"Seberapa jauh lagi kita sampai di markas?."
"Menurut peta... harusnya disekitar sini terdapat kota oasis."
"Mana mungkin... lihatlah sekeliling... hanya penuh dengan dataran pasir dan sinar matahari yang sangat menyengat."
"Berhenti mengoceh... apa kau ingin ditimpa meteor?."
"Ha? mana ada meteor jatuh disini? omong kosong..."
Tetapi dia hanya melamun melihat sesuatu dibelakangnya.
"Hei? kenapa?."
"Lihat itu... sepertinya ada sesuatu diatas langit."
"Apa itu? burung?."
"Itu seperti... mengarah ketempat kita."
"Jangan bilang... meteor benar benar jatuh?!!."
"Merunduk!!."
*Bum!!!!
Sebuah meteor yang terjatuh tepat diantara mereka...
"Uhuk! kutukan gila apa ini! kita sudah berjalan jauh dibawah panasnya matahari... dan meteor datang menghantam kita!."
"Tunggu! lihat itu!."
Mereka berdua mendekati tempat meteor itu jatuh.
"M-Mana mungkin!?."
"Seorang manusia... jatuh dari langit..."
"Tetapi dia terluka parah!."
"Kita tidak bisa membawanya kan?."
"Benar... tapi dia dibiarkan saja?."
"Kau ingin membawanya?."
"Ditengah gurun pasir? omong kosong."
"Kalau begitu kita tinggalkan saja dia mati... lagipula jika kita membawanya, dia juga akan mati."
"..."
......................
Didalam tempat tersembunyi yang berada didalam sebuah negeri..
"Dimana... aku..."
Aku tersadar dan perlahan-lahan membuka mataku.
"Akhirnya kau sadar..."
Seorang perempuan berambut hijau muda keputihan dengan model kuncir kuda dan mengenakan jubah putih dengan sebuah logo aneh berbentuk rasi bintang di jubahnya, berdiri disebelahku yang sedang tertidur, membuatku langsung terkejut dan bangun dari tempat itu."
"S-Siapa kau?! dan juga... dimana ini??."
"Tenanglah... kau ada disebuah kota dalam wilayah Ventus... kota Sun Of Peace."
"Kota Sun Of Peace? wilayah Ventus... benar juga! bukannya aku ada di menara penghakiman?? kenapa aku bisa berada ditempat sejauh ini?."
"Menara penghakiman?? apa kau adalah penjahat??."
"T-Tunggu aku bukan penja-... eh? kau tidak terkejut jika aku adalah penjahat kerajaan?."
Ekspetasi ku selama aku hidup adalah jika penjahat yang menjadi buronan kerajaan bertemu dengan warga asing, tentunya mereka akan ketakutan dan langsung lari... tetapi dia hanya membalas dengan santai sambil melipat tangannya.
"Kenapa aku harus terkejut? aku juga seorang penjahat... tapi itu menurut mereka sih."
"Kau penjahat?."
"Begitulah... terserahmu ingin menganggap diriku apa."
Ditengah perbincangan kami, tiba tiba ada seseorang yang ingin menyerangku dari belakang.
*Sreett!!
*Clingg!!
Tapi aku sempat mengambil sebuah pipa besi yang ada didekat sana, dan menangkis serangannya."
"Hem! boleh juga kau!."
Seorang lelaki dengan senjatanya yang terbuat dari elemen Angin, sepertinya ia adalah peran pembuat elemen...
"Maaf saja, menyerangku dari belakang itu sia sia."
"Akemi hentikan!."
"Kakak diam saja! dia sudah hampir melukai kita dengan kehadirannya dari atas! dia harus membayarnya!."
"Dari atas?."
"Huh... anak keras kepala." Perempuan itu atau bisa dibilang kakak dari lelaki yang menyerangku itu hanya bisa pasrah sambil memegang kepalanya sendiri."
"Kalian semua hentikan ini..."
"M-Master?!."
Setelah mendengar suara yang muncul dari luar ruangan, mereka langsung mengambil posisi tegap seakan akan seperti bertemu orang yang mengerikan.
"Hm?."
Dan datanglah seorang pria yang sedang memegang sebuah tongkat... mata kanannya terdapat sebuah penutup hitam dan bekas luka disekelilingnya.
Saat aku melihat kedua orang itu kembali, tiba tiba mereka sudah mengubah posisi menjadi berlutut.
"Eh?."
"Oh? ternyata kamu sudah bangun..."
"Siapa orang bajak laut ini?."
"Oi! jaga ucapanmu! cepat beri hormat pada master!."
"Memberi hormat? kenapa aku harus melakukannya?."
"A-Apa kau bilang?!."
"Sudahlah Akemi... biar master yang mengurusnya."
"Daritadi siapa yang kalian sebut master? orang ini?."
"Kakak... apa aku boleh menghajarnya?."
"Tidak perlu... dia akan tahu akibatnya."
"Hei pria bajak laut? kenapa kau hanya diam saja? sedang sariawan.."
Kata kataku terus membuat mereka berdua emosi... tetapi mereka masih bisa menahannya.
"Sebaiknya kalian jelaskan padaku... dimana sebenarnya aku? kapal bajak laut? dan apa maksudnya aku datang dari atas langit?."
"Kamu ingin tahu?."
"Tidak perlu lama... cepat beritahu."
"Kalau begitu biar aku jelaskan."
"Kau harus menjelaskannya dengan singkat, pria bajak laut."
Melihat sifatku, membuat mereka berdua semakin panas.
"Ka-."
"Apa disini ada makanan? aku sangat lapar... tapi jika kalian tidak keberatan, aku ingin ikan segar yang dibakar..."
Bukannya mendengar pria itu menjelaskan, aku justru berjalan jalan didalam ruangan itu sambil melihat lihat.
"Aku sudah tidak bisa sabar!! aku akan membunuhny-."
*Buk!!
Sebelum adik itu menghajarku karena emosi, kakaknya sudah duluan mendaratkan pukulannya di kepalaku.
"Aw! sakit! apa yang kau lakukan?!."
"Seharusnya aku yang bertanya padamu!! beraninya berbuat kurang ajar didepan master!!."
"Ha?! aku saja tidak mengenalnya! kenapa aku harus bersikap sopan!."
"Tetapi setidaknya bersikap sopan sedikit!."
"Bagaimana jika aku tidak mau?."
"Baiklah, aku akan menghajarmu sekarang!."
"Kalau begitu kemarilah!."
"Kalian berdua hentikan!."
Lagi lagi setelah orang itu berkata, mereka langsung patuh."
"Ayumi, kamu dan adikmu tinggalkan kita berdua... kalian pergi mengawasi kota saja."
"Baik master! hei orang kurang sopan santun! tunggu saja! aku pasti akan menghajarmu!."
"Siapa juga yang takut denganmu! pergi dari sini cepat, atau nanti master bajak lautmu akan marah."
"A-Awas saja! Akemi! ayo!."
Mereka berdua pun pergi meninggalkan kami berdua disini...
"Apa apaan dengan gadis itu... luarnya saja yang cantik, tetapi dalamnya mengerikan."
"Jadi... bagaimana jika kita berbincang sedikit?."
"Baiklah, terserahmu saja... aku sudah malas karena gadis itu."
"Kalau begitu, apa benar kamu berasal dari kerajaan dan terlempar ketempat ini?."
"Aku memang berasal dari kerajaan... lebih tepatnya aku adalah budak disana... dan aku... aku dieksekusi? tetapi aku tidak mati."
"Jadi begitu... jadi kamu tidak mengingatnya? kenapa kamu terlempar kesini?."
"Sama sekali tidak."
"..."
"..."
"Mereka berdua yang kamu temui sebelumnya, mereka melihat ada sebuah meteor yang jatuh, tetapi itu adalah kamu sendiri, dan mereka membawamu kesini dengan jarak berpuluh puluh kilometer."
"..."
"Karena kamu terluka cukup parah, dan energi vitalmu sudah sangat sekarat... biasanya orang biasa akan mati jika kehabisan energi... tetapi kamu tidak... dan akhirnya kamu selamat dari kematian."
"Ternyata seperti itu... aku tidak mati tetapi justru aku terlempar kesini... apa ini karena ulahnya?."
"Ulahnya?."
"Ah tidak, aku hanya berbicara sendiri..."
"Oh begitu... tetapi ada satu hal yang membuatku heran."
"Apa?."
"Bagaimana caranya... manusia biasa yang tidak mempunyai kekuatan bumi... selamat dari tempat itu... dan mendapatkan eksekusi kerajaan?." Dia langsung menatapku dengan serius.
"K-Kau tahu jika aku tidak mempunyai kekuatan bumi?!."
"Aku bisa merasakannya... tidak ada satupun elemen yang terdeteksi... jadi tentu saja seperti itu."
"Aku juga tidak tahu tentang ini... aku... masih belum sepenuhnya percaya... kenapa aku mendapatkan hal itu."
Aku masih bisa mengingat kejadian masa laluku yang tergambar di telapak tanganku.
"Sepertinya kamu butuh waktu untuk pulih maksimal... jika ada perlu apa apa, temui saja dua orang itu."
"Eh? kau ingin kemana? pria bajak laut!.".
Dia pun langsung pergi tanpa mendengarkan perkataanku.
"Huh... jadi bagaimana sekarang..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡
ish jangan begitu sebagai manusia harus memiliki jiwa tolong menolong dong walau udah mau sekarat coba dulu di bawa kalo mati ditengah jalan ya di kubur lah
2023-03-30
0
𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡
ngeri kali sampai mau di timpa meteor segala. eh tunggu kalo di timpa meteor gimana cara ambil meteor ya yah hihi
2023-03-30
0
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
waw mengoceh saja di timpuk sama meteor apalagi yang lebih dari itu..
2023-03-30
0