PILIHAN HATI YANG KUAT

...***...

Pukul 15.30

Ryuu Amane baru saja kembali ke rumahnya. Ternyata ibunya telah menunggu kedatangannya. Mereka menunggu di ruang tengah, karena di sana memang untuk santai jika libur.

"Ini uangnya ibu." Ryuu Amane menyerahkan uangnya pada Ibunya.

"Wah?! Lumayan juga." Ryuu Fumiko sangat terkejut dengan hasil penjualan yang didapatkan oleh Ryuu Amane. "Bagaimana caranya kau menjualkan semuanya?." Ryuu Fumiko penasaran.

"Pasti dia-." Ucapan Ryuu Asuka terpotong.

"Tidak usah banyak bicara!." Bentaknya keras. "Jika kau tidak bisa membantu ibu menghasilkan uang? Sebaiknya kau diam saja!." Ryuu Amane menatap tajam ke arah Ryuu Asuka.

"Amane?." Ryuu Amatsu sangat terkejut melihat sikap anaknya.

"Jualan hari ini hanya segitu saja." Senyumannya kali ini berbeda. "Jika ibu memang bersemangat untuk jualan lagi." Lanjutnya. "Nanti malam akan aku bantu." Ryuu Amane tersenyum kecil menatap ibunya.

"Eh? Benaran?." Ryuu Fumiko tidak percaya jika anaknya menawarkan bantuan?.

"Um." Ia mengangguk kecil. "Tentu saja ibu." Ryuu Amane hanya tersenyum kecil. Itu adalah perasaan hati nurani Ryuu Amane yang sebenarnya.

"Baiklah." Responnya dengan baik. "Kalau begitu, ibu akan memesan bahannya terlebih dahulu." Ryuu Amane sangat senang mendengarnya.

"Baik bu." Balasnya.

"Oh iya, kau baru saja kembali." Senyumannya kali ini berbeda. "Kau pasti lapar, kan?." Suaranya juga terdengar lebih ramah. "Mari ibu siapkan makannya."

Entah kenapa ia bersikap baik pada anaknya. Apa karena ia mendapatkan pendapatan agak lebih?.

"Terima kasih ibu." Ryuu Amane juga sangat senang. Ia mengikuti ibunya yang mengiringnya ke dapur.

"Sepertinya aku telah salah menilainya." Dalam hati Ryuu Fumiko sedikit mulai terbuka. Karena selama ini ia sangat membenci anak tirinya itu.

"Bagus amane chan." Ratu Naga Api sangat senang melihat itu. "Kau bisa melakukannya." Hatinya merasa lega. "Aku akan selalu mendukungmu." Senyumannya mengembang begitu saja. "Itu tadi adalah suara hatimu yang sebenarnya." Dalam hati Ratu Naga ikut senang melihatnya.

"Aku ingin mengubah pandangan orang lain pada diriku." Hatinya terasa hangat. "Karena itulah aku harus berjuang." Dalam hati Ryuu Amane sangat senang karena respon baik dari ibunya.

Sedangkan Ryuu Amatsu dan kedua anaknya yang lainnya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Rasanya itu sebuah mimpi yang mengejutkan.

"Tadi ibu menawarkan kebaikan? Amane marah?." Ryuu Amatsu bertanya pada kedua anaknya.

"Benar." Responnya aneh. "Rasanya ada yang berbeda." Ryuu Asuka tidak mengerti sama sekali.

"Ini sangat mengherankan." Ryuu Wataru tidak tahu mau berkata apa.

Mereka memang selalu mencari-cari kesalahan Ryuu Amane. Tapi lihat?. Saat ini ia telah berhasil mengambil hati Ryuu Fumiko. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.

...****...

Malam itu pemerintah daerah Kota Selatan Kota Sukuranburu telah mengumumkan memalui berita, menyebarluaskan informasi sosok yang diduga sebagai wadah reinkarnasi dari sukma Naga Air.

"Selamat malam pemirsa." Ia menyapa Berita itu. "Berita khusu malam ini." Lanjutnya. "Informasi langsung dari bapak masumi kenzo." Suaranya sangat jelas. "Beliau telah menginformasikan bahwa uzumaki araumi adalah wadah dari sukma naga air." Ucapnya sedikit aneh. "Dengan demikian, diharapkan berhati-hati saat bertemu dengannya." Lanjutnya. "Jika bertemu dengannya, segera hubungi kantor polisi terdekat." Tegasnya. "Berikut adalah informasi mengenai uzumaki araumi."

Pembaca acara berita tersebut memberikan informasi mengenai masalah yang membuat kota Sukuranburu bagian selatan Ketakutan. Dan berita itu sepertinya sedang dilihat oleh Murasaki Abeno sebagai Gubernur Kota Sukuranburu.

"Ternyata dia memang bekerja dengan baik."

Murasaki Abeno sangat lega mendengarnya. Itu artinya kewaspadaan bisa diatasi saat ini.

"Syukurlah." Hatinya merasa lega. "Dengan begitu aku sedikit lega." Ia tidak tahu harus berbuat apa di saat kekacauan yang mereka rasakan saat ini. "Sebenarnya apa yang terjadi?." Ia masih bingung. "Kenapa tugu naga api menjadi segel bagi sukma naga air?." Ia masih memikirkan dengan apa yang ia baca. "Apakah kisah itu memang nyata? Tapi kenapa naga air di segel di laut selatan?." Ia mengambil sebuah buku tentang sejarah Kota Sukuranburu pada masa Edo. Ia ingin mengetahui beberapa hal yang membuatnya penasaran.

Ia membuka buku tentang dua suku yang berada di Kota Sukuranburu pada masa itu. "Dahulu, ribuan tahun yang lalu, ada sebuah kerajaan yang terbagi dua suku." Ia membacakan informasi itu. "Naga api dan naga air?." Ia heran dengan apa yang ia bacakan.

"Tapi kedua suku ini saling bermusuhan karena berbeda pandangan, kekuatan, serta kasta."

Pikirannya membayangkan kejadian masa itu.

"Yang membuat keduanya, tidak bisa hidup saling berdampingan." Lanjutnya. "Naga air merasa dirinya paling benar, paling hebat." Matanya sedikit menyipit ketika membacakan kalimat itu.

"Sehingga merendahkan suku naga api."

Deg!.

Perasaannya tidak enak.

"Ternyata dari dulu, memang seperti itu toh." Dalam hatinya. "Pandangan harga diri." Ia bergidik ngeri membayangkan itu terjadi.

"Karena menurut pandangan mereka, hanya air yang bisa memadamkan api." Ia melanjutkan membaca buku itu, mencoba memahami setiap kata yang tertulis di buku itu.

"Hum." Ia berpikir sejenak. "Jadi kota sukuranburu ternyata seperti ini?." Dalam hatinya semakin bingung. "Tapi aku belum menemukan jawabannya."

Tentu saja ia belum menemukan jawabannya, ia belum mengetahui sejarah Kota Sukuranburu secara mendalam.

Apakah yang akan ia lakukan setelah membaca sejarah Kota Sukuranburu?. Tindakan apa yang akan ia lakukan demi melindungi masyarakat kota Sukuranburu, terutama bagian selatan?. Temukan jawabannya.

...***...

Malam telah menyapa. Ryuu Amane membantu ibunya menyiapkan semua bahan untuk jualan besok. Sedangkan ayah, dan kedua adiknya hanya melihat dari kejauhan saja. Karena mereka tidak mau kena semprot oleh Ryuu Amane.

"Apakah ibu? Menikmati pekerjaan yang ibu lakukan?." Ryuu Amane memperhatikan bagaimana ibunya bekerja dengan cekatan saat membuat adonan roti.

"Kenapa kau bertanya seperti itu?." Ryuu Fumiko sedikit bingung, dan ada kesal juga yang ia rasakan ketika mendengarkan pertanyaan itu.

"Karena ibu adalah wanita yang sangat tangguh." Responnya. "Jika ibu tidak menikmati pekerjaan ibu sebagai penjual roti." Ryuu Amane tersenyum kecil sambil memuji ibunya. "Tidak mungkin, ibu bisa berjuang sejauh ini."

"Heh!." Ia mendengus kesal. J"ika aku tidak bekerja sebagai seorang penjual roti? Lalu aku mau bekerja sebagai apa?." Dalam kebanggaan yang ia rasakan, namun ada juga kekesalan yang ia rasakan saat itu.

"Ibu adalah wanita yang cantik." Ungkapnya. "Jika ibu masuk majalah model, aku yakin mereka akan terpesona." Ryuu Amane benar-benar memuji ibunya dengan kata-kata yang sangat mengejutkan.

Deg!!!.

Rasanya jantung Ryuu Fumiko hampir saja copot mendengarkan pujian anaknya itu. Apa yang diinginkan anaknya itu dengan memujinya?.

"Kau ini seorang wanita!." Pipinya memerah merona. "Jangan seenaknya saja memuji orang lain." Ada perasaan kesal yang ia rasakan, serta gugup dalam waktu yang bersamaan. Akan tetapi Ryuu Amane malah tertawa geli melihat raut wajah ibunya saat ini.

"Ibu bukanlah orang lain." Senyumannya begitu manis. "Bukankah kita telah tinggal bersama selama bertahun-tahun?." Ryuu Amane tidak tahan untuk menggoda ibunya. "Jadi hal yang wajar, jika aku memuji ibu." Lanjutnya.

"Diam!." Suaranya terdengar gugup. "Kau ini memang anak durhaka." Ucapnya aneh. "Cepat kerjakan semuanya dengan benar!." Untuk menyembunyikan perasaanya ia malah membentak anaknya.

"Ryoukai!." Balas Ryuu Amane dengan semangatnya.

Malam itu memang terasa sangat berbeda bagi Ryuu Amane. Karena selama ini ia tidak pernah dekat dengan ibu tirinya. Sungguh sangat membahagiakan baginya. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Ryuu Amane bisa berdekatan seperti itu dengan ibunya?. Temukan jawabannya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta. Salam penuh  cinta.

...***...

Sementara itu.

Biksu Souji Gedaje dan Akihara Masamune saat ini sedang bersiap-siap untuk melakukan tugas mereka. Tentunya mereka ingin menangani Uzumaki Araumi yang telah menjadi wadah reinkanasi Naga Air. Mereka tidak akan membiarkan Uzumaki Araumi mencari korban baru lagi, sehingga menyebabkan ketakutan di kota Sukuranburu bagian selatan.

"Malam ini sangat berbeda dari yang biasanya." Biksu Souji Gedaje dapat merasakan hawa yang tidak biasa.

"Untuk keturunan dari jendral souji pensiero, kau sangat hebat juga memiliki kekuatan tenaga dalam." Akihara Masamune berdiri di samping Biksu Souji yang telah siap. "Aku sangat terkejut, mengetahui jika keturunan souji pensiero." Lanjutnya. "Masih bertahan hingga ribuan tahun berlalu." Antara kagum dan tidak percaya, itulah yang ia rasakan pada saat itu.

"Aku juga tidak percaya, jika kau adalah reinkarnasi dari naga api." Biksu Souji Gedaje menatap tidak suka.

"Hahaha!." Ia malah tertawa aneh.

"Apalagi kau reinkarnasi dalam tubuh seorang remaja." Matanya memperhatikan itu dengan benar. "Ternyata kakek tua seperti kau, memiliki jiwa muda yang sangat luar biasa." Ucapannya itu sangat tidak enak untuk didengar oleh Akihara Masamune.

"Diam kau!." Bentak Akihara Masamune dengan suara yang sangat keras. "Berani sekali kau berkata seperti itu padaku!." Hatinya sangat tidak terima. "Berani sekali kau menghina kekuatan yang aku miliki!." Akihara Masamune sangat kesal mendengarkan apa yang dikatakan oleh Biksu Souji Gedaje.

"Heh!." Biksu Souji Gedaje hanya memalingkan wajahnya dengan sangat kesal.

Memang ia akui jika ia sangat kagum, dengan suku naga api yang memang bisa melakukan reinkarnasi setelah kematian mereka.

"Mungkin aku akan bertanya tentang ratu naga api." Dalam hatinya. "Katanya dia bisa menyegel semua naga air di laut selatan." Dalam hatinya mencoba untuk mencari celah untuk mengetahui bagaimana kejadian masa lalu.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.

...***...

Di rumah Ryuu Amane.

Saat ini di kamar Ryuu Amane, ia sedang melakukan persiapan untuk melakukan pertarungannya dengan reinkarnasi naga air. Apakah ia bisa melakukan itu tanpa adanya hambatan?. Apakah ia telah membuat keputusan yang sangat tepat?.

"Ada apa Gusti Ratu? Kenapa Gusti Ratu terlihat sangat gelisah?." Ryuu Amane bertanya karena ia dapat merasakan perasaan Ratu Naga Api saat ini.

Tentunya di alam bawah sadarnya, Ryuu Amane dan Ratu Naga Api bisa berkomunikasi dengan sangat baik. Mereka terhubung dengan sangat baik, sangat dekat, dan saling mempercayai satu sama lain.

"Ada satu hal yang sedang aku pikirkan saat ini aku pikirkan." Memang sangat terasa bagaimana kegelisahan yang ia rasakan.

"Katakan saja." Responnya. "Semoga saja saya bisa membantu Gusti Ratu, untuk mengurangi kegelisahan yang sedang gusti ratu rasakan." Ryuu Amane memberi ruang dan waktu untuk Ratu Naga Api mencurahkan perasaan yang ia rasakan.

"Malam ini aku akan menggunakan kekuatanku melalui tubuhmu."

"Lalu apa yang membuat Gusti Ratu ragu?." Ryuu Amane sangat heran dengan itu.

"Jika aku terlalu memaksakan diri." Jawabnya. "Menggunakan kekuatan yang aku miliki." Hatinya sangat cemas. "Aku takutnya terjadi sesuatu padamu nantinya." Itulah yang ditakutkan oleh Ratu Naga Api saat itu.

"Memangnya apa yang terjadi pada saya?." Ryuu Amane heran. "Jika Gusti Ratu memaksakan diri." Hatinya bergetar aneh. "Untuk menggunakan kekuatan Gusti Ratu? Melalui tubuh saya?." Masih ada perasaan penasaran yang ia rasakan pada saat itu.

"Kematian." Jawabnya dengan perasaan sakit.

Deg!.

"Kematian?!." Ryuu Amane sangat terkejut dengan apa yang ia dengar.

"Ya." Jawabnya. "Jika aku memaksakan diri." Kembali ada kecemasan di hatinya. "Untuk menggunakan kekuatan, yang aku miliki melalui tubuhmu." Tatapan matanya sangat sedih. "Kau akan mati, karena tidak sanggup menahan." Hatinya kembali bergetar. "Semua tenaga dalam yang aku miliki." Ratu Naga Api tidak menyembunyikan apa yang terjadi jika ia melakukan itu.

Deg!!!.

Ryuu Amane sangat terkejut mendengarkan apa yang dikatakan Ratu Naga Api.

"Apakah itu benar?." Ryuu Amane ingin memastikannya sekali lagi. Jika ia tidak salah dalam mendengarkan sebuah informasi.

"Aku berkata yang sebenarnya." Hatinya terasa lemah. "Dan aku tidak berkata dusta padamu." Ratu Naga Api berkata jujur. Ia tidak menyembunyikan apapun dari Ryuu Amane.

"Gusti Ratu." Dalam hatinya merasakan kesedihan itu.

"Apa yang akan kau lakukan? jika itu yang akan terjadi?." Tatapan matanya sangat sedih. "Apakah kau akan menolaknya? jika aku menggunakannya nantinya?." Ratu Naga Api sambat tidak tega.

Ryuu Amane terlihat sedang memikirkan apakah yang akan mereka lakukan jika kematian yang akan ia terima jika memang seperti itu yang terjadi?.

"Apakah kau takut mati?." Kembali ia bertanya. "Sehingga kau menolak diriku nantinya, untuk tidak melakukan itu?."

"Jika takdir yang aku terima seperti itu." Ryuu Amane terlihat tegar. "Jika aku bisa menyelamatkan seseorang." Ia tersenyum lembut. "Menggunakan kekuatan yang Gusti Ratu miliki dengan tubuh ini." Ucapnya lagi. "Maka dengan senang hati, saya akan melakukannya." Tanpa adanya keraguan ia berkata seperti itu.

"Kau yakin?."

"Tentu saja sangat yakin."

"Kau tidak takut mati?."

"Tidak."

"Kau siap?."

"Sangat siap."

"Baiklah." Responnya. "Jika kau memang siap." Ratu Naga Api menekan perasaan aneh di hati. "Maka aku juga tidak akan ragu, untuk menggunakan kekuatanku saat itu."

Ratu Naga Api tahu jika Ryuu Amane adalah wanita muda yang sangat kuat.

"Lagipula, jika aku mati tidak akan ada yang peduli padaku." Dalam hatinya merasakan perasaan sakit. "Hidup dan mati sekalipun, akan tetap sama, dan tidak akan pernah berubah sedikitpun." Dalam hatinya sangat sedih menerima kenyataan itu.

Ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari siapapun. Hanya kebencian yang ia dapatkan selama ini.

Apakah itu artinya Ryuu Amane telah pasrah dengan apa yang ia terima jika memang kematian yang akan ia dapatkan?. Apakah Ryuu Amane tidak takut mati?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Simak terus ceritanya.

...***...

Sementara itu Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken masih lembar. Mereka masih mencari cara untuk menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi.

"Apakah kita tidak bisa mengandalkan biksu itu?." Hatinya kembali cemas. "Untuk melakukan pekerjaan berbahaya itu pak?." Wakabayashi Ken sedikit heran kenapa Biksu Souji Gedaje sampai hari ini belum juga bergerak?. "Harus dengan cara apa?." Rengeknya. "Kita membujuk biksu itu? Agar bekerja sama dengan kita?." Ucapnya dengan tangisan kecil. "Untuk segera menangkap uzumaki araumi?." Wakabayashi Ken hampir saja frustasi.

"Sepertinya dia bukan orang, yang mudah untuk diajak bekerjasama."

Masumi Kenzo juga sedang memikirkan cara agar Biksu Souji Gedaje mau membantu mereka semua.

"Mungkin dia memiliki cara tersendiri, untuk mengatasi masalah ini." Dalam hatinya berpikir aneh. "Sehingga dia memberi kesan pada kita, bahwa dia memang tidak ingin bekerjasama dengan kita." Masumi Kenzo berpikir ke arah sana.

"Bisa jadi seperti itu." Responnya. "Karena itulah, dia memberi kesan." Lanjutnya. "Bahwa dia orang yang, seakan-akan tidak peduli dengan apa yang terjadi." Wakabayashi Ken sedikit setuju dengan itu. Jika ia pikir-pikir, Biksu Souji Gedaje memang seperti itulah orangnya.

"Baik juga dia rupanya." Ia sangat terkesan.

"Lalu apa yang akan kita lakukan? Jika memang seperti itu yang terjadi?." Kali ini ia melemparkan sebuah pertanyaan pada Masumi Kenzo.

"Entahlah." Responnya. "Aku juga tidak mengetahuinya." Lanjutnya. "Tapi kita harus segera melakukan pekerjaan kita." Ia sedikit bersemangat. "Atau kita akan membiarkan uzumaki araumi? Melakukan hal yang lebih mengerikan lagi." Ada perasaan takut di hatinya. "Dan aku tidak mau, menjadi sasaran kemarahan warga kota sukuranburu bagian selatan." Lanjutnya dengan lelahnya.

Bahkan ia hampir saja tidak bisa bernafas dengan lega setelah kejadian di laut selatan.

"Baiklah." Responnya. "Kalau begitu besok kita lanjutkan lagi." Ia tersenyum kecil. "Semoga saja besok, kita menemukan jawaban." Lanjutnya. "Dari apa yang telah menimpa kita semua di tahun ini."

"Ya, semoga saja."

Masumi Kenzo terlihat sangat kecewa, karena masalah ini membuat mereka bekerja lebih hati-hati jika tidak ingin menjadi tumbal dari raja naga api.

Tentunya mereka tidak ingin itu terjadi. Karena mereka semua masih sayang nyawa, dan tidak akan bisa digantikan begitu saja. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Hanya waktu yang akan menjawabnya. Next.

...***...

Episodes
1 SINOPSIS
2 AWAL DARI SEMUANYA
3 APA YANG TERJADI?
4 SITUASI SEBENARNYA
5 MENCARI INFORMASI
6 CIRI-CIRI KETURUNAN
7 KEJADIAN ANEH
8 ADA YANG AMEH
9 MENGUATKAN HATI
10 BANYAK MASALAH
11 GODAAN YANG MENJANJIKAN
12 MARI KITA SELESAIKAN
13 BISA SEPERTI ITU?
14 JANJI DARI HATI
15 TIDAK BISA BERSAMA
16 PENULIS BUKU
17 INFORMASI YANG AKURAT
18 PILIHAN HATI YANG KUAT
19 KETAKUTAN DI HATI
20 PERTARUNGAN DIMULAI
21 PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI
22 INGATAN HARI ITU
23 TIDAK BISA DISELAMATKAN?
24 APAKAH ITU BENAR?
25 KEBENARAN
26 KEPUTUSAN YANG KUAT
27 SALING MENYALAHKAN
28 TERPAKSA
29 ALASAN YANG TEPAT
30 KECEMASAN HATI YANG DALAM
31 KEBETULAN?
32 KERJASAMA
33 MENCARI INFORMASI
34 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
35 MASALAH BARU?
36 WANITA KUAT
37 JANGAN MUDAH MENYERAH
38 RASAKAN KEHADIRANNYA
39 PERASAAN GEJOLAK JIWA
40 TEKAD API
41 PASTI BISA
42 CHAPTER 41
43 CHAPTER 42
44 CHAPTER 43
45 CHAPTER 44
46 CHAPTER 45
47 CHAPTER 46
48 CHAPTER 47
49 CHAPTER 48
50 CHAPTER 49
51 CHAPTER 50
52 CHAPTER 51
53 CHAPTER 52
54 CHAPTER 53
55 CHAPTER 54
56 CHAPTER 55
57 CHAPTER 56
58 CHAPTER 57
59 CHAPTER 58
60 CHAPTER 59
61 CHAPTER 60
62 CHAPTER 61
63 CHAPTER 62
64 CHAPTER 63
65 CHAPTE 64
66 CHAPTER 65
67 CHAPTER 66
68 CHAPTER 67
69 CHAPTER 68
70 CHAPTER 69
71 CHAPTER 70
72 CHAPTER 71
73 CHAPTER 72
74 CHAPTER 73
75 CHAPTER 74
76 CHAPTER 75
77 CHAPTER 76
78 CHAPTER 77
79 CHAPTER 78
80 CHAPTER 79
81 CHAPTER 80
82 CHAPTER 81
83 CHAPTER 82
84 CHAPTER 83
85 CHAPTER 84
86 CHAPTER 85
87 CHAPTER 86
88 CHAPTER 87
89 CHAPTER 88
90 CHAPTER 89
91 CHAPTER 90
92 CHAPTER 91
93 CHAPTER 92
94 CHAPTER 93
95 CHAPTER 94
96 CHAPTER 95
97 CHAPTER 96
98 CHAPTER 97
99 CHAPTER 98
100 CHAPTER 99
101 CHAPTER 100
102 CHAPTER 101
103 CHAPTER 102
104 CHAPTER 103
105 gfg
106 CHAPTER 103
Episodes

Updated 106 Episodes

1
SINOPSIS
2
AWAL DARI SEMUANYA
3
APA YANG TERJADI?
4
SITUASI SEBENARNYA
5
MENCARI INFORMASI
6
CIRI-CIRI KETURUNAN
7
KEJADIAN ANEH
8
ADA YANG AMEH
9
MENGUATKAN HATI
10
BANYAK MASALAH
11
GODAAN YANG MENJANJIKAN
12
MARI KITA SELESAIKAN
13
BISA SEPERTI ITU?
14
JANJI DARI HATI
15
TIDAK BISA BERSAMA
16
PENULIS BUKU
17
INFORMASI YANG AKURAT
18
PILIHAN HATI YANG KUAT
19
KETAKUTAN DI HATI
20
PERTARUNGAN DIMULAI
21
PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI
22
INGATAN HARI ITU
23
TIDAK BISA DISELAMATKAN?
24
APAKAH ITU BENAR?
25
KEBENARAN
26
KEPUTUSAN YANG KUAT
27
SALING MENYALAHKAN
28
TERPAKSA
29
ALASAN YANG TEPAT
30
KECEMASAN HATI YANG DALAM
31
KEBETULAN?
32
KERJASAMA
33
MENCARI INFORMASI
34
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
35
MASALAH BARU?
36
WANITA KUAT
37
JANGAN MUDAH MENYERAH
38
RASAKAN KEHADIRANNYA
39
PERASAAN GEJOLAK JIWA
40
TEKAD API
41
PASTI BISA
42
CHAPTER 41
43
CHAPTER 42
44
CHAPTER 43
45
CHAPTER 44
46
CHAPTER 45
47
CHAPTER 46
48
CHAPTER 47
49
CHAPTER 48
50
CHAPTER 49
51
CHAPTER 50
52
CHAPTER 51
53
CHAPTER 52
54
CHAPTER 53
55
CHAPTER 54
56
CHAPTER 55
57
CHAPTER 56
58
CHAPTER 57
59
CHAPTER 58
60
CHAPTER 59
61
CHAPTER 60
62
CHAPTER 61
63
CHAPTER 62
64
CHAPTER 63
65
CHAPTE 64
66
CHAPTER 65
67
CHAPTER 66
68
CHAPTER 67
69
CHAPTER 68
70
CHAPTER 69
71
CHAPTER 70
72
CHAPTER 71
73
CHAPTER 72
74
CHAPTER 73
75
CHAPTER 74
76
CHAPTER 75
77
CHAPTER 76
78
CHAPTER 77
79
CHAPTER 78
80
CHAPTER 79
81
CHAPTER 80
82
CHAPTER 81
83
CHAPTER 82
84
CHAPTER 83
85
CHAPTER 84
86
CHAPTER 85
87
CHAPTER 86
88
CHAPTER 87
89
CHAPTER 88
90
CHAPTER 89
91
CHAPTER 90
92
CHAPTER 91
93
CHAPTER 92
94
CHAPTER 93
95
CHAPTER 94
96
CHAPTER 95
97
CHAPTER 96
98
CHAPTER 97
99
CHAPTER 98
100
CHAPTER 99
101
CHAPTER 100
102
CHAPTER 101
103
CHAPTER 102
104
CHAPTER 103
105
gfg
106
CHAPTER 103

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!