Setelah aku terlempar jauh hingga ke negeri wilayah Ventus, aku bertemu dengan seorang pria berumur 30 tahun dengan tampak layaknya bajak laut karena mata satunya yang tertutup...
Aku pun juga bertemu dengan kedua orang yang mengganggap pria bajak laut itu adalah master mereka... namanya adalah Ayumi sang kakak, dan Akemi sang adik...
Sebelumnya aku berpikir jika mereka adalah kriminal yang lari dari penjara kerajaan...
Tetapi setelah mengamati mereka berdua, sepertinya mereka memang warga wilayah asli disini...
Kakaknya adalah pengguna elemen angin dengan peran sebagai pengontrol elemen, sedangkan adiknya yang memiliki peran pembuat elemen.
Mereka berdua berlatih dengan kekuatan bumi mereka dengan sangat serius, hingga aku ketahuan saat sedang mengamati mereka berdua.
*Swusshhhh
Semak semak yang aku gunakan untuk mengumpat, tiba tiba terbang tertiup terbawa angin.
"Eh?."
"Sedang apa kau disini?." Dia melihatku dengan sinis.
"T-Tidak, aku hanya..."
"Oh benar juga, aku masih belum puas... bersiaplah merasakan pukulanku."
"T-Tunggu! siapa namamu? Ayusa?."
"A...YU...MI!."
"Baiklah! Ayumi! singkirkan terlebih dahulu rencanamu yang ingin menghajarku... aku ingin menanyakan sesuatu yang penting."
"Baiklah, sebelum aku menghajarmu, aku memberikanmu kata kata terakhir."
"Jadi begini... aku penasaran... apakah pria bajak laut yang kalian sebut master itu adalah orang hebat?."
"Sepertinya aku tidak seharusnya memberikannya kesempatan untuk berbicara."
Saat dia ingin menghajarku, tiba tiba adiknya dari belakang menghentikan kakaknya.
"Tunggu... izinkan aku bertarung dengannya... bertarung pedang." Dia melemparkan pedang milikku.
"Kau yakin?."
"Aku ingin melihat... seberapa besar kemampuan berpedangnya.."
"Lebih baik jangan... aku bukanlah orang yang bisa kau remehkan jika soal berpedang."
"Oh?."
Dia langsung mengumpulkan angin yang berada disekitarnya hingga terbentuk menjadi sebuah pedang.
"Sepertinya kau tipe yang dihajar terlebih dahulu baru paham."
"Majulah!." Dia langsung menyerang kearahku.
Meskipun aku bisa menghindarinya, aku ingin mencoba beradu kekuatannya padaku.
*Clingg!!
Kedua pedang bergesekan hingga mengeluarkan percikan api dan suara yang berdecit.
"Khk!."
"Kau kesulitan menahan pedangku?."
"Jangan bermimpi!."
Tiba tiba dia menangkis pedangku keatas dan berputar untuk membuat dorongan pedangnya kearahku.
"Lamban!."
Aku langsung mengayunkan pedangku dari atas kebawah.
*Cling!
Dengan begitu, kekuatanku lebih besar karena aku menyerangnya dari atas kebawah, dan membuatnya terjatuh karena aku menyerang langsung kearah badan pedangnya dan tidak kuat menahannya.
"Sudah selesai?."
"Jangan bermain-main! cepat keluarkan kekuatan bumi milikmu!."
"Kekuatan bumi? aku tidak memiliki hal semacam itu."
"Jangan berbohong!."
"Aku tidak berbohong... aku sama sekali tidak memiliki kekuatan bumi elemen manapun."
"Apa?!."
"Mana mungkin! bagaimana seseorang sepertimu yang tidak memiliki kekuatan bumi bisa mendapatkan hukuman eksekusi di menara penghakiman!."
"Ceritanya agak panjang... jadi jika kalian ingin tenang, aku akan menceritakannya."
"Tidak akan!." Dia melompat kearahku lalu mengeluarkan tekniknya
( Sayatan Angin! ) Dia mengayunkan pedangnya dari atas langsung kearah kepalaku.
"Hanya karena kau memiliki sebuah teknik elemen, itu tidak akan bisa dengan mudah mengalahkanku."
Aku membuat kuda kudaku dan bersiap dengan melepaskan kekuatanku.
"Akemi, hentikan!."
*Duaarr!!
Tiba tiba kami berdua terhempas kebelakang saat sesuatu yang besar muncul diantara kita.
"Kalian masih tidak bisa menghentikannya.."
Seekor banteng yang sangat besar, bangkit dari asap tebal itu.
"B-Banteng?!!."
"M-Master!!."
"Eh?! master?!!.'
"Akemi, teknik pedangmu masih tidak bisa mengalahkannya... sebaiknya akui itu."
"Tapi!."
"Anak ini benar... dia tidak mempunyai kekuatan bumi elemen."
"Jadi... itu benar."
"Ughuk! oi bajak laut! ternyata kau memiliki peran perubah elemen! sekarang kau menjadi banteng bajak laut!."
"Siapa namamu?."
"Aku? aku adalah Kaito Ryoku! anak dari keluarga wilayah Aqua!."
"Aqua?." Dia menyipitkan matanya.
"Aqua?! jangan jangan..."
"Tapi mengapa dia tidak memiliki kekuatan elemen?."
"Aku sudah terlahir seperti ini... jadi aku sendiri pun tidak mengetahuinya..."
"Lalu, kenapa kau berada di menara penghakiman?."
"Huh, kalian ini sangat menyebalkan, kalau begitu akan aku beritahu ceritaku... alasan mengapa aku terlempar ketempat ini."
Aku bercerita tentang leluhur pilar pertama Aqua atau lebih tepatnya adalah anak dari salah satu keempat anak dari sang pahlawan yang menyelamatkan dunia hingga aku menghadapi salah satu bawahan raja iblis.
"Apa itu... benar benar terjadi?."
"Itu kenyataannya... aku tidak bisa menambahkannya lagi."
"Jadi... keluargamu tidak selamat dari pembantaian 3 tahun yang lalu... dan kau."
"..."
"Apa kau bisa memanggilnya sekarang?." Dengan rasa penasaran, Akemi mencoba untuk membuatku melakukannya.
"Aku baru mengalaminya dua kali... dan pada saat yang kedua, dia muncul tanpa kesadaranku."
"Leluhur pilar pertama Aqua... beliau bernama Aqua Kizao... pengguna elemen air dengan peran pengontrol... apa yang kau katakan memang tidak ada yang salah dari itu."
Ayumi dengan pandainya bisa menghafal nama leluhur itu yang bahkan aku tidak mengenalnya sama sekali, bahkan mendengar nama itu pun tidak pernah.
"Jadi, selama hidupmu... kau hanya berlatih ilmu pedangmu untuk menjadi kuat..."
"Teknik ilmu pedangku adalah warisan dari guruku... dan dengan warisan yang guruku berikan... aku akan mengubah dunia hanya dengan pedang ini."
Sambil menggenggam sebuah pedang biru laut yang terlihat lembut dan halus... pedang ini adalah salah satu dari tujuh senjata terkuat didunia, warisan keluarga Aqua, dan aku memegang salah satunya... nama pedang ini adalah Yansei... dari singkatan arti kelembutan air.
"Itu salah satu pedang warisan bukan?."
"Kau tahu?."
"Jelas, aku sudah tahu saat pertama kali melihatnya... pedang ini terlihat sangat lembut... jelas jauh berbeda dengan penggunanya."
"Maksudmu aku orangnya kasar?!!."
"Lihat saja dirimu sendiri."
"Aku sudah bersamanya dari kecil!! jangan meragukan hubunganku dengan Yansei-ku!."
"Segitunya kau mencintai sebuah pedang? terlihat menjijikkan."
"Apa kau bilang?! Yansei-ku sudah ku anggap seperti sahabatku sendiri tahu! kau ini tahu apa! hanya bisa mengontrol angin dan melambai-lambai udara tidak jelas!."
"K-Kau menghina kekuatanku?! bagaimana jika kau merasakan anginku!?."
"Oh majulah! siapa yang takut dengan angin sepoi-sepoi milikmu!."
"A-Apa!!??."
"Sudah, hentikan..."
"Mm!." Dia langsung menahan emosinya.
"Hahah! rasakan itu!."
Dengan berat dia menahan emosinya yang terlihat jelas diwajahnya.
"Intinya... Kaito... apa tujuanmu sekarang?."
"Tujuanku... sudah jelas... aku ingin mengubah tatanan dunia dengan Yansei-ku... meskipun aku memiliki hal yang aneh didalam tubuhku... itu tidak akan menghalangi jalanku."
"Merubah tatanan dunia... ya..."
"Selama aku hidup... aku terus dihantui oleh kebenaran yang palsu... tetapi... mataku telah terbuka... peperangan pilar terakhir... adalah peperangan tanpa alasan yang jelas... jika mereka berusaha untuk menutupi kebenaran... maka aku akan membuka kembali peperangan dengan alasan kuat untuk mengembalikan kebenaran yang sudah lama tertidur didalam genggaman mereka."
Mereka berdecak kagum dengan apa yang kukatakan dengan lantang.
"Jika memang itu adalah jalanmu... Kaito Ryoku... Bergabunglah dengan kami! pasukan revolusioner!!."
"Pasukan... revolusioner...?."
"Kau ingin merubah dunia bukan? maka dari itu... kami semua akan membantumu untuk mencapai tujuanmu... dengan adanya kekuatan tempur yang hebat... kita bisa bersama sama mencapai tujuan kita bersama... bagaimana."
"Sepertinya aku tidak keberatan dengan itu." Ayumi menerimanya dengan baik.
"Aku pun juga... karena tujuan kita memiliki kesamaan."
"Marilah bersama-sama menggulingkan kedamaian palsu, dan menciptakan kedamaian sejati yang abadi.." Dia mengulurkan tangannya padaku.
"..."
Aku yang masih tidak percaya dengan apa yang kulihat, kini mulai menjalankan kehidupan baru.
"Aku harap kalian tidak hanya sekedar mengajakku bergabung."
Mereka tersenyum yakin dengan ucapanku.
"Baiklah... aku akan menerima tawaranmu... master bajak laut!."
"Untuk mendapatkan kedamaian sejati!!."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
🔵🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣh❤️⃟Wᵃf࣪𓇢𓆸
wah kyk soro nih wkwk
2023-03-31
0
al-del
Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh...!
2023-03-30
0
𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡
sedang main gundu pak mau ikutan wkwk
2023-03-30
0