JANJI DARI HATI

...***...

Malam harinya.

Pemerintah telah membuat peraturan, bahwa untuk satu bulan kedepannya dilarang untuk keluar meninggalkan rumah tanpa alasan. Jika ada pekerjaan mendadak maka hubungi atasannya, dan bekerja di rumah. Larangan keluar itu dilakukan untuk mengurangi korban berjatuhan. Ryuu Amane melihat berita itu dengan baik, ia tidak menduga dampak dari Sukma Naga Air sangat besar. Ia melihat berita itu bersama keluarga Ryuu Amane yang asli.

"Apa yang harus aku lakukan?." Keluhnya dalam hati. "Bagaimana caranya aku mencari keberadaan suamiku? Jika seperti ini?." Dalam hati Ratu Naga Api sedikit sedih. "Dari dulu mereka itu sangat menyusahkan." Kembali ia menarik nafas dengan dalam "Hanya kesenangan yang membuat orang lain sengsara." Dalam hatinya sangat mengutuk orang-orang yang memiliki kekuatan naga Air, terutama Raja Naga Air. Namun ia terkejut saat melihat suasana hati ibu tiri Ryuu Amane. Perasaan Ryuu Amane terketuk melihat kesedihan itu, sehingga Ratu Naga Api terbawa suasana.

"Jika tidak boleh keluar?." Dalam hatinya sangat resah. "Bagaimana caranya aku? Mengerjakan pekerjaan ku?." Dalam hati Ryuu Fumiko penuh kesedihan. "Apa yang harus aku lakukan? Jika tidak bisa keluar." Ia bekerja di sebuah toko roti yang cukup terkenal.

Letaknya cukup jauh, sedangkan suaminya bekerja di sebuah pabrik. Jika tidak boleh keluar? Lalu mereka akan makan apa setelah ini?.

"Apakah ibu bisa membuat roti? Atau makanan cepat saji?." Ryuu Amane bertanya seperti itu.

"Beraninya kau meremehkan aku! Dengan pertanyaan seperti itu!." Amarah Ryuu Fumiko malah meledak mendengarkan pertanyaan anak tirinya itu.

"Ibu tenang dulu." Ryuu Amane masih tenang, meskipun Ratu Naga Api sebenarnya bukanlah orang yang sabar.

"Hah? Kau mau bicara apa?!." Amarahnya kembali meledak.

"Jika ibu tidak bisa berjualan di toko." Ucapnya dengan senyuman ramah. "Maka aku yang akan menjualnya secara langsung nantinya."

Itu adalah suara hati Ryuu Amane yang sebenarnya. Bukan Ratu Naga Api yang sedang berusaha untuk menahan amarahnya.

Sedangkan Ryuu Fumiko sangat terkejut mendengarnya. "Kau serius mau melakukannya?." Saking tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anak tirinya itu.

Begitu juga dengan yang lainnya tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.

"Tentu saja ibu." Jawabnya. "Serahkan padaku." Ryuu Amane senyum dengan ramah pada mereka semua, sehingga ia terlihat begitu manis.

"Baiklah." Balasnya. "Kalau begitu aku akan memasaknya besok pagi, dan kau jual semuanya ya?." Ryuu Fumiko mencoba percaya dengan apa yang dikatakan anak tirinya itu.

Mungkin saja ini adalah kebetulan yang luar biasa yang tidak datang dua kali. Dari pada memusingkan dirinya hanya memikirkan apa yang akan dilakukan setelah ini, kenapa ia tidak memanfaatkan anak tirinya ini untuk menambah penghasilan mereka.

"Baik ibu." Ryuu Amane dengan senang hati menerima tugas dari ibu tirinya.

"Hum? Tidak biasanya." Dalam hati mereka mulai curiga dengan apa yang akan dilakukan oleh Ryuu Amane.

"Aku yakin dia memiliki tujuan lain ibu." Ryuu Asuka malah mencurigai apa yang dilakukan oleh kakak tirinya.

"Jangan mudah percaya padanya ibu." Ryuu Wataru juga tidak percaya dengan kebaikan itu.

"Benar itu ibu." Tatapan matanya sangat tajam. "Jangan mudah percaya padanya." Tunjuknya. "Pasti dia ingin sesuatu dari ibu." Ryuu Amatsu ayah kandungnya saja tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh anaknya sendiri. "Atau dia memanfaatkan situasi, untuk melakukan sesuatu yang tidak kita ketahui sama sekali."

Lagi mereka menaruh curiga padanya. Sungguh tidak ada perasaan yang lebih baik lagi saat mereka tidak percaya dengan apa yang dilakukannya.

"Berisik!." Bentuknya dengan suara yang sangat keras, sehingga mereka terdiam karena terkejut dengan suara keras itu. "Jika kalian tidak bisa membantu ibu?! Jangan banyak bicara!." Hatinya sedang dipenuhi amarah. "Dasar otak kotor! Yang hanya bisa menjatuhkan orang lain." Amarah itu berasal dari Ratu Naga Api yang sangat tidak suka mendengarkan keluhan, komentar mereka yang begitu menusuk, serta menyakitkan hati.

Deg!.

Mereka semua semakin terkejut, apakah mereka salah lihat?. Apakah benar?. Itu adalah Ryuu Amane?.

"Jangan samakan aku dengan kalian!." Tunjuknya kasar. "Aku memang murni ingin membantu ibu." Bahkan sorot matanya sangat tajam. "Jangan berikan kesan buruk! Tentangku dihadapan ibu!." Sungguh itu adalah kemarahan yang tidak biasa yang ia perlihatkan pada mereka semua. "Perkataan kalian! Telah menyakiti hatiku." Ya, hatinya sama sakit karena mendengarkan apa yang telah mereka ucapkan.

Mereka semua tercengang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ryuu Amane. Ia juga langsung meninggalkan mereka semua setelah berkata seperti itu. Hatinya sangat sakit mendengarkan apa yang telah mereka katakan padanya.

"I-i-itu tadi benaran amane? Kan?." Ryuu Wataru terlihat ketakutan mendengarkan bentakan keras dari Ryuu Amane.

"Dia berani berkata seperti itu sekarang?." Ryuu Amatsu bahkan  tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anaknya. Bagaimana mungkin anaknya yang selama ini hanya diam saja, namun saat ini bisa melawan seperti itu?.

"Apa karena kita terlalu keras padanya?." Ada perasaan cemas di hatinya. "Sehingga dia berani melawan?." Ryuu Fumiko merasakan ada yang berubah dengan anak tirinya ia tidak menduga sebelumnya. "Rasanya sangat mustahil sekali, dia membentak kita." Tiba-tiba saja nyalinya terasa sangat ciut, dan terasa aneh.

"Bisa jadi seperti itu ibu." Ryuu Asuka merasa sangat heran dengan perubahan sikap Ryuu Amane.

"Tapi dia mengalami banyak perubahan sepertinya." Ryuu Fumiko mencoba untuk memikirkan hal yang tidak biasa tapi merasakan adanya perubahan yang sangat besar

"Akan aku lihat kenapa? Dia bisa berubah?." Sebagai seorang ayah dan penyayang melihat apa yang terjadi pada anaknya.

Apakah benar itu adalah Ryuu Amane?. Bukankah selama ini dia selalu penurut dan tidak bisa melawan?. Lalu kenapa seperti itu sikapnya sekarang?. Apakah benar Ryuu Amane mengalami perubahan?. Temukan jawabannya.

...***...

Sedangkan Atsui Akamaru.

Di biliknya.

Saat ini ia masih memikirkan apa yang ia lihat tentang Ryuu Amane.

"Tidak mungkin ryuu amane." Dalam hatinya masih bingung. "Memiliki kekuatan untuk bertarung?." Ingatannya tertuju pada kejadian saat itu. "Aku yakin dia kemasukan sukma naga." Ia pernah mendengarkan beberapa kabar yang beredar tentang itu. "Tapi Sukma naga apa yang memasukinya?." Hatinya semakin bergetar memikirkan itu. "Karena selama ini, dia sangat lemah, tidak melawan sedikitpun." Rasanya ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat tentang Ryuu Amane pada saat itu.

"Aku bahkan melihat perubahan darinya." Pikirannya terasa kusut, membayangkan kejadian aneh pada Ryuu Amane. "Dia yang dulu tidak melawan, namun malah melawan?." Dalam hatinya lagi. "Ketika anak-anak sultan itu mengganggunya." Ia pernah melihat beberapa kali Ryuu Amane dianiaya oleh mereka semua. Namun ia tidak peduli sama sekali, ia malah mengabaikan Ryuu Amane. "Atau dia menyembunyikan kekuatan yang ia miliki?." Kepalanya terasa berdenyut membayangkan itu. "Karena tidak tahan lagi sering disiksa? Makanya dia mulai melawan?."

Rasnya pikirannya sangat kusut memikirkan apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Ryuu Amane selama ini dari orang lain?. 

"Aku tidak mengerti sama sekali." Dalam hatinya mencoba mengabaikan itu, tetapi tetap saja pikirannya ke arah sana. "Bertarung dengan orang dewasa, mengeluarkan api?." Suasana hatinya semakin kacau. "Atau jangan-jangan dia memang naga api?."

Sesekali ia duduk, dan berdiri, saking gelisahnya memikirkan apa yang terjadi pada Ryuu Amane.

"Kegh!." Ia merasa kesal. "Kenapa aku malah memikirkan hal aneh seperti itu?!."

Ia mengacak rambutnya dengan kasarnya. Kepalanya sangat sakit memikirkan apa yang terjadi sebenarnya saat ini?.

"Kenapa ada kasus naga api dan naga air?." Tiba-tiba saja hatinya memanas. "Sebenarnya mereka itu apa? Kenapa malah menjadi hal yang mustahil di jaman modern seperti ini!."

Ingin rasanya ia berteriak dengan sangat keras dengan apa yang ia alami saat ini. Ia tidak bisa memikirkan hal yang lebih sederhana atas apa yang menimpa Kota Sukuranburu, terutama di bagian Selatan.

Atsui Akamaru merasakan ada yang berbeda dengan Ryuu Amane yang ia kenal selama ini. Apakah benar itu adalah Ryuu Amane yang ia lihat selama ini?. Kenapa ia bisa memikirkan perubahan Ryuu Amane?. Simak terus ceritanya.

...***...

Sementara itu Masumi Kenzo sedang berada di ruangannya. Ia sangat lega, jika memang Murasaki Abeno mengeluarkan larangan itu. Karena menurutnya memang sangat berbahaya jika tidak dilakukan. Tapi, saat ini ada satu beban yang sangat mengganjal pikirannya.

"Bagaimana caranya? Mengetahui seseorang itu adalah reinkarnasi dari naga api?." Ia kembali memikirkan cara menentukan apakah orang itu adalah reinkarnasi naga api atau tidak.

"Meskipun buku itu mengatakan, jika seseorang yang memiliki mimpi dikejar naga api." Ucapnya. "Serta memiliki tanda naga api di tangannya." Ia telah membaca salinan buku itu dengan baik.

Ia tidak bisa memikir cara terbaik untuk menemukan solusi itu.

"Tidak mungkin rasanya, aku menanyakan hal yang konyol seperti itu pada seseorang." Ada perasaan aneh di hatinya. "Rasanya sangat aneh, meskipun aku ini seorang dewan perwakilan daerah."

Kepalanya terasa berdenyut sakit memikirkan semua masalah aneh yang sedang melanda Kota Sukuranburu Selatan.

"Sial!." Teriaknya dengan penuh amarah. "Aku kutuk kalian naga air yang jahatnya! Tidak bisa diampuni!." Suaranya menggelegar. "Berjayalah naga api! Untuk membasmi naga air!."

Teriaknya putus asa. Ia tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa lagi untuk mengatasi masalah itu.

"Eh? Tunggu dulu."

Tiba-tiba saja pikirannya tertuju pada suatu penjelasan yang lebih tidak masuk akal.

"Bukannya air bisa mengalahkan api ya?." Logikanya seperti itu. "Lalu bagaimana caranya? Api bisa mengalahkan air? Hum?." Kepalanya semakin sakit memikirkan itu. "Rasanya ini sangat mengganjal sekali." Keluhnya dengan perasaan lelah. "Aku harus bagaimana ini?! AAAAAAAGKHHHH RASANYA KEPALAKU SANGAT SAKIT SEKALI!."

Teriakan prustasinya telah menggelegar. Apalagi pengumuman tentang larangan keluar rumah telah beredar, sehingga ia tidak bisa bertanya pada seseorang untuk menyelesaikan masalah di kota ini.

Bersabarlah tuan Masumi Kenzo. Semoga suatu hari nanti kau bisa menemukan jawabannya bagaimana caranya Api mengalahkan Air. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya, jadi tenanglah untuk sementara waktu. Jangan panik, dan tetaplah berusaha untuk melakukan yang terbaik, yang bisa kau lakukan sebagai dewan perwakilan daerah yang baik.

...***...

...Kembali pada Ryuu Amane yang kini berada di kamarnya....

Ryuu Amane kembali bertemu dengan Ratu Naga Api di alam sukma. Sesekali mereka berbicara satu sama lain untuk memastikan mereka memiliki satu tubuh dan dua Sukma. Reinkarnasi, siapa yang akan menduga itu sebelumnya?. Terutama Ryuu Amane yang hidupnya sangat berat. Entah itu di rumahnya sendiri, bahkan di sekolah ia selalu tertindas.

"Kenapa kau membahayakan dirimu?." Tatapan matanya sangat sedih. "Hanya karena aku melihat kesedihan, yang ada di dalam ibu tirimu itu?."

Tentunya Ratu Naga Api ingin mengetahuinya. "Apakah kau ingin? Menjadi pahlawan di dalam situasi berbahaya ini?." Dengan tegasnya ia bertanya seperti itu.

"Maafkan saya." Ryuu Amane tertunduk lesu. "Karena saya tidak tega melihat ibu bersedih." Ryuu Amane terlihat sedih.

"Tidak tega kau bilang?." Balasnya cepat. "Tapi kau malah membahayakan dirimu sendiri?!." Amarahnya keluar begitu saja. "Kau pikir aku tidak bisa terluka?! Jika bertemu dengan musuh yang sangat kuat? Hah!?." Ratu Naga Api ingin melahap Ryuu Amane, ia toyor kepala itu dengan kuat sehingga Ryuu Amane merintih sakit.

"Huwaa maafkan saya." Ryuu Amane sangat panik. "Saya hanya ingin membantu ibu saya." Rengeknya sambil menahan sakit.

"Hufffh." Ratu Naga Api menghela nafasnya dengan lelahnya. "Baiklah." Ucapnya. "Aku akan membantu melindungi mu." Senyumannya begitu lembut. "Supaya kau tidak mudah untuk dimasuki sukma naga air." Ratu Naga Api mencoba untuk menenangkan dirinya. Ia elus kepala Ryuu Amane dengan sayang, baginya itu adalah hal yang wajar.

"Terima kasih gusti ratu." Ryuu Amane tersenyum kecil. "Ternyata anda sangat baik sekali." Suasana hatinya menghangat dengan sikap baik Ratu Naga Api. "Terima kasih Gusti Ratu." Ryuu Amane tidak tahan lagi, sehingga ia peluk Ratu Naga Api. Ia tidak menduga jika Ratu Naga Api sangat baik padanya.

"Lepaskan." Wajahnya memerah sempurna. "Beraninya kau memelukku seperti itu?!." Ratu Naga Api mendorong Ryuu Amane agar menjauh darinya. Ia tidak suka dipeluk seperti itu oleh siapapun juga kecuali suami tercintanya.

"Tapi Gusti Ratu sangat baik pada saya." Balasnya dengan penuh kebahagiaan. "Karena mau membantu saya." Ryuu Amane berusaha untuk tetap memeluk Ratu Naga Api, meskipun beberapa kali mendapatkan penolakan.

"Aku melakukannya hanya karena, aku tidak ingin kehilangan wadah reinkarnasi." Ucapnya sambil memalingkan wajahnya. "Jangan senang dulu kau wanita lemah!." Meskipun hatinya, dan ucapannya tidak satu arah, namun tetap saja ia memang ingin membantu Ryuu Amane.

"Eh?." Ryuu Amane sangat terkejut, sehingga ia melepaskan pelukannya.

"Tidak usah terkejut seperti itu!." Ketusnya. "Rasanya sangat menyebalkan sekali!." Ratu Naga Api sangat kesal melihat raut wajah Ryuu Amane saat itu.

"Tapi setidaknya saya sangat bersyukur." Ungkapnya sepenuh hati. "Karena selama ini, tidak ada yang peduli, dengan apa yang saya lakukan." Sorot matanya sangat sedih. "Setidaknya dengan adanya gusti ratu, saya tidak kesepian lagi." Senyumannya kembali mengembang begitu saja. "Mereka juga telah melihat, apa yang telah Gusti Ratu lakukan pada mereka." Ryuu Amane masih memperlihatkan senyumannya. Senyumannya yang begitu terlihat sangat manis sekali.

"Kau ini." Ratu Naga Api hampir saja kehilangan kata-kata saat melihat senyuman Ryuu Amane. "Kau ini memang sangat menderita sekali." Ratu Naga Api sedang menahan diri. "Kau ini!." Rasanya Ratu Naga Api telah terbawa suasana.

Hatinya terasa sangat sedih melihat Ryuu Amane yang telah melewati hari yang sangat menyakitkan.

"Kenapa kau begitu menderita? Malang sekali nasibmu." Dalam hatinya merasakan sakit yang luar bias. "Ternyata kau sulit untuk mendapatkan kasih sayang." Dalam hatinya merasa sesak. "Berbeda denganku, memiliki seorang suami yang sangat mencintai diriku." Bayangan suaminya muncul begitu saja. "Dengan penuh kasih sayang." Hatinya terasa hangat, dan sakit di saat bersamaan. "Setidaknya aku memiliki pegangan untuk bertahan, serta alasan untuk tetap berdiri." Dalam hati Ratu Naga Api hampir saja menangis melihat itu. "Aku berjanji, akan membantumu sebisanya." Janjinya di dalam hati. "Hingga saatnya tiba, aku akan memberikan kekuatan padamu." Ratu Naga Api merelakan kesempatan untuk reinkarnasi. "Untuk bertahan di dunia, yang sangat kejam ini." Hatinya telah siap kehilangan untuk kedua kalinya. "Berbahagialah kau ryuu amane." Itulah janji Ratu Naga Api pada saat itu.

Hatinya tersentuh saat melihat apa saja yang dialami oleh Ryuu Amane selama ini. Rasanya memang sangat menyakitkan, dan sesak untuk dirasakan. Sehingga ia tidak bisa mengabaikan perasaan yang dirasakan Ryuu Amane pada saat ini.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya. Apakah yang akan dilakukan Ratu Naga Api untuk melindungi Ryuu Amane?. Lalu bagaimana caranya ia mencari keberadaan suaminya yang kini entah berada di mana?. Apakah benar?. Ia akan merelakan dirinya tidak reinkarnasi, demi masa depan Ryuu Amane yang lebih baik dari sebelumnya?. Next.

...***...

Episodes
1 SINOPSIS
2 AWAL DARI SEMUANYA
3 APA YANG TERJADI?
4 SITUASI SEBENARNYA
5 MENCARI INFORMASI
6 CIRI-CIRI KETURUNAN
7 KEJADIAN ANEH
8 ADA YANG AMEH
9 MENGUATKAN HATI
10 BANYAK MASALAH
11 GODAAN YANG MENJANJIKAN
12 MARI KITA SELESAIKAN
13 BISA SEPERTI ITU?
14 JANJI DARI HATI
15 TIDAK BISA BERSAMA
16 PENULIS BUKU
17 INFORMASI YANG AKURAT
18 PILIHAN HATI YANG KUAT
19 KETAKUTAN DI HATI
20 PERTARUNGAN DIMULAI
21 PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI
22 INGATAN HARI ITU
23 TIDAK BISA DISELAMATKAN?
24 APAKAH ITU BENAR?
25 KEBENARAN
26 KEPUTUSAN YANG KUAT
27 SALING MENYALAHKAN
28 TERPAKSA
29 ALASAN YANG TEPAT
30 KECEMASAN HATI YANG DALAM
31 KEBETULAN?
32 KERJASAMA
33 MENCARI INFORMASI
34 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
35 MASALAH BARU?
36 WANITA KUAT
37 JANGAN MUDAH MENYERAH
38 RASAKAN KEHADIRANNYA
39 PERASAAN GEJOLAK JIWA
40 TEKAD API
41 PASTI BISA
42 CHAPTER 41
43 CHAPTER 42
44 CHAPTER 43
45 CHAPTER 44
46 CHAPTER 45
47 CHAPTER 46
48 CHAPTER 47
49 CHAPTER 48
50 CHAPTER 49
51 CHAPTER 50
52 CHAPTER 51
53 CHAPTER 52
54 CHAPTER 53
55 CHAPTER 54
56 CHAPTER 55
57 CHAPTER 56
58 CHAPTER 57
59 CHAPTER 58
60 CHAPTER 59
61 CHAPTER 60
62 CHAPTER 61
63 CHAPTER 62
64 CHAPTER 63
65 CHAPTE 64
66 CHAPTER 65
67 CHAPTER 66
68 CHAPTER 67
69 CHAPTER 68
70 CHAPTER 69
71 CHAPTER 70
72 CHAPTER 71
73 CHAPTER 72
74 CHAPTER 73
75 CHAPTER 74
76 CHAPTER 75
77 CHAPTER 76
78 CHAPTER 77
79 CHAPTER 78
80 CHAPTER 79
81 CHAPTER 80
82 CHAPTER 81
83 CHAPTER 82
84 CHAPTER 83
85 CHAPTER 84
86 CHAPTER 85
87 CHAPTER 86
88 CHAPTER 87
89 CHAPTER 88
90 CHAPTER 89
91 CHAPTER 90
92 CHAPTER 91
93 CHAPTER 92
94 CHAPTER 93
95 CHAPTER 94
96 CHAPTER 95
97 CHAPTER 96
98 CHAPTER 97
99 CHAPTER 98
100 CHAPTER 99
101 CHAPTER 100
102 CHAPTER 101
103 CHAPTER 102
104 CHAPTER 103
105 gfg
106 CHAPTER 103
Episodes

Updated 106 Episodes

1
SINOPSIS
2
AWAL DARI SEMUANYA
3
APA YANG TERJADI?
4
SITUASI SEBENARNYA
5
MENCARI INFORMASI
6
CIRI-CIRI KETURUNAN
7
KEJADIAN ANEH
8
ADA YANG AMEH
9
MENGUATKAN HATI
10
BANYAK MASALAH
11
GODAAN YANG MENJANJIKAN
12
MARI KITA SELESAIKAN
13
BISA SEPERTI ITU?
14
JANJI DARI HATI
15
TIDAK BISA BERSAMA
16
PENULIS BUKU
17
INFORMASI YANG AKURAT
18
PILIHAN HATI YANG KUAT
19
KETAKUTAN DI HATI
20
PERTARUNGAN DIMULAI
21
PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI
22
INGATAN HARI ITU
23
TIDAK BISA DISELAMATKAN?
24
APAKAH ITU BENAR?
25
KEBENARAN
26
KEPUTUSAN YANG KUAT
27
SALING MENYALAHKAN
28
TERPAKSA
29
ALASAN YANG TEPAT
30
KECEMASAN HATI YANG DALAM
31
KEBETULAN?
32
KERJASAMA
33
MENCARI INFORMASI
34
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
35
MASALAH BARU?
36
WANITA KUAT
37
JANGAN MUDAH MENYERAH
38
RASAKAN KEHADIRANNYA
39
PERASAAN GEJOLAK JIWA
40
TEKAD API
41
PASTI BISA
42
CHAPTER 41
43
CHAPTER 42
44
CHAPTER 43
45
CHAPTER 44
46
CHAPTER 45
47
CHAPTER 46
48
CHAPTER 47
49
CHAPTER 48
50
CHAPTER 49
51
CHAPTER 50
52
CHAPTER 51
53
CHAPTER 52
54
CHAPTER 53
55
CHAPTER 54
56
CHAPTER 55
57
CHAPTER 56
58
CHAPTER 57
59
CHAPTER 58
60
CHAPTER 59
61
CHAPTER 60
62
CHAPTER 61
63
CHAPTER 62
64
CHAPTER 63
65
CHAPTE 64
66
CHAPTER 65
67
CHAPTER 66
68
CHAPTER 67
69
CHAPTER 68
70
CHAPTER 69
71
CHAPTER 70
72
CHAPTER 71
73
CHAPTER 72
74
CHAPTER 73
75
CHAPTER 74
76
CHAPTER 75
77
CHAPTER 76
78
CHAPTER 77
79
CHAPTER 78
80
CHAPTER 79
81
CHAPTER 80
82
CHAPTER 81
83
CHAPTER 82
84
CHAPTER 83
85
CHAPTER 84
86
CHAPTER 85
87
CHAPTER 86
88
CHAPTER 87
89
CHAPTER 88
90
CHAPTER 89
91
CHAPTER 90
92
CHAPTER 91
93
CHAPTER 92
94
CHAPTER 93
95
CHAPTER 94
96
CHAPTER 95
97
CHAPTER 96
98
CHAPTER 97
99
CHAPTER 98
100
CHAPTER 99
101
CHAPTER 100
102
CHAPTER 101
103
CHAPTER 102
104
CHAPTER 103
105
gfg
106
CHAPTER 103

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!