...***...
Sementara itu Uzumaki Araumi saat ini sedang mencari mangsanya. Dua hari ini ia berhasil melakukannya dengan baik. Tapi saat ini pikirannya sangat terganggu karena ia telah bertemu dengan Ratu Naga Api?. Saat ini ia berada di tempat yang sangat sepi. Hanya ia sendiri untuk mencari keamanan untuk sementara waktu.
Tentunya itu akan sangat mengancam keselamatannya setelah apa yang tejadi, ia tidak akan dibagikan lolos begitu saja. Apalagi yang harus ia lawan adalah Ratu Naga api, seorang wanita yang telah berani menyegel raja Naga Api sendirian dengan kekuatan yang dimilikinya, tentunya ia sangat tidak sepadan dengan Ratu Naga api.
"Bagaimana mungkin? Ratu naga api itu reinkarnasi juga?." Ia berjalan berputar-putar tanpa arah. Suasana hatinya sangat gelisah. "Enak sekali jadi ratu naga api." Dalam hatinya merasa iri. "Tanpa susah-susah apakah mencari tumbal, dia malah langsung bisa reinkarnasi." Hatinya kesal. "Sedangkan rajaku? Malah membutuhkan tumbal yang sangat banyak." Hatinya heran. "Selain itu tidak semuanya cocok." Perasaan yang ia miliki semakin gelisah dan tidak nyaman sama sekali. "Ini sangat menyusahkan sekali." Ia mengomel kesal. "Rasanya aku ingin kembali ke sana membawa mereka semua." Ucapnya dengan dongkol. "Atau aku akan mencari cara, untuk membuka segel itu secepatnya?." Ia berbicara tidak karuan, hingga pada saat itu ada bayangan Raja Naga Air yang datang padanya.
"Kau jangan banyak protes!."
Suara itu terdengar sangat marah. Penampilan yang sangat tidak asing, Raja Naga Air yang sangat besar?. Tapi bagaimana mungkin muncul dihadapannya saat ini?.
"Yang mulia raja agung?." Matanya melotot tidak percaya. "Ba-bagaiama mungkin?!." Uzumaki Araumi sangat tidak mengerti sama sekali. "Bagaimana mungkin? Yang mulia raja naga air? Bisa mengetahui dimana aku berada saat ini?." Dalam hatinya sangat panik, karena baru kali ini ia bertemu dengan Raja Naga Air?.
"Cepat kerjakan tugasmu dengan benar!." Suaranya terdengar tinggi. "Beraninya kau berkeluh kesah seperti itu!." Ia sangat marah. "Apakah kau sudah bosan hidup?! Hah?!." Raja Naga Air sangat marah karena keluhan dari bawahannya itu.
"Gawat nih!." Dalam hatinya sangat takut.
"Sebaiknya kau jangan banyak mengeluh." Ucapnya dengan penuh amarah. "Jika kau masih sayang, dengan nyawamu yang tidak seberapa itu!." Itulah ancaman dari Raja Naga Air pada anak buahnya.
"Te-te-tentu saja hamba akan melakukannya dengan baik, hanya saja-." Ucapnya penuh dengan keraguan.
"Hanya saja apa?!." Kembali amarah ia keluarkan. "Kau masih saja ingin mencari alasan? Hah?!." Suara itu semakin tinggi, bahkan diiringi dengan auman naga yang sedang marah.
"Galak sekali." Dalam hatinya sangat takut.
"Kenapa kau masih saja protes? Apakah kau tidak ikhlas melakukan itu?!." Amarahnya benar-benar sangat meledak tanpa perasaan ragu yang ia miliki pada saat itu, ia memarahi anak buahnya yang sangat takut berhadapan dengan Ratu Naga Api.
"Ratu naga api telah reinkarnasi." Ia segera menjelaskan. "Hamba tidak mudah melawannya begitu saja." Lapornya. "Karena yang lainnya belum bisa keluar ,dari gerbang laut selatan." Ucapnya dengan perasaan sedih. "Maka hamba harus bertindak dengan hati-hati Gusti Raja agung." Itulah yang ia laporkan pada junjungannya.
"Jadi Ratu naga api telah reinkarnasi?." Raja Naga Air sangat terkejut dengan apa yang ia dengar. "Bagaimana mungkin dia bisa reinkarnasi?." Hatinya sangat tidak terima. "Sedangkan segel jarum api ini malah makin menusuk diriku." Hatinya sangat benci. "Membuatku merasa sangat tidak nyaman sama sekali." Keluh Raja Naga Air penuh dengan dendam yang sangat luar biasa.
"Benar sekali gusti raja agung." Ucapnya aneh. "Itu juga yang membuat hamba heran." Lanjutnya. "Kenapa setelah tugu naga api dihancurkan? Ratu naga api bisa reinkarnasi secepat itu?." Ia juga heran kenapa Ratu Naga Api bisa reinkarnasi?.
Sedangkan junjungannya belum juga reinkarnasi?. Apakah ada yang salah dengan Raja Naga Air?.
"Bahkan hamba telah bertemu dengannya, dan hamba telah bertarung dengannya." Lanjutnya.
"Jadi kau telah bertemu dengannya?." Ucapnya heran. "Bahkan kau bertarung dengannya?." Raja Naga Air sangat tidak percaya dengan itu.
"Benar Gusti Raja Agung."
"Hebat juga kau." Ucapnya. "Bisa selamat dari keganasan yang ia miliki." Lanjutnya. "Serta kau masih hidup, saat berhadapan dengannya." Antara kagum dan tidak percaya, namun itulah yang terjadi.
"Ahaha!." Ia tertawa aneh. "Hamba anggap itu adalah, sebuah keberuntungan yang membawa berkah." Ucapnya dengan tawa yang sangat hambar, sama sekali tidak dengan pilihan yang ia inginkan selama ini.
"Kalau begitu kau harus, mencari banyak korban untuk ditumbalkan." Ucapnya dengan tegas. "Jika aku bisa keluar dari gerbang laut selatan? Maka aku juga bisa melakukan reinkarnasi."
Perintah Raja Naga Air merasa tidak adil. Kenapa ia tidak bisa keluar dari laut selatan?. Jika segel itu telah rusak?.
"Setalah itu aku bisa mengeluarkan kalian dari sana secepatnya." Itu adalah janjinya pada anak buahnya. "Aku tidak akan membiarkannya, melakukan hal yang mereka inginkan." Ucapnya dengan tekad yang kuat. "Aku hanya ingin bertarung kembali dengan wanita itu." Hanya itu tekad yang membuat Raja Naga Air memiliki ambisi yang sangat luar biasa.
"Baiklah gusti raja agung." Ia memberi hormat. "Hamba akan melakukannya dengan baik." Lanjutnya. "Hamba akan berusaha untuk berhadapan dengan ratu naga api." Meskipun ia takut, ia akan melakukannya dengan baik. Rasanya ia tidak kuat, tapi ia harus mencobanya.
"Aku tunggu hasil yang kau lakukan setelah ini." Ucapnya. "Jangan membuat aku menunggu terlalu lama." Raja Naga Air menghilang setelah berkata seperti itu pada bawahannya itu.
"Jadi? Aku memang harus berhadapan dengan naga api itu ya?." Perasaannya sama sekali tidak nyaman. "Tidak punya pilihan lain selain melakukannya." Ia berusaha untuk menguatkan hatinya.
Walaupun di dalam hatinya sedang dipenuhi oleh kebimbangan yang sangat luar biasa.
"Tapi sebisa mungkin, aku harus menghindari pertarungan langsung dengannya." Ada alasan lain kenapa ia tidak mau bertarung dengan Ratu Naga Api. "Dulu kekuatannya sangat kuat." Ia merinding membayangkan itu. "Dan herannya, bagaimana mungkin? Api bisa mengalahkan air? Aku tidak mengerti sama sekali." Ada pikiran lain yang melemahkan tekadnya saat itu.
"KAU MASIH SAJA MENGELUH! LAKUKAN SEGERA!." Teriak Raja Naga Air dengan murkanya. Ia bosan mendengarkan keluhan dari bawahannya itu.
"Hiyaaa!." Ia berteriak histeris. "Akan akan hamba lakukan dengan baik gusti raja agung!." Uzumaki Araumi langsung berlari meninggalkan tempat.
Ia harus segera mencari korban lainnya untuk dijadikan tumbal untuk membangkitkan Raja Naga Air.
Apakah ia akan berhasil melakukannya?. Berapa banyak tumbal yang akan ia gunakan untuk membangkitkan Raja Naga Air?. Lalu bagaimana caranya ia berhadapan dengan Ratu Naga Api nantinya?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Jangan lupa dukungannya ya. Tambahkan ke dalam favoritnya. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta.
...***...
Akihara Masamune telah kembali sambil membawa banyak uang dari hasil penjualannya tadi pada Ryuu Amane.
"Hwaaah!." Ungkapnya dengan penuh kekaguman. "Aku tidak menyangka akan terkumpul sebanyak ini." Hatinya semakin membara. "Kau memang sangat pintar tatsu." Dengan bangganya Ryuu Amane memuji kehebatan Akihara Masamune.
"Setelah reinkarnasi, hamba mencoba untuk berbaur dengan sekitar." Ucapnya dengan yakin. "Hamba telah belajar dengan baik di sini." Akihara Masamune juga berbangga hati dengan apa yang ia lakukan.
"Baiklah." Responnya. "Kita tidak boleh membuang banyak waktu lagi." Lanjutnya. "Kita harus segera ke kuil tenkuu no seiden." Ryuu Amane tidak ingin membuang-buang waktu lagi.
"Baiklah." Balasnya. "Kalau begitu mari kita segera ke sana."
Akihara Masamune juga tentunya ingin mengetahui dimana tugu raja naga api berada. Karena selama ini ia tidak mengetahuinya sama sekali. Karena ia lupa dimana letak tugu Raja Naga Api.
Begitu mereka sampai di sana, mereka awalnya tidak disambut dengan baik, karena mereka masih pelajar, jadi tidak bisa dilibatkan dalam masalah yang lebih serius.
"Sebaiknya kalian pergi dari sini." Ucapnya bosan. "Ini bukan saatnya untuk main-main." Lanjutnya. "Fokus saja belajar." Biksu Souji Gedaje mengusir mereka dengan cara yang lebih halus.
"Hum?!." Ryuu Amane sedang mengamati buku yang dipegang oleh Biksu Souji Gedaje.
Ryuu Amane on.
Rasanya aku pernah melihat model buku seperti ini. Tapi aku lupa pernah melihatnya dimana, namun rasanya sangat tidak asing sama sekali. Apakah aku telah melewatkan hal yang sangat penting sehingga aku melupakan hal yang luar biasa seperti ini. Akan tetapi ada hal yang membuat aku terkejut pada saat itu. Saat itu melihat nama yang tertera di buku itu. Terlihat sangat jelas, meskipun buku itu terlihat sangat tau, tapi entah kenapa aku ingin melihatnya, ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Nama itu sangat tidak asing di telingaku, aku merasakan firasat yang tidak enak sama sekali ketika aku memikirkan nama yang tertera di buku itu.
Ryuu Amane off.
"Kau tertarik dengan buku itu?." Ucapnya tidak percaya. "Kau bisa membacanya." Biksu Souji Gedaje sepertinya dapat menangkap hawa ketertarikan wanita muda dihadapannya saat ini. "Kau bisa mengembalikan buku itu, jika kau memang tertarik dengan buku itu, kau bisa memilikinya." Tanpa adanya perasaan ragu, Biksu Souji Gedaje berkata seperti itu?.
"Jika aku boleh bertanya." Matanya sangat serius. "Siapa yang menulis buku ini?." Ia memainkan buku itu. "Kenapa dia mengetahui tentang ratu naga api?." Ryuu Amane iseng bertanya. "Apakah benar nama yang tertulis di buku ini?.
"Hum?." Biksu Souji Gedaje sendiri berpikir. "Ya, kau memang benar, halaman belakang buku itu ada nama penulisnya." Lanjutnya. "Jadi? Kau bisa membaca nama, yang tertera di sana anak muda." Ia menunjukkan dimana letak nama penulis buku itu.
Ryuu Amane dan Akihara Masamune membalikkan buku itu karena mereka ingin melihat nama siapa yang tertulis di sana. Dengan pelan ia membalikkan buku itu, setelah itu keduanya mengeja nama siapa yang tertulis di sana.
"Tenyata memang benar?." Dalam hatinya.
Deg!!!.
"Tatsu pengawal pribadi ratu naga api?." Keduanya sangat terkejut saat membaca nama penulis buku itu.
"Ya, kalian benar." Jawabnya. "Dia adalah orang yang telah menuliskan buku itu." Ia terlihat sangat santai.
Glugh!!!.
"Sepertinya kiamat telah dekat." Dalam hatinya sangat tidak nyaman dengan masalah itu.
Akihara Masamune on.
Sepertinya aku telah melupakan sesuatu yang sangat penting, sehingga aku tidak ingat sama sekali dengan apa yang terjadi. Tapi kapan aku pernah menulis tentang ratu naga api junjunganku yang paling mulia?. Tapi jika aku melihat dari raut wajahnya, terlihat sangat jelas sekali bagaimana raut wajahnya yang tidak bersahabat sama sekali. Oh Tuhan, tolong selamatkan Hamba-Mu dari amukan Ratu Naga api yang sangat menyeramkan ini. Aku hanya pasrah saja, jika ia memang memakan, atau membunuh aku nantinya. Hadeh!.
Akihara Masamune off.
Perasaan Akihara Masamune sangat tidak enak dengan tatapan Ryuu Amane saat ini. Apakah yang akan dilakukan Ratu Naga Api padanya?. Apakah akan membunuh bawahannya itu?. Simak terus ceritanya, jangan lupa dukungannya ya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments