...***...
Ryuu Amane berangkat hendak berangkat ke sekolah. Tapi sepertinya dua saudaranya yang lainnya sangat tidak menyukainya.
"Kau jalan kaki saja! Aku tidak sudi satu mobil dengan mu!." Ryuu Wataru, adik laki-lakinya yang kini kelas tiga SMP.
"Kau pikir? Aku sudi berdekatan denganmu anak manja?." Balasnya. "Jangan terlalu tinggi menilai dirimu sendiri." Ryuu Amane dengan santainya bedanya seperti itu.
"Kau!." Hatinya terasa panas. "Beraninya kau berkata seperti itu pada adikku!." Ryuu Asuka membentak kakaknya. Saat ini ia kelas satu SMA.
"Bahkan padamu, anak kurang ajar pun aku berani!." Ryuu Amane melotot tajam ke arah adik perempuannya itu.
"Ibu! Ayah!." Ucapnya dengan suara yang sangat keras. "Amane berani melotot, dan berkata tidak baik padaku!." Ryuu Wataru mengadu pada ayah dan ibunya yang masih berada di dalam rumah.
"Amane!." Terdengar suara bentakan keras dari dalam rumah.
"Aku tidak berkata apa-apa padanya!." Balasnya. "Hanya berkata, aku berangkat duluan saja." Ryuu Amane juga mengeraskan suaranya, supaya didengar oleh kedua orang tuanya.
Deg!.
Mereka terkejut dengan apa yang dikatakan Ryuu Amane.
"Mereka pandai sekali mengadu yang tidak-tidak tentangku!." Dalam hatinya sangat kesal. "Apakah itu yang ayah dan ibu ajarkan pada mereka?!." Kali ini ia sengaja berkata seperti itu pada kedua orang tuanya.
"Amane?!." Kedua orang tuanya sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ryuu Amane.
"Aku berangkat dulu." Ucapnya kesal. "Karena jalan kaki lebih lambat, dari pada diantar dengan mobil." Kembali ia mengeraskan suaranya. "Ayah, ibu, aku berangkat dulu." Lanjutnya lagi.
BRAKH!!!!.
Ia bantingan pintu itu dengan suara yang sangat keras, membuat kedua adiknya terkejut.
"Dia itu!." Ryuu Wataru sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh Kakak tirinya itu.
"Dia telah berani melawanku!." Ryuu Asuka sangat tidak terima. "Sejak kapan? Dia berani berkata seperti itu!." Dalam hatinya sangat dongkol. "Akan aku tunjukkan padanya siapa yang lebih berkuasa di rumah ini!." Ryuu Asuka benar-benar dendam pada Ryuu Amane.
"Nanti kita balas kak." Ucapnya kesal. "Kita lihat, sejauh mana dia berani melawan kita!." Ryuu Amane telah bertekad akan membalaskan sakit hati yang ia rasakan saat ini.
Sedangkan Ryuu Amane saat ini merasakan sakit hati yang luar biasa. Karena kedua adiknya tidak pernah sama sekali menghormatinya. Ia juga tidak ingin terlahir dalam keadaan seperti itu. Kenapa mereka semua mengecap dirinya sebagai anak haram?. Apa kesalahan yang telah ia lakukan selama ini?. Kenapa mereka memperlakukan mereka dengan sangat buruk?.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah yang akan mereka lakukan pada Ryuu Amane?. Hanya waktu tang akan menjawab semuanya.
...***...
Keesokan harinya.
Di kantor Pemerintahan Daerah.
Masumi Kenzo kali ini mendapatkan laporan dari penjaga di sekitar gerbang laut Selatan. Tentunya kabar itu sangat mengejutkan baginya. Ia tidak menduga jika apa yang tertera mengenai reinkarnasi Naga Api dan Naga Air itu benar-benar terjadi. Apa yang akan ia katakan pada masyarakat kota Sukuranburu bagian selatan mengenai ini?.
"Apa yang harus kita lakukan setelah ini pak?." Ia terdengar putus asa. "Kita tidak mungkin, membiarkan begitu saja korban berjatuhan." Ia menarik nafas dalam-dalam. "Sedangkan kita sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi?." Kadoaki Takayama kali ini ikut terlibat dalam menyelesaikan masalah.
"Aku juga sedang kebingungan, karena aku sama sekali tidak mengerti." Balasnya. "Apa yang harus aku lakukan?." Masumi Kenzo juga bingung harus berbuat apa. "Aku tidak memiliki kemampuan spiritual, dalam kasus aneh seperti ini." Ia sangat kecewa karena memang tidak memiliki kemampuan itu.
"Ah!." Tiba-tiba saja Kadoaki Takayama teringat sesuatu.
"Ada apa?." Ia sedikit terkejut. "Kau ini mengejutkan aku saja!."
Siapa yang tidak jengkel dengan sikap seseorang yang tiba-tiba berkata dengan nada tinggi.
"Hehehe!." Ia malah cengengesan. "Maafkan saya." Kadoaki Takayama tertawa kecil. "Bagaimana kalau buat sayembara saja pak?." Ia terlihat bersemangat. "Pasti di kota ini, masih ada orang yang memiliki kekuatan spiritual, kan?." Itulah ide yang keluar dari kepalanya saat itu.
"lalu? Setalah itu apa yang akan kita lakukan?." Ia malah bingung. "Jika berhasil mengumpulkan mereka?." Masumi Kenzo bertanya, karena masih bingung.
"Tentu saja kita akan menyuruh mereka, untuk mengatasi Sukma naga air." Jawabnya sambil mengacungkan jempolnya. "Yang masuk ke dalam tubuh seseorang pak." Jawabnya dengan semangat membara. "Kita beri mereka imbalan, supaya mereka lebih bersemangat lagi." Lanjutnya. "Dalam menangani masalah itu." Raut wajahnya semakin bersemangat. "Bagaimana menurut bapak? Apakah ide saya ini jenius?."
Masumi Kenzo tampak berpikir sejenak. "Apakah itu ide yang baik?." Dalam hatinya sedang berpikir. "Tapi bagaimana nantinya ya?." Dalam hatinya mencoba mempertimbangkan masalah itu dengan baik. "Tapi tetap saja, aku harus menemukan cara terbaik." Ucapnya dengan perasaan lelah. "Mungkin aku bisa menggunakan cara itu, untuk sementara waktu." Ia tidak ingin terburu-buru dalam bertindak.
"Bagaimana pak?." Kadoaki Takayama kembali bertanya dengan mata berkaca-kaca memohon agar idenya segera dilaksanakan.
"Kegh!." Hatinya terasa kesal. "Biasa saja ekspresimu itu." Ia semakin jengkel. "Aku tidak bisa berpikir dengan jernih." Dalam hati Masumi Kenzo sangat kesal. Ia juga tidak memiliki ide yang bagus saat ini. "Hufffh!." Masumi Kenzo menghela nafasnya. "Baiklah, boleh saja mengadakan sayembara itu." Akhirnya ia menyerah, karena kepalanya terasa sangat sakit, terasa buntu untuk berpikir "Tapi aku tidak mau dukun sakti palsu yang bekerja!." Tegasnya. "Itu sama saja dengan membuang uang dengan sia-sia!." Tentunya ia tidak ingin tertipu akan hal yang seperti itu.
"Bapak tenang saja, ini tidak abal-abal." Jawabnya. "Ini dijamin asli." Kadoaki Takayama semakin bersemangat.
"Hum!." Masumi Kenzo tidak lagi berkomentar.
"Kalau begitu saja permisi dulu pak, saya akan mempersiapkan semuanya." Senyumannya semakin lebar. "Saya akan mengabari bapak, jika selesai." Ia ingin segera menyelesaikan masalah itu.
"Tapi!." Tiba-tiba saja hawa yang ditunjukkan oleh Masumi Kenzo terlihat sangat mengerikan. "Jika kau salah dalam bertindak? Maka kau yang akan aku jadikan tumbal sukarela untuk mereka." Aura itu sangat mengancam, membuta Kadoaki Takayama sangat takut.
"Baik pak." Ia sangat gugup. "Akan saya kerjakan dengan baik." Dengan takutnya ia menjawabnya.
"Terima kasih atas bantuannya kadoaki." Ia kembali tenang. "Semoga saja itu bisa membantu." Dalam hatinya sangat gelisah, dan tidak nyaman sama sekali.
"Sama-sama pak, saya pergi dulu." Kadoaki Takayama segera meninggalkan ruangan itu. Ia tidak ingin menjadi sasaran bentuk stres yang dirasakan Masumi Kenzo saat ini.
Namun saat itu Masayuki Ozu masuk setelah beberapa saat Kadoaki keluar. Ia datang untuk melaporkan posko jaga gerbang laut selatan.
"Saya mau lapor pak." Masayuki Ozu memberi hormat.
"Ya, silahkan katakan." Masumi Kenzo mempersilahkan petugas yang berjaga di gerbang laut Selatan. "Bagaimana dengan tugas jaga?. Apakah semuanya aman?." Dengan nada yang masih ramah ia bertanya.
"Pada malam saat saya bertugas, saya melihat." Ucapnya sambil mengingat kejadian malam itu. "Ada seorang wanita yang menuju laut selatan." Itulah laporan yang hendak ia sampaikan.
"Kenapa kau tidak mencegahnya?." Masumi Kenzo merasa heran.
"Tidak bisa pak." Balasnya sedikit takut.
"Jika kau tidak mencegahnya?." Hatinya terasa kesal. "Kenapa kau malah datang ke sini?." Suaranya terdengar keras. "Kau ini memang aneh ya!."
Tidak ada tanggapan darinya, karena ia ketakutan.
"Kenapa kau tidak melakukan sesuatu padanya?!." Suaranya semakin tinggi. "Kenapa kau mencegahnya?!." Amarahnya telah memuncak dengan sempurna. Bagaimana mungkin petugas itu membiarkan seseorang masuk begitu saja ke wilayah terlarang?.
"Maaf pak, saat itu saya sudah mencegahnya." Jawabnya dengan takut. "Akan tetapi saya kalah kekuatan sama wanita itu." Ia juga takut mencegah wanita itu. Pada saat itu ia sendiri merasakan bagaimana dorongan itu terjadi. "Lihatlah? Tubuh saya terluka sampai memar seperti ini." Ia memperlihatkan beberapa luka yang ia terima saat ia mencoba mencegah wanita itu agar tidak masuk ke wilayah terang itu.
"Kau ini memang sangat tidak berguna!." Ia semakin jengkel. "Berani sekali kau berkata seperti itu! Kau ini memang tidak becus!." Ia sangat kesal dengan apa yang dikatakan penjaga gerbang Laut selatan. Masumi Kenzo menggetuk kepala Masayuki Ozu dengan kesalnya.
"Ah! Iya maafkan saya pak!." Rengeknya seperti anak kecil. "Saya mengaku salah!." Masayuki Ozu hanya berusaha menghindarinya. Akan tetapi pada saat itu ia ingat sesuatu. "Tapi tunggu dulu, jangan main gebuk saja!." Ia semakin takut. "Saya memiliki sebuah foto, yang bisa saya berikan, supaya bisa bapak selidiki." Ia mengeluarkan Smartphone miliknya untuk memperlihatkan sesuatu pada Masumi Kenzo.
"Hum?." Masumi Kenzo menghentikan aksinya. "Masih sempat saja kau mengambil foto wanita cantik." Ucapnya lagi. "Kau ini genit atau apa?." Ia merebut Smartphone milik Masayuki Ozu dengan paksa.
Apalagi saat matanya melihat siapa wanita cantik yang berhasil diambil fotonya oleh Masayuki Ozu.
"Ahaha!." Responnya. "Jangan berkata seperti itu pak." Masayuki Ozu malah cengengesan, kedua pipinya memerah merona membayangkan kecantikan wanita itu.
"Kau malah cengegesan." Ucapnya kesal. "Dasar tidak berguna!." Umpatnya. "Badak bercula tidak berguna!." Masumi Kenzo sangat jijik dengan ekspresi wajah Masayuki Ozu saat ini.
"Hehehe!." Ia masih saja cengengesan. "Habisnya dia sangat cantik sekali." Masayuki semakin mengagumi kecantikan yang dimiliki wanita itu.
"Baiklah, kalau begitu kembali bertugas." Ucapnya dengan perasaan lelah. "Jika terjadi sesuatu nantinya? Segera hubungi kantor." Setelah berhasil mengirim foto itu ke email-nya ia memberikan kembali Smartphone miliki Masayuki Ozu.
"Baiklah pak." Jawabnya. "Akan saya kerjakan dengan baik." Dengan senang hati Masayuki Ozu menerima kembali Smartphone miliknya. "Saya permisi dulu pak." Setelah itu ia meninggalkan ruangan itu.
"Sepertinya reinkarnasi naga air memang berbeda." Dalam hatinya. "Sukma naga air lebih ke arah seseorang yang memiliki hasrat yang tidak baik." Masumi kembali duduk di kursinya. "Tapi setelah ia menemukan wadahnya, ia akan mencari banyak tumbal." Dalam hatinya sangat cemas. "Ia akan berbaur dengan dunia manusia, untuk mengambil darah mereka." Hatinya semakin cemas. "Menuju air keseimbangan, untuk membangkitkan raja naga air." Dadanya berdebar ingat sesuatu. "Seperti itulah yang tertulis di dalam buku itu." Masumi Kenzo ingat dengan apa yang tertulis di dalam buku kuno itu. "Rasanya aku kembali ke masa kuno yang sangat menakutkan." Tiba-tiba saja ia bergidik ngeri membayangkan bagaimana kehidupannya yang sekarang. "Akan berbahaya, jika tidak segera diberi tahu pada penduduk kawasan selatan." Suasana hatinya sangat kacau. "Tapi rasanya tidak mungkin, aku menahan mereka di rumah." Dalam hatinya sedang memikirkan cara yang lebih baik. "Bagaimana keadaan ekonomi mereka? Jika ada larangan untuk tidak meninggalkan rumah?." Ia juga bingung cara menjelaskan masalah itu pada masyarakat luas?. "Ukh! Rasanya sangat memusingkan sekali masalah yang ada." Kepalanya berdenyut sakit memikirkan cara termudah untuk mengatasi masalah itu. "Mungkin aku aku menemui biksu galak itu, untuk meminta pendapat padanya." Ia teringat dengan Biksu Souji Gedaje.
Apakah yang akan ia lakukan setelah ini?. Apakah yang akan terjadi jika ia melarang mereka untuk tidak keluar sementara waktu?. Sungguh kasus yang sangat rumit sekali, dan tidak bisa ia atasi secepat mungkin. Simak terus ceritanya.
...***...
Ryuu Amane saat ini masih di jalan. Biasanya ia melewati laut selatan. Karena sekarang ada larangan, ia tidak melewatinya. Tapi di sisi lain, Ratu Naga Api yang berada di dalam tubuhnya saat ini sedang berpikir ingin menghancurkan mereka semuanya. Akan tetapi ia masih ingat dengan apa yang dikatakan oleh Akihara Masamune.
"Gusti Ratu tidak boleh sembarangan, menggunakan tubuh aslinya." Akihara Masamune sangat cemas. "Karena dia masih hidup, artinya reinkarnasi yang gusti ratu lakukan belum sempurna." Lanjutnya. "Kecuali dia telah mati, baru gusti ratu boleh menggunakannya." Itulah yang dikatakan Akihara Masamune atau Tatsu padanya.
"Kenapa memangnya? Kalau aku menggunakan kekuatan ku secara berlebihan?." Ada perasaan jengkel di hatinya. "Itu adalah hakku!." Ratu Naga Api tidak suka dibatasi, atau diatur.
"Jika tubuhnya hancur, karena Gusti Ratu menggunakannya." Akihara Masamune menghela nafas panjang. "Maka Gusti Ratu juga akan musnah!." Hatinya juga merasa sedih. "Apakah itu yang gusti ratu inginkan?!." Tatapan matanya sangat dalam. "Dengarkan apa yang hamba katakan!." Amarahnya sangat memuncak karena Ratu Naga Api tidak mau mendengarkan apa yang ia katakan. Sehingga ia mengguncang tubuh Ryuu Amane dengan kuat.
Duakh!.
"Berani sekali kau melakukan hal yang kasar padaku!." Ryuu Amane memukul kepala Akihara Masamune dengan keras.
Setidaknya itulah yang diingat Ratu Naga Api. Ia juga tidak mau membahayakan keselamatan Ryuu Amane.
"Tapi setidaknya nanti, setelah tenagaku benar-benar kembali." Ucapnya sambil memikirkan sesuatu. "Aku akan menguatkan segel itu." Ucapnya lagi. "Supaya kalian tidak bisa keluar dari sana." Hatinya masih tidak tenang. "Kalian akan terkurung di sana selama-lamanya." Ia menarik nafas dalam-dalam. "Aku tidak akan susah-susah lagi bertarung dengan kalian semua." Ungkapnya. "Jika saja tubuh ini cukup kuat, untuk menampung kekuatanku." Ratu Naga Api memperhatikan tangan Ryuu Amane yang sangat kurus.
Ryuu Amane hanya diam saja, tidak bersuara sama sekali.
"Kau ini tidak olah raga dengan baik." Omelnya. "Bahkan tidak makan dengan teratur." Suaranya terdengar bergetar. "Bagaimana bisa kau memiliki tenaga?." Ratu Naga Api sangat kesal dengan Ryuu Amane yang sangat lemah.
Ryuu Amane hanya pura-pura tidak mendengarkan ucapan itu.
"Apakah kau hanya menerima nasib buruk saja?." Hatinya semakin jengkel. "Tidakkah kau berpikir ingin melawan? Jangan lemah seperti itu!." Ratu Naga Api benar-benar memarahi Ryuu Amane.
"Um." Ryuu Amane seakan-akan sedang berjalan berdampingan dengan Ratu Naga Api saat ini.
Wanita cantik yang sangat anggun, merah menyala menghiasi dirinya. Sehingga siapa saja yang dapat melihatnya akan terpesona. Tapi sayangnya ia hanya berbentuk sukma yang sedang menyesuaikan diri dengan Ryuu Amane untuk Reinkanasi?. Sebenarnya apa itu reinkanasi?. Apakah proses hidup seseorang dengan meminjam tubuh seseorang?. Apakah yang dialami oleh Ratu Naga Api dan Ratu Naga Api bisa disebut reinkarnasi?. Hanya waktu yang akan menjawabnya.
"Mulai harinya kau harus kuat." Ucapnya dengan tegas. "Kau harus bisa menerima diriku dengan baik." Lanjutnya. "Supaya kau bisa menjadi wanita yang lebih kuat." Ratu Naga Api berusaha untuk menguatkan Ryuu Amane. "Jangan lemah! Kau harus bisa mengubah dirimu dengan benar!." Ratu Naga Api menyemangati Ryuu Amane.
"Apakah saya bisa melakukannya?." Dengan ragu ia bertanya.
"Tentu saja kau bisa melakukannya!." Balasnya dengan cepat. "Jika kau tidak ingin merubah dirimu sendiri?! Berani melangkah maju?!." Lanjutnya. "Tidak mungkin kau bisa membaut sejarah hebat tentang dirimu!." Suaranya penuh dengan penekanan. "Jangan kau anggap takdir itu akan berpihak padamu! Jika kau sendiri tidak ingin mengubahnya!." Itulah yang diucapkan oleh Ratu Naga Api pada saat itu. Perasaan yang bercampur aduk dengan sekarang dan masa kini.
"Um." Ryuu Amane merasakan api perubahan. Api yang mulai berkobar di dalam dirinya.
"Kau harus berani bertindak dengan berani." Ucapnya lagi. "Kau harus bisa mengeluarkan, apa yang kau rasakan?!." Ratu Naga Api terus menyemangati Ryuu Amane.
"Saya akan berusaha dengan baik." Balasnya. "Saya akan melakukannya dengan baik." Ryuu Amane juga ingin berubah. Ia tidak ingin membuat dirinya lebih menderita lagi.
"Ya." Responnya. "Kau harus berusaha." Senyumannya mengembang begitu saja. "Aku akan mendukungmu." Ratu Naga Api berjanji untuk itu.
"Benar apa yang dikatakan gusti ratu naga api." Dalam hatinya berusaha menguatkan hatinya. "Aku akan berusaha dengan baik." Dalam hatinya bertekad dengan kuat. Apakah ia mampu melakukan itu?.
Apakah ia mampu mengubah dirinya sendiri?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik kisahnya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments