"ALDEN!!" pekik Gina dengan suaranya yang menggelegar, baru menempel sedikit bibir di antara mereka berdua dan Gina sudah lebih dulu berteriak memanggil nama pria ini.
Menyuarakan kekesalannya yang teramat mendalam. sudah berulang kali dia katakan bahwa pernikahan ini hanyalah status di mata semua tetangganya, tapi bukan pernikahan yang sesungguhnya.
Setelah berteriak seperti itu kini Gina mendelik.
Membuat Alden sampai berjangkit merasa terkejut. padahal dia adalah suami yang tampan, tapi Gina benar-benar tidak terpesona dengan ketampanan yang dia punya.
Alden menelan ludahnya dengan kasar, seketika merasa takut dengan kemarahan sang istri. Cepat-cepat dia memikirkan Bagaimana caranya agar Gina tidak marah an satu-satunya cara hanyalah memohon maaf ...
"Maafkan aku Gi, tadi kamu cerewet sekali, jadi aku ingin menghentikanmu bicara," jawab Alden, mau minta maaf sekaligus menjelaskan asal usul tindakannya.
"Cepat minum obat mu ini!" kesal Gina, sedari tadi dia terus memegang obat dan gelas itu.
Dan Alden akhirnya hanya bisa mengangguk patuh, dengan cepat dia meneguk semua obatnya.
Selesai Alden meminum obat itu, Gina membereskan piring dan gelas kotor mereka. Meminta Alden untuk istirahat lebih dulu.
Setelah mencuci piring, Gina duduk di kursi meja makan. Dia menghubungi Rachel, ingin bertanya apakah besok mereka sudah bisa bekerja seperti biasa atau belum.
Di panggilan teleponnya yang pertama, Gina langsung mendapatkan jawaban dari sang teman.
"Belum Gi, apalagi besok akhir pekan, ku rasa mulai masuk hari Senin. Keluarga Harwell sedang berduka, jadi tidak ada aktivitas apapun di perusahaan."
"Tentang tuan Zidane, apa kabar terbarunya?" tanya Gina pula, dia baru bekerja 1 bulan di perusahaan itu, belum pernah melihat satupun para petinggi di sana. Sebelumnya Gina bekerja sebagai pelayan cafe, namun karena sering pulang malam dan membuatnya merasa tak nyaman jadi Gina melamar sebagai OG disana, dan untungnya langsung diterima.
"Belum ada kabar Gi, entahlah aku juga bingung, yang tersisa dari tuan Zidane hanya mobilnya saja. Sementara dia hilang entah kemana. Kekasihnya yang bernama Samantha juga kasihan sekali, aku lihat di media sosialnya dia sangat bersedih." Terang Rachel pula.
Mereka berdua asik berbincang sampai tak sadar jika waktu telah berlangsung lama. Sampai waktu nyaris menempuh angkat setengah 9 malam.
Yang terakhir Gina tahu, gaji bulan ini akan tetap utuh meski mereka beberapa hari tidak bekerja.
Dan setelah panggilan telepon di antara mereka putus, Gina pun segera memeriksa keadaan Alden. Ternyata pria itu telah terlelap.
Mungkin karena pengaruh obat juga dia jadi cepat tidurnya. Batin Gina.
Tidak terlintas sedikitpun di dalam benaknya jika pria ini adalah seseorang yang tadi dia bicarakan dengan Rachel. Tak terbesit sedikit pun bahwa pria ini mungkin saja sang CEO yang telah hilang.
Gina kemudian mematikan lampu utama kamar ini dan hanya tidur menggunakan lampu temaram berukuran kecil di atas meja riasnya. Denpgan guling sebagai penghalang, Gina pun segera naik ke atas ranjang dan berbaring.
Karena besok tidak kerja, jadi Gina putuskan untuk menjual kue di pasar. Kebetulan tepung dan semua perlengkapannya sudah lengkap di dapur, dia bisa membuat donat dan beberapa gorengan.
Tak lama setelah berbaring, Gina pun akhirnya terlelap. Saking nyenyaknya dia bahkan sampai tak sadar saat tengah malam Alden mengambil tangannya untuk di genggam erat. Meski ada guling diantara mereka, namun begini saja Alden sudah merasa dekat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Praised94
terima kasih 👍
2024-01-29
2
Aqua_Chan
pura2
2023-11-18
2
Afternoon Honey
📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖
2023-06-26
0