*Dum!! dum!!! dum!!
Sekumpulan monster babi hutan yang sangat besar berlarian mengejar kami berdua...
"Sudah kubilang!! jangan mengatakan hal yang membuat kita dalam bahayaaa!.'
"Aku pun tidak mengira jika mereka benar benar adaa!!."
"Duh!! yang penting kita harus lolos dari mereka..."
"Bagaimana caranya?."
"Kita berpisah sementara, kau berlari kearah kanan, dan aku kearah kiri, mengerti?."
"Aku tidak tahu itu bisa menyelesaikan masalah, tetapi lakukan saja!."
Kami berdua pun berpisah arah berlari, dia kearah kiri, dan aku kearah kanan...
"Yosh! aku pikir rencananya tidak buruk juga..."
Saat aku melihat kebelakang, justru para monster babi itu berlari kearahku semua.
"Ini namanya pengorbanan!! sialan kau!! Ayumiii!."
.
.
.
"Huftt... syukurlah para monster tidak berlari kearahku..."
*Sreekk!!
"Suara apa itu barusan??."
*Srek! srek!!
Suara yang terdengar didalam semak semak sekelilingnya, seperti dia sudah dikepung oleh sesuatu.
"( Aku harus terbang keatas dan mencari Kaito kembali... sepertinya hutan ini tidak aman..)"
( Jet Angin!! )
*Swusshh!!
Dia pun langsung terbang keatas untuk keluar dari hutan ini... tetapi semua itu terlambat saat kakinya tersangkut oleh sesuatu.
"Eh?! kakiku tersangkut!."
Dan dia langsung ditarik kembali kebawah sehingga dia spontan berteriak.
"Hiyaaaaaaaa!!!!."
"!!!."
"Barusan teriakannya kan? aku harus mengatasi para babi hutan ini terlebih dahulu..."
Aku menarik pedang yang berada dibelakang punggungku.
"Maaf! tapi kalian harus berhenti sekarang juga!!."
( Sword Style : Horizon Slash )
*Swusshh!!!
*Duaarr!!
Aku menghancurkan sekumpulan monster itu dengan cepat, dan langsung pergi mengarah suaranya berteriak sebelumnya.
.
.
"Ayumi!! oi!! dimana kau!?."
Saat aku sudah berada ditempatnya... aku tidak bisa menemukannya dimana mana.
"Oi! Ayumi!!."
"K-Kaito!."
"Eh? darimana suara itu berasal?.'
"Diatas sini!."
Aku pun menoleh keatas, dan melihatnya yang sedang terikat oleh tanaman liar yang hidup menjadi monster.
"Woaah..."
"A-Apa yang sedang kau lihat!? cepat bantu aku turun!."
"B-Baiklah! jangan bergerak! aku akan memotongnya."
"C-Cepat sedikit... aku tidak sanggup menahannya..."
Melihatnya yang terikat diatas sana cukup membuat sebuah pemandangan yang begitu menarik perhatianku.
( Sword Style : One Direction Slash! )
*Sring!!
Tanaman itu pun melepaskan Ayumi dan aku langsung menangkapnya agar dia tidak terjatuh.
"K-Kau tidak apa apa?."
"Tidak apa apa... tapi..."
*Buk!
"Kemana matamu melihat tadi hah!!?."
"Aku sudah menolongmu! seharusnya berikan aku... em... tidak, lupakan saja."
"Kau ini memang sangat menyebalkan! ayo cepat kita keluar dari kawasan ini... aku sudah muak dengan tempat ini!."
"Tunggu dulu, aku punya ide yang menarik..."
"Apa? aku akan memukulmu jika macam macam..."
"Tidak... ini benar benar rencana yang baik..."
.
.
.
*Dum!! dum!! dum!! Dum!!
"Lihat! bagus bukan? kita bisa sampai dengan cepat dan aman!."
"Bagaimana kau bisa menjinakkan monster babi hutan ini?!."
"Tidak bisa dibilang menjinakkan sih... aku mengancamnya!."
"Parah sekali... tetapi idemu cukup bagus untuk kita segera keluar dari hutan ini.."
"Baiklah!! percepat langkah kaki kalian!!."
.
.
.
*Dum.... dum.... dum...
"Oke, sampai disini saja..."
"Sepertinya kita harus berterimakasih kepada mere-."
*Sring!
"Ha? kau bilang apa barusan?."
Belum mengucapkan terimakasih, aku langsung menebasnya hingga mati...
"Kau tidak punya hati nurani!! penjahat!!! kejam!!! pembunuh!!!."
"Dia kan memang monster!! kenapa justru aku yang disalahkan?!."
"Tapi dia sudah mengantarkan kita keluar!."
"Y-Yah... sudah terlanjur... biarkan saja..."
"Kau memang yang terburuk..."
"Yosshh, ayo kita lanjut berjalan!."
"Kau tidak menguburnya??."
"Kenapa? biarkan dia dimakan oleh hewan hewan liar..."
"Kau memang paling terburuk!!!."
......................
"Aku sudah mengelilingi tempat ini... tetapi aku tidak melihat keberadaan senjata biologis yang sedang dicari... apa dia berada didalam gunung?."
*Noum! Noum!
"Hm?."
Suara yang berasal dari balik batu tersebut, seperti suara hewan yang sedang memakan sesuatu.
"Seekor kucing?."
Bentuknya seperti seekor kucing, tetapi bulunya berwarna hijau putih dan telinganya panjang seperti kucing gurun...
Akemi mendekatinya dan kucing aneh tersebut langsung menyadari keberadaannya sehingga dia terkejut dan lari kedalam lubang dibawah batu.
"Aku tidak pernah melihat kucing seperti itu... apakah dia hewan dari daerah sini?."
"Mouw!!."
Kucing itu mengeluarkan kepalanya dan mengeluarkan suara yang terdengar layaknya harimau, bukan seekor kucing.
"Mouww!!."
"Kau tidak ingin diganggu? baiklah, aku akan pergi... lanjutkan makan siangmu."
"..."
Agar tidak menggangu kucing tersebut, Akemi langsung pergi melanjutkan pencarian disekitar area gunung kembar tersebut.
*Seesshhhh
Suara bisikan yang menandakan adanya monster disekitarnya, Akemi langsung bersiaga untuk menyerang.
( Danzo! )
*Swuusshhh
Saat keheningan sementara itu, tiga sampai lima ekor monster kadal melompat kearahnya dengan cakar yang terlihat sangat tajam.
"Lizardman!?."
Meskipun mereka menyerang Akemi secara bersamaan, Akemi bisa mengatasinya dengan mudah... walaupun kecepatan lizardman terbilang diatas rata rata dan serangan secara berkelompok itu yang membuat para korban kesulitan untuk menyerang.
"Hiyaa!."
*Sring!!! Sringg!! Sring!!
Akemi terus menerus membunuh mereka satu persatu, tetapi kawan kawannya terus bermunculan hingga tidak terasa berkurang jumlahnya.
"Mereka terus saja berdatangan... jika terus seperti ini, energiku hanya terbuang sia sia!."
*Sring!!
Tiba tiba dari belakang muncul tiga ekor kadal yang menyerang secara bersamaan, dan membuatnya terjatuh hingga berguling dan langsung kembali bangkit.
Begitu menyadarinya... ternyata jumlah mereka hampir seperti lebih dari 100 ekor kadal.. dan mereka menyerang Akemi penuh dengan kerja sama yang cukup baik.
"Darimana asalnya mereka semua?! aku tidak bisa melawan mereka sekaligus hanya dengan jurus kecil..."
Dia menghempaskan pedangnya dan berubah menjadi pusaran angin yang berputar diatas telapak tangannya.
"Aku harus menggunakan jurus pedang terkuat Danzo..."
Saat dia ingin mengeluarkan Danzo, tiba tiba terdengar suara auman dari atas bukit.
"..."
Badai angin datang dan begitu dia menyentuh para kadal itu, tubuh kadal tersebut langsung terpotong potong seperti angin itu memotong seluruh benda yang ada didalamnya.
Lalu dari atas sana muncul seekor kucing yang sebelumnya ia temui, tetapi wujudnya sudah berubah seperti harimau, dan tubuhnya membesar lima kali lipat dari sebelumnya.
"Dia...."
Setelah semuanya selesai, kucing itu langsung pergi tanpa memberikan sebuah petunjuk.
"Dia bisa mengeluarkan jurus elemen bumi... apakah dia monster? atau iblis?."
Rasa penasaran yang dimilikinya langsung meluap saat melihatnya mengeluarkan jurus elemen bumi angin... dan Akemi langsung bergegas mencarinya untuk memastikan.
.
.
.
Diatas bukit dia yang sudah berubah kembali menjadi kucing kecil, dan sedang bermain main dengan batu yang terbentuk seperti sebuah bola.
Akemi pun mendekatinya perlahan sampai dia melihat kelakukan darinya dan langsung bersembunyi dibalik batu.
"Tenanglah... apa kau yang membantuku tadi?."
"Mouw..."
"Aku hanya ingin berterimakasih karena sudah menyelamatkanku... aku tidak akan menyakitimu.."
Tetapi dia masih tidak ingin keluar dari sana.
Akemi mengambil inisiatif untuk mencari makanan untuknya, dan beberapa menit kemudian Akemi kembali membawa beberapa potong daging.
"Aku membawakanmu makanan... kau pasti lapar."
Saat Akemi menaruh potongan daging tersebut didekatnya, dia perlahan-lahan mendekatinya dan mengendusnya.
Akemi hanya diam memperhatikannya agar tidak mengagetkannya.
Lalu kucing itu langsung keluar dan memakan potongan daging itu perlahan.
Saat dirasa sudah tenang, Akemi mencoba untuk memegangnya... dia perlahan mendekatinya lalu memegang kepalanya.
Kucing tersebut mengendus-endus tangan Akemi seakan ingin memastikan kembali...
"Mouw!."
Kucing itu langsung mengelus bulunya ke tangan Akemi, itu menandakan jika kucing tersebut sudah akrab dengannya.
"..."
Akemi terlihat lega dan mengelusnya perlahan saat dia sedang menikmati makanannya.
"Namaku Akemi... senang bertemu denganmu... kucing kecil..."
"Mouw..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
motivation Islamic
waduuuh sangat menikmati pemandangan indah /Drool/
2024-08-16
0
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
itu makanya jangan berkata hal bersifat gaib, nah kan muncul itu mosternya..
2023-04-06
0
Anita
udah tinggalin aja kakinya wkwkwk
2023-03-31
0