Jam 8 pagi Gina telah kembali dari pasar, semua kue yang dia buat sudah habis. Gina pulang membawa 2 nasi bungkus untuk dia dan Alden, Gina memang belum memasak untuk sarapan mereka.
Masuk ke dalam rumah, Gina langsung membawa semua kotak kue nya menuju dapur, minum segelas air putih lalu mendatangi kamar untuk memeriksa keadaan Alden.
"Al!" panggil Gina dengan suara yang cukup tinggi, cukup terkejut saat dia melihat Alden sudah turun dari atas ranjang, seperti ingin pergi tapi entah kemana. Buru-buru dia menghampiri, kemudian memapah tubuh pria ini agar mampu berdiri dengan tegap.
"Kamu mau kemana?" tanya Gina pula, dengan suaranya yang terdengar cukup cemas.
"Aku mau pipis Gi, kamu tenang saja, aku sudah bisa jalan sendiri."
"Ya sudah ayo aku antar, kamar mandinya kan ada di dapur, cukup jauh jika kamu jalan sendiri."
"Baiklah kalau kamu mau mengantarku, Aku tidak akan menolak," balas Alden pula, lengkap dengan senyumnya yang terlihat mesyum di mata Gina.
Gina mengerucutkan bibirnya, namun meski begitu dia tetap mengantar Alden sampai tiba di dalam kamar mandi.
Lalu keluar dan membiarkan Alden sendirian di dalam sana untuk membuang air kecil.
"Gi!" panggil Alden dari dalam sana.
"Kenapa?" sahut Gina, mereka saling bicara dengan pintu kamar mandi yang masih tertutup.
"Aku mau mandi sekalian."
"Ya! aku ambilkan handuk."
Tak sampai lama Gina membuka pintu kamar mandi dan menyerahkan handuk itu pada Alden.
"Kamu tidak memandikan aku?" tanya Alden pula, seraya menerima uluran handuk itu dari sang istri.
"Katamu sudah bisa ke kamar mandi sendiri, berarti sudah bisa mandi sendiri kan?"
"Kalau mandi masih susah Gi, mandikan aku lagi."
"Itu sudah bisa berdiri."
"Tapi tanganku belum bisa bergerak bebas."
"Ya sudah tutup matamu, aku tidak mau kamu melihat saat aku menyentuh tubuh mu."
"Sekarang kan kita sudah menikah Gi, kenapa masih malu."
"Mau dimandiin nggak?"
"Iya mau," balas Alden pasrah, lagi-lagi kedua matanya harus ditutup oleh sapu tangan saat Gina memandikan tubuhnya.
Tapi sekarang ada yang berbeda, adik kecil Alden di bawah sana mulai bergerak jadi tegak. Melihat itu Gina mendelik, memukul perut Alden dengan kuat.
"Apa yang kamu pikirkan! kenapa itu mu hidup!"
"Aku memikirkan kamu Gi."
"Dasar mesyum!" kesal Gina, dengan cepat dia mengguyur tubuh Alden, buru-buru menyudahi mandi itu.
Dengan cepat pula Gina melilit tubuh Alden menggunakan handuk. Karena memandikan Alden dengan tergesa, bajunya pun jadi basah juga, tak sadar jika dadanya tercekat sempurna. Baju putih yang dia kenakan membuatnya jadi transparan saat terkena air.
Saat Gina melepas ikatan itu pada kedua mata Alden, seketika tatapan Alden tertuju pada kedua dada itu.
Deg!
"Gi."
"Apa!"
"Kamu menggodaku?"
"Goda apasih! ayo cepet keluar."
"Itu," tunjuk Alden menggunakan kedua matanya. Seketika Gina melihat kearah yang ditunjuk oleh Alden dan melihat dadanya sendiri.
Deg! Gina mendelik, namun belum sempat dia berucap atau bahkan menutupi dada itu, Alden sudah lebih dulu menarik tubuh Gina untuk didekapnya erat. Dengan cepat pula kembali mencium bibir sang istri dengan begitu dalam. Salah satu tangan Alden pun meremaas kedua buah dada sang istri yang terlihat menyembul.
Oh astaga, Alden sangat menginginkan ini. Sementara Gina masih gelagapan dengan semua yang terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
rista_su
hadeh. gak bisa mandi bisa begituan
2024-02-03
1
Nurmalina Gn
yah bangun dedeknya alden
2024-01-18
0
ayfa
gw bayanginyaa mandiin,,trus itu nya tegak menantang jadi gimana gituu🤣🤣🤣
2024-01-17
0