( Cabik Beruntun!! )
Diatas langit, aku tercabik-cabik oleh cakarnya dan gerakannya yang sangat cepat.
"D-Dia bisa mati!."
Di udara aku tidak sadarkan diri, pikiranku seperti melayang-layang entah kemana...
Dan saat itulah aku memasuki alam bawah sadar, dan bertemu dengannya.
"Akan ku akhiri!! matilah!!."
( Cabik Neraka!!! )
*Clingg!!
"Apa!!?! seranganku... bisa ditahan..."
Ekspresi yang kini berubah dengan senyuman lebar dengan salah satu matanya yang berkilauan seperti sebuah berlian...
"Bwahahaha!! pertunjukkannya baru saja dimulai!."
.
.
.
Sebelumnya saat aku berada dibawah alam sadarku...
"Hanya kau yang bisa menemukannya... batu angkasa itu!!."
"Kalau begitu... apa yang harus kulakukan?."
"Kau bisa bangun dari alam bawah sadarmu kan?."
"Aku tahu... tapi pastinya aku akan langsung mati saat aku sadar."
"Hem!! hei bodoh! apa kau tidak lihat siapa yang ada didepan matamu ini hah?!."
"A-Apa yang baru saja kau katakan!? meskipun kau pilar pertama! bagaimana caranya kau bisa menyelamatkanku disini!."
"Kekuatanmu adalah memanggilku... dan disinilah aku untuk membuktikannya..."
"..."
"Katakanlah!!! Personality!!."
......................
"Akan ku akhiri!! matilah!!."
( Cabik Neraka!! )
( Personality Aqua!!! )
*Clingg!!!
"Apa?!! seranganku... ditahan!!?."
"Bwahahaha!! Pertunjukkannya baru saja dimulai!!."
Dari pedangku keluar aliran air yang menyelimuti seluruh tubuhku...
"Elemen Aqua!!?? bagaimana bisa?!!."
"Kekuatan bumi... elemen Aqua... k-kenapa elemen itu..."
"Bwahahahah!! jangan terkejut seperti itu dong! ayo kita bermain main kembali!."
"Ada apa denganmu? apakah selama ini kau menyembunyikan kekuatanmu...?."
"Entahlah... bagaimana aku menjelaskannya yaa."
Mata kananku berubah menjadi berwarna biru terang bercahaya layaknya berlian.
"Menyebalkan sekali!! matilah!."
( Cabik Beruntun!! )
"Lemah sekali..."
( Spiral Aqua!! )
Sebuah air yang keluar dari tubuhku membentuk spiral dan melesat cepat kearahnya.
Sehingga serangannya saling berbenturan dari air dan cakar.
"Mustahil!! Cabikku tidak mampu menahan kekuatannya?!!."
"Bwahahahah!."
Karena perbandingan kekuatan dari mereka berdua sangat jauh berbeda, iblis itu langsung menangkis serangan itu hingga air spiral itu menghancurkan beberapa rumah dan puing puingnya hancur berantakan.
"Tch."
"Masih ada lagi loh..."
.
.
"Kekuatan Aqua nya sangat besar! sebenarnya siapa dia... sifatnya seperti bukan dia yang sebelumnya..."
( Rotasi Air!! )
Aliran air yang mengelilinginya seperti sebuah aura untuk meningkatkan kekuatannya.
"Sial!."
( Cabik Darah Bulan!! )
Dia menghilang seperti bayangan, dan kabut yang sedang bergerak cepat.
"Bwahahah!! bagus! ayo sini!."
"Jangan besar kepala!!."
Dari belakang dia langsung menerkamku dengan cakarnya, tetapi serangannya itu berhasil ditahan oleh pedangku yang sudah diperkuat dari kontrol elemen air tersebut.
"Siapa sebenarnya kau ini!!."
"Aku? aku hanya manusia biasa, tidak lebih... bwahahah!."
"Ck!."
"Aku tahu... awakening milikmu sudah hampir habis bukan?."
"Aku akan menghabisi mu sebelum awakening-ku habis!."
( Cabik Neraka Beruntun!! )
"Aaaaaaaaakhhhhhhh!!!!."
Dia memperkuat dirinya hingga aura merahnya membesar dan membuat sekitarnya hancur.
"Bwahahah!! baiklah... aku juga akan mengeluarkan jurus terba-."
Tiba tiba, mata kananku terasa berat, dan warna birunya hampir redup seperti lampu kelap kelip.
"Ugh... hanya sampai disini saja ya... bocah ini.... hanya karena dia tidak mempunyai kekuatan bumi, dia tidak memperkuat energinya..." Sambil memegang mata kanannya.
"Rasakan ini!!!."
( Bilah Air!! )
"Tidak akan mem-."
Dalam sekejap, bilah air itu membelah badan iblis itu menjadi dua, dan menghilang menjadi debu...
"Padahal aku ingin bermain lebih lama lagi..."
Tubuhku terjatuh ketanah dan seketika pingsan.
......................
"Ugh..."
"Hei! kamu tidak apa apa?!."
"T-Tuan putri? ada apa i- ah!." Rasa nyeri di mata sebelah kananku masih terasa saat aku sadar kembali.
"Jangan banyak bergerak dulu! lukamu sangat banyak!."
"Bagaimana keadaan sekarang?."
"Semua baik baik saja... terima kasih sudah menolongku..."
"B-Bukan masalah besar! ( Dekat sekali!...)"
Dia yang meminjamkan pahanya untuk kepalaku... rasanya sangat empuk dan wangi...
Wajahnya yang masih terlihat khawatir denganku, saat dia menggerakkan kepalanya, rambut hitamnya berkibar dan terlihat menawan....
"Aku pikir... akan mati disini... aku sangat takut..."
"( Ternyata dia masih ketakutan...)"
"..." Matanya berkaca-kaca dan aku bisa merasakan tubuhnya masih gemetaran.
"Tuan putri sudah melakukan sebaik mungkin... anda sangat berani... bisa berhadapan dengannya saja sudah baik."
"Um..."
"Sebaiknya kita segera kembali... dan beritahu keadaan sekarang pada paduka raja."
"J-Jangan!."
"Ada apa?."
"Jika ayah tahu kejadian ini... kamu akan dalam bahaya..."
"Aku tidak apa apa... yang paling penting adalah keselamatan tuan putri."
"Tapi..."
"Itu tuan putri!!! ayo cepat!!."
"Prajurit kerajaan?! kamu harus lari dari sini!."
"Sudah kubilang, aku baik baik saja."
"Tidak! jangan seperti itu!."
Sekelompok prajurit yang sedang menaiki seekor kuda, mendekati kita berdua.
"Tuan putri! syukurlah anda baik baik saja! bagaimana bisa ratusan prajurit mati?! siapa yang membunuh mereka semua??"
"Iblis dari salah satu bawahan raja iblis... dia yang membunuh semuanya."
"B-Bawahan... raja iblis?!!."
"Tapi semuanya sudah selesai..."
"Hm? kenapa salah satu budak berada disini? padahal prajurit elite semuanya sudah mati... apa kau lari?!!."
"Jangan sakiti dia!."
*Buk!
Seseorang memukul tengkukku hingga aku terjatuh pingsan...
"Sudah kubilang jangan melukainya!."
"Maaf tuan putri, tetapi ia sudah melanggar aturan kerajaan!."
"Tidak benar! dia yang menyelamatkan hidupku dari bawahan raja iblis itu!."
"Mustahil! bagaimana bisa budak seperti ini mengalahkan iblis!? apalagi dia tidak memiliki kekuatan bumi.."
"Yang penting kita kembali ke kerajaan sekarang... aku akan melaporkan kejadian ini pada ayah."
"Baik!!."
Dengan didampingi oleh puluhan prajurit andalan raja, kekuatan mereka lebih baik dari ratusan prajurit elite itu... jadi mereka bisa membawa tuan putri dengan aman kembali ke kerajaan.
Dalam pertempuran ini... ternyata masih ada satu prajurit yang bersembunyi dari awal saat iblis itu menyerang...
Dia berkumpul diam diam didalam para prajurit itu dan kembali ke kerajaan.
Dan aku dirawat didalam ruang kesehatan karena lukaku yang terbilang cukup parah.
"Uh..."
Aku terbangun setelah pingsan saat mereka memukulku.
"Apa ini... halus sekali..." Aku memegang sebuah rambut yang sangat lembut dan halus...
Saat aku membuka mataku, dan aku melihatnya... ternyata.
"T-Tuan Putri?!!." Aku terkejut hingga suaraku membangunkannya.
"Mm... oh, pagi."
"Tuan putri! kenapa anda berada disini??."
"Kamu sudah bangun! bagaimana? apa kamu merasa lebih baik??."
"Aku terasa lebih baik.... tunggu! aku masih bertanya kenapa anda disini?!."
"Aku menemanimu, memangnya kenapa?."
"Memangnya kenapa?? itu masalahnya!! bagaimana jika aya- maksudku, raja tahu?!."
"Tenang saja, tidak akan ketahuan kok!." Dia menempelkan jari telunjuk di bibirnya.
"P-Pokoknya anda tidak boleh disini!."
"Baiklah, aku akan pergi tapi dengan satu syarat."
"Hm?."
"Panggil aku Elena! jangan tuan putri."
"Tidak tidak! itu tidak bisa! aku akan segera mati jika semua tahu!."
"Maksudku saat kita berdua... saat kita berdua saja."
"Sama saja."
"Kalau begitu aku tidak akan pergi! hmph!." Dia merajuk dan menggembungkan pipinya...
"B-Baiklah, aku akan memanggilmu nama itu.."
"Nama apa?."
Nama tuan putri."
"Oh..." Dia merajuk lagi.
"Maksudku... E-Elena..."
"Um! kalau begitu aku pergi dulu... sampai jumpa, Kaito!." Sambil melempar sebuah senyuman yang manis, dia memanggil namaku dan pergi.
"( M-Manisnyaaaaaa!!..)"
Aku kembali menatap kebawah dan melihat kedua tanganku, lalu menyentuh mata kananku yang sedari tadi terasa gatal dan bergetar.
"Ada apa... denganku."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Sky darkness
ngeri amat namanya
2023-04-12
0
Women-Stars🍁 Al-Zha
oooh manisnya😂
2023-04-11
0
🥑⃟Serina
jangan suudzon 😂
2023-04-11
0