INFORMASI YANG AKURAT

...***...

Kuil Tenkuu No Seiden

Ryuu Amane menatap tajam Akihara Masamune yang kini berusaha untuk menghindarinya. Kemarahan yang sangat luar biasa yang sangat ia rasakan. Ingin segera ia lampiaskan langsung pada orangnya, karena pengawal pribadinya yang sangat kurang ajar itu telah membuat buku tentang dirinya?.

"Tatsu!." Hawa yang ditunjukkan Ratu Naga Api sangat mengerikan.

Hawa kemarahan yang sangat tidak biasa, dan ia mencekik Akihara Masamune dengan sangat kuat.

"Apakah kau berpikir bisa lari dariku tatsu?." Ryuu Amane hampir saja meledak.

"Ha-hamba?." Akihara Masamune sangat bingung.

"Benarkah? Kau yang menulis buku itu?." Amarahnya membara.

"Su-su-sungguh hamba tidak ingat menulis seperti itu." Ia tidak ingat sama sekali pernah menulis tentang Ratu Naga Api. "Dan juga hamba tidak menyangka akan ada menyimpan buku itu."

Siapa yang tahan dengan hawa panas yang ditunjukkan oleh Ratu Naga Api?. Lihatlah, Akihara Masamune sampai berkeringat dingin seperti itu sambil menahan betapa panasnya hawa sekitanya.

"Hum?!." Biksu Souji Gedaje sangat heran melihat apa yang mereka lakukan, dan mendengarkan apa dikatakan gadis remaja itu.

"Beraninya kau!." Amarahnya kembali meledak-ledak. "Menulis tentang diriku tanpa izin dariku!." Ingin rasanya Ratu Naga Api mencincang daging Akihara Masamune saat itu juga.

"A-a-ampuni hamba." Akihara Masamune menggigil ketakutan.

"Dan kau berkata? Tidak ingat?." Sorot matanya terlihat mengerikan. "Jika kau telah menulis tentangku?!."

Amarahnya sangat bergejolak, seakan-akan hendak membakar disekelilingnya, saking panasnya yang dirasakan.

"Sepertinya kau ingin aku panggang hidup-hidup malam ini!." Itulah ancaman yang dikatakan Ratu Naga Api pada pengawal pribadinya.

"Sungguh! Ampuni hamba!." Akihara Masamune semakin ketakutan.

"Apakah kau berpikir? Kau bisa hidup lagi setelah ini tatsu?!."

Ratu Naga Api tidak tanggung-tanggung jika marah, sehingga Kuil Tenkuu No seperti ingin terbakar.

"Panas yang tidak biasa." Biksu Souji Gedaje merasakan hawa yang tidak biasa itu. "Hum?." Ia mencoba memikirkan sebuah kalimat atau ucapan yang ia dengar.

"Sebenarnya ada cara yang untuk mengetahui, jika dia adalah ratu naga api itu." Tiba-tiba saja ia ingat sesuatu. "Jika kau merasakan panas yang berbeda, juga kau melihat ada tanda naga merah delima di dahinya." Dalam hatinya lagi. "Itu adalah bukti, saat itu ia sedang marah besar." Matanya memperhatikan keadaan gadis muda di depannya. "Maka dia adalah reinkarnasi dari ratu naga api."

Kalimat itu diucapkan oleh ayahnya beberapa tahun yang lalu mengenai Ratu Naga Api yang reinkarnasi.

"Ampuni hamba! Sungguh ampuni hamba!." Akihara Masamune semakin ketakutan dengan apa yang akan dilakukan oleh Ryuu Amane atau Ratu Naga Api. "Sungguh hamba tidak bermaksud seperti itu." Akihara Masamune berusaha melarikan diri, ia tidak mau jadi daging panggang.

"Kau pikir aku akan mengampuni mu?!." Suaranya terdengar marah. "Kau ini benar-benar pengawal pribadi ku yang sangat kurang ajar!." Ratu Naga Api benar-benar melampiaskan amarahnya. "Berani sekali kau membocorkan tentangku, pada orang lain melalui sebuah tulisan!." Ratu Naga Api sangat marah, ia tidak menduga jika pengawal pribadi yang ia percayai malah melakukan kesalahan seperti itu?. Ia mengejar Akihara Masamune, hingga terjadi adegan lari-larian di dalam Kuil Tenkuu No Seiden.

Deg!.

Biksu Souji Gedaje melihat tanda naga merah delima pada kening gadis itu.

"Hamba hanya mengatakan kebenaran saja." Akihara Masamune masih membela dirinya. "Hamba mohon ampuni hamba gusti ratu!."

Dan ia masih sanggup menjawab ucapan Ratu Naga Api?. Apakah ia tidak sayang lagi dengan nyawanya?. Hanya Tatsu saja yang berani menjawab perkataan Ratu Naga Api?.

"Hamba? Gusti ratu? Pengawal pribadi?." Dalam hatinya sedang memikirkan semua itu. "Panas yang berbeda? Tanda merah delima naga?." Biksu Souji Gedaje mencoba untuk mencerna dengan apa yang ia dengar. "Ha?." Ia tampak berpikir, apakah itu benar?. Atau hanya perasaannya saja?.

"Ekhm!." Biksu Souji Gedaje memberi kode.

"Hi? Apa?!." Akihara Masamune sangat terkejut. Ia juga menghentikan langkahnya, begitu juga Ratu Naga Api yang tadinya mengejar Akihara Masamune.

"Gadis kecil!." Ucapnya dengan suara yang keras. "Jangan-jangan kau adalah reinkarnasi dari ratu naga api?!." Tanpa basa-basi lagi Biksu Souji Gedaje berkata seperti itu.

Ryuu Amane, dan Akihara Masamune menghentikan apa yang mereka lakukan saat itu.

"Aku yakin kau adalah ratu naga api!." Tunjuknya dengan percaya diri, jika gadis kecil itu memang reinkarnasi Ratu Naga Api?.

"He?." Ratu Naga Api sangat terkejut, sehingga ia melepaskan cekikan Akihara Masamune.

"Tidak salah lagi!." Tegasnya. "Kau adalah reinkarnasi dari ratu naga api!." Tanpa perasaan ragu ia berkata jika Ryuu Amane adalah reinkarnasi dari Ratu Naga Api.

Ryuu Amane dan Akihara Masamune saling bertatapan satu sama lain.

"Mataku tidak mungkin salah mengenali seseorang." Entah kenapa ia sangat senang pada saat itu.

Bagaimana tanggapan dari Ratu Naga Api?. Apakah benar ia adalah reinkarnasi Ratu Naga Api?. Temukan jawabannya.

...***...

Di Kantor DPD.

Masumi Kenzo kembali memikirkan hal apa yang akan ia lakukan setelah ini. Karena semua yang ia lakukan sia-sia. Sedangkan laporan yang ia terima semakin banyak orang yang menghilang. Apakah masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan cara manusia biasa?. Kenapa sangat aneh, gaib, juga sangat aneh.

"Apa yang akan aku lakukan setelah ini?." Dalam hatinya. "Semua rencananya gagal total." Masumi Kenzo menghela nafasnya dengan sangat lelahnya. "Apakah tidak ada cara yang baik lagi?." Keluhnya.

"Tapi setidaknya kita telah mengetahui." Responnya. "Siapa yang melakukannya pak." Wakabayashi Ken mecoba menyemangati Masumi Kenzo.

"Maafkan saya." Ucapnya dengan rasa bersalah. "Karena saya tidak bisa menemukan siapa, yang bisa melihat Sukma naga air." Kadoaki Takayama merasa sangat bersalah, karena ia juga gagal.

"Sudahlah." Balasnya. "Lupakan saja." Lanjutnya. "Aku rasa itu memang bukan ide yang baik." Ia menarik nafas lelah. "Kita cari cara yang lain saja." Masumi Kenzo sangat pasrah jika masalah yang dilakukan oleh Kadoaki Takayama itu gagal.

"Ahaha!." Ia tertawa aneh. "Sungguh sangat menyakitkan hati." Kadoaki Takayama sangat tidak enak hati. "Rasanya aku memang tidak berguna sama sekali." Ia menangis sedih mengingat itu.

"Hum." Masumi Kenzo tiba-tiba saja memikirkan suatu ide yang cukup cemerlang. "Bagaimana kalau kita sebar luas berita itu?." Ucapnya. "Siapa yang telah dimasuki oleh sukma naga api? Sehingga warga kota akan waspada." Masumi Kenzo terlihat sedikit bersemangat dari yang sebelumnya.

"Sepertinya itu ide yang sangat bagus pak!." Wakabayashi Ken dan Kadoaki Takayama sangat setuju, dan bahkan mereka juga terlihat bersemangat.

"Heh!." Ia mendengus kesal. "Siapa dulu dong?." Ia terlihat percaya diri. "Masumi kenzo!." Masumi Kenzo malah membanggakan dirinya.

"Sungguh sangat luar biasa sekali pak." Mereka benar-benar kagum dengan apa yang dilakukan oleh Masumi Kenzo. Sungguh pemimpin yang cepat bertindak.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Hanya itu saja yang bisa dilakukan, karena ia juga memikirkan keselamatan masyarakat kota Sukuranburu. Apakah mereka semua bisa mengatasi masalah itu dengan baik?. Temukan jawabannya.

...***...

Kembali ke Kuil Tenkuu No Seiden.

Ratu Naga Api sangat heran, kenapa Biksu Souji Gedaje berkesimpulan, bahwa ia adalah reinkarnasi dari ratu Naga Api?.

"Kenapa kau bisa berpendapat seperti itu?." Ucapnya heran. "Katakan padaku." Ryuu Amane tidak ingin terpengaruh begitu cepat, hanya karena ucapan Biksu Souji Gedaje yang hanya menebak saja?.

"Aku dapat melihat hawa naga, yang sangat luar biasa darimu." Jawabnya. "Hawa ratu naga api yang, sangat berbeda dengan yang lainnya." Biksu Souji Gedaje memang dapat melihat hawa seseorang.

Terutama ia dapat melihat perbedaan yang sangat kental dari Ryuu Amane.

"Ayahku pernah berkata, jika ratu naga api sedang marah." Ucapnya. "Hawa sekitarnya terasa sangat berbeda." Lanjutnya. "Lebih menekan, juga mendominasi." Ucapnya dengan perasaan aneh.

Ryuu Amane melihat ke arah Akihara Masamune.

Deg!.

Perasaannya tidak enak sama sekali. "Hamba tidak menulisnya seperti itu." Dalam hatinya sangat gugup.

"Selain itu, tanda merah delima naga, yang ada di dahimu itu." Tunjuknya ke arah Ryuu Amane. "Benar-benar menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya." Lanjutnya. "Putri dari kaisar naga api agung."

Deg!.

Ryuu Amane, atau lebih tepatnya Ratu Naga Api sangat terkejut mendengarnya.

"Tanda itu sangat menggambarkan, jika kau adalah putrinya." Bahkan ia menunjukkan sebuah lukisan Raja Agung Naga Api yang merupakan ayahandanya.

"Hanya karena seperti itu?." Ryuu Amane terlihat menahan amarahnya. "Kau berani menyimpulkan bahwa? Aku adalah reinkarnasi ratu naga api?." Ryuu Amane menatap serius. Matanya menatap sosok yang sangat ia rindukan selain suami yang sangat ia cintai.

"Memang ada tanda merah delima naga di dahi gusti ratu." Akihara Masamune memperhatikan kening Ryuu Amane.

Akan tetapi apa yang ia dapatkan pada saat itu?. Sebuah pukulan yang sangat kuat dari Ratu Naga Api yang sedang marah besar.

Duakh!.

"Kegh!." Akihara mengeluh sakit.

Sungguh pukulan yang sangat menyakitkan. Tapi sepertinya Ratu Naga Api tidak peduli sama sekali, karena saat ini ia sedang sangat marah.

"Jangan berisik!." Bentak Ratu Naga Api penuh dengan kemarahan.

"Hufhh!." Biksu Souji Gedaje menghela nafasnya. Ia lelah melihat pertengkaran dua remaja itu.

"Sebaiknya kau tidak usah bicara." Ryuu Amane semakin kesal.

"Tunggu sebentar." Ucapnya. "Ada hal yang ingin aku pastikan." Lanjutnya. "Jika kau memang reinkarnasi naga api."

Saat itu ia ingat dengan suatu benda yang mungkin dapat membantunya untuk membuktikan semuanya benar.

"Hum?." Raut wajahnya tampak aneh. "Memangnya apa yang ingin ia lakukan?." Akihara Masamune sangat heran melihat itu.

"Kita lihat saja." Responnya. "Jangan tanyakan padaku." Ratu Naga Api sangat tenang. "Apa yang ingin ia lakukan sebenarnya?." Ia juga bingung. "Apakah benar? Dia bisa membuktikan? Jika aku adalah ratu naga api?." Ia sedikit gelisah mengenai itu.

"Apakah sebaiknya, kita pergi dari sini Gusti Ratu?." Ryuu Amane bertanya karena ia tidak nyaman sama sekali.

"Tenang saja." Balasnya. "Aku juga penasaran, apa yang akan ia lakukan." Lanjutnya. "Karena aku ingin melihat, sejauh mana mereka mengenaliku." Ratu Naga Api memang sangat penasaran.

"Ho? Begitu toh." Dalam hatinya.

"Apa yang akan ia lakukan? Setelah mengetahui? Kalau aku adalah ratu naga api."

Di sisi lain, ada bentuk kekhawatiran yang ia rasakan. Manusia di jaman ini?. Memiliki informasi tentang dirinya?.

"Apakah itu tidak terlalu menanggung resiko gusti ratu?." Ada perasaan cemas di hatinya. "Apakah sebaiknya kita pergi dari sini?."

Akihara Masamune bertanya pada Ratu Naga Api demi keselamatan dirinya.

"Hamba akan membuat orang itu, melupakan dengan apa yang terjadi." Ucapnya. "Serahkan masalah ini pada hamba." Semangat jiwanya sedang membakar, sehingga ia ingin melakukannya?.

"Aku tadi berkata agar melihatnya!." Ratu Naga Api kembali merasa sangat kesal, amarahnya semakin memuncak karena ucapan Akihara Masamune. "Apakah kau tidak mendengarkan? Apa yang aku katakan? Hum?." Ia kembali mencengkeram kuat kerah baju Akihara Masamune.

"Akh! Sakit!." Ia merintih sakit. "Ampuni hamba." Akihara Masamune berusaha untuk melepaskan diri.

Nafasnya semakin sesak dengan apa yang dilakukan Ratu Naga Api padanya.

"Kau pikir aku mudah ditipu?." Ucapnya kesal. "Tapi aku hanya ingin melihat, sejauh mana orang masa ini bertindak!." Tegasnya. "Jika berhadapan dengan raja naga air?."

Hanya itu saja yang diinginkan Ratu Naga Api, tidak ada yang lain selain memikirkan keselamatan mereka setelah ini.

Apakah yang akan dilakukan oleh Biksu Souji Gedaje pada Ratu Naga Api?. Apa yang ingin ia buktikan?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya. Next.

...***...

Episodes
1 SINOPSIS
2 AWAL DARI SEMUANYA
3 APA YANG TERJADI?
4 SITUASI SEBENARNYA
5 MENCARI INFORMASI
6 CIRI-CIRI KETURUNAN
7 KEJADIAN ANEH
8 ADA YANG AMEH
9 MENGUATKAN HATI
10 BANYAK MASALAH
11 GODAAN YANG MENJANJIKAN
12 MARI KITA SELESAIKAN
13 BISA SEPERTI ITU?
14 JANJI DARI HATI
15 TIDAK BISA BERSAMA
16 PENULIS BUKU
17 INFORMASI YANG AKURAT
18 PILIHAN HATI YANG KUAT
19 KETAKUTAN DI HATI
20 PERTARUNGAN DIMULAI
21 PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI
22 INGATAN HARI ITU
23 TIDAK BISA DISELAMATKAN?
24 APAKAH ITU BENAR?
25 KEBENARAN
26 KEPUTUSAN YANG KUAT
27 SALING MENYALAHKAN
28 TERPAKSA
29 ALASAN YANG TEPAT
30 KECEMASAN HATI YANG DALAM
31 KEBETULAN?
32 KERJASAMA
33 MENCARI INFORMASI
34 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
35 MASALAH BARU?
36 WANITA KUAT
37 JANGAN MUDAH MENYERAH
38 RASAKAN KEHADIRANNYA
39 PERASAAN GEJOLAK JIWA
40 TEKAD API
41 PASTI BISA
42 CHAPTER 41
43 CHAPTER 42
44 CHAPTER 43
45 CHAPTER 44
46 CHAPTER 45
47 CHAPTER 46
48 CHAPTER 47
49 CHAPTER 48
50 CHAPTER 49
51 CHAPTER 50
52 CHAPTER 51
53 CHAPTER 52
54 CHAPTER 53
55 CHAPTER 54
56 CHAPTER 55
57 CHAPTER 56
58 CHAPTER 57
59 CHAPTER 58
60 CHAPTER 59
61 CHAPTER 60
62 CHAPTER 61
63 CHAPTER 62
64 CHAPTER 63
65 CHAPTE 64
66 CHAPTER 65
67 CHAPTER 66
68 CHAPTER 67
69 CHAPTER 68
70 CHAPTER 69
71 CHAPTER 70
72 CHAPTER 71
73 CHAPTER 72
74 CHAPTER 73
75 CHAPTER 74
76 CHAPTER 75
77 CHAPTER 76
78 CHAPTER 77
79 CHAPTER 78
80 CHAPTER 79
81 CHAPTER 80
82 CHAPTER 81
83 CHAPTER 82
84 CHAPTER 83
85 CHAPTER 84
86 CHAPTER 85
87 CHAPTER 86
88 CHAPTER 87
89 CHAPTER 88
90 CHAPTER 89
91 CHAPTER 90
92 CHAPTER 91
93 CHAPTER 92
94 CHAPTER 93
95 CHAPTER 94
96 CHAPTER 95
97 CHAPTER 96
98 CHAPTER 97
99 CHAPTER 98
100 CHAPTER 99
101 CHAPTER 100
102 CHAPTER 101
103 CHAPTER 102
104 CHAPTER 103
105 gfg
106 CHAPTER 103
Episodes

Updated 106 Episodes

1
SINOPSIS
2
AWAL DARI SEMUANYA
3
APA YANG TERJADI?
4
SITUASI SEBENARNYA
5
MENCARI INFORMASI
6
CIRI-CIRI KETURUNAN
7
KEJADIAN ANEH
8
ADA YANG AMEH
9
MENGUATKAN HATI
10
BANYAK MASALAH
11
GODAAN YANG MENJANJIKAN
12
MARI KITA SELESAIKAN
13
BISA SEPERTI ITU?
14
JANJI DARI HATI
15
TIDAK BISA BERSAMA
16
PENULIS BUKU
17
INFORMASI YANG AKURAT
18
PILIHAN HATI YANG KUAT
19
KETAKUTAN DI HATI
20
PERTARUNGAN DIMULAI
21
PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI
22
INGATAN HARI ITU
23
TIDAK BISA DISELAMATKAN?
24
APAKAH ITU BENAR?
25
KEBENARAN
26
KEPUTUSAN YANG KUAT
27
SALING MENYALAHKAN
28
TERPAKSA
29
ALASAN YANG TEPAT
30
KECEMASAN HATI YANG DALAM
31
KEBETULAN?
32
KERJASAMA
33
MENCARI INFORMASI
34
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
35
MASALAH BARU?
36
WANITA KUAT
37
JANGAN MUDAH MENYERAH
38
RASAKAN KEHADIRANNYA
39
PERASAAN GEJOLAK JIWA
40
TEKAD API
41
PASTI BISA
42
CHAPTER 41
43
CHAPTER 42
44
CHAPTER 43
45
CHAPTER 44
46
CHAPTER 45
47
CHAPTER 46
48
CHAPTER 47
49
CHAPTER 48
50
CHAPTER 49
51
CHAPTER 50
52
CHAPTER 51
53
CHAPTER 52
54
CHAPTER 53
55
CHAPTER 54
56
CHAPTER 55
57
CHAPTER 56
58
CHAPTER 57
59
CHAPTER 58
60
CHAPTER 59
61
CHAPTER 60
62
CHAPTER 61
63
CHAPTER 62
64
CHAPTER 63
65
CHAPTE 64
66
CHAPTER 65
67
CHAPTER 66
68
CHAPTER 67
69
CHAPTER 68
70
CHAPTER 69
71
CHAPTER 70
72
CHAPTER 71
73
CHAPTER 72
74
CHAPTER 73
75
CHAPTER 74
76
CHAPTER 75
77
CHAPTER 76
78
CHAPTER 77
79
CHAPTER 78
80
CHAPTER 79
81
CHAPTER 80
82
CHAPTER 81
83
CHAPTER 82
84
CHAPTER 83
85
CHAPTER 84
86
CHAPTER 85
87
CHAPTER 86
88
CHAPTER 87
89
CHAPTER 88
90
CHAPTER 89
91
CHAPTER 90
92
CHAPTER 91
93
CHAPTER 92
94
CHAPTER 93
95
CHAPTER 94
96
CHAPTER 95
97
CHAPTER 96
98
CHAPTER 97
99
CHAPTER 98
100
CHAPTER 99
101
CHAPTER 100
102
CHAPTER 101
103
CHAPTER 102
104
CHAPTER 103
105
gfg
106
CHAPTER 103

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!