Plak!
Gina langsung memukul tangan Alden ketika pria itu menggerakkan tangannya ke arah bokong.
"Maaf sayang," lirih Alden, bicara dengan kedua matanya yang terpejam dan bibir mengulum senyum. sementara Gina hanya mengerucutkan bibirnya namun tetap berada di dalam pelukan sang suami.
Malam itu mereka tidur dengan saling memeluk erat.
Beberapa jam lalu di tempat lain, Leon mendatangi rumah utama keluarga Harwell. Dia sudah mendengar kabar jika besok perusahaan Harwell Life Ansuran akan kembali beroperasi, Karena itulah malam ini Dia memutuskan untuk menemui keluarga sang sahabat.
Kedatangannya saat itu hanya disambut oleh pelayan, sementara seluruh keluarga inti belum menerima tamu.
"Katakan dulu pada Tuan Arden bahwa aku datang ke sini," ucap Leon, bicara dengan suaranya yang terdengar tegas seolah tidak ingin dibantah. Namun sang pelayan tetap bergeming, dia lebih takut kepada tuannya sendiri daripada orang ini.
Arden Harwell adalah Ayah Zidane. Zidane merupakan anak kedua dari keluarga Harwell, kakaknya yang bernama Raisa Harwell tinggal di luar negeri meniti karirnya di sana. Karena itulah dia yang berada di sini dan memimpin perusahaan Harwell Life Ansuran.
"Maaf Tuan, jika anda membuat keributan di rumah ini saya tidak akan segan memanggil keamanan untuk mengusir anda," tegas pelayan itu pula. Suara ribut-ribut di ruang tamu itu terdengar pula oleh Bryan, asisten pribadi Zidane selama ini. Sejak Zidane hilang dia pun tinggal di rumah ini untuk mengurus semuanya.
"Ada apa?" tanya Bryan seraya menghampiri. Dia pun telah mengenal Leon cukup baik. Baik namun tau jika menaruh iri pada sang Tuan. Bahkan dia pun curiga bahwa hilangnya sang Tuan ada campur tangan pria ini. namun semuanya masih belum bisa dibuktikan, Bryan masih terus berusaha untuk mencari kebenaran itu.
"Bryan, kamu disini?" tanya Leon pula, cukup terkejut ketika melihat asisten pribadi Zidane tinggal di rumah ini.
"Iya Tuan, Ada perlu apa anda datang ke sini? keluarga Harwell sedang tidak bisa ditemui."
Leon tersenyum miring.
"Katakan dulu pada tuan Arden jika aku datang, Kenapa kamu bersikap seperti seorang tuan rumah? Ingatlah posisimu hanya seorang asisten pribadi." balas Leon dengan sengit, ingin Brian sadar di mana posisinya, jauh berada di bawahnya.
"Maaf Tuan, tapi tuan Arden tidak ingin bertemu dengan siapapun, jika ada pesan yang ingin anda katakan kepadanya maka akan saya sampaikan, jadi katakan saja Ada perlu apa anda datang kemari?"
Mendengar itu Leon pun membuang nafasnya dengan kasar, setengah kesal mendengar jawaban yang diberikan oleh Bryan.
dengan terpaksa Akhirnya dia pun mengatakan semuanya kepada Bryan, daripada kedatangannya ke sini hanya sia-sia saja.
"Apa besok perusahaan harwell Life Ansuran akan mulai beroperasi?"
"Benar Tuan."
"Aku akan membantu operasional pekerjaan di sana, sedikit banyak Aku tahu semua tentang program yang sedang dipegang oleh Zidane. Aku akan membantu agar perusahaan itu tetap berjalan dengan baik."
Mendengar itu Bryan tersenyum miring, dengan segera dia pun menolaknya.
"Maaf Tuan, semua Nasabah dan kolega juga tahu tentang hilangnya Tuan Zidane. Jadi semua program itu bisa diundur, sementara orang yang akan menggantikan posisi Tuan Zidane saat ini adalah Nona Raisa. itu adalah keputusan yang sudah dibuat oleh tuan Arden tentang perusahaan. Jadi kami tidak butuh bantuan anda."
"Tapi Raisa adalah seorang desainer, mana tahu dia tentang perusahaan ini."
"Tentang hal itu bukan lagi urusan anda, selama Nona Raisa adalah anak dari keluarga Harwell maka dia adalah orang yang paling berhak."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
mardiana sari
sahabat ga tau diri si leon.bukan haknya mau dikuasain aj manusia rakus dan ga tau diri.
2024-08-17
0
Denisya putri
mamam tuhh singaa.. dasar kesel gue
2024-07-20
0
Ester Limbong
kasoan deh lo leon....
2024-02-12
1