Dengan pikiran yang masih berkecamuk di dalam kepalanya, Gina pun akhirnya keluar dari dalam toilet.
Dia merasa sangat bingung harus bagaimana, apa lagi jika ingat malam itu Alden jatuh tak berdaya di rumahnya dalam keadaan babak belur, jelas saja dia telah mengalami penganiayaan yang begitu hebat. Bukan kecelakaan yang terjadi tanpa sengaja.
Kembali mengingat tentang malam itu, Gina menyadari 1 hal, bahwa Alden pasti niat dibunuh oleh seseorang.
Huhuhu, ya Tuhan, kenapa hidupku jadi seperti Ini, kenapa aku harus terlibat. Batin Gina, rasanya dia bahkan ingin menangis.
Belum lagi rasa sayang di hatinya yang mulai tumbuh untuk Alden membuatnya tak bisa gegabah, tak ingin pria malang itu kembali jadi korban kejahatan.
Lebih baik aku tunggu Alden sembuh dulu, baru mengatakan yang sebenarnya siapa dia. Ya, mungkin begitu lebih baik.
Tapi bagaimana jika keluarganya mencemaskan dia?
Apa aku langsung menemui kedua orang tuanya saja ya, tuan Arden dan nyonya Dea.
Gina tahu semua silsilah itu setelah lama berkutat di internet.
"Gi!!" panggil Rachel seraya menepuk pundak Gina dengan kuat, sampai membuat Gina berjangkit kaget.
"Astaga Rachel! kamu membuat ku terkejut."
"Salah siapa menghilang di jam istirahat, kamu sudah makan belum?"
Mereka bertemu di salah satu lorong kantor. Gina yang baru keluar dari toilet dan Rachel yang baru dari kantin.
"Belum."
"Kenapa? nanti perut mu sakit lagi, mana tau kita kalau nanti tiba-tiba banyak pekerjaan."
"Aku sedang bingung."
"Apa yang kamu bingung kan."
"Tentang tuan Zidane, apa kamu tahu tentang masa lalunya. keluarganya, kekasihnya, sahabatnya."
"Astaga, ku kira kenapa."
Saat itu juga Rachel menarik Gina untuk ke kantin, dia menemani sang sahabat makan siang. Sementara dia menceritakan tentang Zidane, dari gosip-gosip yang dia tahu selama bekerja disini.
Juga tentang kecelakaan itu dan semua pemberitaannya.
Dengan berbisik, Rachel mengungkapkan kesimpulan dia di akhir cerita ...
"Ku rasa tuan Leon lah yang sudah mencelakai tuan Zidane, bagaimanapun kan perusahaan mereka bersaing, belum lagi beberapa orang sempat melihat kedekatan tuan Leon dengan nona Samantha."
Glek! Gina menelan ludahnya kasar. Nyaris salah langkah ingin memberi tahu Leon dan Samantha.
Belum selesai mereka bicara, namun jam istirahat sudah habis.
Selama bekerja Gina terus berpikir, sibuk memikirkan nasib sang bos.
Sampai akhirnya di jam pulang kerja, dia telah memutuskan harus bagaimana.
Tunggu Alden sembuh total, baru setelahnya aku akan menemui tuan Arden dan Nyonya Dea langsung. Pasti kedua orang tuanya akan melindungi Alden.
Mengenal sebagai Alden membuatnya canggung untuk memanggil tuan Zidane.
Jam 6 sore, Gina telah tiba di rumahnya. Membuka pintu yang tidak terkunci itu dan menatap sekeliling. Mencari dimana sang Boss saat ini.
Gina cukup terkejut saat melihat Alden ke luar dari arah dapur.
"Kamu sudah pulang? kenapa tidak bersuara? ku kira maling." tanya Alden bertubi, belum sempat Gina menjawab pertanyaan nya itu Alden sudah kembali bertanya saat melihat Gina membawa banyak barang di kedua tangannya.
"Itu apa? makanan?" tanya Alden lagi, seraya berjalan mendekat hingga berdiri di hadapan Gina.
Alden mengambil 2 kantong belanjaan di kedua tangan sang istri.
"Kamu membeli daging, dan ini baju untukku?" tanya Alden lagi dan lagi, sementara Gina begitu gugup untuk menjawab.
Setelah tahu jika Alden adalah Boss nya maka Gina akan bersikap baik pada pria ini. Berharap nanti Alden akan ingat dengan semua kebaikannya setelah dia sembuh dari amnesia.
"Kenapa belanja sebanyak Ini? katanya yang mu tidak banyak," ucap Alden, wajahnya berubah murung, merasa iba pada sang istri, karena Gina yang harus bekerja, sementara dia belum bisa melakukan apa-apa.
Tadi baru keluar sebentar dia sudah nerasa pusing, jadi masuk rumah lagi.
"Ti-tidak apa-apa Al, ini kan cuma sesekali." jawab Gina gagap.
Alden meletakkan kantung belanjaan itu di atas meja ruang tamu dan menarik pinggang sang istri untuk di rekapnya erat.
Deg! Gina gugup sekali.
Namun pasrah saat Alden kembali mencium bibirnya dengan mesra.
Dalam benaknya tak salah jika dia dan Alden begini, karena kekasih Alden saja selingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Menyadari itu, Gina pun ikut membalas ciuman ini semakin dalam, sampai ikut memainkan lidah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
🦁 R14n@
Bodoh klau lama2 km tahan dan tak beritahu keluarganya atau asistennya knp?? Krn bs aja Leon dan kekasihnya lihat zidane dan mencelakai nya kembali
2024-02-07
4
Lily Miu
wkwkwk bener sih
2024-01-19
0
Keysa Muchtar
Astga gin, lu yang dicium gue yg deg deg/Cry/
2023-12-17
2