Markas Pasukan Revolusioner Divisi ke-3, Kota Sun Of Peace...
"K-Kaito!! itu jatah makananku!!."
"Mm? benarkah? lalu dimana punyaku?."
"Sudah kau makan bukan?? jatahmu itu!!."
"Aku hanya meminta sedikit punyamu saja, jangan terlalu pelit."
"Kau mengambil lebih dari setengah makananku!! itu bukan sedikit namanya!!."
"Hahh??! aku hanya mencobanya saja! memangnya tidak boleh?."
"Tapi kau sudah ada bagianmu!."
"Dimana! tidak ada!."
"DIDALAM PERUTMU!!."
"Master... apakah mereka akan seperti ini terus menerus?."
"Entahlah... Akemi, sebaiknya kita tidak usah memikirkan masalah mereka... makan dan istira-..."
Saat beliau ingin mengambil daging panggang yang ada diatas piringnya, tiba tiba makanannya menghilang dalam sekejap.
"Dimana... daging panggangku..."
Sambil memakan makanannya, Akemi menunjukku yang sedang memakan daging panggang milik master...
"Kaito... kenapa kamu mengambil milikku juga...?."
"Tenanglah dulu... sebenarnya aku kehabisan Begitu banyak energi setelah seharian berjalan diatas gurun pasir... dan itu membuatku sangat lapar..."
"Sudah berapa kali kau beralasan seperti itu? huh... sudahlah, aku menyerah... aku relakan jatah bagianku untukmu..." Ayumi yang tadinya bersikeras untuk merebut kembali makanannya, kini sudah ikhlas dan melupakannya.
Ayumi dan Akemi justru menatap ketempat master yang juga masih emosi karena makanannya.
Tetapi setelah melihat muridnya sendiri bisa mengikhlaskannya, beliau pun juga melakukan hal itu untuk menjaga harga dirinya sebagai ketua pasukan.
"Aku juga sudah tidak memikirkannya dari tadi..."
Mereka berdua pun senang...
"..."
"Sebenarnya apa yang kalian sedang lakukan??."
"Jangan bertanya!!"
......................
Setelah itu kami pergi ketempat laboratorium yang digunakan oleh pasukan Inqusitor untuk melihat senjata biologis si kucing campuran jenis itu, karena kondisi akhirnya kita melihat kucing itu terkena suntikan tidur dan sampai dibawa kesini dia masih saja tertidur.
Kami berjalan ditengah lorong pemeriksaan untuk memeriksa diri kita dengan sebuah scan...
Laboratorium revolusioner selalu dijaga paling ketat karena berisi banyak sekali senjata senjata menarik yang terlahir didunia ini...
Dan saat kami berada disana, kucing itu terlihat lebih baik dari sebelumnya dan sedang berlarian mengejar bola mainan.
"Bagaimana perkembangannya profesor?."
Saat ini yang mengawasi dan meneliti senjata biologis tersebut adalah profesor Kiro, dia adalah pasukan Inqusitor, orang yang begitu jenius dan begitu berperan untuk markas pasukan divisi ke-3 ini..
"Baik, seperti yang saya katakan sebelumnya... asal muasal terciptanya senjata biologis ini masih belum diketahui siapa pembuatnya... dan kekuatan elemen anginnya jika bisa terus berkembang, akan melebihi kekuatan elemen angin dari pilar angin sekarang."
"Woahh! hebat sekali! kucing ini bisa setara dengan pilar Ventus sekarang??." Aku terkesima dengan kekuatan bumi yang ia miliki itu.
"Dan saya menemukan sebuah kejanggalan dalam pembuatan senjata biologis ini.."
"Apa itu?."
"Anda tahu kalau kita memiliki beberapa senjata biologis kecil dari mahluk hidup, dan semuanya tidak memiliki sebuah perasaan dan hanya mengikuti perintah tuannya saja..."
"..."
"Tetapi tidak dengan senjata biologis ini... dia adalah kucing yang tergabung dari beberapa gabungan ras kucing diseluruh dunia, dan wujudnya yang bisa berubah-ubah sesuai kekuatan yang ingin dia keluarkan..."
Profesor Kiro memberikan sebuah gambaran dilayar transparan dengan 3 bentuk transformasi yang ditampilkan...
"Senjata ini masih menampakkan tiga transformasi menjadi bentuk awal, bentuk sedang yang wujudnya seperti seekor harimau... dan bentuk raksasa yang besarnya setara dengan gunung."
"Aku melihat transformasi keduanya saat dia menolongku dari kumpulan lizardman..."
Saat Akemi terpojok diatas lereng gunung, kucing tersebut menolongnya dengan wujud tubuhnya seperti seekor harimau.
"Dan masing masing perubahan diketahui memiliki perbedaan kekuatannya juga... dan tentunya senjata tersebut memiliki energinya sendiri..."
"Bahkan senjata juga memiliki energi?."
"Benar... jika saat itu senjata ini mengamuk saat beberapa hari yang lalu, jika dibiarkan seperti itu, dalam beberapa jam dia akan kehabisan energi dan mati ditempat."
"Apa tidak ada cara untuk menghentikannya??."
"Cara yang efektif hanya menyuntikkan obat tidur untuk menenangkannya... tetapi ada satu hal lagi yang bisa mengendalikan senjata tersebut... dan ini adalah perbedaannya dari semua senjata biologis yang ada."
"..."
"Yaitu adalah... perasaannya sendiri... dia memiliki perasaan, pemikiran serta pergerakan yang tidak bisa diatur seperti sebuah robot... karena dia memiliki pemikirannya sendiri.."
Dia berjalan kedepan pintu ruangan dimana didalamnya terdapat senjata kucing itu yang sedang bermain...
"Maka dari itu... mungkin saja kita bisa mengendalikannya dengan memanfaatkan perasaannya... tentu saja, jika hal ini berhasil, maka cara ini akan lebih baik daripada memberikannya obat bius."
"Jadi... kita harus mencari cara untuk mendekatkan diri kita dan mengakrabkan nya..."
"Ini bisa menjadi percobaan untuk Kaito, Akemi, dan Ayumi untuk mendekatkan diri kalian, dan siapa yang lebih dipilih oleh senjata biologis tersebut.."
Dia membuka pintunya dengan tombol dan menyuruh kita bertiga untuk masuk kedalam.
"Serahkan saja kepadaku... aku cukup disenangi banyak hewan saat aku kecil.."
Aku yang begitu percaya diri mencoba untuk mendekatkan diriku padanya perlahan.
Saat dia menyadari keberadaanku, dia langsung bersiaga dan menunjukkan taringnya untuk menyuruhku jangan mendekat.
"Yosh yosh, tidak apa apa... kemarilah.."
"Mouw!."
"Ayolah... jangan takut..." Saat tanganku ingin menyentuhnya, dia langsung melompatiku dan mendorong wajahku hingga aku terjatuh.
*Bruk!
"Aw aw aw! punggungku..."
"Hmph! mana kepercayaan dirimu saat beberapa menit yang lalu? kau bilang dulu kau disenangi oleh banyak hewan?."
"Berisik! kucing itu saja yang tidak tahu dimana tempat yang cocok untuk berlindung."
"Alasanmu begitu banyak... lihatlah bagaimana caranya mendekati seekor kucing."
Ayumi sekarang menjadi percobaan kedua untuk mendekatinya...
"Kucing imut, kemarilah... jangan takut..."
"Mouw.."
Tapi kucing itu langsung menolaknya mentah-mentah dan meninggalkan disana..
"Hahahaha lihatlah! dia ditolak mentah-mentah! wahahaha!."
Mendengar aku menertawakannya, dia tidak bisa menyembunyikan rasa malunya itu."
"B-Berisik! kucing itu saja yang tidak paham tempat yang paling aman!."
"Alasanmu banyak sekali."
Saat kami sedang saling mengejek, tidak disangka, kucing itu berlari dan bersembunyi dibalik kakinya Akemi.
"Eh?."
"D-Dia memiliki Akemi?"
"Oi kucing! kenapa kau lebih memilih orang yang terlihat suram daripada aku yang lebih terlihat bergu-."
*Buk!
"Jangan menghina adikku!."
"Kau jangan asal memukulku!."
"Kau duluan yang cari masalah!."
"Aku hanya bingung saja! apa yang salah dari itu?!.'
"Mouw... mouw.." Bulunya yang halus dibiarkan dielus oleh tangan Akemi yang terlihat seperti sudah sangat akrab..
"Tetapi... sepertinya kau cocok dengan kucing itu, Akemi..."
"Sepertinya..."
"Kalau dilihat-lihat, kucing ini juga imut ya.."
"Benar... tidak seperti orang yang bicara."
"Apa yang kau bilang tadi?!."
"Tidak, tidak apa apa.."
"Jangan membuat alasan!."
"Terserahku bukan?."
"K-Kau memang menyebalkan, sini kau!."
Melihat kami berdua yang terus terusan bertengkar, kucing itu sepertinya terlihat senang saat melihatnya.
Dan itu membuat kami bertiga lega karena bisa mendapatkan perhatian dari senjata biologis itu.
Lalu kami keluar dari ruangan dan meninggalkan kucing itu sementara didalam untuk diperiksa lebih lanjut.
"Jadi... sepertinya Akemi lebih dominan dibandingkan Kaito dan Ayumi.."
"Sayang sekali... padahal aku ingin sekali mempunyai peliharaan..."
"Ha? yang ada peliharaannya tidak ingin dipelihara oleh gadis yang kasar sepertimu.."
"K-Kaitoo... bagaimana jika kau saja yang jadi peliharaanku!."
"Jangan mimpi! aku tidak akan sudi!."
"Tetapi... untuk memeriksanya lebih lanjut.. sepertinya saya butuh sedikit bantuan.."
"Hm?."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
yaampun kaito jagan gitu, makanlah yang sudah menjadi jatahmu, jagan ambil yang bukan hak kamu..
2023-04-12
0
Wong kam fung
dasar perut gentomg
2023-04-07
0
al-del
😅😅😅 dasar aja kamu rakus...
2023-04-06
0