Semua berlanjut dengan situasi yang genting...
Mereka bertiga dihadapkan oleh salah satu dari empat panglima besar, dan demi memperebutkan senjata biologis yang begitu penting...
"..."
"Kaito... jangan lupa... jika kau menggunakan kekuatannya..." Akemi memperingatkan agar tidak menggunakan kekuatan yang besar itu... karena jika dia mengetahui kalau aku mempunyai kekuatan elemen Aqua, semuanya akan menjadi masalah besar...
"Ya... aku tahu."
"Kenapa kita tidak mundur saja?? kita bisa melakukan sesuatu untuk mengelabuinya."
"Tidak semudah itu... dia adalah panglima jenderal..."
"..."
"Saatnya mengembalikan senjata itu nak..."
"Dia datang!."
Tubuhnya berubah menjadi seekor burung yang besar, dan kecepatannya tidak bisa terlihat oleh mata manusia biasa.
"Cepat sekali!."
"Kaito hati hati! orang itu mempunyai kecepatan yang luar biasa diatas langit!."
"Tch... kenapa harus diatas langit!."
*Swuusshhh!!
"Awas!."
Burung itu melesat kearahku, tetapi untungnya aku masih bisa menahan cakar pada kakinya.
"Ck!! cengkeramannya begitu kuat!."
Aku hampir tidak bisa menahan pedangku, karena kakinya yang kuat dan kekuatan fisiknya sangat besar.
*Cling!
Kuku kakinya dan pedangku saling bergesekan hingga mengeluarkan percikan api setiap serangannya...
"Kenapa kau tidak mengeluarkan kekuatan bumi milikmu? apa kau tidak mempunyai kekuatan itu?."
"Diam! bukan urusanmu!."
"Hem... aku tidak akan lembut meskipun kau manusia tanpa kekuatan."
"Jangan meremehkanku! dasar burung sawit!!."
*Cling!
Aku mengayun serangan terakhir dengan sedikit kuat sehingga kami berdua sama sama terpukul mundur.
"Aku akan menunjukkan... apa itu perbedaan kekuatan kau dan aku..."
*Swusshh!!
Dia langsung terbang keatas langit sangat cepat... bahkan tubuhnya sama sekali tidak terlihat.
"Kaito! kau tidak mungkin bisa menahannya lebih jauh!."
"Maka dari itu, cepat bawa Naomi dan senjata kucing itu pergi!! masih ada wak-."
"Jangan memalingkan wajahmu saat sedang bertarung!."
*Swusshh!!
Sekejap aku langsung menghilang karena dia mengangkatku dan membawaku keatas udara.
"Kaito!!."
"Cepat sekali... Kaito..."
Aku berusaha untuk melepaskan diri dari cengkeramannya... tetapi sangat keras, bahkan aku tidak bisa menggerakkan satu jari pun.
"Lepaskan aku!!"
"Kau ingin dilepaskan? baiklah, aku akan melepaskanmu.."
Begitu posisinya sudah berada sangat tinggi diatas awan, bahkan aku tidak bisa melihat daratannya.
"Tunggu!!."
"Kau sendiri yang ingin dilepaskan bukan? selamat tinggal..."
Dia langsung melepaskan cengkeramannya...
"Tidakk!!!."
Aku terjatuh seperti terjun bebas diatas udara, dan kecepatannya semakin lama semakin cepat... aku bisa merasakan panasnya dari gesekan atmosfer di sekujur tubuhku...
"( Aku akan jatuh?? tidak mungkin!... bagaimana jika aku menggunakannya?.)"
"Gunakan saja nak..."
Tiba tiba tubuhku berpindah ketempat alam bawah sadar.
"Leluhur..."
"Tidak aku sangka... kau begitu keras kepala... sekarang kau berada di ketinggian beratus ratus kaki diatas daratan... jika kau terjatuh... tubuhmu akan hancur berkeping-keping..."
"Lalu bagaimana caranya?! aku tidak bisa meminta bantuan kau! jika dia tahu aku memiliki kekuatan elemen Aqua... akan menjadi masalah serius!."
"Gunakanlah sedikit otakmu... kau bisa menggunakannya begitu tubuhmu hampir dekat dengan tanah... dan aku akan menyelamatkan tubuhmu dengan kekuatanku... begitu selesai... aku akan kembali..."
"Itu terlalu beresiko..."
"Semuanya ada pada pilihanmu..."
"..."
Aku berpikir untuk mencari cara bagaimana melakukannya, dan aku terpikirkan sesuatu.
"Leluhur... biarkan aku melakukan sesuatu..."
.
.
.
*Swuuusshhhhhh
Tubuhku yang masih dalam keadaan ingin terjatuh kebawah... aku langsung mengangkat pedangku dengan sekuat tenaga untuk melawan tekanan angin...
Begitu aku sudah terbiasa, aku langsung mengambil posisi dan mengayunkan pedangku secara berputar...
Sehingga angin yang berada di sekitarku mengikuti ayunan pedang tersebut.
"Akemi! lihat diatas sana!!." Ayumi menunjuk seseorang yang sedang berputar putar diatas langit sambil terjatuh kebawah.
"Kaito?! dia akan jatuh!."
"B-Bagaimana ini??."
"Ayolah! berputar lebih cepat!!"
Kepalaku benar benar sangat pusing ketika aku berputar seperti roda diatas angin.
"Hm?."
"Kaito seperti melakukan sesuatu..."
"Apa yang ingin dia lakukan?."
"Berputar berputar lebih cepat!"
*Swuushhh!!
Dan dengan angin yang berada jauh dari pandanganku, aku bisa melihat tanahnya.
"( Itu dia! aku melihatnya!.)"
Aku hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memakai kekuatanku sambil aku terus berputar...
Karena putaran yang aku hasilkan, menciptakan sebuah asap putih yang cukup tebal akibat gesekan udara dan uap panas yang tercipta, hingga mau dari jarak manapun tidak ada yang bisa melihatku.
"Saatnya!."
( Personality Aqua!!! )
*Deesssshhhh
"Tidak aku sangka kau cukup pintar! Bwahaha!"
Dan saat tubuhku hampir berbenturan dengan tanah, beliau langsung mengeluarkan jurusnya.
( Element Control : Sea Foothold! )
*Deshh!!
Benturan tersebut mengakibatkan pusaran angin dan pasir tanah berhamburan sehingga menutupi area sekitarnya.
"Dia jatuh!."
"..."
"..."
Dan saat debu pasir menghilang, aku bisa kembali ke tubuhku sebelum dia melihatnya.
"Uhuk uhuk! hampir saja..."
"K-Kaito? bagaimana kau bisa selamat?."
"Entahlah... yang penting tubuhku masih baik baik saja."
"Aku terkejut... kau bisa selamat dari ketinggian itu... apa kau benar-benar tidak mempunyai kekuatan bumi?."
"Berisik! setelah melepaskan ku dari ketinggian seperti itu, aku tidak akan memaafkannya!!."
"..."
"Aku sudah bosan dengan ini semua... jangan mempermainkan ku lagi..."
( Change Skill : Wing Blade! )
Dari sayapnya keluar pusaran angin yang menyelimuti ujung sayapnya... seperti sebuah pedang yang mengkilat.
"Ck!."
Aku bersiap dengan serangannya dan mengangkat pedangku.
"Akemi, sebelum dia menyadarinya... ayo kita pergi dari sini... kita sembunyikan kucing ini terlebih dahulu... lalu kita kembali untuk menyelamatkan Kaito.." Usul Ayumi dengan berbisik padanya.
"Kakak benar... ayo."
"Hm! kalian benar benar meremehkan ku..." Dengan suara yang kecil, dia tersenyum menyeringai.
"Ayo ce-."
( Wind Lightning Charge!! )
*SWWUUSSHHH!!!!
Baru saja mereka berdua berjalan satu langkah... tiba tiba aku yang berada dibelakang mereka menghilang dalam sekejap.
"Kaitoo!!!."
"Gawat!."
Ayumi bersiap untuk menyerang dengan kekuatannya... tetapi panglima itu sangat sangat cepat... dan Ayumi pun juga langsung menghilang sekejap.
"Kakak!!."
Kini hanya Akemi yang tersisa sambil memegang senjata biologis atau kucing campuran jenis itu.
( Element Change : Danzo!! )
*SWUUUSHHH!!!
Akemi langsung mengeluarkan pedang terkuatnya untuk pertahanan terakhir.
"Danzo ya... kau mempunyai senjata yang bagus..."
Suaranya seperti bercampur dengan hembusan angin di sekelilingnya.
"Akan kucoba kekuatan penggunanya."
"!!."
*CLINGG!!!
Dia sengaja menyerang Akemi dari depan untuk beradu kekuatan dengan pedang Danzo miliknya.
"Ckk!!!."
Akemi bertahan dengan sekuat tenaga, sambil menahan senjata biologis dengan satu tangannya.
"Hm..."
"Khk!!."
*CREETTTT!!!
Gesekan dari keduanya lama kelamaan terasa lebih berat... kekuatannya yang berada di tingkat selanjutnya itu seperti sangat mustahil untuk dikalahkan...
Tetapi ini adalah akhir bagi Akemi karena dia sudah tidak bisa menahannya lagi...
"Sepertinya sudah berakhir.."
*CLING!!
"Arrghhh!!!."
"Mouw!."
Akemi terpental kebelakang dan menjatuhkan kucing tersebut.
Kini pertarungan sudah berakhir... mereka bertiga tidak bisa menjaga senjata tersebut.
Dan panglima tersebut langsung mengambil senjata biologis itu... sekarang senjata itu sudah berada ditangannya.
"Mouww!!."
"L...Lepaskan dia!."
"Lebih baik kalian menyesali perbuatan kalian... di akhirat.."
*Sringg!!
Dia menusuk perut Akemi dengan kukunya yang sangat tajam.
"Arrghhh!!!."
"Mouw!!.."
Darah yang menetes diujung cakarnya... membuat kucing itu terdiam... dia melihat dengan matanya yang hitam... melihat Akemi yang tersungkur terluka parah...
*Swuusshhh!!
Dan dirinya mengingat semua kilas balik kebaikan Akemi kepada dirinya saat mereka pertama kali bertemu.
"Namaku Akemi... senang bertemu denganmu... kucing kecil..."
"Mouw....!"
.
.
*Swuusshhh!!!
Angin mulai berhembus begitu kencang.
"Apa lagi ini..."
"..."
Begitu menyadarinya... dia langsung melihat senjata biologis yang dipegangnya mengeluarkan cahaya pada matanya... dan bentuk tubuhnya mulai berubah... begitu ia sadar...
*Duarr!!
Senjata tersebut mengeluarkan ledakan yang besar sehingga dia melepaskan tangannya.
"Apa apaan... ini..." Dia tercengang begitu melihat senjata yang ukuran awalnya sebesar bola sepak, kini tubuhnya membesar hampir sebesar sebuah gunung.
"Senjatanya..."
Dari kejauhan, aku dan Ayumi pun juga melihatnya.
"K-Kucing itu..."
"Kucing antah berantah yang sangat besar... ughuk!."
*MOOUUUWWRRR!!!!!
Inilah kekuatan sebenarnya dari senjata biologis... yang dinamakan...
MOUWTON!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
Benar itu kaito, dari pada nanti jadi bumerang mending di sembunyikan dulu..
2023-04-12
0
Wong kam fung
bodo amat
2023-04-07
0
al-del
Akankah selamat... kalau manusia biasa sudah pasti tewas...
2023-04-06
0