Baru jam 09.00 pagi Gina sudah kembali ke rumahnya. hal itu tentu saja membuat Alden merasa senang. Bibirnya bahkan langsung tersenyum ketika melihat pintu terbuka dan Gina masuk.
Sementara Gina, wanita itu memasang wajahnya yang datar. Lalu iba ketika melihat Alden masih berada di posisi yang sama seperti saat dia tinggalkan tadi. benar-benar tidak bergeser sedikitpun.
Gina mendekati Alden dan duduk di lantai.
"Maafkan aku Al, sebenarnya aku tidak tega melihatmu begini, tapi aku tidak punya uang untuk membawamu ke rumah sakit."
"Iya kamu jahat sekali, aku sudah hampir mati begini tapi kamu tetap saja acuh, bahkan sempat-sempatnya pergi meninggalkan aku sendirian."
"Aku kan kerja Al."
"Lalu kenapa sekarang sudah pulang."
"Ada musibah di kantor, jadi semua karyawan diminta untuk pulang lebih cepat."
"Oh, baguslah, jadi kamu bisa merawatku. Gi, aku benar-benar merasa gerah memakai baju ini. tidak bisakah kamu memandikan aku dan menggantikanku baju?" tanya Alden, sebuah pertanyaan yang seketika membuat Gina mendelik.
Memandikan?
Menggantikan baju?
Astaga, itu benar-benar di luar pikiran Gina.
"Tapi aku tidak punya baju untukmu Al," jawab Gina apa adanya, tapi entah kenapa mendengar itu Alden merasa tak percaya. Meski melupakan semua ingatannya, tapi Alden merasa bahwa di sini memang rumahnya. Mungkin dulu dia adalah suami Gina, karena ada pertengkaran hebat di antara mereka berdua dan entah Bagaimana jadinya dia sampai seperti ini dan berakhir Amnesia.
Alden menatap Gina lekat, melihat kedua mata itu yang terlihat tak ada sedikitpun kebohongan.
Membuatnya jadi kembali ragu, benarkah mereka tidak ada hubungan apa-apa? benarkah Gina bukan istrinya? Benarkah dia hanya orang asing Seperti yang diceritakan oleh Gina.
Alden tergugu, kembali sibuk sendiri dengan pemikiran yang tak ada ujungnya. tak tahu mau dibawa ke mana pikirannya ini, yang terakhir dia ingat hanyalah ketika membuka mata di rumah ini dengan tubuhnya yang sakit semua. Bahkan kini masih terasa ngilu di berbagai sisi tubuhnya.
Dan Gina yang melihat Alden terus diam seperti itu semakin terenyuh hatinya, bagaimanapun saat ini Alden memang tak berdaya, bahkan untuk menggerakkan tubuhnya sendiri pun dia tidak mampu. jangankan untuk menggerakkan tubuh, bahkan mengingat namanya sendiri pun Alden tidak bisa.
"Pakai bajuku saja ya, besok baru aku belikan baju untukmu."
"Apa benar tidak ada satupun bajuku di rumah ini?"
Gina menggelengkan kepalanya.
"Aku benar-benar orang asing bagimu?"
Kini Gina mengangguk.
Dan Alden langsung membuang nafasnya dengan kasar.
"Aku akan membasuh tubuh mu, tapi ..." Gina merasa sangat ragu untuk melanjutkan ucapannya. Rasanya canggung sekali jika dia harus menyentuh tubuh pria asing ini.
"Tapi apa?" tanya Alden pula, dia tidak bisa membaca apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh Gina.
"Ti-tidak Ada, ayo bangun pelan-pelan," balas Gina dengan cepat, mencoba mengusir pikiran kotor yang coba untuk menguasai otaknya. Gina bicara pada dirinya sendiri bahwa saat ini Alden adalah orang sakit yang sedang butuh bantuan. di antara mereka bukanlah pria dan wanita. Hanya 2 patung.
"Awh," ringis Alden saat dia mencoba bangkit, tubuhnya masih saja terasa sakit semua, seperti sudah dipukuli oleh orang sekampung.
"Bagaimana? bisa tidak ke kamar mandi? kamar mandinya ada di dapur."
Alden tak mampu menjawab, hanya mengangguk kecil, menahan sakit di sekujur tubuh yang dia rasakan.
Gina pun terus memapah Alden, sedikit menopang tubuh pria berbadan tegap ini. Sampai akhirnya mereka tiba di kamar mandi.
Alden lebih dulu berdiri sendiri dan peregangan pada bak air disana, sementara Gina mengambil 1 kursi di meja makan untuk Alden duduk.
Nafas mereka sama-sama terengah. untuk berjalan ke sini begitu banyak energi yang sudah terbuang.
"Aku akan membuka bajumu," ucap Gina, mencoba biasa saja meski jantungnya tak tenang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Lina Lina
gak usah ngayal mas
2024-02-07
0
Praised94
terima kasih 👍
2024-01-29
0
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
aku penasaran gmna pas Alden eh Zidane sembuh dari amnesia
2024-01-13
1