Beberapa bulan setelah kejadian besar tersebut... tepatnya setelah aku sudah resmi menjadi seorang Barats, yaitu pasukan Revolusioner.
"Mmhh!! enak sekali!! tidak ada yang bisa menandingi masakan buatan nenek Chiyo!."
"Psstt!! pssttt!!"
"Hm? Ayumi? apa yang kau lakukan dibawah?."
"Harusnya aku yang mengatakan hal itu!! kenapa kau malah asik makan diatas atap rumah orang! cepat turun kesini!."
"Aku sedang memakan bekal buatan nenek Chiyo! jangan menggangguku!."
"Anak itu...!! makan yang cepat! ada misi dadakan dari master!."
"Misi apa?." Tiba tiba aku sudah berada dibelakangnya.
"Huwaa!! kau mengagetkanku!! cepat sekali makanmu!."
"Itu adalah hal biasa yang harus dilakukan seorang pasukan rahasia."
"Terserahmu... yang terpenting baca surat ini..."
"Surat?."
Dia memberikanku secarik kertas dengan beberapa kalimat didalamnya.
"Pergi kebawah kaki gunung berapi kembar... Akemi menunggu disana..."
"Akemi berada disana?."
"Um... sepertinya dia terlebih dahulu ditugaskan untuk mengamati situasi disana."
"Memangnya ada apa disana? asal kau tahu! aku sudah memakainya tadi."
"K-Kau sudah memakai kekuatan itu tadi?? bodoh sekali!."
"Tidak ada pilihan lain, monster yang kuhadapi cukup sulit... burung yang sangat besaarr!"
"Tapi, apa kau ingat? pilar pertama yang merasuki tubuhmu mengatakan, jika kekuatan itu hanya bisa dipakai satu kali dalam sehari! karena energimu yang sangat sedikit!."
"Aku tahu aku tahu... lagipula pun perjalanan kesana bisa memakan waktu setengah hari lebih... jadi masih sempat aku menggunakan kekuatanku."
"Kau mengatakannya cukup mudah... ya sudahlah... aku juga masih bisa menggunakan kekuatanku..."
Dia langsung melompat keatas dahan pohon.
"Ayo cepat!."
"Tunggu dulu... apa kau ingin pergi kesana hanya menggunakan rok pendek?."
Dia pun langsung menyadarinya.
"A-A-Aku lupa! maaf! aku pergi mengganti bajuku dulu! soalnya aku baru saja pulang dari akademi!."
Dia langsung pergi dengan cepat saat mukanya memerah...
"Dia sendiri yang bilang kita harus cepat... apa aku harus menunggu disini atau menyusulnya?."
*Swwuusshhh
Aku melompat dari atap rumah yang satu ke yang lainnya...
Sambil mengawasi seisi kota Sun Of Peace dalam kedamaian...
Setelah mengalami penderitaan saat kejadian pembasmian 5 tahun yang lalu...
kini ia berada disini setelah 2 tahun yang lalu terlempar saat dia berada diatas menara penghakiman...
Semuanya begitu tenang... langit biru cerah memberikanku sebuah sinar yang memberikan semangat padaku...angin yang berhembus saat aku berlari begitu menyegarkan... burung burung yang berkicau seakan sedang bernyanyi untukku... sungguh aku merasakan apa itu kehidupan dalam sesaat... rasanya begitu menenangkan dan menyenangkan...
Disaat orang lain tertawa... begitu hangat terasa didalam hati... sungguh amat menenangkan jika tidak ada keresahan didalam hidup...
Seseorang yang sedang berlari dan melompat lompat diatas sana, dengan memakai baju berwarna biru dan berambut ungu kebiruan... mata hitam yang begitu mengkilat... sebilah pedang yang berada di pinggangnya... dengan sebuah topeng dibelakang kepalanya...
Pedang yang digunakannya adalah salah satu dari 7 pedang terkuat didunia... pedang kelembutan air 'Yansei'
Seorang lelaki tanpa kekuatan elemen bumi yang akan merubah tatanan dunia...
Pasukan revolusioner divisi ke-3, Kaito Ryoku (18 Tahun)
......................
"Hmmm~ hmm~"
Seorang gadis yang sedang membasuh tubuhnya sambil bersenandung kecil...
Rambut hijau putihnya yang halus seperti bersinar dibawah lampu sorot dengan asap dari air panas menutupi postur tubuhnya...
Gadis berkekuatan bumi elemen Ventus (Angin), tipe 'Controller', pengontrol elemen...
"Orang itu tidak pergi duluan kesana bukan? jangan sampai..."
Pasukan revolusioner divisi ke-3, Ayumi Sazebana (18 Tahun).
......................
*Sringg!!!
"Area sekitar sini sepertinya sudah bersih... selanjutnya mungkin diatas sana..."
Lelaki berambut hijau muda berjubah yang sedang mengerjakan misi dari markas pasukan revolusioner besar...
Adik dari Ayumi Sazebana, pengguna kekuatan bumi elemen Ventus (Angin), tipe 'Creator', Pembuat elemen.
Pasukan revolusioner divisi ke-3, Akemi Sazebana (17 Tahun)
......................
( Markas Besar Pasukan Revolusioner. )
"Bagaimana dengan lokasi disana?."
"Salah satu pasukan Barats milikku sudah berada disana... dan yang lainnya akan menyusul, lokasi sudah aman."
Barats adalah pasukan yang ditugaskan langsung untuk berada pada garis depan untuk menyerang... dan setiap divisi memiliki jumlah pasukan Barats yang berbeda-beda...
"Kalau begitu baguslah... disana adalah tempat dimana senjata biologis pemerintah kerajaan berada... kita harus mendapatkannya..."
"Jika kita sudah mendapatkannya... markasmu boleh menelitinya dengan Inqusitor."
Inqusitor adalah pasukan garis belakang yang memiliki sebuah tugas untuk meneliti, membuat, dan menciptakan sebuah hal yang membantu dalam pendukung markas pasukan... biasanya setiap markas divisi memiliki setidaknya satu pasukan khusus Inqusitor.
"Jangan meremehkan kekuatan pasukan milikku... mereka sangat kuat."
Berbadan besar dengan berbagai senjata tersimpan diseluruh tubuhnya... mata yang tertutup oleh kain hitam... dia dijuluki 'Pria bermata satu'
Pengguna kekuatan bumi elemen Ventus (Angin), Tipe 'Transform', Perubah elemen
Ketua Pasukan Revolusioner Divisi ke-3, Seizen Kaiju (36 Tahun)
Bersama dengan 8 Divisi besar pasukan revolusioner dari penjuru dunia...
Kerajaan besar Impius yang menguasai sebagian besar wilayah didunia... begitupun juga dengan kerajaan raja iblis Vilis yang menguasai banyak wilayah yang tersebar dengan monster-monster terpimpin oleh iblis...
Kegelapan yang tersebar membuat rasa takut setiap manusia tumbuh hingga satu satunya jalan bagi mereka adalah mempercayai pasukan kerajaan yang melindungi mereka dari para iblis...
Tetapi mereka hanya bisa melihat dengan matanya sendiri... tanpa bisa melihat kebusukan pemerintahan kerajaan yang begitu tersembunyi dengan sangat pintar...
Pusat kerajaan berada diatas daratan terluas yaitu dataran Pax... dengan memiliki empat wilayah yang dikuasai oleh ketiga elemen berkuasa... yang dahulunya terdapat empat elemen berkuasa.
Dunia begitu penuh dengan misteri... tetapi apa yang ada diluar bumi pun juga lebih banyak misteri yang tersimpan dengan rapih...
Hingga ribuan tahun yang lalu... sebuah meteorit yang terjatuh ke bumi memberikan kegelapan dan cahaya diseluruh dunia...
Itulah yang disebut kekuatan bumi elemen...
Perkembangan kekuatan manusia... beriringan dengan evolusi para iblis dan monster menjadi lebih ganas, kuat, dan mengerikan.
Sampai sekarang... misteri dunia masih terus berlanjut...
"Kaito... kukira kau meninggalkanku."
"Bagaimana bisa? aku tidak tahu arah tempat yang kau sebutkan itu..."
"Benarkah? apa kau tidak tahu peta atau penunjuk arah?."
"Aku tidak suka dengan hal seperti itu... benda benda itu hanya memaksaku untuk melepaskan kebebasanku."
"Huh, kau ini... tanpa adanya benda benda itu, bagaimana caranya kau menjelajahi seluruh dunia?."
"Cukup berjalan dan berjalan... menemukan hal yang baru, dan mendapatkan banyak hal."
"Pemikiranmu begitu menyusahkan... ayo cepat! Akemi sudah menunggu kita disana."
"Ya!."
.
.
.
Kami berjalan berdua menyusuri hutan yang begitu lebat... kawasan hutan yang luas ini mengelilingi daerah sekitar kota Sun Of Peace dengan kota lainnya...
"Hei... sebenarnya apa tujuan kita kesana? apa ada sesuatu yang harus dilakukan?."
"Senjata biologis..."
"Senjata... apa?."
"Senjata biologis!! yaitu senjata yang dibuat dengan mahluk hidup! konon senjata itu sangat besar hingga seukuran sebuah gunung... dan memiliki banyak kemampuan dari elemen Ventus... jadi jika dia berada ditangan yang tidak tepat... senjata itu hanya akan menjadi kehancuran untuk dunia."
"Begitu ya..."
"Wilayah itu dijaga oleh banyak monster liar yang berkeliaran... dan mungkin saja ada satu atau dua iblis disana."
"Kau tidak percaya dengan kekuatan Akemi?."
"Aku tidak mengatakan seperti itu! aku yakin dia bisa... beberapa tahun ini sudah menjadi waktu yang begitu cukup untuknya maupun kita menjadi lebih kuat."
"Kita sudah berkembang pesat jauh lebih kuat!."
"Kau benar! bahkan sekelompok babi hutan raksasa tidak akan bisa menghentikanku!."
*Dum! Dum! Dum!
Tanah pijakan kami tiba-tiba bergetar, seperti ada monster yang berkelompok sedang berlari.
"A-Apa ini?!."
"K-Kaito! belakangmu!."
Saat aku menoleh, sekumpulan babi hutan yang sangat besar tepat berada didepanku.
"B-Babinya benar benar datangg!!!!."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
memang masakan nenek sangatlah enak, tak ada satupun yang menandinginya kecuali masakan ibu 🤭
2023-04-06
0
Anita
makan di atas atap? awas jatuh!
2023-03-31
0
🔵🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣh❤️⃟Wᵃf࣪𓇢𓆸
wkwk makan tetap nomor 1 ya, kalau gk makan gimana mau mengerjakan misi kan
2023-03-31
0