Episode 15

*Swwuusshhh!!

"Kau sudah datang... Panglima jenderal ketiga dari empat panglima besar..."

"Hooho... tidak perlu basa basi... misi apa yang harus aku selesaikan?."

"Gunung kembar angin... senjata biologis buatan melarikan diri... dan dia berada disana"

"Maksud anda aku harus mengambilnya?."

"Ya... tetapi mungkin ada yang menjadi penghalang untukmu... tetapi apapun itu... bawa kembali senjata itu!."

"Serahkan saja padaku..."

.

.

.

Setelah memakan waktu lebih dari setengah hari kita berjalan, akhirnya kita bisa melihatnya... gunung kembar.

"Kaito... lihat!."

"Woaah! kita sudah sampai ya?."

"Um! seharusnya apa yang peta ini tunjukkan.... gunung kembar itu adalah gunung yang berada didepan mata kita."

"Tetapi... tidak disangka ukurannya cukup besar... apakah kita bisa menemukan Akemi ditempat yang luas ini?."

"Yang penting kita harus bergegas... Akemi sudah menunggu kita disana."

*Ggggrrrrrr

Tanah yang kita injak bergetar begitu hebat.

"Apa ini?!."

"Hati hati! ada sesuatu yang akan datang...!."

*Ggggrrrrrr!!!

Suaranya semakin dekat dan guncangan tanahnya semakin besar...

Aku bersiap siap menarik pedangku dari sarungnya...

*Gggrrrrrruuuuurrrrrr!!

"..."

"Dia datang!!."

*Dummm!!!!!

Seekor kadal raksasa keluar dari dalam tanah.

"Besar sekali!! apakah dia iblis?!."

"Tidak, dia hanya monster tingkat tinggi! meskipun begitu kita tidak bisa melawannya!."

"Memangnya kenapa?."

"Aku masih memulihkan kekuatanku... dan juga dia tidak mudah untuk dibunuh."

"lalu kita harus bagaimana?."

"..."

Kadal raksasa itu pun langsung berjalan cepat kearah kami berdua.

"Yang penting kita melarikan diri ke gunung itu terlebih dahulu!! tidak ada untungnya jika kita melawannya disini."

"Eh? sesulit itu?."

"Pokoknya lari saja!."

Kita berdua pun langsung berlari menuju gunung kembar itu sambil dikejar kejar oleh monster kadal raksasa yang siap memakan kami.

Tetapi karena kakinya yang berlari begitu cepat, perlahan-lahan kami hampir terkejar olehnya.

"Kaito! lakukan sesuatu!."

"Tapi percuma saja!."

"Daritadi kau hanya mengatakan hal itu! coba saja dulu!."

"Argh!! baiklah!! kau akan melihat ini!."

Aku berhenti dan langsung melompat kearahnya.

( Sword Style : Scythe Slash )

*Sringg!!

Dengan cepatnya, seketika tubuh kadal itu terbelah menjadi dua bagian.

"Kau lihat bukan?! tidak ada yang terjadi! jangan membuatku takut!."

"Ayo lari!."

Saat aku turun, aku langsung menariknya dan berlari dengan sekuat tenaga.

"T-Tunggu! ada apa?! kadal itu sudah mati!."

"Dia tidak mati!."

*Gluguk!!

"Ha?!."

"Dia bukan kadal biasa!."

*Gluguk!! gluguk!!

"Apa aku sedang berhalusinasi?? tubuhnya mulai membengkak seperti balon!."

"Itu yang aku katakan! dia hanya akan membuat masalah besar.."

*Gluguk....!

"Akan meledak!."

"Merunduk!."

*Duaarr!!!

Dari dalam tubuhnya, keluar ratusan monster lizardman yang begitu agresif... mereka keluar dari dalam tubuh kadal tersebut.

"Huwaaa!!! Kaito!! mereka ada banyak!."

"Sudah kubilang!! ini akan terjadi!!."

"Mereka datang!! lakukan sesuatu!!."

Aku menariknya sehingga dia berada diatas kedua tanganku, atau lebih tepatnya aku menggendongnya seperti pangeran yang sedang membawa tuan putri pergi...

"A-Apa yang sedang kau lakukan?!."

"Tenang dulu! mereka akan terbang kearah kita... cepat gunakan elemen milikmu untuk menghempaskan mereka... kalau kau berlari... bisa bisa anginmu tidak akan mengenainya."

"Apa kau meremehkanku? baiklah, aku akan menunjukkannya padamu!."

"Lakukan saja."

( Element Control : Wind Blows! )

*Swuuusshhhhhh!!!

Hembusan yang keluar dari telapak tangannya membuat para kadal yang terbang langsung terhempas jauh kearah lain.

"Hmh! bagaimana? kekuatanku tidak main main bukan?."

"Jika aku juga punya kekuatan elemen, aku pun juga bisa melakukannya..."

"Hmph! bilang saja kau sedang merasa dikalahkan olehku bukan?."

"Terserahmu saja... memangnya aku peduli?!."

"Dasar, tidak ingin jujur pada diri sendiri.."

"..."

Kami berdua terus berlari tanpa menyadari sesuatu...

Para monster itu sudah sangat jauh... tetapi aku masih berlari sambil menggendongnya, sedangkan dia memelukku dengan kedua tangannya.

"Kaito..."

"Ha?."

"Monster kadal tersebut sudah pergi bukan?."

Dengan polosnya aku menengok kebelakang untuk memastikan.

"Kurasa sudah tidak ada."

"Jadi, aku tidak perlu mengeluarkan kekuatanku kan?."

"Jika tidak ada, berarti tidak perlu."

"Lalu... kenapa kau masih menggendongku!! turunkan aku!."

Dia memberontak layaknya seperti anak kecil.

"Baiklah baiklah!."

Aku pun langsung menjatuhkannya...

"bahkan kau tidak bersikap lembut pada wanita... memalukan sekali."

"Aku sudah menurunkanmu! tapi giliran aku turunkan, kau justru menghinaku... apa yang kau mau huh?!."

"Minimal kau bersikap lebih lembut padaku! dari saat kita berada didalam hutan, kau selalu menarim tanganku tanpa aba aba, lalu setelah itu kau menggendongku tiba tiba! seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau mau!."

Perdebatan ini terasa lebih cepat karena mereka berdua berbicara dengan cepat...

"Ini sangat menyebalkan! bahkan kau terus saja menempel padaku! kenapa kau tidak ikut dengan adikmu saja?."

"Memangnya aku mau terus terusan bersamamu? jika bukan karena tugas dari master, aku pun juga tidak ingin dekat denganmu!."

"Ya sudah kalau begitu kenapa kita tidak berpisah saja!."

"Kalau kau ingin seperti itu, aku tidak keberatan! dasar otak monster iblis!."

"Apa kau bilang?!."

"Kau hanya pintar dalam mengetahui jenis monster dan iblis, selain itu kau hanya orang bodoh yang menyebalkan!."

"Hah?! kau juga sama saja! hanya bisa mengetahui sejarah para pendahulu! dasar otak sejarah!."

"Sejarah lebih penting daripada musuh!."

"Mengetahui kelemahan musuh lebih berguna daripada tanggal mati manusia!."

Mereka berdua semakin memanas dan mengoceh hingga tidak sadar jika mereka sudah berada dibawah gunung.

Dan saat ditengah perdebatan, dari atas gunung, seseorang jatuh kearah persis diantara mereka yang sedang berdebat.

*Dum!!

"Apa lagi ini?!."

"Ada yang jatuh dari atas?."

"Ughuk ughuk!!."

Saat kami berdua melihatnya, ternyata itu adalah Akemi yang sedang terluka.

"Akemi?!! bagaimana kau bisa jatuh??."

"Kenapa kau memegang kucing?."

"Kucing?."

"Uhuk!! Kakak... Kaito... lindungi hewan ini.."

"L-Lindungi? memangnya ada apa dengan kucing yang tampak fisiknya sangat unik ini?."

"Lagipula kamu sedang terluka, biar aku obati kau dulu."

"Tidak ada waktu! dia akan datang..."

"Dia?."

*Swuusshhh!

"Sudah terlambat..."

Dari belakang kami muncul seseorang yang datang dari atas dengan wujudnya seperti seekor burung elang yang besar.

"Dia?!!."

"Salah satu panglima jenderal dari empat panglima besar... mustahil! kenapa orang seperti itu bisa berada disini!?."

"Sepertinya dia tipe pembuat elemen... Ayumi, bawa Akemi dan hewan antah berantah ini pergi! biar aku yang menahannya."

"Jangan bercanda! dia itu panglima! dan juga tipe pembuat! kekuatan anehmu saja belum pulih.. kau mana mungkin bisa mengalahkannya!."

"Aku tidak bilang ingin mengalahkannya! aku hanya ingin menahannya! maka dari itu cepat bawa mereka pergi dari sini!."

"Keras kepala sekali kau ini!."

"Huh... aku ingin bergegas menyelesaikan misinya... bukan ingin mendengar kalian berdebat... jangan basa basi dan serahkan senjata biologis itu kepadaku."

"Barusan... apa yang dia katakan?."

"Senjata biologis??."

"Kakak, Kaito... kucing ini, adalah senjata biologis yang ia ingin ambil!."

"Jadi begitu! itulah mengapa kau jatuh sambil memeluknya..."

"Kucing seimut ini adalah senjata yang mematikan?? sungguh tidak dipercaya..."

"Mouw!."

"Huh... aku keceplosan... biarlah... lagipula kalian tidak akan mengingatku lagi... karena... kalian akan mati..."

"Tch!!."

Pertempuran untuk memiliki sebuah senjata kuno, prajurit revolusioner divisi ke-3, dengan salah satu dari empat panglima besar...

Akankah mereka bertiga bisa membawa pulang senjata tersebut?

Terpopuler

Comments

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

memang orang yang tak duka bada basi ini.

2023-04-06

0

🔵🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣh❤️⃟Wᵃf࣪𓇢𓆸

🔵🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣh❤️⃟Wᵃf࣪𓇢𓆸

jurus kaki seribu dong🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️

2023-03-31

0

Anita

Anita

apakah ini Komodo?

2023-03-31

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 84 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!