...***...
Malam harinya.
Pemerintah telah membuat peraturan, bahwa untuk satu bulan kedepannya dilarang untuk keluar meninggalkan rumah tanpa alasan. Jika ada pekerjaan mendadak maka hubungi atasannya, dan bekerja di rumah. Larangan keluar itu dilakukan untuk mengurangi korban berjatuhan. Ryuu Amane melihat berita itu dengan baik, ia tidak menduga dampak dari Sukma Naga Air sangat besar. Ia melihat berita itu bersama keluarga Ryuu Amane yang asli.
"Apa yang harus aku lakukan?." Keluhnya dalam hati. "Bagaimana caranya aku mencari keberadaan suamiku? Jika seperti ini?." Dalam hati Ratu Naga Api sedikit sedih. "Dari dulu mereka itu sangat menyusahkan." Kembali ia menarik nafas dengan dalam "Hanya kesenangan yang membuat orang lain sengsara." Dalam hatinya sangat mengutuk orang-orang yang memiliki kekuatan naga Air, terutama Raja Naga Air. Namun ia terkejut saat melihat suasana hati ibu tiri Ryuu Amane. Perasaan Ryuu Amane terketuk melihat kesedihan itu, sehingga Ratu Naga Api terbawa suasana.
"Jika tidak boleh keluar?." Dalam hatinya sangat resah. "Bagaimana caranya aku? Mengerjakan pekerjaan ku?." Dalam hati Ryuu Fumiko penuh kesedihan. "Apa yang harus aku lakukan? Jika tidak bisa keluar." Ia bekerja di sebuah toko roti yang cukup terkenal.
Letaknya cukup jauh, sedangkan suaminya bekerja di sebuah pabrik. Jika tidak boleh keluar? Lalu mereka akan makan apa setelah ini?.
"Apakah ibu bisa membuat roti? Atau makanan cepat saji?." Ryuu Amane bertanya seperti itu.
"Beraninya kau meremehkan aku! Dengan pertanyaan seperti itu!." Amarah Ryuu Fumiko malah meledak mendengarkan pertanyaan anak tirinya itu.
"Ibu tenang dulu." Ryuu Amane masih tenang, meskipun Ratu Naga Api sebenarnya bukanlah orang yang sabar.
"Hah? Kau mau bicara apa?!." Amarahnya kembali meledak.
"Jika ibu tidak bisa berjualan di toko." Ucapnya dengan senyuman ramah. "Maka aku yang akan menjualnya secara langsung nantinya."
Itu adalah suara hati Ryuu Amane yang sebenarnya. Bukan Ratu Naga Api yang sedang berusaha untuk menahan amarahnya.
Sedangkan Ryuu Fumiko sangat terkejut mendengarnya. "Kau serius mau melakukannya?." Saking tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anak tirinya itu.
Begitu juga dengan yang lainnya tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"Tentu saja ibu." Jawabnya. "Serahkan padaku." Ryuu Amane senyum dengan ramah pada mereka semua, sehingga ia terlihat begitu manis.
"Baiklah." Balasnya. "Kalau begitu aku akan memasaknya besok pagi, dan kau jual semuanya ya?." Ryuu Fumiko mencoba percaya dengan apa yang dikatakan anak tirinya itu.
Mungkin saja ini adalah kebetulan yang luar biasa yang tidak datang dua kali. Dari pada memusingkan dirinya hanya memikirkan apa yang akan dilakukan setelah ini, kenapa ia tidak memanfaatkan anak tirinya ini untuk menambah penghasilan mereka.
"Baik ibu." Ryuu Amane dengan senang hati menerima tugas dari ibu tirinya.
"Hum? Tidak biasanya." Dalam hati mereka mulai curiga dengan apa yang akan dilakukan oleh Ryuu Amane.
"Aku yakin dia memiliki tujuan lain ibu." Ryuu Asuka malah mencurigai apa yang dilakukan oleh kakak tirinya.
"Jangan mudah percaya padanya ibu." Ryuu Wataru juga tidak percaya dengan kebaikan itu.
"Benar itu ibu." Tatapan matanya sangat tajam. "Jangan mudah percaya padanya." Tunjuknya. "Pasti dia ingin sesuatu dari ibu." Ryuu Amatsu ayah kandungnya saja tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh anaknya sendiri. "Atau dia memanfaatkan situasi, untuk melakukan sesuatu yang tidak kita ketahui sama sekali."
Lagi mereka menaruh curiga padanya. Sungguh tidak ada perasaan yang lebih baik lagi saat mereka tidak percaya dengan apa yang dilakukannya.
"Berisik!." Bentuknya dengan suara yang sangat keras, sehingga mereka terdiam karena terkejut dengan suara keras itu. "Jika kalian tidak bisa membantu ibu?! Jangan banyak bicara!." Hatinya sedang dipenuhi amarah. "Dasar otak kotor! Yang hanya bisa menjatuhkan orang lain." Amarah itu berasal dari Ratu Naga Api yang sangat tidak suka mendengarkan keluhan, komentar mereka yang begitu menusuk, serta menyakitkan hati.
Deg!.
Mereka semua semakin terkejut, apakah mereka salah lihat?. Apakah benar?. Itu adalah Ryuu Amane?.
"Jangan samakan aku dengan kalian!." Tunjuknya kasar. "Aku memang murni ingin membantu ibu." Bahkan sorot matanya sangat tajam. "Jangan berikan kesan buruk! Tentangku dihadapan ibu!." Sungguh itu adalah kemarahan yang tidak biasa yang ia perlihatkan pada mereka semua. "Perkataan kalian! Telah menyakiti hatiku." Ya, hatinya sama sakit karena mendengarkan apa yang telah mereka ucapkan.
Mereka semua tercengang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ryuu Amane. Ia juga langsung meninggalkan mereka semua setelah berkata seperti itu. Hatinya sangat sakit mendengarkan apa yang telah mereka katakan padanya.
"I-i-itu tadi benaran amane? Kan?." Ryuu Wataru terlihat ketakutan mendengarkan bentakan keras dari Ryuu Amane.
"Dia berani berkata seperti itu sekarang?." Ryuu Amatsu bahkan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anaknya. Bagaimana mungkin anaknya yang selama ini hanya diam saja, namun saat ini bisa melawan seperti itu?.
"Apa karena kita terlalu keras padanya?." Ada perasaan cemas di hatinya. "Sehingga dia berani melawan?." Ryuu Fumiko merasakan ada yang berubah dengan anak tirinya ia tidak menduga sebelumnya. "Rasanya sangat mustahil sekali, dia membentak kita." Tiba-tiba saja nyalinya terasa sangat ciut, dan terasa aneh.
"Bisa jadi seperti itu ibu." Ryuu Asuka merasa sangat heran dengan perubahan sikap Ryuu Amane.
"Tapi dia mengalami banyak perubahan sepertinya." Ryuu Fumiko mencoba untuk memikirkan hal yang tidak biasa tapi merasakan adanya perubahan yang sangat besar
"Akan aku lihat kenapa? Dia bisa berubah?." Sebagai seorang ayah dan penyayang melihat apa yang terjadi pada anaknya.
Apakah benar itu adalah Ryuu Amane?. Bukankah selama ini dia selalu penurut dan tidak bisa melawan?. Lalu kenapa seperti itu sikapnya sekarang?. Apakah benar Ryuu Amane mengalami perubahan?. Temukan jawabannya.
...***...
Sedangkan Atsui Akamaru.
Di biliknya.
Saat ini ia masih memikirkan apa yang ia lihat tentang Ryuu Amane.
"Tidak mungkin ryuu amane." Dalam hatinya masih bingung. "Memiliki kekuatan untuk bertarung?." Ingatannya tertuju pada kejadian saat itu. "Aku yakin dia kemasukan sukma naga." Ia pernah mendengarkan beberapa kabar yang beredar tentang itu. "Tapi Sukma naga apa yang memasukinya?." Hatinya semakin bergetar memikirkan itu. "Karena selama ini, dia sangat lemah, tidak melawan sedikitpun." Rasanya ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat tentang Ryuu Amane pada saat itu.
"Aku bahkan melihat perubahan darinya." Pikirannya terasa kusut, membayangkan kejadian aneh pada Ryuu Amane. "Dia yang dulu tidak melawan, namun malah melawan?." Dalam hatinya lagi. "Ketika anak-anak sultan itu mengganggunya." Ia pernah melihat beberapa kali Ryuu Amane dianiaya oleh mereka semua. Namun ia tidak peduli sama sekali, ia malah mengabaikan Ryuu Amane. "Atau dia menyembunyikan kekuatan yang ia miliki?." Kepalanya terasa berdenyut membayangkan itu. "Karena tidak tahan lagi sering disiksa? Makanya dia mulai melawan?."
Rasnya pikirannya sangat kusut memikirkan apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Ryuu Amane selama ini dari orang lain?.
"Aku tidak mengerti sama sekali." Dalam hatinya mencoba mengabaikan itu, tetapi tetap saja pikirannya ke arah sana. "Bertarung dengan orang dewasa, mengeluarkan api?." Suasana hatinya semakin kacau. "Atau jangan-jangan dia memang naga api?."
Sesekali ia duduk, dan berdiri, saking gelisahnya memikirkan apa yang terjadi pada Ryuu Amane.
"Kegh!." Ia merasa kesal. "Kenapa aku malah memikirkan hal aneh seperti itu?!."
Ia mengacak rambutnya dengan kasarnya. Kepalanya sangat sakit memikirkan apa yang terjadi sebenarnya saat ini?.
"Kenapa ada kasus naga api dan naga air?." Tiba-tiba saja hatinya memanas. "Sebenarnya mereka itu apa? Kenapa malah menjadi hal yang mustahil di jaman modern seperti ini!."
Ingin rasanya ia berteriak dengan sangat keras dengan apa yang ia alami saat ini. Ia tidak bisa memikirkan hal yang lebih sederhana atas apa yang menimpa Kota Sukuranburu, terutama di bagian Selatan.
Atsui Akamaru merasakan ada yang berbeda dengan Ryuu Amane yang ia kenal selama ini. Apakah benar itu adalah Ryuu Amane yang ia lihat selama ini?. Kenapa ia bisa memikirkan perubahan Ryuu Amane?. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu Masumi Kenzo sedang berada di ruangannya. Ia sangat lega, jika memang Murasaki Abeno mengeluarkan larangan itu. Karena menurutnya memang sangat berbahaya jika tidak dilakukan. Tapi, saat ini ada satu beban yang sangat mengganjal pikirannya.
"Bagaimana caranya? Mengetahui seseorang itu adalah reinkarnasi dari naga api?." Ia kembali memikirkan cara menentukan apakah orang itu adalah reinkarnasi naga api atau tidak.
"Meskipun buku itu mengatakan, jika seseorang yang memiliki mimpi dikejar naga api." Ucapnya. "Serta memiliki tanda naga api di tangannya." Ia telah membaca salinan buku itu dengan baik.
Ia tidak bisa memikir cara terbaik untuk menemukan solusi itu.
"Tidak mungkin rasanya, aku menanyakan hal yang konyol seperti itu pada seseorang." Ada perasaan aneh di hatinya. "Rasanya sangat aneh, meskipun aku ini seorang dewan perwakilan daerah."
Kepalanya terasa berdenyut sakit memikirkan semua masalah aneh yang sedang melanda Kota Sukuranburu Selatan.
"Sial!." Teriaknya dengan penuh amarah. "Aku kutuk kalian naga air yang jahatnya! Tidak bisa diampuni!." Suaranya menggelegar. "Berjayalah naga api! Untuk membasmi naga air!."
Teriaknya putus asa. Ia tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa lagi untuk mengatasi masalah itu.
"Eh? Tunggu dulu."
Tiba-tiba saja pikirannya tertuju pada suatu penjelasan yang lebih tidak masuk akal.
"Bukannya air bisa mengalahkan api ya?." Logikanya seperti itu. "Lalu bagaimana caranya? Api bisa mengalahkan air? Hum?." Kepalanya semakin sakit memikirkan itu. "Rasanya ini sangat mengganjal sekali." Keluhnya dengan perasaan lelah. "Aku harus bagaimana ini?! AAAAAAAGKHHHH RASANYA KEPALAKU SANGAT SAKIT SEKALI!."
Teriakan prustasinya telah menggelegar. Apalagi pengumuman tentang larangan keluar rumah telah beredar, sehingga ia tidak bisa bertanya pada seseorang untuk menyelesaikan masalah di kota ini.
Bersabarlah tuan Masumi Kenzo. Semoga suatu hari nanti kau bisa menemukan jawabannya bagaimana caranya Api mengalahkan Air. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya, jadi tenanglah untuk sementara waktu. Jangan panik, dan tetaplah berusaha untuk melakukan yang terbaik, yang bisa kau lakukan sebagai dewan perwakilan daerah yang baik.
...***...
...Kembali pada Ryuu Amane yang kini berada di kamarnya....
Ryuu Amane kembali bertemu dengan Ratu Naga Api di alam sukma. Sesekali mereka berbicara satu sama lain untuk memastikan mereka memiliki satu tubuh dan dua Sukma. Reinkarnasi, siapa yang akan menduga itu sebelumnya?. Terutama Ryuu Amane yang hidupnya sangat berat. Entah itu di rumahnya sendiri, bahkan di sekolah ia selalu tertindas.
"Kenapa kau membahayakan dirimu?." Tatapan matanya sangat sedih. "Hanya karena aku melihat kesedihan, yang ada di dalam ibu tirimu itu?."
Tentunya Ratu Naga Api ingin mengetahuinya. "Apakah kau ingin? Menjadi pahlawan di dalam situasi berbahaya ini?." Dengan tegasnya ia bertanya seperti itu.
"Maafkan saya." Ryuu Amane tertunduk lesu. "Karena saya tidak tega melihat ibu bersedih." Ryuu Amane terlihat sedih.
"Tidak tega kau bilang?." Balasnya cepat. "Tapi kau malah membahayakan dirimu sendiri?!." Amarahnya keluar begitu saja. "Kau pikir aku tidak bisa terluka?! Jika bertemu dengan musuh yang sangat kuat? Hah!?." Ratu Naga Api ingin melahap Ryuu Amane, ia toyor kepala itu dengan kuat sehingga Ryuu Amane merintih sakit.
"Huwaa maafkan saya." Ryuu Amane sangat panik. "Saya hanya ingin membantu ibu saya." Rengeknya sambil menahan sakit.
"Hufffh." Ratu Naga Api menghela nafasnya dengan lelahnya. "Baiklah." Ucapnya. "Aku akan membantu melindungi mu." Senyumannya begitu lembut. "Supaya kau tidak mudah untuk dimasuki sukma naga air." Ratu Naga Api mencoba untuk menenangkan dirinya. Ia elus kepala Ryuu Amane dengan sayang, baginya itu adalah hal yang wajar.
"Terima kasih gusti ratu." Ryuu Amane tersenyum kecil. "Ternyata anda sangat baik sekali." Suasana hatinya menghangat dengan sikap baik Ratu Naga Api. "Terima kasih Gusti Ratu." Ryuu Amane tidak tahan lagi, sehingga ia peluk Ratu Naga Api. Ia tidak menduga jika Ratu Naga Api sangat baik padanya.
"Lepaskan." Wajahnya memerah sempurna. "Beraninya kau memelukku seperti itu?!." Ratu Naga Api mendorong Ryuu Amane agar menjauh darinya. Ia tidak suka dipeluk seperti itu oleh siapapun juga kecuali suami tercintanya.
"Tapi Gusti Ratu sangat baik pada saya." Balasnya dengan penuh kebahagiaan. "Karena mau membantu saya." Ryuu Amane berusaha untuk tetap memeluk Ratu Naga Api, meskipun beberapa kali mendapatkan penolakan.
"Aku melakukannya hanya karena, aku tidak ingin kehilangan wadah reinkarnasi." Ucapnya sambil memalingkan wajahnya. "Jangan senang dulu kau wanita lemah!." Meskipun hatinya, dan ucapannya tidak satu arah, namun tetap saja ia memang ingin membantu Ryuu Amane.
"Eh?." Ryuu Amane sangat terkejut, sehingga ia melepaskan pelukannya.
"Tidak usah terkejut seperti itu!." Ketusnya. "Rasanya sangat menyebalkan sekali!." Ratu Naga Api sangat kesal melihat raut wajah Ryuu Amane saat itu.
"Tapi setidaknya saya sangat bersyukur." Ungkapnya sepenuh hati. "Karena selama ini, tidak ada yang peduli, dengan apa yang saya lakukan." Sorot matanya sangat sedih. "Setidaknya dengan adanya gusti ratu, saya tidak kesepian lagi." Senyumannya kembali mengembang begitu saja. "Mereka juga telah melihat, apa yang telah Gusti Ratu lakukan pada mereka." Ryuu Amane masih memperlihatkan senyumannya. Senyumannya yang begitu terlihat sangat manis sekali.
"Kau ini." Ratu Naga Api hampir saja kehilangan kata-kata saat melihat senyuman Ryuu Amane. "Kau ini memang sangat menderita sekali." Ratu Naga Api sedang menahan diri. "Kau ini!." Rasanya Ratu Naga Api telah terbawa suasana.
Hatinya terasa sangat sedih melihat Ryuu Amane yang telah melewati hari yang sangat menyakitkan.
"Kenapa kau begitu menderita? Malang sekali nasibmu." Dalam hatinya merasakan sakit yang luar bias. "Ternyata kau sulit untuk mendapatkan kasih sayang." Dalam hatinya merasa sesak. "Berbeda denganku, memiliki seorang suami yang sangat mencintai diriku." Bayangan suaminya muncul begitu saja. "Dengan penuh kasih sayang." Hatinya terasa hangat, dan sakit di saat bersamaan. "Setidaknya aku memiliki pegangan untuk bertahan, serta alasan untuk tetap berdiri." Dalam hati Ratu Naga Api hampir saja menangis melihat itu. "Aku berjanji, akan membantumu sebisanya." Janjinya di dalam hati. "Hingga saatnya tiba, aku akan memberikan kekuatan padamu." Ratu Naga Api merelakan kesempatan untuk reinkarnasi. "Untuk bertahan di dunia, yang sangat kejam ini." Hatinya telah siap kehilangan untuk kedua kalinya. "Berbahagialah kau ryuu amane." Itulah janji Ratu Naga Api pada saat itu.
Hatinya tersentuh saat melihat apa saja yang dialami oleh Ryuu Amane selama ini. Rasanya memang sangat menyakitkan, dan sesak untuk dirasakan. Sehingga ia tidak bisa mengabaikan perasaan yang dirasakan Ryuu Amane pada saat ini.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya. Apakah yang akan dilakukan Ratu Naga Api untuk melindungi Ryuu Amane?. Lalu bagaimana caranya ia mencari keberadaan suaminya yang kini entah berada di mana?. Apakah benar?. Ia akan merelakan dirinya tidak reinkarnasi, demi masa depan Ryuu Amane yang lebih baik dari sebelumnya?. Next.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments