Episode 8

*Duarrr!!!.

"A-Ada apa!."

"Ledakan apa barusan?!!."

"Awas!! bebatuan jatuh dari atas!."

Ledakan yang terjadi tepat diatas menara penghakiman, membuat bangunan tinggi itu hancur dan puing puing nya berjatuhan mengenai para warga.

"Bwahahah!!."

"Ada seseorang diatas!."

"Suara tertawa ini..."

Suara yang menggema di seluruh tempat pengeksekusian...

"Prajurit!! bersiap untuk melawan!."

Selepas raja memberikan perintah... semua prajurit langsung mengangkat senjatanya kearah menara yang masih tertutup oleh asap hitam...

"Bersiap untuk menembak!."

Asap itu mulai menghilang... dan terlihat sosok yang berdiri tegak diatas sana.

"D-Dia..."

"Tunggu apalagi! tembak mati dia!."

"Tidak, tunggu!!."

Tanpa mendengarkan putri dan mematuhi perintah raja mereka, tembakan langsung dilepaskan kearah sosok yang berada dibalik asap itu...

Tetapi semakin lama mereka menembak, asap itu pun juga semakin lama menghilang... begitupun juga dengan sosok dibalik asap.

"Dia menghilang!."

"Apa!!! bagaimana kalian menembaknya!! cepat cari dan segera bunuh Kaito Ryoku!!!."

"Janganlah terburu-buru... paduka raja."

Suaranya yang terdengar tepat berada dibelakangnya... hingga membuat bulu kuduknya berdiri.

"M-Menjauh!!."

Dia langsung berbalik dan terjatuh sambil menyeret badannya kebelakang menjauh.

"Bwahahah!! lihat!! kau terlihat sangat menyedihkan!."

Sebelum aku menyelesaikannya, puluhan prajurit sudah berada siap mengepung sekeliling sosoknya diatas balkon...

"Tenang saja... setelah aku mencabut nyawa raja kalian, aku akan pergi dari sini!."

( Bilah Air!! )

Saat aku ingin mengayunkan tanganku untuk membuat bilah air, tiba tiba ada yang menghentikan seranganku.

"Tunggu!! j-jangan membunuhnya."

Dia adalah perempuan atau putri dari sang raja.

"Tembak!!."

Sebelum berpikir terlebih dahulu, raja itu langsung menyuruh prajurit itu untuk menembak... padahal tuan putri bisa saja terkena pelurunya karena berada di dekatnya

Saat mereka menembaki tubuhku, aku atau lebih tepatnya sang leluhur langsung menangkisnya dengan air dan membawa tuan putri ketempat yang aman.

"Dia menghilang!!."

"Cepat cari!!."

Mereka semua mencari diriku yang berada dibawah sana...

"Huh... kenapa kau nekat sekali nona."

"Eh?"

"Kau hampir saja tertembak... jangan berbuat nekat seperti itu"

"T-Terima kasih..."

"Baiklah, kau pergi cari tempat yang aman... aku pergi-."

"Tunggu! kamu... bukan Kaito... kan?."

"..."

Aku yang bukan dikendalikan oleh diriku ini tidak ingin menjawab hal yang sangat merepotkan.

"Itu dia!! kepung dia!!."

"Sepertinya aku sudah diketahui... tidak ada waktu untuk itu... lagipula kita tidak akan bertemu kembali."

"A-Apa maksudmu tidak bertemu kembali?!! hei!."

Aku langsung pergi menjauh darinya...

"Kaito..."

.

.

.

"Dia berada diatas sana!! tembak!!."

Mereka menembaki ku dengan sangat berantakan... meskipun jika mengenai tubuhku, peluru itu tidak akan bisa melukaiku sebelum dia harus melewati perisai yang terbuat dari air di sekelilingku.

"Baiklah... aku akan menghabiskan energinya dengan salah satu skill terhebat milikku..."

"Ada apa dengan kalian!! terus tembak!!!."

"Maaf raja! peluru kami tidak bisa menembus pertahanannya yang sangat sulit dilewati!."

"Dasar tidak berguna!! cepat panggil bantuan darurat dari ketiga pilar elemen!."

"B-Baik!!."

Sebuah keputusasaan yang sudah berada diujung jalan... mereka pun mengambil sebuah rencana darurat untuk memanggil ketiga pilar kekuatan bumi...

"Lihat!! dia ingin mengeluarkan sesuatu!!."

Dari atas langit... dari dalam kedua telapak tangannya, keluar sebuah energi biru dan berkumpul menjadi sebuah bola air yang semakin lama ukuran bola air itu semakin besar.

"Oi!! bola biru itu terlihat sangat berbahaya!!."

"S-Semuanya! cepat lari selamatkan diri!."

Kekacauan pun tercipta dari kepanikan seluruh warga yang berkumpul dengan niat awal ingin melihat sebuah eksekusi seorang pengguna elemen Aqua, justru mereka akan melihat nyawa mereka sendiri hilang dibawa oleh orang yang ingin mereka lihat untuk dieksekusi.

"Bwahahah!! apa yang kalian lakukan itu hanya membuang-buang waktu kalian... lebih baik kalian duduk manis dan melihat salah satu jurus terhebat milikku!."

( Aqua Sphera!! )

Bola air yang sebelumnya hanya sebesar bola basket, sekarang besarnya itu hampir menutupi seluruh tempat itu dari cahaya matahari...

Aku sudah siap untuk melepaskan kekuatan yang sudah terkumpul ini...

"Saksikanlah!!! jurus elemenku!! putaran arus he-."

*Bumm!!!!!

"Aku tidak akan membiarkanmu berbuat seenaknya."

"Bwahahah!! aku sangat terkejut... ternyata kau yang menghentikannya... pilar Ventus!."

Dia berhasil menahannya dan menghilangkan serangan leluhur dengan menerbangkannya jauh keatas langit menggunakan elemen anginnya.

Kekuatan anginnya memiliki tipe yang sama yaitu pengontrol elemen... jadi ini adalah sebuah pertarungan kedua pengontrol elemen terhebat...

( Angin Badai!! )

( Pusaran Tsunami!! )

*Bum!!!

Bentrokan dari badai angin dengan gelombang tsunami yang membuat suaranya bergemuruh dan serangan kami berdua terpecahkan...

"Kekuatanmu boleh juga..."

"Bwahahah!! terima kasih atas pujiannya!."

Sama dengan yang dirasakan tuan putri... dia juga merasa aneh saat melihat aku yang terlihat berbeda dengan diriku yang sebelumnya.

"Kau... bukan Kaito Ryoku..."

"Bwahahah!! jangan banyak bicara... ayo lawan lagi!."

"Baiklah... aku akan mengikuti permainanmu dan menerbangkan tubuhmu hingga melewati atmosfer."

"Terdengar sangat mengerikan... rasanya aku jadi mengingat seseorang yang seperti dirimu, tapi dia terlihat lebih tampan dibandingkan dirimu."

( Tornado!! )

Tubuhnya berputar putar menjadi seperti sebuah tornado yang sangat cepat...

Dan serangannya langsung mengarah padaku.

"Aku harus ka-."

Saat aku ingin mengeluarkan jurus... tiba tiba tubuhku terasa sangat sakit seperti ingin meledak.

"Aku kehabisan energi saat mengeluarkan Aqua Sphera..."

"Bersiaplah!!."

"Gawat!!."

Dengan cepat dia langsung menyerang pundak bagian kiri hingga aku terlempar kebelakang.

"Ughuk!! sial... energinya sedikit sekali."

"Ada apa? kau terlihat melemah dari sebelumnya."

"( Mungkin aku masih bisa lari dari tempat ini dengan cara nekat... tetapi aku tidak akan tahu bagaimana nasib anak ini jika kehabisan energi total... )."

Kekuatan elemen bumi memiliki batasannya yaitu energi pada dalam tubuh mereka... semakin besar energi yang mereka miliki, semakin besar pun kekuatan mereka... sedangkan jika energi didalam tubuh seseorang habis... orang itu pun juga akan mati ditempat karena kehabisan inti energi tubuhnya.

"Aku masih akan menyerang kau hingga mati.."

( Tornado!! )

"Jurus yang sama lagi? aku harus mencari cara secepatnya."

*Swuusshhhh

Dia terbang melesat sangat cepat diatas langit seperti angin yang terbang bebas kemana saja...

"Mati!."

Serangan langsung melesat mengarah kearahku.

( Rotasi Air!! )

"Oh?."

Aliran air yang mengelilingi tubuhku, membuat fisik dan kekuatanku bertambah, sehingga aku bisa menghindar serangannya.

"Jangan membuatku bosan!."

Dia terbang mendekatiku kembali dengan serangan bertubi-tubi nya... aku terus menghindar dan bertahan darinya hingga waktu pulih selesai...

Aku berencana untuk memakai jurus besar itu sekali lagi, dan aku harus memulihkan fisik kekuatanku terlebih dahulu dengan rotasi air ini... maka dari itu aku harus bertahan.

"Kenapa? kau hanya bisa menghindar dan menangkis seranganku??."

"Hem!! jangan sombong! jika bukan karena keterbatasan bocah itu, kau akan mati konyol!."

"Berhenti mengoceh hal yang tidak nyata!!."

"M-Mereka berdua sangat sengit! gerakannya sangat cepat sekali!!."

"Aku tidak percaya jika iblis itu bisa menyaingi seorang pilar!."

"Kaito..."

*Bumm!!

Bentrokan serangan yang membuat kami berdua sama sama terpukul mundur...

"Selanjutnya aku akan menerbangkan tubuh kau!!."

"Bwahahah... sudah terlambat!."

"Apa?."

( Aqua Sphera!! )

"Serangan itu lagi? dasar keras kepala... tidak ada yang tidak bisa anginku lakukan... seranganmu akan berbelok sesuka anginku!."

"Kau memang bisa membelokkan seranganku sebelum bola air ini meledak... tetapi bagaimana jika bola ini akan meledak sebelum kau lakukan itu!."

Aku langsung menjatuhkan bola air yang besar itu kebawah, dan dia juga sudah menyiapkan jurus anginnya untuk menangkis bola itu...

"Terlihat sama saja..."

"Belum tentu..."

( Bilah Air!! )

Bilah air itu langsung membelah bola air menjadi dua bagian...

"Gawat!!."

*Dummm!!!!!!!!

Ditengah tengah kita, bola itu meledak akibat tersentuh oleh seranganku sebelum dia menangkisnya...

"Ughuk!! sial... untung saja aku bisa menahannya... serangannya bukan main main.."

"Dia meledakkannya! hampir saja bola itu mengenai tanah kita..."

"Oi!! dimana iblis itu!?."

"D-Dia menghilang!!."

Setelah kabut hitam hasil ledakan itu menghilang... begitupun juga denganku untuk mendapatkan kesempatan lari dari tempat itu...

"Kali ini... aku akan membiarkanmu lolos... Kaito Ryoku!!."

Terpopuler

Comments

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

silahkan perlihatkan pesona kehebatan mu aku ikut menantinya

2023-03-30

0

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡

bledugan bocil iseng wkwk

2023-03-30

0

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

tapi kalau seandaianya ketemu kembali gimana itu..

2023-03-30

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 84 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!