...***...
Saat ini Kota Sukuranburu bagian selatan sepertinya mengalami teror sukma naga air yang sangat menakutkan. Banyak korban yang telah berjatuhan karena masalah itu. Media cetak, media sosial, dan lainnya telah heboh karena masalah ini. Apalagi korban yang berjatuhan sangat banyak, sehingga mereka semakin ketakutan. Bahkan ada yang demo di depan kantor dewan perwakilan daerah kota bagian selatan. Masumi Kenzo sendiri juga bingung harus bagaimana caranya mengatasi masalah ini.
"Selamat siang pemirsa." Ia menyapa para penonton. "Ini masih menyangkut kasus aneh, yang menimpa kota selatan kota sukuranburu, yang sama-sama kita cintai." Seorang reporter cantik memulia siaran langsung yang mungkin akan disaksikan oleh orang banyak melalui televisi. "Hingga saat ini belum ada tindakan, dari dewan perwakilan daerah bapak masumi kenzo." Lanjutnya. "Padahal korban telah berjatuhan? Apakah bapak masumi kenzo masih akan tetap diam?." Ucapnya memberikan opini pada publik. "Sedangkan korban telah terlihat di depan mata kita semua?." Raut wajahnya tampak sedih. "Keadaan korban yang terverifikasi, sebagai korban dari Sukma naga hingga saat ini belum ada tanggapan." Lanjutnya. "Keluarga korban juga belum menerima tindakan konvensasi, dari apa yang terjadi?." Sorot matanya sangat tajam. "Bagaimana mungkin ini dibiarkan begitu saja? Padahal sudah banyak korban yang jatuh akibat sukma naga air?." Ia semakin menambah opini baru. "Apakah benar? Semua ini adalah ulah sukma naga air?." Ucapnya dengan perasan ragu. "Sedangkan kita semua tidak bisa melihat sosok hewan mitos, yang seharusnya tidak ada lagi di dunia ini?."
Mereka semua yang berasal dari stasiun televisi yang berbeda-beda terus memberikan laporan mengenai apa yang terjadi.
"Bisa dilihat saat ini, ada beberapa masyarakat." Ucapnya lagi. "Yang mulai bergerak, untuk melakukan demonstrasi." Suaranya terdengar membara. "Mereka sangat kecewa dengan bapak masumi kenzo, yang tidak memberikan klarifikasi mengenai korban?." Seorang reporter wanita lainnya melihat situasi di depan gedung kantor DPD yang saat ini dipenuhi oleh masa, dan juga dijaga ketat oleh satuan kepolisian bersenjata agar mereka tidak nekad masuk ke dalam gedung.
Sementara itu di dalam gedung.
"Maaf pak?." Ucapnya dengan perasaan takut. "Di depan gedung, masyarakat telah berkumpul." Rengeknya. "Bahkan media telah memanasi keadaan pada masyarakat, agar kita semua bertindak." Kadoaki Takayama sebagai salah satu anggota yang ikut bekerja di dalam kantor Gubernur merasa tidak nyaman dengan apa yang ada di luar sana. Sehingga ia melapor pada Masumi Kenzo agar segera menjelaskan pada mereka semua mengenai masalah yang terjadi.
"Mereka semua tidak akan mengerti!." Ada kemarahan yang ia keluarkan. "Bahkan aku sendiri tidak mengerti." Masumi Kenzo bangkit dari duduknya.
"Pak? Apa yang akan bapak lakukan?." Kadoaki Takayama merasakan perasaan yang tidak nyaman sama sekali. Karena apa yang ia lihat saat ini lebih menyeramkan dari yang ia bayangkan selama ini.
"Akan aku buat mereka mengerti." Ia menyeringai lebar. "Arti ketakutan yang aku rasakan selama ini." Lanjutnya. "Sehingga mereka tidak lagi, berani demo di depan kantor ini." Hatinya sedang membara semangat berjuang seseorang yang mengalami hal yang sangat buruk.
"He?." Kadoaki Takayama sangat heran dengan apa yang akan dikerjakan oleh atasannya itu. "Memangnya bapak punya rencana apa?." Kadoaki Takayama kembali bertanya pada atasannya itu.
"Lihat saja, apa yang akan aku lakukan pada mereka?." Balasnya dengan perasaan suasana hati yang bergejolak.
"Aku harap bapak tidak melakukan hal yang sangat merugikan nantinya." Kadoaki Takayama mencoba mengingat atasannya agar tidak melakukan hal yang aneh-aneh.
Apakah yang akan dilakukan oleh Masumi Kenzo untuk memberi tahu pada mereka, bahwa masalah yang mereka hadapi saat ini memang sangat sulit?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Kabar itu telah beredar sangat luar. Dari kalangan muda, sampai kalangan orang tua. Tentunya itu sangat mengganggu Sukma Naga Api yang telah menemukan wadah reinkarnasinya. Ia tidak akan membiarkan Ryuu Amane terpengaruh oleh keadaan yang sedang gelisah tidak menentu.
"Jadi? Anda adalah Ratu naga api?." Ryuu Amane masih penasaran apakah benar wanita cantik itu wujud aslinya adalah Naga Api?. "Apakah benar anda adalah naga api?." Ulangnya. "Tapi anda terlihat seperti manusia biasa." Entah kenapa Ryuu Amane malah cerewet saat ini.
"Kau masih tidak percaya? Goaaarrrrh!." Ratu Naga Api sampai berubah wujud seperti itu hanya untuk membuktikan dirinya adalah naga api?.
"Hyaaa!." Ryuu Amane sampai berteriak sangat keras, saking takutnya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Naga Api?. Warnanya merah menyala seperti api yang membara, serta memiliki mahkota merah di kepalanya. Sungguh sangat luar biasa sekali, namun membuat buku kuduk merinding melihat itu.
"Sebenarnya aku adalah manusia sama seperti kau." Dalam hatinya. "Hanya saja aku memiliki kemampuan unik, dapat mengubah diriku menjadi naga Api." Dalam hatinya malas mengatakan yang sebenarnya pada Ryuu Amane. "Kenapa kau malah ketakutan?." Ratu Naga Api sangat kesal saat ia melihat raut wajah Ryuu Amane.
"Sangat menyeramkan sekali." Ungkapnya. "Memang naga api yang sangat panas." Ryuu Amane sangat tercengang dengan apa yang ia lihat saat ini. "Rasanya aku tidak percaya, jika anda memang naga api." Lanjutnya. "Ini sungguhan, aku melihatnya secara langsung?." Ia tidak menyangka itu sebelumnya. "Aku tidak bermimpi, kan?." Ia begitu penasaran dengan apa yang ia lihat.
"Huh!." Ia menghela nafas lelah. "Jika kau berkata seperti itu? Maka kau akan aku singkirkan sesegera mungkin." Ratu Naga Api sedikit mengancam Ryuu Amane. "Dan tubuh ini, benar-benar akan menjadi milikku sepenuhnya." Suaranya terdengar mengerikan. "Kau akan dianggap mati oleh siapa saja." Lanjutnya. "Apa itu yang kau inginkan?." Ratu Naga Api kembali mengubah penampilannya ke bentuk manusia, karena itu lebih mudah untuk berkomunikasi dengan Ryuu Amane jika diperlukan.
Tapi ia tidak mau melakukan itu, karena ia cukup tahu diri. Reinkarnasi sebenarnya juga membutuhkan proses penyesuaian diri dengan tubuh yang akan ia masuki.
Akan tetapi pada saat itu ia mendengarkan ada panggilan dengan suara yang sangat keras dari luar kamar Ryuu Amane.
Deg!!!.
"Amane!." Teriaknya dengan suara yang keras. "Kau sedang apa?!." Teriaknya lagi. "Cepat bersihkan semaunya!." Hatinya terasa kesal. "Jika kau tidak melakukannya? Kau tidak akan bisa hidup dengan aman! Sampai beberapa hari kedepannya!." Suara itu sangat mengancam, jika Ryuu Amane tidak melakukan pekerjaan?.
"Dia ini." Dalam hatinya sangat mengutuk. "Kehidupannya sangat tertindas sekali." Dalam hati Ratu Naga Api merasa simpati pada Ryuu Amane. "Apa yang akan aku lakukan? Untuk balas budi padanya?." Dalam hatinya sedang berpikir. "Apakah aku harus membunuh mereka semua? Yang hendak mencelakainya?." Dalam hatinya mencoba memikirkan apa yang akan ia lakukan pada mereka yang tidak memiliki hati nurani sedikitpun.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apa yang akan dilakukan Ratu Naga Api untuk membalas kebaikan Ryuu Amane karena telah bersedia menjadi wadahnya untuk reinkarnasi?.
...***...
Kembali pada Masumi Kenzo.
Saat ini ia berdiri di atas gedung DPR dengan memegang sebuah Toa. Di belakangnya ada Kadoaki Takayama yang membantunya.
"Ekhm!." Ia mencoba bersuara, sehingga menarik perhatian mereka semua.
"Pemirsa." Ia kembali bersemangat. "Sepertinya itu adalah tuan masumi kenzo, yang sedang ingin menyampaikan sesuatu." Ucap reporter wanita itu dengan semangatnya.
Tentunya itu memancing mereka semua, suasana menjadi semakin panas, dan bahkan ada beberapa orang yang berteriak memanggil nama Masumi Kenzo.
"Diam!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras. Sehingga mereka semua yang berada di bawah terkejut, apalagi Kadoaki Takayama yang berada di belakangnya?.
"Dengarkan aku!." Suaranya semakin keras. "Dengarkan aku dengan baik-baik!." Amarahnya masih memuncak. "Saat ini aku sedang memikirkan cara! Mengatasi masalah yang tidak masuk akal! Aku hanyalah manusia biasa!." Teriaknya dengan kerasnya untuk melampiaskan apa yang ia rasakan pada saat itu. "Bukankah aku telah melarang kalian! Untuk tidak keluar?!." Amarahnya semakin memuncak. "Jika kalian tidak ingin menjadi korban? Dari sukma naga air?!." Ia menyeringai lebar. "Maka segera tinggalkan tempat ini!." Teriaknya keras. "Atau kalian akan menjadi tumbal juga?!." Senyumannya semakin mengerikan. "Jika kalian bersedia menjadi tumbal sukma naga air?! Maka dengan senang hati, akan memerintahkan para polisi yang ada di bawah." Suaranya semakin keras. "Menangkap kalian, untuk dibawa dengan senang hati ke laut selatan." Dengan suara yang jelas ia menakuti mereka semua. "Karena kabar yang aku dengar." Lanjutnya. "Sukma naga akan tertidur selama seratus hari, setelah memakan ratusan orang." Suaranya semakin bersemangat. "Jadi?! Cukup dengan mengobarkan kalian yang telah merusak fasilitas umum!." Teriaknya lagi. "Maka kalian lah yang akan aku korbankan! Untuk menenangkan hati naga air."
Mereka sangat takut mendengarkan ancaman itu. Apalagi para polisi telah bersedia dia borgol yang ada ditangan mereka.
"Ekhm!." Mereka memberi kode, seakan-akan mengerti apa yang dikatakan oleh Masumi Kenzo. Selanjutnya yang terjadi adalah, mereka semua bergegas meninggalkan tempat itu karena takut ancaman itu. Tentunya mereka tidak ingin menjadi tumbal naga air, bukan?.
"Huuufh!." Ia menarik nafas dengan lelahnya. "Akhirnya pergi juga mereka semua." Masumi Kenzo sangat lega dengan apa yang ia lakukan tadi.
"Ahahaha!." Ia malah tertawa keras. "Cukup berani juga pak." Kadoaki Takayama sangat heran dengan apa yang dilakukan atasannya itu.
Tapi setidaknya itu sangat membantu mereka agar terhindar dari amukan masa. Akan berbahaya jika mereka tadinya memaksakan diri, serta menuruti amarah yang mereka rasakan. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Temukan jawabannya.
...***...
Malam yang sepi di saat semua orang ketakutan untuk keluar malam, saat itu ada seorang wanita muda yang terlihat sedang berjalan sendirian. Di saat yang bersamaan, Sukma Naga Air yang belum juga menemukan wadah yang cocok untuk ia melakukan reinkarnasi, ia masuk ke dalam tubuh itu.
Deg!!!.
Wanita itu sangat terkejut, saat ia melihat sekitarnya telah berubah menjadi lautan yang sangat luas berkabut. Ia tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja ia berada di tempat aneh ini?.
"Rasanya aku tadi berjalan di tempat yang benar." Dalam hatinya. "Tapi kenapa? Malah menjadi lautan yang aneh?." Ia melihat sekitar, dan ke bawah.
Ia telah memastikan dirinya bahwa saat ini ia sedang berdiri di atas air laut yang berkabut. Selain itu suasana di sekitar sedikit aneh, juga gelap. Tidak ada cahaya sedikitpun di sana, ataupun lampu yang menerangi tempat itu. Tapi entah kenapa ia sangat menyukai tempat tempat itu. "Bagaimana kalau aku berjalan di sekitar sini? Melihat apa yang terjadi sebenarnya?." Wanita itu berjalan dengan pelan, karena ia takut, jika ia akan jatuh ke dalam laut.
"Eh? Ini benaran bisa berjalan di atas air?." Entah kenapa ia merasa senang. "Sejak kapan aku? Memiliki kemampuan bisa berjalan di atas air seperti ini?." Ada gejolak perasaan senang yang ia rasakan pada saat itu.
"Kau adalah wadahku." Ucap seseorang. "Jika kau mendengarkan aku, maka jawablah." Sukma Naga Air itu berbicara dengannya. Ada sosok naga Air yang sangat besar di hadapannya saat ini.
"Wadah? Apa itu wadah?." Wanita cantik itu sepertinya sangat terpesona dengan bentuk naga Air yang ada di hadapannya saat ini. "Kau ini bicara apa? Wadah apa yang kau katakan?." Tidak ada perasaan takut di dalam dirinya saat ini kecuali perasaan senang yang ia rasakan saat melihat naga Air itu.
"Hum?." Sukma Naga Air itu tampak berpikir. "Ada yang ganjal dari wanita ini." Dalam hati Sukma Naga Air memperhatikan bagaimana wanita itu saat ini. "Sepertinya kau tidak tenggelam." Ucapnya dengan perasaan aneh. "Kau masih mengambang, dan berdiri dengan baik." Ucapnya dengan sedikit aneh.
"Apakah ini air asli?." Wanita itu malah bertanya pada Sukma Naga Air mengenai air yang ia pijak saat ini.
"Ya, itu adalah air asli." Responnya. "Itu namanya air keseimbangan." Jawab Sukma Naga Air dengan sangat senang.
"Air keseimbangan?." Wanita cantik itu mengulang perkataan Sukma Naga Air. "Apakah kau bisa mengatakannya padaku?." Tanpa perasaan takut, wanita cantik itu malah ingin meminta penjelasan dari Sukma Naga Air. "Rasanya aku ingin mendengarkan, penjelasan tentang air keseimbangan yang kau katakan itu." Raut wajahnya sangat jelas menggambarkan, bahwa dirinya itu sangat tertarik dengan hal-hal baru yang ia rasakan.
"Baiklah, jika itu yang kau inginkan." Jawabnya. "Maka dengarkan baik-baik, apa yang akan aku katakan padamu." Sukma Naga Air itu terlihat sangat senang.
Ia tidak menduganya, jika ada manusia yang memiliki hasrat tidak takut akan hal-hal yang sangat gaib dan tidak biasa. "Jika kau memiliki kecocokan denganku, maka kau tidak akan jatuh ke dalam air itu." Lanjutnya. "Kau tidak akan mati dengan mudahnya, bahkan kau akan memiliki kekuatan abadi." Sukma Naga Air menjelaskan pada wanita cantik mengenai Air keseimbangan itu.
"Benarkah? Apakah itu benar?." Wanita cantik itu semakin bersemangat mendengarnya. "Rasanya aku ingin memiliki air keseimbangan itu." Lanjutnya lagi dengan perasaan yang sangat senang luar biasa.
"Ya, kau adalah wadahku." Balasnya. "Kau akan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa." Suaranya semakin bersemangat "Tentunya kau bisa memiliki kekuatan itu, dengan sesuka hati, tanpa ada yang bisa menghentikannya." Sukma Naga Air sepertinya telah menjanjikan hal yang sangat menggiurkan pada wanita cantik itu.
"Kalau memang memiliki kekuatan abadi, maka berikan kekuatan abadi itu padaku!." Wanita cantik itu semakin memiliki hasrat yang sangat besar di dalam dirinya.
"Kalau begitu ikuti aku." Ucapnya dengan penuh semangat. "Akan aku berikan apa yang kau inginkan." Sukma Naga Air itu mengajak wanita itu ke suatu tempat. Tempat dimana ia bisa memberikan apa yang diinginkan wanita itu di dalam hidupnya.
"Ho?." Responnya. "Dengan senang hati, aku akan menerimanya."Lihat?. Wanita itu semakin bersemangat dengan apa yang ia dengar pada saat itu. Ditambah dengan gejolak yang membara di dalam tubuhnya menjadi percikan api yang akan memberikan sesuatu yang mencengangkan pada nantinya.
Di bawah alam sadar wanita itu. Ia terus berjalan menuju laut Selatan. Apakah yang akan terjadi pada wanita itu?. Kekuatan apa yang didapatkan?. Temukan jawabannya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments