"Kikikiki! oi oi, ada apa? kemana wajah santai kalian sebelumnya??!!"
"..."
"( Gawat!! iblis tingkat tinggi! kenapa dia ada disini?!! jelas aku tidak bisa melawannya... aku hanya akan menjadi potongan daging jika maju menyerangnya...)"
"Semua prajurit!! serang bersamaan!!."
"( Tunggu dulu!! yang kita hadapi adalah iblis yang hampir mendekati kekuatan tujuh bawahan raja iblis!!..)"
Sambil mengangkat pedangnya yang besar itu kearah iblis Wolverine yang haus akan darah.
"K-Ketua... dia itu kuat! semua budak kita sudah dibunuh olehnya!... bagaimana jika kita mundur saja?."
"Apa yang kalian takuti? budak budak itu tidak memiliki kekuatan bumi... sedangkan kalian memilikinya! cepat serang secara bersamaan!."
"B-Baik!!."
"Semuanya!! serang!!!."
Semua prajurit mengeluarkan senjatanya... masing masing prajurit dari ketiga wilayah kekuatan elemen mengeluarkan kekuatan bumi mereka untuk memperkuat senjata mereka, membuat senjata dari kekuatan elemen mereka, dan berubah menjadi hewan suci tingkat rendah dan menengah...
Setiap kekuatan elemen mereka... masing masing memiliki peran kekuatan bumi yang ditakdirkan kepada mereka...
Dan kekuatan bumi ini memiliki tiga peran...
Pengontrol, pembuat, dan perubah elemen...
Mengendalikan elemen disekitarnya dan untuk memperkuat serangan mereka... disebut pengontrol elemen.
Membuat benda apapun dari elemennya dengan batasan energi yang dimilikinya... senjata, kendaraan, dan hal lainnya... disebut pembuat elemen.
Merubah dirinya atau kekuatan dirinya sendiri menjadi sebuah hewan suci yang berkategori rendah, menengah, dan tinggi... sesuai dengan energi yang mereka punya... disebut perubah elemen.
Setiap pengguna kekuatan bumi dalam elemen apapun itu... manusia hanya bisa mempunyai satu peran dan tidak bisa lebih dari satu peran...
......................
"Serang!!!."
Semua berlari melewatiku dan berlari menuju iblis itu.
"Hentikan! jangan melawannya!." Aku berusaha untuk menghentikan semua prajurit, tetapi suara dari seorang budak sepertiku hanya dianggap pengecut.
"Sial!."
"Kikikiki!! baiklah... akan kutunjukkan kepada kalian... kekuatan bawahan raja iblis!!."
( Cabik darah bulan!! )
*Srrttt!!
Bergerak layaknya sebuah bayangan yang menyerang semua prajurit dalam sekejap, tubuh mereka terpotong potong menjadi beberapa bagian...
Sorakan semangat dari 100 prajurit itu... secara tiba tiba langsung menghilang dan sunyi...
Iblis itu berdiri dengan darah yang menetes dicakar, yang panjangnya lebih dari panjang tangannya.
"I-Inikah kekuatan dari bawahan iblis kematian??!"
"..."
"Panglima! bagaimana keadaan disi-... apa... ini..." Sang putri keluar dari kereta dan melihat semua mayat yang sudah mati terpotong potong...
"Putri! jangan kesini! berbahaya!."
"A-Ada apa... semuanya... sudah mati..."
Situasi yang sangat menyeramkan... hanya tersisa empat orang yang masih hidup disini...
"Kikikiki!! dimana prajuritnya lagi? apa sudah habis?."
"Hei budak!." Ketua panglima prajurit yang memberikan perintah kepada prajuritnya itu, memasukkan kembali pedang yang sebelumnya dia gunakan untuk memerintah semua prajuritnya.
"Kau harus menahannya!! aku akan membawa putri pergi dari sini!."
"T-Tapi!."
"Kau berani menolak perintahku?!."
"( Sial! apa yang harus kulakukan!...)"
"Nona putri! ayo kita pergi!."
"Bagaimana dengannya?."
"Dia hanyalah budak! mereka pantas mati untuk kerajaan!."
"..."
"Berisik sekali..."
"Iblis nya!!!."
Begitu saja dia menghilang dari hadapanku.
Raut wajah nona putri berubah, saat melihat iblis itu tepat didepan matanya.
"Panglima!. belakangmu!."
"Ketua! hati ha-."
Saat melihat ini semua... aku mengetahui perbedaan kekuatan dari semua iblis dengan tingkatan yang berbeda...
Leher belakang ketua panglima prajurit itu terbelah, dan kepalanya terjatuh kedepan...
"Cepat sekali!! bahkan aku tidak melihat tangannya bergerak!!."
"Aaaaaa!!!!!!."
Wajahnya terkena cipratan darah dari ketua prajurit... ia ketakutan hingga kakinya tidak sanggup bertahan dan terjatuh.
"( Aku harus menolongnya!...)"
"Putri... sayang sekali, tapi kau harus mati disi-."
*Cling!!
"..."
"Apa yang kau lakukan?."
"Aku akan melindunginya!."
"Kau bahkan tidak memiliki kekuatan bumi... aku akan melepaskanmu untuk ini.."
"( Apa yang aku lakukan... aku bisa lari dari sini dan menghilangkan diri... tapi... aku tidak bisa membiarkan putri mati disini!...)"
"A-Apa yang kau inginkan?!." Tuan putri berdiri dan mencoba untuk memberanikan dirinya.
"Yang aku inginkan? aku hanya ingin membunuhmu." Wajahnya yang tersenyum layaknya psikopat yang mengerikan.
"Aku akan memberikanmu apa saja! jangan mendekatiku!."
"Kikikiki!! aku tidak butuh dengan apa yang kau miliki! aku hanya ingin kau mati!."
*Cling!!
Saat iblis itu ingin menusuk nona putri, aku menghadangnya dengan pedangku.
"Sepertinya... kau tidak bisa diselamatkan lagi."
"Apa yang kamu lakukan?! kamu membahayakan nyawamu sendiri!."
"Aku tidak akan membiarkan kau untuk membunuhnya!."
"..."
"Oh..."
"( Gerakannya sangat cepat... aku harus bersiaga dengan serangannya i-...)"
Dalam sekejap dia menghilang dari pandanganku.
"Cepat sekali!! dimana dia berada!."
Aku bersiap siap untuk menerima serangannya yang sangat brutal...
"Putri!! menghindar!." Aku langsung mendorongnya dengan bahuku.
*Clingg!!
Aku menahan cakarnya itu hanya dengan sebuah pedang yang satu satunya senjataku.
"Kikikiki!!."
"Guhukk!!."
Aku tidak menyangka jika dia menyerangku menggunakan kakinya, dan rasanya lebih menyakitkan dari yang dikira...
Setelah mendapatkan serangan dari kakinya, aku terlempar sangat jauh hingga menerobos dua sampai tiga dinding rumah pemukiman yang kosong itu.
"B-Bagaimana mungkin?!."
"Kikikiki! tidak ada yang bisa menghalangiku! jadi, jangan berharap untuk meminta tolong!."
"Arrghh!!."
"Kamu!."
Saat iblis itu ingin menyerangnya, aku masih bisa menahannya walaupun ada beberapa cakarnya yang lolos dan mengenai tubuhku...
"Hei, apa kamu tidak apa apa?!."
"S-Sebaiknya... anda mencari tempat yang aman." Aku berusaha berdiri sambil menekan lukaku.
"Tapi, kamu sudah terluka cukup parah!."
"Ini tidak seberapa!."
"Kau lebih keras kepala dari yang lain... bagaimana jika aku langsung membunuh kalian berdua saja?."
"Tck!."
Saat ini, aku berdiri didepan seorang putri kerajaan, dan mengorbankan nyawaku sendiri untuk menolongnya...
Meskipun kehidupanku yang terus menerus menjadi seorang budak kerajaan... tersiksa dan dipermainkan... aku masih mempunyai harga diri untuk ditunjukkan...
Itulah yang guruku ajarkan kepadaku...
.
.
.
"Kaito... kelak jika kau mempunyai kekuatan untuk melindungi seseorang... siapapun itu lindungilah... jika ia kesusahan, hak mu sebagai manusia untuk membantunya... meskipun dia adalah musuhmu... ingatlah ini baik baik... seseorang yang lemah, adalah seseorang yang membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup..."
Seperti aku mendengar langsung suara guru didalam kepalaku... tubuhku terasa lebih baik dari sebelumnya...
"Baiklah!! aku akan mengurusmu, serigala kecil!."
"Kikikiki!! aku menyukaimu! aku akan mencincang tubuhmu hingga berbentuk yang aku suka!."
"Kalau begitu... terima kasih!!." Aku langsung menyerangnya dengan pedangku.
*Clingg!!
"Ada apa? kekuatanmu lebih lemah dari sebelumnya!."
"Berisik!."
Kami saling memberikan serangan dan bertahan... aku cukup ahli dengan ilmu pedang yang kumiliki... begitupun juga dia yang cukup cepat untuk menggerakkan tangannya yang besar...
"Padahal dia tidak memiliki kekuatan bumi elemen manapun... tetapi gerakannya sangat cepat! dia bisa menandingi 10 bilah tajam iblis itu hanya dengan satu pedang.."
Rentetan serangan yang saling beradu kini menjadi situasi yang sangat besar...
Tanah disekitar kami mulai retak dan bergetar, bahkan serangan kami yang berhasil dihindari bisa menyebabkan pohon dan benda lainnya yang berada dibelakang kami terpotong...
Dan aku menyerang ke satu titik dengan kekuatan yang lebih besar... hingga kami berdua terpental kebelakang.
"Bagus... bagus!! kau cukup baik untuk bermain denganku! kau satu satunya orang tanpa kekuatan bumi bisa bersaing denganku!."
"Dimana suara tawa menjengkelkanmu itu? aku menganggap kau sudah melupakan kebiasaanmu."
"Seharusnya itu pertanda buruk untukmu... aku sudah akan serius!."
"..."
( Cabik Kilat!! )
"Gawat! aku harus menghin-."
Belum melepas pijakanku dari tanah, dia langsung menyerangku dengan cepat hingga tangannya tepat menusuk perutku...
"Tidak!!!."
"Ughk!!."
"Sudah kukatakan... biar kutemani kau bermain hingga selesai... sekarang saatnya kau beristirahat..."
Di menarik kembali tangannya yang menancap kedalam tubuhku... hingga didalam tubuhku terdapat sebuah lubang...
"Ughkk!."
*Bruk!
Rasa nyeri dan mati rasa yang kurasakan saat ini, tidak bisa menggerakkan satu jari pun untuk bergerak...
"Sudah cukup main mainnya... kau akan kubiarkan mati perlahan seperti itu... terima kasihlah padaku..."
"Tidak... mungkin..."
"Jadi... bagaimana jika kita lanjutkan eksekusi cantiknya?."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
lanjut
2023-04-12
0
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
seperti naik tingkatan
2023-04-12
0
Sky darkness
WTF 😑
2023-04-12
0