Markas Perkumpulan Pasukan Revolusioner
"Wilayah kota Sun Of Peace sedang dalam penyerbuan oleh kumpulan monster Orc."
"Muridku berada disana... mereka bisa mengatasi monster itu.."
"Penerawang... jelaskan kondisinya."
"Um! tiga anak muda bisa mengatasinya dengan mudah..."
"Begitu..."
"Tapi mengapa sekumpulan Orc datang menyerbu kota itu secara mendadak? seperti ada yang mengendalikannya... si mata satu berada disini... dan itu adalah kebetulan yang aneh."
"..."
"Eh? apa... ini."
"Ada apa?."
"Masih ada yang akan datang... auranya tidak terlihat!."
"Iblis?! kita tidak tahu seberapa besar kekuatannya..."
"Murid muridku!."
"B-Bahaya..."
"Apa lagi?!."
"Aura yang tidak terlihat itu... raja monster!! salah satu bawahan raja iblis, Iblis Kematian Gork si Orc neraka!!."
"Apa?!!!."
"Kota itu akan hancur! mata satu! disana bukannya ada muridm-."
"..."
"Dia sudah pergi saat penerawang merasakan bahaya besar." dengan santainya orang yang berada disebelahnya memberitahu yang lain.
*Swusshh
Ditengah gurun pasir, banteng angin hijau yang berlari sangat cepat menuju ke kota Sun Of Peace.
"Akemi... Ayumi... Kaito!! bertahanlah!!."
......................
*Grrooooaarrrrggg!!!
"Kaito! urus sebelah sana!."
"Tidak akan tepat waktu, Ayuyu! terbangkan aku kesana!."
"Aku Ayumi!!."
( Pusaran Angin!! )
*Swussshh!!!
"Rasakan ini!."
*Grooaarghhh!!
Orc setinggi 10 meter itu langsung terbelah menjadi dua.
"Fiuhh... darimana mereka semua datang dan mengamuk di kota ini."
*Sringg!!
"Akemi."
"Masih ada dua lagi diarahkan selatan! kaito, aku serahkan mereka padamu!."
"Uh... baiklah!."
Aku langsung berlari kearah yang Akemi katakan, dua Orc yang sedang mengamuk hampir ingin mendekati balai kota.
"Akan gawat jika mereka mendekati balai kota!."
*Grrooaarr!!
"Tenang saja! aku akan langsung menebas kalian berdua sekaligus!."
*Sringg!!
Satu ayunan ke udara, membuat kedua kepala monster itu langsung terpotong.
"Beres..."
Tiba tiba, gemuruh langit datang menyambar petir ke tanah, langit menjadi gelap gulita dan cuaca berubah menjadi tidak menentu.
"Ow..."
Mereka berdua berkumpul kearahku untuk membuat rencana.
"Sepertinya pemimpin mereka datang.."
"Kita harus membagi tugas."
"Sepertinya tidak akan sempat."
Mayat ratusan Orc yang mati berterbangan dan berkumpul seperti badai itu mengendalikan mereka semua.
"Ghahahaha!!!."
Mayat mayat itu bergabung menjadi iblis yang sangat besar.
"Iblis itu sengaja mengacaukan kota terlebih dahulu... dia datang disaat semuanya sudah kacau."
"Kaito! kau bisa menebas kepala iblis itu bukan?."
"Mana mungkin, iblis itu setinggi hampir ratusan meter... aku tidak memiliki kekuatan untuk terbang setinggi itu."
"Huh! tidak ada pilihan lain... aku akan membawamu kesana."
"Eh? tidak tidak! aku tidak ingin seorang gadis menggendongku!."
"Ini masalah genting! apa yang sebenarnya sedang kau pikirkan?!."
"Kakak, aku akan mengalihkannya... selagi masih ada waktu, selesaikan langsung!."
Akemi langsung pergi untuk mengalihkan iblis tersebut.
"Kaito, cepat berpegangan!."
"K-Kau serius?!.'
"Cepatlah! tidak ada cara lain bukan?!."
"Argh baiklah! aku akan melakukannya!."
Aku merangkul pinggangnya yang ramping itu agar dia bisa membawaku keatas.
"J-Jangan menyentuh sembarangan!."
"Aku tidak berbuat apapun!."
"Kalau begitu aku akan langsung terbang!.'
( Jet Angin!! )
Dari bawah kakinya keluar semburan angin yang begitu kuat hingga langsung menerbangkan kita berdua keatas.
Aku melihat Akemi yang sedang mengalihkan iblis itu dari Depan agar kita bisa menyerang dari belakang.
Fisik iblis itu sangatlah kuat, sehingga satu pukulannya yang sudah ditahan oleh pedang elemen Akemi pun tidak kuat menahannya.
"Gawat! dia sangat kuat!."
Hingga dia kalah dalam beradu kekuatan, Akemi langsung terpental jauh akibat pukulannya.
"Akemi!!."
"Ayumi! jangan memalingkannya! sebelah kiri!."
Dari arah kiri kita, tangannya yang sangat besar mengayunkannya kearah kita.
"Kita harus mundur! sebelum dia berhasil menyerang kita!."
"Tidak perlu!."
"Ha?."
"Lemparkan saja aku keatas tangannya... itu akan lebih cepat!."
"Kau yakin?."
"Yang penting lakukan saja!."
"Ah baiklah! aku sudah memperingatkannya!."
( Pusaran Angin!! )
"Pergi dan habisi iblis itu!."
"Yosshh!!!."
*Grrooaarr!!
Aku berlari diatas lengannya sambil memegang erat pedangku dan mencari kelemahannya.
"Aku tidak akan membiarkanmu senang!."
*Sringg!!
Tangan kanannya terluka cukup besar saat aku menebasnya, sehingga dia meraung kesakitan.
Tetapi keluar aura hitam yang aneh dari tubuhnya... badannya semakin besar, matanya memerah, dan asap panas disekitarnya.
"Ugh! panas sekali!."
"Kaito! ada yang aneh! kita mundur!.'
"Baiklah! eh?."
Tangannya melambai dengan sangat cepat, sehingga aku terlempar tepat didepan kepalanya.
Kami saling berhadapan mata dengan mata, diatas langit aku merasakan kekuatannya yang keluar begitu besar.
"Ada apa dengan iblis ini!? kekuatannya bertambah dengan sangat cepat!."
*Grrooghh
Kedua tangannya terangkat dan ingin menyerangku di dua sisi.
*Grrooaaarr!!
"K-Kaito..."
"Kaito! pergi dari sana sekarang!."
*Dum... BUM!!!!!!!
"Kekuatan... yang sangat besar!."
"Kaito.."
Satu pukulannya saja sudah membuat bukit batu didepannya hancur karena getarannya.
Aku terlempar jauh dan menabrak tiga gunung hingga hancur.
"Sial! aku tidak akan membiarkannya!."
( Pedang Kuno Danzo!!! )
Taufan yang sangat besar dan sangat gila itu mengamuk diatas telapak tangannya... menjadi sebuah pedang dengan bilah dua sisi berwarna hijau terang...
Dia membuat pedang itu berputar seperti sebuah kincir angin yang mematikan.
"Akemi..."
"Matilah! iblis!!."
*SWUUSSHHHH!!!
Taufan besar mendekati iblis itu, Akemi melompat dengan setinggi tingginya...
*Grr!
"Hiyaaaaaa!!!."
Pedang itu berputar cepat menyerang kearahnya... iblis itu mengangkat tangan kiri untuk menahan putaran pedang yang berputar mengendalikan angin Taufan gila itu.
*Rrrrhhgggg!!
Putaran pedang itu berhenti bergerak saat iblis itu menahannya...
"Tidak akan semudah itu!."
Kekuatan pedangnya semakin kuat, dan jangkauannya semakin melebar, tangan iblis itu bergetar seperti tidak bisa menahannya lagi.
*Sreett!
Dan pedang itu seperti menggiling tangannya menjadi potongan kecil yang berterbangan ditengah angin Taufan itu sehingga iblis itu mengerang kesakitan.
"Rasakan itu."
"AKEMI!!."
Suara menjadi begitu tenang, erangannya bahkan sudah tidak terdengar lagi...
Hembusan nafas yang berat menghembus tengkuknya.
"M-Musta-."
*Duuaaarrrr!!!
Akemi terpental jauh dan iblis itu tetap melompat kearahnya langsung dan memukulnya brutal dengan kecepatan yang gila..
Tanah disekitarnya hancur lebur, asap dari pasir yang berterbangan karena pukulan beruntunnya seperti sebuah senapan.
"Akemi!!."
( Taufan Suci!! )
*Swuusshh
Ayumi langsung menggunakan jurus andalannya untuk menyelamatkan Akemi.
"Bertahanlah!."
*Grr!!
angin yang bercahaya, berhembus kearah iblis itu... menyelimutinya dan membungkam seluruh tubuhnya...
Tetapi dari celah celah taufan yang menyelimutinya, keluar cahaya merah dan lama kelamaan membesar...
"Tidak... mungkin."
"*Grrooaaarr!!!
Angin itu meledak seperti balon udara yang meletus dan membuat Ayumi terpental kebelakang.
"Akhh!!."
Dia menabrak dinding dibelakangnya sehingga bisa berhenti, tetapi tiba tiba iblis itu muncul didepan matanya.
"Tidak..."
*Dumm!!
Iblis itu memukulnya lagi dan tubuhnya kembali terpental kebelakang.
"K-Kakak..."
Tubuhnya yang sudah babak belur, tidak sanggup untuk menggerakkan tubuhnya...
"Aku harus menyelamatkan ka-."
Iblis itu kembali muncul diatas Akemi yang masih tergelatak.
*Dum!!! dum!! dum!!
"H-Hentikan... Akemi... jangan menyerangnya la-."
Dia berpindah kebelakang Ayumi dan menghantamnya lagi hingga terpental.
*Bum!
Iblis itu tidak berhenti-henti menyerang secara brutal...
"Ugh..." Akemi sudah tergeletak lemas tidak berdaya.
Iblis raja Orc itu mengeluarkan asap hitam di tinjunya... seakan ingin menyelesaikannya langsung.
Serangannya yang mengarah ke Akemi dan menghabisinya.. tiba tiba Ayumi berjalan terpincang-pincang ingin melindungi adiknya.
"K-Kakak... pergi dari sini... tinggalkan aku!."
"Aku... tidak akan... meninggalkan adikku!."
*Grrooaarr!
"K-Kakak..."
Tinjunya bergerak dengan cepat, asap hitam itu menyelimuti seperti sebuah bom.
Mereka berdua sudah tidak bisa bergerak satu meter pun... mereka hanya bisa memasrahkan dirinya.
*Swuushhh!!
*Grooaarrr!!!!
"..."
*Tap... tap... tap...
"Hanya sampai disini saja... ketenarannya disini..."
( Personality Aqua!!!!! )
*Dum!!
Tinjunya dengan mudah dihentikan hanya dengan satu jari.
"Bwahah!! jahat sekali... tidak ingin mengajakku bermain... iblis jelek?."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
wah semakin meresahkan saja kedatangan raja iblis ini, mending atur startegi untuk melawannya kalau gitu..
2023-04-06
1
Anita
si mata satu? apakah dia seorang bajak laut?
2023-03-31
0
🔵🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣh❤️⃟Wᵃf࣪𓇢𓆸
pertarungan nya epic kali
2023-03-31
0