Masih meniup-niup lengan Alden yang teras sakit, tiba-tiba terdengar oleh mereka berdua suara pintu yang diketuk dari luar.
keduanya jadi saling pandang, bertanya-tanya siapakah itu yang datang.
"Aku buka dulu pintunya, mungkin itu bidan Merlin," ucap Gina dan Alden hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.
Dengan langkah kaki lebar Gina pun segera menuju pintu utama rumahnya, dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat banyak orang sudah berdiri di depan sana, bukan hanya ada bidan Merlin saja, tapi juga ada beberapa warga dan pimpinan tempatnya tinggal.
Deg!
Gina gelagapan, seketika sangat takut jika dia telah melakukan kesalahan besar dan kini disidak dadakan.
Dia tidak bisa bicara apapun, dan hanya mampu untuk mempersilahkan semua orang masuk.
Merlin yang tahu kegugupan Gina pun akhirnya buka suara menggantikan Gina. dia memecah keheningan di sana dan mengutarakan Apa maksud semua orang datang ke rumah.
Di dalam kamar, sama-sama terdengar oleh Alden suara bising di luar sana, dia pun sangat penasaran dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. jadi dengan susah payah dia pun turun sendiri dari atas ranjang kemudian berjalan tertatih menuju keluar.
"Nah kan benar, ada pria disini. Lebih baik kita nikahkan saja mereka." ucap salah seorang warga. meski sudah tahu semua ceritanya bahwa pria itu hanyalah orang asing yang sedang ditolong oleh Gina Tapi tetap saja mereka tidak mau tahu, mereka tidak ingin tempat tinggal mereka jadi rusak hanya gara-gara kumpul kebo salah satu warganya.
Bahkan ada salah Seorang warga yang berniat melapor kepada pemilik kontrakan ini untuk segera mengusir Gina dan pria itu andai mereka berdua tidak mau menikah namun tetap memutuskan untuk tinggal bersama.
Gina yang sedari tadi sudah terkejut dengan ini semua tak mampu bicara apapun, sementara Alden bukannya terkejut tapi dia bingung.
Apalagi saat ini dia hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya, semakin memperkuat keinginan orang-orang untuk menikahkannya dengan Gina.
"Ya sudah, untuk kebaikan semua orang memang lebih baik kalian segera menikah, sore ini juga bapak akan memanggil pihak catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan kalian."
"Tunggu!! saya tidak mau Pak! Sudah berapa kali saya harus katakan bahwa saya tidak mengenal pria itu, saya hanya murni membantunya saja!" terang Gina dengan suaranya yang tinggi dan terdengar gemetar, sungguh dia merasa sangat takut berada dalam keadaan seperti ini.
Namun mendengar semua orang sudah mengungkapkan kesepakatannya membuat dia tidak bisa diam, bagaimanapun caranya Gina harus menolak ini semua. dia tidak ingin menikah dengan pria asing itu. meski dia sudah memberinya nama, meski dia bahkan sudah melihat seluruh bentuk tubuh pria itu, Tapi tetap saja Alden adalah orang asing. dia bahkan tidak tahu dari mana asal usul pria itu.
"Saya tidak mau ada pernikahan apapun, lebih baik pria itu keluar dari rumah saya daripada saya harus menikah dengan dia!" tegas Gina, sebuah kalimat yang langsung membuat Alden seketika mendelik.
"Gina! kenapa kamu malah mengusirku?" tanya Alden pula, dia masih sangat bingung, tapi Alden tak mau banyak tau, yang dia ingin hanya satu, tetap berada di rumah ini bersama Gina.
"Al, lebih baik kamu datang ke kantor polisi dan selesaikan masalahmu di sana Aku tidak mau menampung kamu lagi." tegas Gina lagi, dia benar-benar kukuh tentang hal ini. Tidak mau menikah.
"Tidak, selamanya aku akan tetap tinggal disini. Lebih baik kita menikah."
"Jangan gila, aku tidak mau menikah dengan mu."
"Kenapa tidak mau? bahkan setelah kita mandi bersama."
"Al!!"
"Sudah cukup!" potong pemimpin desa, "Kalian harus menikah!" putusnya tak bisa dibantah.
Mendengar itu, Alden tersenyum lega diantara rasa sakit di sekujur tubuhnya. Sementara Gina? wanita itu kini sudah seperti kehilangan hidupnya.
Berniat menolong, kini malah hidupnya sendiri yang hancur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Praised94
terima kasih
2024-01-29
1
Tika Rotika
😁😁😁
2024-01-20
0
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
Zidane 😄😄😄amnesia pun juga inget 🤣🤣
2024-01-13
2