Jam 07. 05 menit, Gina telah tiba di perusahaannya bekerja. Tanpa banyak kata dia langsung menuju ruangannya. Breafing sebentar sebelum melakukan tugas masing-masing.
Ternyata pagi itu seluruh karyawan di perusahaan Harwell Life Ansuran diharuskan untuk mendatangi ruang rapat utama pada pukul 08.00 pagi.
Ada beberapa pengumuman penting yang akan disampaikan dalam rapat itu.
Berbondong-bondong seluruh karyawan menuju ruang rapat utama yang ada di lantai 9.
Gina dan Rachel berjalan beriringan menuju ruang itu.
"Kita harus tiba disana sebelum jam 8. Kalau rapat jam 8, biasakan datang 30 menit sebelum rapat itu dimulai." jelas Rachel.
"Cepat sekali, apa tidak banyak waktu yang terbuang hanya untuk menunggu? Aku bisa melakukan banyak hal dalam 30 menit," balas Gina pula, terbiasa kerja keras dalam hidupnya membuat Gina tidak pernah menyia-nyiakan waktu meski hanya sedikit.
Mendengar itu Rachel tersenyum, lebih tepatnya menahan tawa.
"Kenapa protes? Harusnya kita senang-senang saja jika aturannya seperti itu, jadi pekerjaan kita bisa diundur," balas Rachel, sementara Gina hanya mendengus mendengar jawaban sang sahabat.
Dan benar Apa yang diucapkan Rachel tadi, sebelum jam 8 tepat seluruh karyawan yang bekerja di sini sudah duduk di kursinya mereka masing-masing. Bagian OB dan OG jelas duduk di kursi paling belakang, bahkan sebagian masih ada yang keluar masuk ruangan ini untuk menyelesaikan beberapa perintah atasan.
Tepat di saat waktu menunjukkan angka 8 pagi. Asisten Bryan masuk ke ruangan rapat, tidak sendirian, dia masuk bersama dengan seorang wanita yang sangat cantik.
Semua karyawan lantas berdiri dan menundukkan kepalanya memberi hormat. Namun Gina malah bergeming, malah terus menatap wanita cantik itu, merasa jika wajahnya sungguh tidak asing, seperti pernah melihat tapi entah di mana. sampai akhirnya Rachel menyenggol lengan Gina hingga membuat wanita itu tersadar dari semua lamunannya. Buru-buru Gina menundukkan kepalanya juga.
Alden, iya, wanita itu mirip sekali dengan Alden. Batin Gina di antara kepalanya yang sedang menunduk.
Setelah Raisa Harwell duduk di kursinya, kursi CEO. Maka seluruh karyawan pun mengangkat wajah dan kembali duduk pula.
Rapat di mulai.
Sekretaris CEO membuka acara rapat ini, kemudian digantikan oleh asisten Bryan dan memperkenalkan CEO sementara pengganti CEO utama, Zidane.
"Beliau adalah nona Raisa Harwell, kakak dari tuan Zidane Harwell. Sampai batas yang tidak ditentukan, mulai hari ini nona Raisa lah yang akan menjadi CEO di perusahaan Harwell Life Ansuran," terang Bryan, bicara dengan suara khasnya yang terdengar dingin dan tegas. siapapun yang mendengar ucapannya pasti seketika akan patuh, karena Aura mengerikan dari pria itu.
Gina tergugu. bukannya fokus pada apa yang disampaikan oleh asisten Bryan namun Gina malah sibuk sendiri dengan pemikirannya. Seolah sedang mencocokkan kejadian yang satu dengan kejadian yang lainnya.
Tentang sang CEO yang telah hilang, tentang seorang pria asing yang terkapar di halaman rumahnya, tentang nona Raisa yang begitu mirip dengan Alden.
seolah semuanya terhubung menjadi satu.
Oh, ya Tuhan, apa iya seperti itu? apa iya Alden adalah boss ku? Alden adalah tuan Zidane? tidak, tidak, ini semua terlalu ajaib untuk menjadi sebuah kenyataan. Batin Gina, coba menyangkal semua hal yang sejak tadi mengganggu pikirannya.
Tidak, tapi aku tidak boleh diam saja, aku harus tahu wajah Tuan Zidane seperti apa. Batin Gina lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
mask gorden
ayo cari fhoto zidan
2024-01-21
2
Nurmalina Gn
berharap gina punya cara untuk membuktikan bahwa Alden adalah zidane
2024-01-18
1
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Semoga GINA dpt menolong ingatan Alden / Zidane...
2024-01-08
2