KEJADIAN ANEH

...***...

Di laut selatan.

Sepertinya ada satu Sukma Naga Air yang berhasil keluar dari sana. Sukma Naga Air itu berkeliling mencari wadah yang bisa ia gunakan untuk reinkarnasi. Sepertinya mereka masih memiliki tekad untuk menguasai dunia ini. Sukma Naga Air itu terus terbang mencari manusia di sekitarnya. Sukma Naga Air terus berkeliaran, hingga saat itu ia sampai di perkotaan.

"Akhirnya aku terbebas juga." Ada kebahagiaan tersendiri yang ia rasakan pada saat itu. "Akan aku cari mereka untuk wadahku agar aku bisa reinkanasi." Sukma Naga Air yang berbentuk hewan mitos itu melayang di udara sambil mencari mangsanya.

"Matanya yang menyeramkan, ambisi yang bergejolak." Ucapnya dengan penuh semangat. "Itulah adalah wadah yang sangat cocok, untuk sukma naga air untuk reinkarnasi." Itulah yang tertulis di sebuah kisah tentang reinkarnasi Sukma Naga Air. "Akan aku makan ambisi itu sepenuhnya, akan aku telan semua ambisi jahanam mereka, yang ingin mendapatkan sesuatu." Gairahnya semakin membara. "Akan aku telan orang itu, sampai ia tidak bisa kembali ke raga aslinya." Ucapnya lagi. "Karena sukma orang itu, terlalu mencintai hal yang ia inginkan." Ia membayangkan itu terjadi. "Sehingga ia tenggelam di dalam kegelapan, yang tercipta dari hati, dan pikirannya, serta ambisi yang ia miliki." Sukma Naga Air mengingat semua yang dikatakan oleh junjungan mereka mengenai mantram mereka untuk melakukan reinkarnasi.

Di keramaian itu, dengan matanya yang liar itu ia mencari wadahnya untuk reinkarnasi. Saat itu ia masuk ke dalam tubuh seorang wanita dewasa yang hendak masuk ke dalam sebuah toko.

Deg!!!.

Wanita itu terkejut ketika ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuhnya. Ia sempat berhenti bergerak karena punggungnya terasa sangat panas. Akan tetapi setelah itu, wanita itu berteriak sangat keras. Dalam penglihatannya itu ia melihat Sukma Naga Air yang sangat menyeramkan. Tentunya teriakan kerasnya itu membuat orang-orang sekitar merasa heran.

"Kau tidak usah takut!." Suaranya menggema di dalam pikirannya. "Aku akan memberikan, apapun yang kau inginkan." Suara itu terdengar sangat menyeramkan baginya.

Bukan hanya itu saja yang ia lihat dan ia dengar. Rasanya saat ini ia berdiri di atas lautan yang sangat luas.

"Apa ini? Kenapa aku tiba-tiba berada di atas air?." Seketika ia sangat panik, apalagi ketika ia melihat Sukma Naga Air itu datang ke arahnya, seperti hendak menerkamnya.

"Ini adalah air keseimbangan." Jawabnya. "Kau akan melewati ujian pertama." Suaranya terdengar bersemangat. "Jika kau gagal? Maka kau akan mati tenggelam, di dalam air keseimbangan." Namun kali ini malah terdengar mengerikan.

"Hyaaaah! Tolong aku!."

Karena ketakutan yang ia rasakan, tubuhnya terasa sangat berat. Tubuhnya tenggelam ke dalam air yang sangat dalam. Dalam yang tidak bisa diukur dengan meter manusia biasa.

Nafasnya terasa sangat sesak karena tidak bisa bernafas dengan benar di dalam air laut yang sangat aneh itu.

"Apa yang terjadi padaku sebenarnya?." Dalam hatinya. "Kenapa aku mengalami? Hal yang aneh seperti ini?." Ia sangat panik karena ia tidak bisa melakukan apapun di dalam air itu kecuali pasrah.

Tubuhnya terasa sangat kaku tidak bisa digerakkan sedikitpun. Oksigen di paru-parunya semakin berkurang, dan hampir saja kehilangan stok pernapasan.

Namun kenyataannya wanita itu terus berteriak dengan suara yang tidak biasa, apalagi tubuhnya bergerak aneh. Seketika suasana di Toko itu menjadi menyeramkan. Mereka semua juga berlari menyelamatkan diri, takut menjadi korban amukan wanita itu.

"Jangan tenggelamkan aku!." Teriaknya. "Jangan tenggelamkan aku!."

Setidaknya itu yang diteriakkan oleh wanita itu di dalam kepanikan yang ia rasakan.

"Apa yang tejadi padanya? Kenapa tiba-tiba saja dia berteriak aneh?!."

"Jangan-jangan dia kerasukan sukma naga air!."

Tiba-tiba saja seseorang berteriak dengan kerasnya. Saat ia ingat dengan apa yang dikatakan gubernur kota Sukuranburu, Tuan Murasaki Abeno.

Mereka yang mendengarkan ucapan itu segera menjauh dari sana, karena mereka tidak ingin menjadi korban dari Sukma Naga Air yang sama sekali tidak mereka ketahui. Sayangnya wanita itu malah semakin menjadi-jadi.

"Serahkan tubuhmu padaku! Serahkan tubuhmu padaku!."

Itulah teriakan wanita itu penuh dengan kesakitan. Akan tetapi tubuh wanita itu tiba-tiba saja berhenti bergerak dan tumbang. Mereka yang ada di sana bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya pada wanita itu?. Kenapa ia seperti itu?.

"Seseorang! Tangkap dia!."

Polisi yang bertugas di sana mencoba untuk meminta bantuan, karena situasi yang ia lihat tidak baik-baik saja. Bisa jadi itu akan menimbulkan bencana yang lebih besar lagi nantinya.

Apakah yang akan terjadi setelah itu?. Bagaimana nasib wanita itu?. Apakah ia bisa diselamatkan?. Tapi diselamatkan oleh siapa?. Temukan jawabannya.

...***...

SMA Selatan.

Ryuu Amane dan Akihara Masamune baru saja ingin meninggalkan gerbang sekolah. Akan tetapi pada saat itu ia dihadang oleh Izumi, Natsumi, dan Ayuri terlihat sangat membencinya. Mereka masih belum mau melepaskan Ryuu Amane setelah beberapa kali terlibat dalam masalah yang mereka buat?.

"Kenapa dengan mereka? Sepertinya dia memiliki masalah dengan ryuu kun." Dalam hati Akihara Masamune merasa cemas dengan apa yang akan terjadi. "Atau jangan-jangan? Dengan Gusti Ratu naga api?." Dalam hatinya merasa aneh. "Yang membuat ryuu amane? Menjadi lebih berani dari yang sebelumnya?." Dalam hatinya mencoba untuk mengingat sebab dan akibat yang telah terjadi diantara mereka.

"Kau!." Bentaknya dengan suara keras. "Pembantu bodoh! Mau kemana kau?!." Teriak Izumi dengan suara yang sangat keras, sehingga menarik perhatian mereka yang ada di gerbang sekolah. "Apakah kau pikir? Kami menyuruhmu untuk? Tidak melakukan tugas mu seperti biasa?." Lanjutnya dengan nada membentak. Sehingga selalu saja menjadi pusat perhatian siswa-siswi yang lainnya yang ingin melihat adegan itu.

"Pembantu bodoh?!." Ryuu Amane sangat tidak mengerti apa yang mereka katakan. Namun ia menerima lemparan tas ketiganya. "Kalian ini masih saja belum belajar, dari yang sebelumnya rupanya ya?." Dalam hati Ryuu Amane sangat marah, karena lemparan tas itu hampir saja mengenai wajahnya.

"Bawa semua barang-barang kami!." Ayuri malah menekan pundak Ryuu Amane dengan sangat kuat. "Jika kau berani kabur? Maka kami akan semakin menyiksamu." Mereka tidak menyadari jika hawa yang ditunjukkan oleh Ryuu Amane sangat berbeda dari yang sebelumnya.

"Hwah!." Akihara Masamune sangat histeris melihat itu. "Mereka ini mau jadi daging panggang kah?." Akihara Masamune semakin ketakutan melihat hawa yang tidak biasa ditunjukkan oleh Ryuu Amane. "Kalian ini salah dalam memilih lawan." Dalam hati Akihara Masamune merasakan ada hawa yang tidak menyenangkan sama sekali yang ia rasakan pada saat itu.

"Berani sekali kalian menjadikan aku pembantu kalian!." Ryuu Amane melempar tas ke arah punggung mereka dengan sangat keras, sehingga ketiganya terjajar ke depan.

Mereka semua yang ada di sana melihat dengan jelas bagaimana Ryuu Amane melempar tas itu. Mereka semua sangat terkejut karena untuk pertama kalinya Ryuu Amane melawan mereka?.

"Kegh!." Ketiganya sedikit mengeluh, karena punggung mereka sangat sakit. Meraka membalikkan badan menghadap ke arah Ryuu Amane yang terlihat sangat santai sekali.

"Kau mau melawan rupanya?!." Izumi sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Ryuu Amane. "Kau pikir? Kau sudah berani melawan kami?!." Izumi menunjukkan tarung yang ia miliki. Menunjukkan siapa yang paling berhak dan siapa yang pantas.

"Maju sini! Jika kalian berani!." Ryuu Amane malah menantang mereka bertiga. "Aku tidak takut dengan kalian! Yang merupakan hanya anak manja!." Ucapnya dengan penuh amarah. "Sekali sentil saja, langsung menangis! Dan mengadu pada orang tua kalian!." Ryuu Amane entah kenapa dapat melihat apa yang terlintas di dalam benak mereka saat itu.

"Berani sekali kau berkata seperti itu!." Bentak ketiganya penuh amarah yang meledak-ledak.

"Oh? Malang sekali nasib mereka ini." Akihara Masamune ingin melihat, apa yang akan dilakukan oleh Ryuu Amane atau Ratu Naga Api. "Kalian pikir? Gusti Ratu naga api adalah wanita yang sangat lemah?." Dalam hatinya malah cemas dengan keadaan mereka. "Siap-siap saja kalian akan dihajar oleh junjunganku." Dalam hati Akihara Masamune sebenarnya merasa iba dengan mereka semua.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.

...***...

Di Kantor Dewan Daerah Selatan.

Masumi Kenzo mendapatkan laporan Wakabayashi Ken mengenai apa yang terjadi. Mereka membahas masalah aneh yang tejadi di kalangan masyarakat. Media juga telah mencium keanehan itu, sehingga mereka membuat berita yang terjadi semakin panas. Banyak masyarakat yang sangat takut akan kondisi mereka saat ini.

"Korban bernama ayaka komatsu, dua puluh tahun, mahasiswa teknik busana." Wakabayashi Ken memberikan laporan. "Menurut keterangan saksi disekitar, saat itu ia sedang masuk ke dalam toko." Lanjutnya. "Namun saat itu tiba-tiba, saja ia berteriak dengan sangat keras, tanpa adanya alasan." Agak bingung juga ia memberikan laporan itu.

"Ini sangat tidak masuk akal sekali." Responnya. "Apakah ada penjelasan yang masuk akal lagi?." Ucapnya dengan perasaan aneh. "Rasanya aku hidup di negeri, yang sangat aneh untuk saat ini." Masumi Kenzo tidak habis pikir, bagaimana mungkin kejadian itu terjadi begitu saja?. "Pasti ada penjelasan yang masuk akal." Kepalanya terasa sakit memikirkan hal yang mustahil itu terjadi. Sangat di luar nalar, serta akal sehat manusia di era modern sekarang untuk memercayai hal gaib.

"Hanya seperti itu keterangannya." Wakabayashi Ken juga tidak mengerti, tapi memang itu yang terjadi. "Setelah ia berteriak keras seperti orang gila." Lanjutnya. "Nona ayaka komatsu lebih histeris, sebelum ia meninggal dalam keadaan aneh." Ia sendiri juga bingung dengan apa yang terjadi.

"Jangan-jangan itu karena wadah reinkarnasi tidak cocok." Tiba-tiba saja Masumi Kenzo teringat dengan apa yang ada di dalam buku yang ia baca mengenai reinkarnasi naga air.

"Wadah reinkarnasi?." Ucapnya aneh. "Apa yang anda bicarakan pak?." Wakabayashi Ken heran dengan apa yang ia dengar.

"Ini masalah yang sangat rumit." Jawabnya. "Sangat menakutkan, jika kita tidak bisa melihat, bagaimana sukma naga air itu, masuk ke dalam tubuh seseorang?." Ia tidak menjawab pertanyaan itu, namun ia memikirkan bagaimana caranya mengatasi masalah itu.

Namun saat itu ada Taka Tomaru datang untuk melaporkan kejadian hal yang sama. Saat ini kawasan Selatan sedang dalam masalah.

Brakh!!!.

Taka Tomaru mendobrak pintu dengan sangat keras, membuat Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken terkejut.

"Kenapa kau membuka pintu seperti itu?!." Suaranya terdengar sangat keras, memenuhi ruangan itu.

"Maaf pak, saat ini ada kejadian aneh." Ucapnya dengan panik. "Beberapa orang berteriak aneh, setelah itu mereka tewas dengan sangat mengerikan." Tambahnya. "Kondisinya seperti tenggelam di dalam air pak!." Taka Tomaru juga berteriak ketakutan sambil berlari ke arah Masumi Kenzo.

"Apa?!."

Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken terkejut mendengarkan ucapan itu.

"Di mana lokasi kejadiannya?!." Masumi ingin mengetahuinya.

"Di swalayan pak." Jawabnya. "Di sana kejadian mengerikan itu terjadi."

"Baiklah, kita segera ke sana." Tanpa buang-buang waktu ia segera ke sana.

"Siap pak!."

Mereka segera pergi dari sana untuk melihat apa yang terjadi di lokasi itu. Apakah yang akan dilakukan Masumi Kenzo sebagai Dewan Daerah Selatan?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.

...***...

Kembali ke SMA Selatan.

Ryuu Amane benar-benar melawan Izumi, Natsumi, dan Ayuri saat ini sedang menyerang Ryuu Amane.

"Terima ini budak bodoh!." Izumi hendak memberikan sebuah sepakan yang sangat kuat ke arah Ryuu Amane.

"Heh!." Ia mendengus kesal. "Siapa kau sebut bodoh?!." Ia menghindari ke samping, setelah itu ia yang menendang kuat Izumi, sehingga Izumi terjajar ke samping, dan ia terjerembab ke tanah sambil berteriak keras.

"Beraninya kau!." Natsumi tidak terima saat melihat temannya dalam keadaan seperti itu. Ia datang membantu dengan memukul dada Ryuu Amane.

"Aku memang berani." Balasnya. "Lalu kau mau apa?." Matanya melotot tajam. "Dasar pengecut!." Umpatnya. "Hanya bisa main keroyokan!." Ryuu Amane menangkap tangan Natsumi dengan sangat kuat, setelah itu ia sepak kuat kakinya sehingga Natsumi terjatuh ke tanah.

"Keghakh!." Kakinya terasa sakit menerima sepakan yang sangat kuat.

"Budak bodoh seperti kau! Harusnya nurut saja!." Hatinya terasa memanas. "Tidak usah banyak melawan!." Ayuri juga tidak terima melihat itu. Ia juga berlari ke arah Ryuu Amane dengan tendangan yang kuat.

"Maaf saja, aku bukan budak bodoh!." Balasnya. "Dan kau siapa? Berani berkata seperti itu padaku?!." Dengan santainya Ryuu Amane menangkap kaki Ayuri dengan satu tangan. Setelah itu ia tarik kuat kaki Ayuri hingga posisi Split membusur 360 derajat.

"Egkhakh!." Ayuri berteriak sakit karena kakinya ditarik paksa.

Pertarungan itu benar-benar diperhatikan oleh siswa siswi lainnya. Benar-benar menjadi pusat perhatian yang lainnya. Termasuk Atsui Akamaru dan kedua temannya yang hendak meninggalkan sekolah.

"Oh? Boleh juga dia?." Ia tersenyum aneh. "Apakah dia sekarang pandai melawan?." Kazuki Hideki kagum melihat pertarungan itu.

"Hooh." Responnya. "Benar apa yang dikatakan hideki." Lanjutnya. "Cewek cupu itu sepertinya berani melawan sekarang." Mitsuya Chitose malah tertawa geli melihat pertarungan yang sangat mengesankan itu. "Ternyata dia memiliki keahlian untuk bela diri selama ini." Ia makin tertawa melihat itu, sungguh itu adalah sebuah hiburan baginya.

"Hmph!." Atsui Akamaru mendengus tidak suka. "Siapa yang peduli dengan itu?." Ucapnya dengan cueknya. "Cepat pergi dari sini." Lanjutnya. "Masih ada hal yang harus kita lakukan." Atsui Akamaru sama sekali tidak suka melihat itu. Ia tidak ingin melihat apapun yang berhubungan dengan Ryuu Amane.

"Haik! Ryoukai! Laksanakan!."

Keduanya memberi hormat dengan semangatnya. Mereka juga mengikuti kemana langkah Atsui Akamaru.

"Sepertinya akan ada kejadian yang menghebohkan setelah ini." Dalam hati Akihara Masamune merasakan perasaan yang sangat tidak enak saat melihat kedatangan Pak Kazuo Fujitora. "Sebaiknya kita pergi saja!." Ia segera menyeret tangan Ryuu Amane agar menjauh dari sana. "Malas sekali, terlibat dengan mereka."

Apakah yang akan terjadi setelah ini?. Bagaimana nasib mereka setelah ini?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.

...***...

Episodes
1 SINOPSIS
2 AWAL DARI SEMUANYA
3 APA YANG TERJADI?
4 SITUASI SEBENARNYA
5 MENCARI INFORMASI
6 CIRI-CIRI KETURUNAN
7 KEJADIAN ANEH
8 ADA YANG AMEH
9 MENGUATKAN HATI
10 BANYAK MASALAH
11 GODAAN YANG MENJANJIKAN
12 MARI KITA SELESAIKAN
13 BISA SEPERTI ITU?
14 JANJI DARI HATI
15 TIDAK BISA BERSAMA
16 PENULIS BUKU
17 INFORMASI YANG AKURAT
18 PILIHAN HATI YANG KUAT
19 KETAKUTAN DI HATI
20 PERTARUNGAN DIMULAI
21 PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI
22 INGATAN HARI ITU
23 TIDAK BISA DISELAMATKAN?
24 APAKAH ITU BENAR?
25 KEBENARAN
26 KEPUTUSAN YANG KUAT
27 SALING MENYALAHKAN
28 TERPAKSA
29 ALASAN YANG TEPAT
30 KECEMASAN HATI YANG DALAM
31 KEBETULAN?
32 KERJASAMA
33 MENCARI INFORMASI
34 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
35 MASALAH BARU?
36 WANITA KUAT
37 JANGAN MUDAH MENYERAH
38 RASAKAN KEHADIRANNYA
39 PERASAAN GEJOLAK JIWA
40 TEKAD API
41 PASTI BISA
42 CHAPTER 41
43 CHAPTER 42
44 CHAPTER 43
45 CHAPTER 44
46 CHAPTER 45
47 CHAPTER 46
48 CHAPTER 47
49 CHAPTER 48
50 CHAPTER 49
51 CHAPTER 50
52 CHAPTER 51
53 CHAPTER 52
54 CHAPTER 53
55 CHAPTER 54
56 CHAPTER 55
57 CHAPTER 56
58 CHAPTER 57
59 CHAPTER 58
60 CHAPTER 59
61 CHAPTER 60
62 CHAPTER 61
63 CHAPTER 62
64 CHAPTER 63
65 CHAPTE 64
66 CHAPTER 65
67 CHAPTER 66
68 CHAPTER 67
69 CHAPTER 68
70 CHAPTER 69
71 CHAPTER 70
72 CHAPTER 71
73 CHAPTER 72
74 CHAPTER 73
75 CHAPTER 74
76 CHAPTER 75
77 CHAPTER 76
78 CHAPTER 77
79 CHAPTER 78
80 CHAPTER 79
81 CHAPTER 80
82 CHAPTER 81
83 CHAPTER 82
84 CHAPTER 83
85 CHAPTER 84
86 CHAPTER 85
87 CHAPTER 86
88 CHAPTER 87
89 CHAPTER 88
90 CHAPTER 89
91 CHAPTER 90
92 CHAPTER 91
93 CHAPTER 92
94 CHAPTER 93
95 CHAPTER 94
96 CHAPTER 95
97 CHAPTER 96
98 CHAPTER 97
99 CHAPTER 98
100 CHAPTER 99
101 CHAPTER 100
102 CHAPTER 101
103 CHAPTER 102
104 CHAPTER 103
105 gfg
106 CHAPTER 103
Episodes

Updated 106 Episodes

1
SINOPSIS
2
AWAL DARI SEMUANYA
3
APA YANG TERJADI?
4
SITUASI SEBENARNYA
5
MENCARI INFORMASI
6
CIRI-CIRI KETURUNAN
7
KEJADIAN ANEH
8
ADA YANG AMEH
9
MENGUATKAN HATI
10
BANYAK MASALAH
11
GODAAN YANG MENJANJIKAN
12
MARI KITA SELESAIKAN
13
BISA SEPERTI ITU?
14
JANJI DARI HATI
15
TIDAK BISA BERSAMA
16
PENULIS BUKU
17
INFORMASI YANG AKURAT
18
PILIHAN HATI YANG KUAT
19
KETAKUTAN DI HATI
20
PERTARUNGAN DIMULAI
21
PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI
22
INGATAN HARI ITU
23
TIDAK BISA DISELAMATKAN?
24
APAKAH ITU BENAR?
25
KEBENARAN
26
KEPUTUSAN YANG KUAT
27
SALING MENYALAHKAN
28
TERPAKSA
29
ALASAN YANG TEPAT
30
KECEMASAN HATI YANG DALAM
31
KEBETULAN?
32
KERJASAMA
33
MENCARI INFORMASI
34
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
35
MASALAH BARU?
36
WANITA KUAT
37
JANGAN MUDAH MENYERAH
38
RASAKAN KEHADIRANNYA
39
PERASAAN GEJOLAK JIWA
40
TEKAD API
41
PASTI BISA
42
CHAPTER 41
43
CHAPTER 42
44
CHAPTER 43
45
CHAPTER 44
46
CHAPTER 45
47
CHAPTER 46
48
CHAPTER 47
49
CHAPTER 48
50
CHAPTER 49
51
CHAPTER 50
52
CHAPTER 51
53
CHAPTER 52
54
CHAPTER 53
55
CHAPTER 54
56
CHAPTER 55
57
CHAPTER 56
58
CHAPTER 57
59
CHAPTER 58
60
CHAPTER 59
61
CHAPTER 60
62
CHAPTER 61
63
CHAPTER 62
64
CHAPTER 63
65
CHAPTE 64
66
CHAPTER 65
67
CHAPTER 66
68
CHAPTER 67
69
CHAPTER 68
70
CHAPTER 69
71
CHAPTER 70
72
CHAPTER 71
73
CHAPTER 72
74
CHAPTER 73
75
CHAPTER 74
76
CHAPTER 75
77
CHAPTER 76
78
CHAPTER 77
79
CHAPTER 78
80
CHAPTER 79
81
CHAPTER 80
82
CHAPTER 81
83
CHAPTER 82
84
CHAPTER 83
85
CHAPTER 84
86
CHAPTER 85
87
CHAPTER 86
88
CHAPTER 87
89
CHAPTER 88
90
CHAPTER 89
91
CHAPTER 90
92
CHAPTER 91
93
CHAPTER 92
94
CHAPTER 93
95
CHAPTER 94
96
CHAPTER 95
97
CHAPTER 96
98
CHAPTER 97
99
CHAPTER 98
100
CHAPTER 99
101
CHAPTER 100
102
CHAPTER 101
103
CHAPTER 102
104
CHAPTER 103
105
gfg
106
CHAPTER 103

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!