk ia reinkarnasi. Bahkan media lokal sering menghimbau masyarakat agar tidak mendekati laut selatan
Saat ini ia sedang mengikuti Tatsu atau namanya yang kini adalah Akihara Masamune yang ternyata adalah seorang anak SMA selatan. Kondisinya telah baikan setelah istirahat dengan baik. Tapi sayangnya ia belum juga menemukan wadah untuk melakukan reinkarnasi. Sehingga saat ini masih berusaha mencari wadah yang sangat tepat untuk reinkarnasi.
"Dulu kau saja enggan untuk belajar." Sukma Ratu Naga Api heran. "Aku rasa ini adalah hukuman untukmu, karena kau tidak mau belajar."
"Ahaha!." Tatsu hanya tertawa saja, karena itu memang terdengar lucu baginya. "Gusti ratu jangan berkata seperti itu." Ia malah malu mendengarkan ucapan Sukma Ratu Naga Api.
"Tapi dunia manusia sekarang suasananya lebih ramai." Matanya memperhatikan keadaan sekitarnya. "Aku merasa tidak nyaman sama sekali." Keluh Sukma Ratu Naga Api. "Aku merasakan adanya perbedaan, yang sangat kuat dari yang dulu." Beberapa kali Sukma Ratu Naga Api terlihat menghela nafas. "Perbedaan yang sangat kental, dan sangat asing."
"Ahaha!." Akihara Masamune kembali tertawa. "Mungkin itu hanya perasaan gusti ratu saja." Ia mencoba memahami keadaan Sukma Ratu Naga Api. "Apakah karena sudah lama tidak bertemu? Makanya gusti ratu jadi seperti ini?." Dalam hati Akihara Masamune.
Namun saat mereka melewati sebuah kelas, terlihat ada seorang siswi yang di-bully. Tentunya Sukma Ratu Naga Api yang tidak terlihat siapa saja kecuali Tatsu terkejut melihatnya.
Ryuu Amane?. Mungkin itulah nama siswi yang sedang dibully oleh mereka saat ini. Sungguh kasihan sekali melihat keadaannya yang teraniaya.
"Apakah manusia jaman sekarang seperti itu?." Sukma Ratu Naga Api memperhatikan itu. "Caranya menindas orang lain?." Perasaanya sangat tidak enak mengenai itu.
"Ha-hamba juga tidak mengerti." Jawab Akihara Masamune. "Tapi sepertinya memang seperti itu Gusti Ratu."
"Tidak ada perasaan sedikitpun, di dalam hatinya." Dalam hatinya semakin tidak tenang. "Kecuali kesenangan, di saat melihat seseorang menderita? Dengan apa yang ia lakukan." Ratu Naga Api tidak tega melihat itu.
Saat itu ia teringat masa lalunya yang mengalami hal yang sama. Sungguh hatinya sangat sakit melihat pemandangan yang sepeti itu dihadapannya saat ini.
"Kejam juga kehidupan manusia di jaman ini." Ia berusaha bersikap cuek, akan tetapi pada saat itu. Entah kenapa tiba-tiba saja tubuhnya bergerak sendiri, membuat Tatsu terkejut melihat itu.
"Gusti Ratu?." Tatsu atau Akihara Masamune tidak dapat menahan Sukma Ratu Naga Api, karena itu sama sekali tidak ia sadari. "Apa yang Gusti Ratu inginkan?." Akihara Masamune bertanya karena penasaran. Namun kakinya terasa berat untuk mencegah apa yang akan dilakukan oleh Ratu Naga Api.
Deg!!!.
"Huh?!."
"Siapa kau?."
Apalagi ketika Sukma Ratu Naga Api masuk ke dalam tubuh siswi tersebut. Keduanya saling bertanya satu sama lain, sangat tidak asing untuk mereka. Wajah mereka terlihat mirip sama persis?. Bagaimana mungkin wajah mereka terlihat mirip?. Jelas-jelas mereka berbeda orang, beda dimensi, dan berbeda usia?.
"Aku kenapa?." Antara Sukma Ratu Naga Api dan Siswi itu sepertinya memiliki kecocokan diantara keduanya. Ratu Naga Api tidak menduganya, jika ia telah menemukan wadah reinkarnasi?.
Sukma keduanya saling bertatapan satu sama lain, bertemunya dua Sukma yang berbeda alam. Namun saat itu Sukma Ratu Naga Api menyadari sesuatu, ia tepis kuat ember itu dengan tangannya. Sehingga ember yang berisikan air yang sangat menyengat itu terbang jauh menyiram siapa saja yang dilewati ember itu. Tentunya mengenai mereka yang ingin berbuat jahat pada Ryuu Amane.
"Kyaa!."
Terdengar suara teriakan dari beberapa siswa dan siswi yang terkena air dari ember itu.
"Sial!." Umpatnya dengan kesal. "Apa yang hendak kalian lakukan padaku?! Hah?!" Sorot mata siswi itu terlihat sangat menyeramkan. Membuat mereka sedikit menjauhinya karena suaranya juga berbeda.
"Gusti Ratu!." Akihara Masamune melihat itu dengan baik. "Oh!? Akhirnya Gusti Ratu menemukan wadah untuk reinkarnasi." Ia sangat senang saat melihat tubuh Ryuu Amane sangat cocok dengan junjungannya.
Sementara itu siswa dan siswi yang melihat itu sangat terkejut.
"Hei!." Teriaknya dengan suara yang sangat keras. "Si miskin yang tidak tahu diri!." Bentaknya. "Beraninya kau menepisnya!."
"Kau berani melawan sekarang ya?!."
Mereka berkomat-kamit berkata yang tidak baik pada Ryuu Amane.
"Apakah kalian tidak memiliki pekerjaan lain?." Ryuu Amane sangat kesal. "Selain menyakiti aku?!." Tatapan matanya sangat tajam. "Kalian ini sangat menyedihkan sekali."
Ryuu Amane berkata seperti itu?. Tentu saja mereka saling bertatapan satu sama lain. Tidak mungkin Ryuu Amane siswi paling lemah?. Kini bermain melwan mereka semua?.
"Ho?." Respon Mayumi dengan senyuman aneh. "Kau mulai mau melawan ryuu-kun?." Ia terlihat geram. "Kau sudah berani rupanya?." Mayumi sangat kesal melihat itu. Ia maju untuk menunjukkan bahwa dirinya lebih kuat dari Ryuu Amane.
Namun ketika Mayumi ingin menghajar Ryuu Amane, ia terkejut karena siswi yang lemah itu bisa menghadangnya dengan baik?. Tentunya itu membuat mereka semua terkejut.
"Kegh!." Mayumi merintih sakit saat perutnya terkena tendangan dari Ryuu Amane. Mereka semua yang melihat itu sangat tidak menyangka sama sekali.
"Jangan kau sentuh aku! Dengan tangan bodohmu itu." Dengan jijiknya ia mengusap tubuhnya, seakan-akan yang tadi menyerangnya adalah makhluk yang paling jorok di dunia ini. "Berani sekali kalian memperlakukan aku dengan buruk!." Amarah Ryuu Amane meningkat seiring dengan apa yang mereka lakukan.
"Baru seperti itu? Kau malah melunjak anak bodoh!."
Lagi, kali ini Karin yang terkena sepakan yang sangat keras. Mereka semua benar-benar tidak menyangka jika Ryuu Amane, siswi yang sering tertindas saat ini melakukan perlawanan?. Saat itu Atsui Akamaru, dan kedua temannya memperhatikan itu. Mereka juga terkejut melihat perubahan yang dialami oleh Ryuu Amane.
"Heh!." Ia mendengus kesal. "Sepertinya si lemah ini." Ia melihat raut wajah Ryuu Amane dari kejauhan. "Mulai muak, setelah ditindas selama ini." Mitsuya Chitose melihat itu. Ada perasaan aneh yang ia tangkap melihat perubahan Ryuu Amane.
"Siapa yang tidak muak?." Responnya. "Jika ditindas seperti itu setiap harinya?!." Lanjutnya. "Aku pun akan membalas, jika diperlakukan seperti itu." Kazuki Hideki melihat kerumuman itu dengan tatapan bosan.
"Apakah kalian masih punya waktu?." Entah kenapa ia malah jengkel pada kedua temannya. "Untuk membahas masalah itu?." Lanjutnya. "Lebih baik kerjakan yang lain." Atsui Akamaru juga bosan melihat itu. "Kalau begitu kita tinggalkan saja, kelas yang membosankan ini." Ia melangkah pergi meninggalkan kelas itu. Ia memang tidak betah dengan suasana yang seperti itu.
"Haik! Atsui sama!."
Keduanya hanya menuruti apa yang dikatakan oleh Atsui Akamaru. Mereka bertiga pergi meninggalkan tempat itu. Malas juga berlama-lama di sana, itulah yang ada dipikiran mereka saat ini.
Di sisi lain, Tatsu sangat kagum dengan apa yang dilakukan junjungannya itu.
"Oh?! Gusti ratu!." Dalam hatinya sangat senang. "Kau sangat hebat sekali, hajar saja mereka." Akihara Masamune senang melihatnya. "Dengan kekuatan anda yang luar biasa itu." Akihara Masamune memperhatikan dari tadi dengan jarak yang aman. Cukup lama ia tidak melihat Ratu Naga Api menggunakan kekuatannya.
"Ekhm!." Kazuo Fujitora memberi kode pada Akihara Masamune atau Tatsu, sehingga ia tersadar bahwa jam pelajaran telah dimulai. Sementara itu ia melihat kekacauan sedang terjadi di kelas itu.
"Hadeh!." Keluhnya. "Ternyata pelajarannya dah mulai toh!." Dengan terpaksa Tatsu bergegas meninggalkan tempat. "Maaf ya Gusti Ratu." Dalam hatinya merasa bersalah. "Nanti hamba akan kembali, jika jam istirahat nanti." Ia bergegas meninggalkan ruangan kelas itu. "Hamba harap Gusti Ratu, tidak menghancurkan sekolah ini." Dalam hatinya sangat cemas. "Karena tidak bisa mengendalikan amarah Gusti Ratu."
Tatsu segera pergi dari kelas, karena tidak ingin merepotkan Akihara Masamune.
"Dan kalian semua." Dalam hati Akihara Masamune. "Aku harap kalian masih hidup, sampai nanti siang sebelum aku kembali." Ia meninggalkan tempat sambil meninggalkan pesan yang sama sekali tidak tersampaikan pada mereka semua.
"Eh? Apakah gusti ratu naga api sangat menakutkan?." Akihara sang pemilik tubuh asli yang sempat berkomunikasi meskipun sesekali saat ini bertanya pada Tatsu.
"Jangan tanyakan lagi." Jawab Tatsu. "Dia adalah wanita yang sangat menentukan." Ucapnya dengan perasaan takut. "Karena itulah, kau jangan sampai membuatnya marah." Dengan langkah seribu ia membawa Akihara Masamune menuju kelasnya.
Sementara itu di kelas.
"Kalian semua!." Matanya menatap tajam. "Apa yang telah kalian lakukan?!." Dengan nada yang sangat tinggi ia menghentikan semua yang mereka lakukan.
"Dia telah melakukan kekerasan pada kami!." Tunjuknya. "Dia sangat kejam sekali sensei!."
"Lihatlah kazuo sensei!." Suaranya memelas, menangis. "Kami sampai terluka seperti ini karena dia!."
"Dia sebenarnya adalah iblis yang sangat jahat." Karin menangis. "Kami sangat tidak tidak suka, dengan anak haram seperti dia!."
Mereka semua mengadu pada Kazuo Fujitora sebagai guru yang mengajak pada hari itu di kelas 12C. Mereka semua telah berkata dusta mengenai Ryuu Amane.
"Kalian ini yang selalu menggangunya." Keluhnya dalam hati. "Kenapa kalian malah menyalahkannya?." Kazuo Fujitora sangat percaya jika Ryuu Amane adalah siswi yang sangat baik, akan tetapi ada hal yang tidak bisa ia hindari pada saat itu.
"Sensei!." Mayumi menyeringai lebar. "Apakah sensei lupa?!." Lanjutnya. "Jika sensei itu hidup diatas uang kami, loh!." Suaranya seperti sedang mengancam. "Jadi? Jangan coba-coba untuk membelanya!."
Mereka semua menatap tajam ke arah Kazuo Fujitora yang merupakan guru mereka.
"Kegh!." Kazuo Fujitora sangat kesal mendengarkan apa yang mereka katakan. "Kau!." Teriaknya dengan suara yang keras, sambil menunjuk ke arah Ryuu Amane. "Kenapa kau selalu berbuat ulah?." Hatinya semakin memanas. "Jika kau tidak betah berada di sekolah ini?! Kau pergi saja dari sini!." Ia lupakan amarahnya. "Jangan menyusahkan aku!." Dengan perasaan yang sangat kesal ia malah menunjuk ke arah Ryuu Amane.
"Kalian ini benar-benar kurang ajar!." Ryuu Amane terbakar amarah. "Berani sekali kalian menyalahkan aku?!." Bentak Ryuu Amane dengan suara yang tak kalah tinggi.
Mereka semua sangat terkejut melihat hawa api merah menyelimuti tubuh Ryuu Amane pada saat itu.
"Jika kalian masih ingin hidup!." Ucapnya dengan suara bergetar. "Akui saja! Itu adalah kesalahan! Yang telah kalian lakukan!." Matanya memperhatikan mereka yang menatap benci padanya. "Jangan kalian melimpahkan! Kesalahan kalian padaku!." Hawa Api Merah itu semakin membesar, dan yang parahnya semakin berkobar kuat. Seisi kelas menjadi panik karena kejadian itu, mereka tidak bisa melarikan diri dari kelas itu.
Saat itu seisi kelas hampir saja jadi daging panggang jika Ryuu Amane tidak segera menghentikan kemarahan yang dirasakan oleh Ratu Naga Api.
"Hyaah!."
Saat itu api merah menyala berkobar di dalam ruangan itu.
"Hentikan!."
Deg!.
Sukma Ratu Naga Api terkejut.
"Jangan sakiti mereka semua!." Ryuu Amane menerjang tubuh Sukma Ratu Naga Api.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?.
...***...
Di Kuil Tenkuu No Seiden.
Biksu Souji Gedaje saat ini sedang memeriksa buku yang tentang reinkarnasi Ratu Naga Api, Raja Naga Api, Raja Naga Air yang merupakan musuhnya. Ia membaca dengan seksama, apakah ia bisa menemukan cara untuk mengatasi keganasan Sukma Naga Air jika tidak menemukan wadah yang cocok dengannya.
"Jika wadah atau tubuhnya tidak cocok." Ia membacakan kalimat yang tertulis di buku itu. "Maka orang itu seperti tenggelam di dalam air." Lanjutnya. "Karena ia tidak bisa berdiri di atas air keseimbangan." Keningnya sedikit mengkerut aneh.
Biksu Souji Gedaje berhenti sejenak, sedang mencerna kalimat yang tertulis di sana.
"Maka Sukma naga air akan terus mencari seseorang yang cocok dengannya." Lanjutnya. "Yaitunya mereka yang memiliki ambisi yang sangat kuat, kedengkian serta kejahatan yang mereka miliki, maka mereka itulah sangat mudah menjadi reinkarnasi dari naga air." Biksu Souji Gedaje menghentikan sejenak membacanya.
"Sangat aneh juga, cara mereka menemukan wadah reinkarnasi." Dalam hatinya merasakan firasat yang sangat buruk.
Setelah itu ia kembali melanjutkan membaca buku itu.
"Hal yang sangat berbahaya dari mereka yang ingin reinkarnasi adalah, mereka akan terus mencari seseorang yang sangat cocok." Lanjutnya. "Namun jika tidak juga cocok, ia akan memakan seseorang dengan cara mencabik-cabik dagingnya."
Bulu kuduknya merinding membayangkan itu terjadi.
"Jika ia berhasil memakan jantung seseorang dalam keadaan utuh, maka ia akan bangkit dalam wujud naga air yang sangat menyeramkan."
Pada kalimat itu ia sangat terkejut, dan hampir tidak percaya jika mereka akan melakukan hal kejam itu. Biksu Souji Gedaje menutup buku itu. Setalah itu ia melirik buku reinkarnasi tentang Naga Api.
"Aku harap itu tidak akan terjadi." Dalam hatinya sangat berharap, keturunan naga air tidak bisa reinkarnasi.
"Cara reinkarnasi naga api sangat berbeda dengan naga air."
"Hm." Responnya.
Meskipun mereka adalah simbol kemarahan, akan tetapi mereka yang memiliki kekuatan naga api lebih lembut, tidak memaksakan diri."
"Ho?." Responnya lagi.
"Mereka hanya melihat mimpi seseorang yang dikejar naga api, serta seseorang yang memiliki tanda naga api di tangannya." Hanya seperti itu saja yang dijelaskan dalam buku itu.
"Cukup unik juga." Biksu Souji Gedaje sangat terkesan.
"Pada zaman dahulu, mereka tidak akan bisa menyatu dengan naga Air."
"Ya, api dan air memang tidak bisa menyatu." Dalam hatinya.
"Ada dendam tersendiri yang mereka selesaikan, namun naga api lebih menyatu dengan kawasan lainnya."
"Hoo?." Reaksinya seperti itu. "Lebih manusiawi, tidak jahat, dan tidak egois?." Dalam hatinya mengagumi apa yang telah dilakukan oleh Naga Api jika ingin reinkarnasi.
Biksu Souji Gedaje mencoba membaca mengenai Naga Air. Mungkin saja ia menemukan cara untuk mengatasi masalah itu. Apakah ia bisa menemukan kelemahan dari Naga Air?.
"Naga air." Ucapnya dalam hati. "Meskipun air adalah elemen yang sangat penting, tentunya air merupakan sumber kehidupan."
"Aku setuju dengan itu." Responnya.
"Akan tetapi naga air malah menggunakan diri sendiri, sebagai kejahatan yang tidak diinginkan penduduk Sukuranburu."
Deg!.
Biksu Souji Gedaje merasakan firasat yang buruk.
"Hanya pemilik kekuatan naga api yang mampu mengalahkan mereka."
Hanya itu saja yang ia tertera di buku?. Biksu Souji Gedaje mencoba membolak-balik buku itu, tapi tetap saja ia tidak menemukan apa-apa kecuali halaman kosong.
"Tidak ada?."
Apa yang akan ia lakukan jika halaman berikutnya tidak dijelaskan cara mengatasi Sukma naga Air agar tidak reinkarnasi?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya pembaca tercinta.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments