BANYAK MASALAH

...***...

Kota Sukuranburu Selatan.

Masumi Kenzo telah mengeluarkan pengumuman tentang sayembara mencari seseorang yang memiliki kekuatan spiritual untuk melihat Sukma Naga Api telah tersebar dimana-mana. Namun masalah ini masalah itu ya serahkan kepada anak buahnya, sedangkan ia menyelesaikan masalah yang lain karena ia tidak ingin fokus pada satu titik saja setelah alasannya yang menyerahkan masalah ingin pada anak buahnya.

Kadoaki Takayama sedikit bingung mau berkata apa pada mereka semua.

"Kenapa harus aku?." Dalam hatinya jengkel. "Uang menyeleksi mereka semua?." Rasanya ia sangat putus asa. "Sementara aku tidak memiliki kemampuan apapun, untuk menilai mereka." Dalam hati Kadoaki Takayama sangat panik dengan apa yang ia lakukan.

Sedangkan saat ini kantor DPD sedang dipenuhi banyak orang yang mengantri.

"Pak ketua masumi, kenapa anda menyuruh saya?." Rengeknya. "Menyelesaikan masalah ini sendirian?." Hatinya sangat panik. "Apakah saya harus? Meminta staf lainnya untuk membantu saya?." Ia sangat panik.

Kembali ke satu jam sebelumnya.

Kadoaki Takayama sedang bersemangat, karena ia akan melakukan pemilihan calon yang akan bekerjasama dengan merak untuk mengatasi masalah Sukma Naga Air. Akan tetapi pada saat itu Kadoaki Takayama melihat Masumi Kenzo sedang siap-siap dengan rapinya.

"Kadoaki-kun." Panggilnya. "Masalah ini aku serahkan padamu." Ia menepuk pelan pundak Kadoaki Takayama. "Aku tidak bisa memilih mereka hari ini." Lanjutnya. "Jadi? Aku serahkan padamu ya."

Itulah yang ia katakan sebelum ia pergi.

"Memangnya bapak mau kemana?." Responnya. "Bukankah hari ini sangat penting?." Kadoaki sedikit heran dengan apa yang dikatakan Masumi Kenzo. "Tentunya bapak tidak lupa dengan jadwalnya bukan?." Kadoaki Takayama bahkan mengingatkan Masumi Kenzo tentang jadwal yang akan mereka lakukan.

"Aku dan wakabayashi saat ini memiliki masalah yang lebih penting." Jawabnya dengan tegas. "Karena itulah aku tidak bisa membantumu." Lanjutnya. "Harus aku sendiri yang menyelesaikannya." Setelah itu ia berjalan meninggalkan ruangan itu.

"Tapi pak?." Protesnya. "Bagaimana dengan masalah di sini?." Kadoaki Takayama terlihat kebingungan.

"BUKANKAH AKU TELAH MENGATAKAN!." Suaranya terdengar keras. "UNTUK MENYERAHKAN MASALAH INI PADAMU!." Ia bahkan menekan pundak Kadoaki Takayama dengan keras. "APAKAH KAU TIDAK MENYIMAKNYA DENGAN BAIK?!." Masumi Kenzo mengeluarkan semua kemarahan yang ia rasakan pada saat itu.

"Si-si-siap pak!." Kadoaki Takayama sangat takut melihat kemarahan itu.

"Itu semua ide mu kan?." Ia menyeringai dengan lebar. "Jadi? Kau yang harus menyelesaikan masalah itu." Masumi Kenzo benar-benar meninggalkan tempat itu.

Brak!!

Diiringi dengan bantingan pintu yang sangat keras. Tentunya membuat Kadoaki Takayama semakin ketakutan.

"Sangat menyeramkan sekali." Dalam hatinya tidak ingi melihat kemarahan itu.

Kembali ke masa ini.

"Pak?! Apakah ini masih lama?." Ia menatap aneh. "Katakan pada kami!." Mereka semua tidak sabar ingin terpilih.

Mereka semua mengincar hadiah uang yang akan diberikan pada siapa saja yang bisa melihat roh naga air.

"Se-se-baiknya kalian menunggu sebentar." Kadoaki Takayama semakin gugup, apakah ia bisa melakukan itu dengan baik?. Simak terus ceritanya.

...***...

Ratu Naga Api yang berada di dalam tubuh Ryuu Amane saat ini sedang mengagumi apa yang ia lihat. Rasanya memang ada perubahan yang ia rasakan saat ini.

"Sungguh, kota sukuranburu yang jauh berbeda sekali." Matanya memperhatikan keadaan sekitarnya. "Dengan yang aku lihat selama ini." Dalam hatinya merasa kagum. Ryuu Amane memang sengaja pergi pagi, supaya bisa menikmati pemandangan yang ia lihat selama di perjalanan.

"Apakah Gusti Ratu menyukainya?." Ryuu Amane suka dengan senyuman yang ditunjukkan oleh Ratu Naga Api saat ini.

"Meskipun tidak secanggih pada masa dulu, tapi bangunan di sini sangat tinggi." Ungkapnya. "Rasanya aku tidak sanggup untuk melihat sampai ke atas." Ratu Naga Api benar-benar dapat merasakan perubahan itu.

"Tapi di kota bagian selatan, masih ada beberapa yang masih alami." Ucapnya. "Mungkin jika Gusti Ratu tertarik, saya akan mengajak gusti ratu untuk ke sana." Ryuu Amane sama sekali tidak keberatan untuk melakukan itu.

"Kau tenang saja." Responnya. "Aku akan melihatnya sendiri, suatu hari nanti dengan tubuhku sendiri." Tentunya ia akan melihat itu bersama orang yang ia cintai. "Aku sangat merindukan suami yang aku cintai." Dalam hatinya tidak sabar ingin bertemu dengan orang yang paling ia cintai.

"Kalau begitu kita nikmati pemandangan ini bersama-sama, untuk sementara waktu." Ryuu Amane mencoba menghibur Ratu Naga Api.

"Baiklah." Balasnya. "Mari kita terus berjalan sampai ke sekolah." Ratu Naga Api sedikit bersemangat.

Apakah ia bisa bertemu dengan orang yang paling ia cintai suatu hari nanti?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.

...***...

Masumi Kenzo bersama Wakabayashi Ken saat ini berada di kediaman keluarga Uzumaki Hinohara. Keluarga yang terbilang sangat tidak akur, dan memiliki banyak masalah.

"Untuk apa seorang dewan perwakilan daerah? Berkunjung ke rumah kami?." Tatapan matanya sangat tidak suka. "Apa yang kau inginkan?." Dengan wajahnya yang sangar Uzumaki Hinohara bertanya seperti itu?.

Ia tidak menunjukkan sikap sopannya pada Masumi Kenzo sebagai Dewan Perwakilan daerah Selatan kota Sukuranburu.

"Oh? Maaf." Responnya. "Jika kedatangan saya, membuat tuan uzumaki merasa tidak nyaman." Sedangkan Masumi Kenzo masih bersikap ramah.

Tidak ada respon darinya, karena hatinya masih belum bisa memaafkan.

"Tetapi saya ingin mengetahui, sebuah informasi dari tuan." Ucapnya lagi. "Ada beberapa hal yang ingin saya ketahui mengenai apa yang terjadi." Lanjutnya.

"Apa yang ingi kau ketahui?!." Hatinya terasa panas. "Tidak perlu basa-basi lagi!." Bentak ya. "Langsung saja pada intinya!." Melihat sikap lunak dari Masumi Kenzo, Uzumaki Hinohara malah semakin melunjak.

"Dia ini ya!." Hatinya sangat geram. "Memang tidak ada sopan-sopannya!." Dalam hati Masumi Kenzo sangat marah, hampir saja ia tidak bisa mengendalikan diri. Ingin rasanya ia menghajar laki-laki di hadapannya saat ini.

"Akh!." Dalam hatinya sangat gregetan. "Jangan meledak duluan pak! Sabarlah sedikit." Wakabayashi Ken berbisik pekan. Ia merasakan hawa panas yang mengerikan dari Masumi Kenzo.

"Hmph!." Masumi Kenzo mendengus kesal. "Apakah benar ini Putri tuan?." Ia menunjukkan selembaran foto pada Uzumaki Hinohara.

TEP!.

"Tidak bisakah kau mengambil dengan cara yang biasa saja?!." Hatinya terasa terbakar. "Benar-benar menyebalkan sekali orang ini!." Dalam hatinya ia tidak sabar lagi ingin mengajar Uzumaki Hinohara yang mengambil foto itu dengan cara yang tidak sopan.

"Hyaaa! Sabar pak!." Ia semakin histeris. "Jangan kesulut emosi!." Wakabayashi Ken berusaha untuk menahan Masumi Kenzo agar tidak tersulut api amarahnya sendiri. "Panas juga ternyata dia." Dalam hatinya merinding melihat kemarahan Masumi Kenzo saat ini.

"Ya, dia memang anakku." Ucapnya dengan cueknya. "Apa yang telah ia lakukan? Sehingga membuat kalian datang ke rumahku?!." Uzumaki Hinohara juga belum menunjukkan sikap baiknya, ia malah bertanya dengan nada tinggi. "Memangnya apa? Yang telah ia lakukan?." Tatapan matanya sangat tidak suka. "Sehingga kalian datang menemuinya?!." Kembali ia bertanya dengan nada tinggi.

Glugh!!!.

"Sepertinya ini akan terjadi perang yang sangat menyakitkan." Wakabayashi Ken, meskipun ia adalah seorang kepolisian yang bertugas di kawasan Selatan kota Sukuranburu, namun ia belum pernah melihat seseorang yang menunjukkan bagaimana kemarahannya.

Grep!!!

"Tuhkan?!." Dalam hatinya semakin panik. "Mereka malah berkelahi!" Rasanya ia tidak dihormati sama sekali sebagai seorang polisi.

"Aku datang ke sini dengan cara baik-baik!." Hatinya sudah tidak tahan lagi. "Kenapa kau malah menyambutku seperti itu!." Gejolak emosinya semakin berkobar. "Ini semua demi keselamatan putrimu!." Tambahnya. "Ayah macam apa kau ini? Hah?!." Sementara itu Masumi Kenzo melampiaskan amarahnya dengan mencengkram kerah baju Uzumaki Hinohara.

"Lepaskan!." Ia berusaha mendorongnya. "Kau ini dewan perwakilan daerah macam apa?!." Bentaknya. "Menggunakan kekerasan pada orang lain!." Uzumaki Hinohara yang biasanya gahar tidak bisa berkutik dihadapan Masumi Kenzo.

"Itu kau sendiri yang tidak mau menjawab pertanyaanku dengan benar!." Bentaknya lagi. "Kau ini seroang laki-laki!." Rasanya ingin ia hajar lelaki itu sampai tewas. "Seorang ayah! Harusnya kau yang lebih peduli pada anakmu sendiri!." Masumi Kenzo tidak peduli siapa yang ia hajar saat ini. Ia sangat marah karena tidak ada tanggungjawab Uzumaki Hinohara terhadap anaknya.

"Pak?. Sebaiknya duduk dengan tenang. Jangan gunakan kekerasan seperti itu." Wakabayashi Ken bahkan takut melihat kemarahan Masumi Kenzo saat ini.

Apakah yang akan mereka lakukan jika Uzumaki Hinohara tidak mau menjawab pernyataan itu dengan baik?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.

...***...

Di suatu tempat, Uzumaki Araumi. Itulah nama wanita yang kini telah menjadi wadah Naga Air. Saat ini ia sedang berada di bus menuju sekolah. Karena target yang harus ia dapatkan adalah anak sekolahan. Matanya saat ini mengamati mereka semua dengan tatapan yang tidak biasa. Matanya melihat dan menyelami pikiran mereka yang sedang melemah.

Saat itu matanya menangkap seorang siswi yang sedang dalam keadaan tidak baik. Senyumannya mengembang ketika melihat kesedihan yang dirasakan oleh siswi terse.

"Fyuuuh!." Ia meniupkan sesuatu ke arah siswi tersebut.

Deg!!!!.

Pada saat itu siswi tersebut merasakan ada yang aneh dengan dirinya. Ia tidak mengerti kenapa ia bisa berada di dalam bis saat itu. Tanpa banyak bicara siswi tersebut meminta turun, tentunya membuat mereka yang ada di dalam bis itu bertanya-tanya. Apa yang membuatnya ingin turun?.

"Target yang sangat manis sekali." Uzumaki Araumi tersenyum lebar melihat itu. Korban tumbal pertama telah berhasil ia dapatkan. "Pergilah ke laut selatan." Ucapnya dengan senyuman manis. "Tunggu aku di sana, akan aku tunjukkan kekuatan keabadian yang sebenarnya padamu." Ada sensasi kesenangan tersendiri yang ia rasakan saat ini. Entah kenapa ia menikmati itu dengan perasaan yang tidak bisa ia jelaskan dengan kata.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya ?. Simak terus ceritanya.

...***...

Di SMA Selatan.

Saat Ryuu Amane baru memasuki gerbang sekolah. Izumi, Natsumi dan Ayuri masih tidak terima dengan apa yang mereka terima pada saat pulang sekolah kemarin. Hingga mereka masih ingin menghadang Ryuu Amane.

"Jangan kau pikir, masalah hari kemarin selesai begitu saja!." Hatinya sangat benci. "Kau itu memang budak bodoh! Yang tidak tahu diri!." Izumi melotot tajam sambil menghadang Ryuu Amane.

"Berani sekali kau melawan perintah kami!." Natsumi terlihat sangat marah. "Kali ini akan aku buat kau mengerti." Raut wajahnya semakin membenci. "Anak haram tidak berguna seperti kau itu! Memang pantas menjadi budak untuk kami semua!." Amarahnya semakin memuncak.

"Sekarang kau berlutut!." Bentaknya. "Minta ampun pada kami!." Hatinya terasa panas. "Jika kau masih ingin berada di sekolah ini!." Ayuri juga memerintah dengan sombongnya.

Mereka semua melihat perdebatan itu. Mereka selalu melihat apa yang dilakukan oleh trio anak orang kaya terhadap Ryuu Amane.

"Heh!." Ryuu Amane mendengus kesal. "Apakah kalian sudah selesai berbicara?!." Dengan raut wajah datar ia bertanya seperti itu pada mereka. "Memangnya aku peduli?!." Ucapnya dengan cueknya. "Siapa yang mau berlutut? Di hadapan orang-orang tidak berguna seperti kalian?!." Sorot matanya sangat tajam. "Aku tidak sudi sama sekali!." Kali ini senyumannya terlihat mengambang di wajahnya.

"Kau mau cari mati rupanya!." Amarah mereka memuncak saat melihat raut wajah Ryuu Amane yang merendahkan mereka.

"Jangan banyak bicara!." Balasnya. "Jika kalian masih belum puas? Dengan apa yang terjadi pada hari kemarin? Maka majulah." Ryuu Amane menantang mereka.

Tentunya itu menjadi pusat perhatian mereka semua. Siapa yang tidak kenal dengan mereka?. Orang kaya yang suka menindas, serta orang yang selalu tertindas.

Di saat yang bersamaan, Akihara Masamune baru saja sampai, ia sangat terkejut melihat hawa merah yang menyelimuti tubuh Ryuu Amane.

"Ini sangat gawat." Akihara Masamune sangat panik melihat itu. "Apa yang harus aku lakukan?." Kepalanya terasa pusing memikirkan cara untuk memisahkan mereka agar tidak bertanggung.

Apakah yang akan mereka lakukan setelah ini?. Apakah Ryuu Amane atau Ratu Naga Api akan menggunakan kekerasan pada mereka semua?. Apakah yang terjadi selanjutnya?.

...***...

Kembali di kantor DPD.

Kadoaki Takayama sangat kewalahan, ia tidak tahu harus menilai mereka seperti apa. Sedangkan mereka semua mendesak untuk memilih.

"Sabarlah untuk sebentar!. Jangan mendorong ku seperti itu!." Kadoaki Takayama sangat prustasi dengan mereka yang tidak sabar. Ia sendirian mengatasi masalah itu?. Teman-temannya yang lainnya tidak mau membantunya?.

"Ah!." Dalam kepanikan yang ia rasakan ia teringat dengan ide yang cukup baik. "Ekhm!." Entah dari mana ia mendapatkan pengeras suara, namun mereka masih belum mau berhenti memberontak meskipun ia telah memasang meja pembatas berlapis agar mereka semua tidak menyerbunya. Tetapi tetap saja mereka masih ingin mengejarnya.

"Aku dengar. JIKA YANG MASUK KE DALAM LAUT SELATAN ADALAH DUKUN SAKTI PALSU, MEREKA AKAN SEGERA DITELAN SAMPAI MATI OLEH LAUT SELATAN." Ucapnya dengan suara yang sangat kerasa. Sehingga mereka yang tadinya ribut terpaku mendengarkan apa yang mereka dengar.

"Bisa dikatakan secara tidak langsung akan menjadi tumbal naga air secara suka rela. Karena itulah pikirkan baik-baik jika ingin mengikuti sayembara ini jika kalian masih sayang nyawa sendiri." Lanjutnya.

Swiiing!!!.

Setalah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kadoaki Takayama, tiba-tiba saja ruangan itu benar-benar kosong. Sepertinya mereka semua sangat takut dengan apa yang dikatakan Kadoaki Takayama. Sehingga mereka semua pergi meninggalkan ruangan itu.

"Eh?." Kadoaki Takayama sangat heran dengan sekumpulan orang-orang yang tadinya ingin menyerbu dirinya, namun kini menghilang entah kemana.

"Jika mereka tidak ada di sini satu pun?. Itu artinya mereka semua dukun abal-abal?." Dalam hatinya malah cengo dengan apa yang terjadi. "Jadi mereka semua abal-abal?." Ia kembali mengulangi perkataan yang sama. Rasanya sangat mengherankan sekali. "Jadi apa yang aku lakukan tadi itu sia-sia?." Hatinya benar-benar terguncang, sangat sesak mengingat kerumunan yang hampir saja membuatnya berhenti untuk bernafas. "Apa yang akan aku katakan pada pak ketua masumi nantinya?. Ini sangat mengejutkan sekali." Dalam hatinya bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Sehingga kepalanya berdenyut sakit. Tidak bisa memikirkan apa yang akan ia lakukan setelah ini. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi dari Masumi Kenzo setelah mengetahui jika ia gagal dalam melaksanakan tugasnya?. "Sebaiknya aku meminta surat pengunduran diri saja." Ia pasrah dengan apa yang akan dilakukan Masumi Kenzo padanya nanti. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.

...***...

Episodes
1 SINOPSIS
2 AWAL DARI SEMUANYA
3 APA YANG TERJADI?
4 SITUASI SEBENARNYA
5 MENCARI INFORMASI
6 CIRI-CIRI KETURUNAN
7 KEJADIAN ANEH
8 ADA YANG AMEH
9 MENGUATKAN HATI
10 BANYAK MASALAH
11 GODAAN YANG MENJANJIKAN
12 MARI KITA SELESAIKAN
13 BISA SEPERTI ITU?
14 JANJI DARI HATI
15 TIDAK BISA BERSAMA
16 PENULIS BUKU
17 INFORMASI YANG AKURAT
18 PILIHAN HATI YANG KUAT
19 KETAKUTAN DI HATI
20 PERTARUNGAN DIMULAI
21 PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI
22 INGATAN HARI ITU
23 TIDAK BISA DISELAMATKAN?
24 APAKAH ITU BENAR?
25 KEBENARAN
26 KEPUTUSAN YANG KUAT
27 SALING MENYALAHKAN
28 TERPAKSA
29 ALASAN YANG TEPAT
30 KECEMASAN HATI YANG DALAM
31 KEBETULAN?
32 KERJASAMA
33 MENCARI INFORMASI
34 KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
35 MASALAH BARU?
36 WANITA KUAT
37 JANGAN MUDAH MENYERAH
38 RASAKAN KEHADIRANNYA
39 PERASAAN GEJOLAK JIWA
40 TEKAD API
41 PASTI BISA
42 CHAPTER 41
43 CHAPTER 42
44 CHAPTER 43
45 CHAPTER 44
46 CHAPTER 45
47 CHAPTER 46
48 CHAPTER 47
49 CHAPTER 48
50 CHAPTER 49
51 CHAPTER 50
52 CHAPTER 51
53 CHAPTER 52
54 CHAPTER 53
55 CHAPTER 54
56 CHAPTER 55
57 CHAPTER 56
58 CHAPTER 57
59 CHAPTER 58
60 CHAPTER 59
61 CHAPTER 60
62 CHAPTER 61
63 CHAPTER 62
64 CHAPTER 63
65 CHAPTE 64
66 CHAPTER 65
67 CHAPTER 66
68 CHAPTER 67
69 CHAPTER 68
70 CHAPTER 69
71 CHAPTER 70
72 CHAPTER 71
73 CHAPTER 72
74 CHAPTER 73
75 CHAPTER 74
76 CHAPTER 75
77 CHAPTER 76
78 CHAPTER 77
79 CHAPTER 78
80 CHAPTER 79
81 CHAPTER 80
82 CHAPTER 81
83 CHAPTER 82
84 CHAPTER 83
85 CHAPTER 84
86 CHAPTER 85
87 CHAPTER 86
88 CHAPTER 87
89 CHAPTER 88
90 CHAPTER 89
91 CHAPTER 90
92 CHAPTER 91
93 CHAPTER 92
94 CHAPTER 93
95 CHAPTER 94
96 CHAPTER 95
97 CHAPTER 96
98 CHAPTER 97
99 CHAPTER 98
100 CHAPTER 99
101 CHAPTER 100
102 CHAPTER 101
103 CHAPTER 102
104 CHAPTER 103
105 gfg
106 CHAPTER 103
Episodes

Updated 106 Episodes

1
SINOPSIS
2
AWAL DARI SEMUANYA
3
APA YANG TERJADI?
4
SITUASI SEBENARNYA
5
MENCARI INFORMASI
6
CIRI-CIRI KETURUNAN
7
KEJADIAN ANEH
8
ADA YANG AMEH
9
MENGUATKAN HATI
10
BANYAK MASALAH
11
GODAAN YANG MENJANJIKAN
12
MARI KITA SELESAIKAN
13
BISA SEPERTI ITU?
14
JANJI DARI HATI
15
TIDAK BISA BERSAMA
16
PENULIS BUKU
17
INFORMASI YANG AKURAT
18
PILIHAN HATI YANG KUAT
19
KETAKUTAN DI HATI
20
PERTARUNGAN DIMULAI
21
PERTARUNGAN HIDUP DAN MATI
22
INGATAN HARI ITU
23
TIDAK BISA DISELAMATKAN?
24
APAKAH ITU BENAR?
25
KEBENARAN
26
KEPUTUSAN YANG KUAT
27
SALING MENYALAHKAN
28
TERPAKSA
29
ALASAN YANG TEPAT
30
KECEMASAN HATI YANG DALAM
31
KEBETULAN?
32
KERJASAMA
33
MENCARI INFORMASI
34
KEMARAHAN DALAM PERTARUNGAN
35
MASALAH BARU?
36
WANITA KUAT
37
JANGAN MUDAH MENYERAH
38
RASAKAN KEHADIRANNYA
39
PERASAAN GEJOLAK JIWA
40
TEKAD API
41
PASTI BISA
42
CHAPTER 41
43
CHAPTER 42
44
CHAPTER 43
45
CHAPTER 44
46
CHAPTER 45
47
CHAPTER 46
48
CHAPTER 47
49
CHAPTER 48
50
CHAPTER 49
51
CHAPTER 50
52
CHAPTER 51
53
CHAPTER 52
54
CHAPTER 53
55
CHAPTER 54
56
CHAPTER 55
57
CHAPTER 56
58
CHAPTER 57
59
CHAPTER 58
60
CHAPTER 59
61
CHAPTER 60
62
CHAPTER 61
63
CHAPTER 62
64
CHAPTER 63
65
CHAPTE 64
66
CHAPTER 65
67
CHAPTER 66
68
CHAPTER 67
69
CHAPTER 68
70
CHAPTER 69
71
CHAPTER 70
72
CHAPTER 71
73
CHAPTER 72
74
CHAPTER 73
75
CHAPTER 74
76
CHAPTER 75
77
CHAPTER 76
78
CHAPTER 77
79
CHAPTER 78
80
CHAPTER 79
81
CHAPTER 80
82
CHAPTER 81
83
CHAPTER 82
84
CHAPTER 83
85
CHAPTER 84
86
CHAPTER 85
87
CHAPTER 86
88
CHAPTER 87
89
CHAPTER 88
90
CHAPTER 89
91
CHAPTER 90
92
CHAPTER 91
93
CHAPTER 92
94
CHAPTER 93
95
CHAPTER 94
96
CHAPTER 95
97
CHAPTER 96
98
CHAPTER 97
99
CHAPTER 98
100
CHAPTER 99
101
CHAPTER 100
102
CHAPTER 101
103
CHAPTER 102
104
CHAPTER 103
105
gfg
106
CHAPTER 103

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!