Episode 19

Beberapa hari di dataran tinggi tempat latihan markas divisi ke-3...

( Element Control : Wind Blows! )

( Sword Style : Horizon Slash!! )

*Swuusshhhh

*Sringg!!!

Kami berdua menyerangnya secara bersamaan untuk membuatnya lengah.

"Hm.."

( Change Skill : Aura Roar! )

*Dumm!!!

Tetapi hanya dengan sedikit dentuman darinya, seranganku dan kabut angin milik Ayumi terhempas bersama kita berdua...

"Sial! seranganku tidak pernah melukainya!..."

"Kabutnya langsung menghilang!."

"Ayumi! pinjam kekuatanmu! dorong aku!."

"Baiklah!."

( Element Control : Whirlwind! )

*Swuushh!!

"Bersiaplah dengan seranganku! master!."

( Sword Style : Straight Slash!! )

Aku melesat secepat angin yang membawa daun terbang diatas langit dan berputar seperti mesin pemotong...

"Menarik! majulah!."

"Sesuai yang kau katakan!!."

*Cringg!!!

Dia menahannya hanya dengan tanduk besar yang berada diatas kepalanya.

Bentrokan kekuatannya membuat area disekitarnya menerbangkan debu tanah dan berbagai macam hal berterbangan...

"Uh! anginnya!."

Aku sudah mengeluarkan kekuatanku, tetapi aku masih tidak bisa melukainya..

"Keras sekali!."

"Inilah kekuatan perubah elemen! perubahanku adalah hewan mitologi... Minotaur!!."

Wujudnya yang seperti manusia banteng dengan tubuhnya yang besar sangat sulit untuk menyerangnya karena tubuh fisiknya sangat kuat...

Meskipun seorang pengguna suatu elemen dengan tipe apa saja dari ketiga tipe elemen, mereka pun mempunyai kekuatan mereka masing masing dan tidak bisa membuat kekuatan yang diluar batas mereka...

Jika mereka sudah ditakdirkan untuk membuat sebuah pedang dari suatu elemen, maka ia hanya bisa berkembang dengan itu saja, begitu juga dengan tipe perubah elemen... jika seseorang sudah ahli dalam satu perubahan, maka ia tidak bisa berubah menjadi yang lainnya...

Dan tipe pengontrol adalah satu satunya tipe elemen yang bisa dikatakan tipe yang bebas... karena mereka bisa mengendalikan elemen sesuka mereka meskipun tidak bisa membentuk atau merubahnya...

Dan juga tipe pengontrol termasuk tipe elemen yang terkuat karena beberapa pilar elemen sebagian dari mereka adalah pengguna tipe pengontrol elemen...

"Memangnya aku peduli dengan hewan miniatur milikmu itu!!."

"Minotaur!!!."

"Ya! apalah itu!."

Karena dorongan dari kekuatan Ayumi sudah menghilang, aku langsung melompat dari tanduknya dan menyerangnya dari atas.

"Master! aku akan serius sekarang!."

Pedangku mengeluarkan cahaya biru yang sama saat aku membunuh salah satu dari iblis kematian.

Saat melihatnya, master langsung menyadarinya dan menantang langsung.

"Baiklah... keluarkan segenap kekuatanmu!!."

*Dum!

Dia menghentakkan kakinya ketanah hingga bergetar...

"Uwaah! tanahnya bergetar! kalian berdua terlalu berlebihan!."

"Tidak ada kata berlebihan dalam pertarungan antar lelaki!!."

"Apakah seranganmu akan sama hebatnya dengan omonganmu!."

"Huh... sebaiknya aku tidak ikut campur dengan ini..." Ayumi memilih untuk melihat mereka dari kejauhan agar tidak terkena serangannya.

"Kekuatan yang besar, hanya bisa diciptakan dengan tekad yang besar!!."

*Swusshhh!!!

Angin hijau mengelilingi tubuh besarnya dan menutupi seluruhnya dengan angin.

Saat angin itu menghilang, tubuhnya berubah menjadi seekor monster banteng yang lebih mengerikan lagi..

"Ternyata wujudnya bisa lebih menyeramkan!."

"Kemarilah!!!." Master menantangku dengan kekuatannya yang besar untuk menahan serangan dari pedangku.

"Yansei... berikanlah kekuatanmu!!!."

( Sword Style : RAINFALL! )

*Zeesshhh!!!!

Seluruh pedangku telah dilapisi oleh cahaya biru yang lembut, dan aku bersiap untuk menyerang.

"Bersiaplah untuk kalah!!!."

"Omong kosong!"

( Change Skill : King's Horn!! )

*Wungg!!

Tanduknya membesar dua kali lipat dari ukuran kepalanya...

Meskipun begitu, aku tidak gentar dan menyerangnya..

Tanduk dan pedang, dua kekuatan elemen bumi yang begitu kuat...

*DUAARRR!!!!

Keduanya pun saling menghantam sampai sekeliling tempat kita beradu kekuatan hancur berantakan...

"B-Benar benar luar biasa!."

Tetapi keduanya masih bertahan dengan hantamannya...

Tanganku bergetar hebatnya saat memegang pedang Yansei-ku...

"Hanya ini?." Master terus memanasi diriku untuk terus menyerangnya dengan kuat, nyatanya dia pun sedikit terguncang dengan kekuatanku.

"Masih belum!!"

Aku terus memperkuat tanganku dan mempercayai kekuatan Yansei dengan segenap hati...

Dan hal itu akhirnya membuat tanduknya tergores dan hampir bisa mematahkannya.

Master yang menyadarinya langsung mengelus dentuman besar sehingga bentrokan dari kedua serangan itu meledak.

*Duaarr!!

Aku terpental jauh dan master pun juga terpukul mundur meskipun masih bisa ditahannya...

*Dum!!

"Argh!."

Dan akhirnya aku masih tidak bisa melukainya sedikitpun...

"Sudah... selesai..."

"Sial! apa aku masih bekum cukup kuat?!."

Aku yang masih terbaring diatas bebatuan yang hancur dengan merasa kesal karena masih belum cukup kuat.

"Jangan murung, kau sudah cukup kuat tahu!"

Ayumi menjulurkan tangannya untuk membantuku bangun.

Master menghampiriku dengan wujud yang sudah kembali menjadi wujud manusianya.

"Kamu berhasil melukaiku... seranganmu tadi... sangat mengesankan."

"B-Benarkah?? aku berhasil melukaimu??."

"Ya... meskipun hanya tandukku."

"Itu berarti aku harus terus berlatih agar bisa mematahkannya..."

"Tandukku bukan pencapaianmu untuk menjadi kuat..."

"Kaito, kau sangat berantakan sekali... tidak bisakah kita latihan dengan sedikit meminimalisir kerusakan?."

"Maaf maaf, aku terbawa suasana tadi... lagipula master juga sama!."

"Apa? aku hanya menerima tantangan dari muridku yang sombong..."

"Tapi master juga yang lebih merusak."

"Sudahlah... sebaiknya kita beristirahat."

"Kau benar, karena latihan tadi, aku jadi lapar.."

"..."

"Aku membawa bekal yang cukup banyak!."

"Uwoh! ini baru menyenangkan!."

Kami pun beristirahat dibawah pohon besar yang begitu lebat dengan daun daun hijau yang berjatuhan satu demi satu hingga terbawa angin...

Suasananya begitu tenang karena tempat ini cukup jauh dari kawasan kota, maka dari itu tidak terlalu bising...

"Master... bagaimana informasi tentang Akemi? sudah beberapa hari ini dia tidak bisa ikut latihan dan menjalankan misi..."

"Profesor Kiro masih harus memeriksa senjata itu... dan yang bisa menenangkan senjata kucing berperasaan itu, hanya Akemi seorang..."

"Dia pasti begitu sulit untuk mengisi waktunya hanya berada didalam laboratorium..."

"Tidak ada pilihan lain... ini juga demi kebaikan kita dan markas divisi 3, master pun tidak bisa mengganggu pemeriksaannya..."

"Tapi... aku sedikit mempertanyakan tentang itu..."

"..."

"Setelah senjata kucing itu selesai melewati pemeriksaan... apa yang akan dilakukan selanjutnya?."

"Menahannya?." Ayumi menjawab dengan apa yang muncul seketika didalam kepalanya... karena memang sudah sewajarnya senjata buatan itu disimpan tanpa dipakai untuk keamanan...

"Dia itu berbeda dan memiliki perasaan seperti hewan yang sebenarnya... mana mungkin disimpan didalam ruangan senjata..."

"Jika memungkinkan... markas besar akan mengambilnya untuk menjadi senjata pasukan revolusioner..." Master langsung menjawabnya sambil memakan makanannya dengan santai.

"Eh? bukannya itu tidak adil namanya?! kita sudah susah susah merebutnya dari salah satu dari empat panglima besar!."

"Benar yang dikatakan Kaito... apa markas besar begitu mudahnya mengambil langsung dari kita?."

"Ya tenanglah dulu... aku bilang jika memungkinkan... kita dari markas besar masih belum mengadakan perbincangan rapat untuk hasilnya... yang penting jika senjata itu sudah berada ditangan pasukan revolusioner... semuanya akan baik-baik saja..."

"Begitu ya..."

"..."

"Yang lebih penting... kalian berdua akan diberikan misi untuk besok... pikirkan hal itu terlebih dahulu..."

"Misi apa?."

"Kalian akan mengetahuinya besok... dan misi kali ini ada dua dan berbeda... jadi kalian tidak menyelesaikan misi secara bersamaan."

"Syukurlah kalau begitu, Kaito jadi tidak akan menggangguku lagi kali ini."

"Ha? harusnya aku yang mengatakan hal itu!."

"Kau memang menggangguku, itu adalah kenyataannya."

"Aku juga tidak akan bisa menyelesaikan misi jika aku membawa hambatan!."

"Kau yang menjadi hambatan untukku!."

"Kau!."

Master hanya bisa pasrah dengan mereka berdua sambil memakan makanannya.

"..."

"..."

"Ikannya... sangat enak.."

Ditengah istirahat mereka yang begitu 'Damai' seekor burung yang mengantarkan sebuah informasi datang kepada master.

"Burung pembawa pesan?."

"Memangnya ada apa?."

"Entahlah... mungkin markas besar ingin memberikan informasi."

Saat master melihat isi pesan tersebut, beliau langsung terdiam sambil masih memegang daging ikan ditangannya.

"Ada apa master?."

"Wajahmu terlihat sedikit pucat seketika saat membaca pesan burung itu... apa isinya?."

"Tidak... kalian tidak perlu mengetahuinya... aku harus pergi ke markas besar."

"B-Baik."

"Ingat! apapun yang terjadi! segera laporkan ke markas meskipun masalah kecil... dan tetap waspada dengan sekitar."

"Baik!."

Beliau pun pergi meninggalkan kami untuk pergi ke markas besar pusatnya para pemimpin pasukan revolusioner berkumpul...

"Sebenarnya ada masalah apa sampai master begitu waspada?."

"Entahlah... sebaiknya kita juga harus lanjut berlatih..."

"Mm... kau benar.." sembari mengunyah makanan yang masih ada di tanganku.

"Jangan lanjut makan!."

Terpopuler

Comments

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

aku juga mau ayumi, apakah boleh ?

2023-04-12

0

Wong kam fung

Wong kam fung

aku serous menvintaimu

2023-04-07

0

al-del

al-del

jadi ingat kartun sailor moon "Dengan kekuatan bulan...." 🤭

2023-04-06

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 84 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!